Popularitas

Desember 13, 2007

Karena kemarin seharian nguli ke Temanggung dan Wonosobo, ternyata saya jadi ketinggalan sebuah berita seru. Tika, yang kebangetan itu, ternyata menjadi frigid. What!? Maksudnya mati rasa, hilang passion untuk ngeblog dengan enjoy.
Dia pun bosan dengan gelar selebritis blog yang menghantui, hingga dia merasa dikejar-ejar oleh tuntutan untuk memuaskan para penggemarnya. Menghidangkan sebuah postingan di blog sebagai santapan pagi para penggemar yang setiap hari berkunjung. Dia tak mau penggemarnya kecewa. Ah, baik sekali si Tika itu. Tapi ternyata Tika bosen menjadi seperti itu, merasa itu nggak Tika-banget. Selasa kemarin, waktu kami berempat hang out (halah, hangout ki opo tho?), tika juga sempat mengeluhkan ini. Dia merasa menjadi seperti bukan dirinya yang dulu lagi.

Beberapa di antara kita pasti mengalami fase tersebut. Berusaha selalu mengupdate blog kita ini setiap hari, stress berat kalo tidak punya bahan posting. Kita berubah jadi layaknya reporter infotainment yang mengejar target. Atau layaknya produsen sinetron yang memaksakan cerita dengan ending yang tak kunjung selesai sehingga alur cerita pun menjadi tidak menarik. Tak ada bahan, apapun dipaksa masuk ke halaman blog kita. Walhasil, sudah bisa ditebak, isi postingan kita menjadi tidak memiliki ‘greget’, maksa dan pastinya nggilani. Hal ini tentu tak berlaku jika kepala kita memang mesin ide, setiap menit mengantri ide-ide segar untuk dimuntahkan.

Salahkah jika kita ingin selalu mengupdate blog kita setiap hari? Tentu saja tidak.
Sudah baik-baik menyajikan yang terbaik kok malah disalahkan.

Kita memiliki kedaulatan hak yang sebulat-bulatnya untuk mengisi blog kita dengan apapun yang kita inginkan. Hak yang sama besarnya dengan hak untuk tidak mengisi blog kita berbulan-bulan. Memang semua kegundahan itu harus dikembalikan kepada tujuan ngeblog. Untuk berbagi. Dan semestinya tak ada yang bisa memaksa diri kita untuk mengisi blog kita sendiri. Mendzolimi diri dengan tuntutan-tuntutan yang sebenarnya kita ciptakan sendiri.

Keadaan yang dialami ini mirip dengan kasus kopipaste dan blog fiktif yang menggegerkan blogosphere beberapa saat yang lalu. Kala itu pakde mendoboskan, para blogger baru bagai hidup di bawah kaca pembesar, selalu diawasi gerak geriknya. Kopas sedikit saja bisa langsung berakhir dengan cemoohan. Beda dengan blogger tuwek yang kopipaste tulisan blogger lain, seolah lepas dari pengawasan. Demikian pula dengan blogger (yang dianggap) seleb, dia hidup dibawah bayang2 popularitas, maka aktivitas ngeblog pun tak lagi santai. Merasa tak nyaman gerak-geriknya. Selalu berhati-hati dalam menuliskan sesuatu. Ini baik, tapi jika sudah pada level membatasi kreatifitas maka hal ini menjadi sesuatu yang berbahaya. Halah. Ngeblog yang tujuan awalnya adalah sebagai pembebasan jiwa berubah menjadi jenis pembelengguan jiwa yang baru.

Saya setuju kalau popularitas dan selebritas di dunia ini bukan hal haram yang harus kita hindari. Toh kita sebaiknya tidak menjadi munafik mengatakan tak butuh popularitas. Selama kita masih berjenis manusia tentunya kita memerlukan apresiasi dari manusia yang lain. Hanya saja, perlu rasanya untuk menanyakan kembali niat ngeblog itu sendiri. Yaitu membebaskan jiwa dengan berbagi.

Popularitas itu seperti uang. Kalau prioritas utama sampeyan dalam bekerja adalah uang maka percaya saja, uang yang sampeyan dapatkan pasti tak akan pernah cukup. Karena uang adalah konsekuensi dari kita bekerja dengan keras. Kita bekerja dan kita mendapatkan konsekuensi uang. Jadi kalau kita tidak mau bekerja, ya jangan mengharapkan uang. Karena apabila uang ini menjadi prioritas maka jangan heran kalau sampeyan akan menghalalkan berbagai macam cara untuk mencapai prioritas sampeyan tersebut. Saya lebih setuju kala popularitas adalah sebuah konsekuensi logis dari apa yang kita lakukan. Bukan menjadi tujuan. Pastikan semua popularitas itu hanya akan menjadi sesuatu yang semu, bila dia dikejar terus-menerus.

Seperti uang, popularitas itu adalah konsekuensi atas usaha kita menulis blog yang menarik 😀

Numpang trekbek : Ndoro dan Tika.

Iklan

61 Responses to “Popularitas”

  1. Jiewa Says:

    Just blog with passion… be ur self, popularitas mah cuma bonus 😛

  2. goop Says:

    Ngeblog yang tujuan awalnya adalah sebagai pembebasan jiwa berubah menjadi jenis pembelengguan jiwa yang baru.

    Syip…
    kebebasan dan belenggu, benarkah seperti saudara kembar? :mrgreen:

  3. bodrox Says:

    bijaksana sekali. jangan bunuh diri kayak cobain aja 😛

  4. bodrox Says:

    bijaksana sekali. jangan bunuh diri kayak cobain aja 😛

  5. detnot Says:

    pokoknya setuju, ngeblog buat curhat saja kok gk lebih ;))

  6. ndoro kakung Says:

    ah, ini posting untuk ngejar popularitas di mata sarah juga ya? huh … *kabooor* 😀

  7. ayahshiva Says:

    kalo aku aku nge-blog buat cari duit 😀

  8. antobilang Says:

    modyar, ko sarah terus sih.
    😛

  9. annots Says:

    Setau saya kalo mau jadi lurah ato presiden, pupolaritas identik dengan uang, semakin banyak uang yang dihidangkan ya semakin melejit popularitas itu.
    Kalo ngeblog apa yang harus dibagikan kalau bukan posting? *saya ga ngejar popularitas loh To*

  10. Funkshit Says:

    jika yang hanyalah konsekuensi dari bekerja, lalu apa tujuan utama bekerja ?

    btw, klo cuek dengan anggapan seleb, harusnya asik2 aja donks ada yang memonitor .. kan emang bukan seleb :D:D

  11. Funkshit Says:

    lah, koment diatas kok kacau.. mau meh ngomong apa ya ?
    jika uang hanyalah konsekuensi dari bekerja, lalu apa tujuan utama bekerja ?
    salah ketik satu huruf aja dah bikin saya bingung sendiri

  12. abee Says:

    lha……lha…..geto tho? 🙄

  13. caplang™ Says:

    Kurt Cobain ndak suka sama popularitas
    mangkanya dia milih untuk bunuh diri *sok tau*
    better die than fade away, kata siapa itu…

  14. tukangkopi Says:

    tulisan yang sangat brilian bung anto. selamat! selamat! anda layak dapat bintang! 😀

  15. aRuL Says:

    Kalo saya mencari teman dan bersilaturahmi doang..
    dibuat santai…

  16. aprikot Says:

    iya postingan ini juga ngejar popularitas 😛

    aku manut apa kata juragan saya itu saja lah ndobos van mbilung, klo kata anto sich, emang eke pikirin hahahahahahahahaha

  17. antobilang Says:

    👿 gitaaaaaa!!!!!!

    *kejar, peluk, antemi gita* 😆

  18. didut Says:

    kalo gak mo jd seleb, berhenti blogwalking aja ntar jg surut sendiri 😛

  19. kangtutur Says:

    pengen populer, ngoment disini
    🙄

  20. Amed Says:

    Set aja blognya jadi private
    *Lirik-lirik*

  21. kangtutur Says:

    betul……… percaya deh sama aku :winks:

  22. kangtutur Says:

    syaratnya harus hetriks
    jangan malu2 meong!!!!!!
    😀

  23. antobilang Says:

    tertegun menghitung komen kang tutur…
    eh hetriks ndak sih? 😆

  24. kangtutur Says:

    *siyal
    gak boleh heriks ya?


  25. […] yang diinginkan banyak orang, namun ketika dia sudah sampai di puncak ketenaran yang disebut POPULARITAS , orang tersebut ingin membuangnya […]

  26. k tutur Says:

    kalo hetriks gagal…….
    berikan trekbek…, memberi lebih baik dari meminta!
    *wakakakak…….. puwassssssssssss……..!!!!!!!

  27. Fany Says:

    ehem..
    kadang kangen juga masa-masa masih ngeblog ‘sendirian’… 😆 untungnya aku blm seseleb antobilang dan tikabanget, jadi masih santaiii… 😉

  28. Dimas Says:

    permisi…. hehe… ngeblog itu apa ya mas? *pergi sambil bersiul*

  29. andi bagus Says:

    nulis merupakan keinginan pribadi, apalagi nge blog bisa kapan pun.. 😀

    tapi klo jadi seleb blog, lain lagi spt nya nge blog tuntutan dari penggemar deh mas anto..*ngacir*

  30. tikabanget™ Says:

    hehe..
    ya sayah bilang di situ kan kadang-kadang sayah kangen ndak ada beban mikirin yang baca..
    kadang-kadang..

  31. cK Says:

    saya malah sedih kalo yang dateng ke blog saya cuma bertujuan nyampah… 😦

  32. ekowanz Says:

    hupff..untung saya tidak seseleb antobilang ataupun anangKu :p

  33. Fajar Says:

    @cK
    bukannya sendirinya nyampah chik ?
    😆


  34. tujuan saya ngeblog adalah mengeluarkan isi kepala (bloeekk!!) dan berdiskusi tentang isi kepala itu..
    🙂

  35. rozenesia Says:

    Puji Tuhan AMIIIINN!!! 😆
    Saya ga populer dan bukan seleb!! YESHHH!!

  36. Anang Says:

    kembali lagi… yang penting nulis hasrat terlampiaskan..


  37. kepopuleran sebenarnya bisa didapat dengan jerih payah ataupun datang dengan sendirinya, asalkan kita punya sesuatu yang menarik perhatian orang.

    bukan cuman yang baek-baek aja yang bisa populer yang buruk jg, contohnya kasus SUMANTO, pada saat itu siapa sih yang gak kenal dan takut ama dia. namanya jd populer jg kan…

    🙂

  38. Hedi Says:

    orang sering nguber populeritas, tapi ga tau efeknya…


  39. * Baca sambil ndengeri musik jazz n jegang niru wong semugih.. *

    Kang, RSS feed-mu dibeneri ndisik. Mosok isine cuma hurup A? Kalo kayak gitu namanya RSST, Realy Simple Syndicate Tenanan!

  40. ndarualqaz Says:

    bentul, kit berhak untuk tidak ngutak-ngutik blog kita walau sampai berbulan-bulan

  41. ndarualqaz Says:

    dan hak kita pula untuk hanya membaca blog orang lain tanpa harus menyiapkan tulisan di blog kita untuk dibaca orang lain

  42. ndarualqaz Says:

    dan hak paling hakiki blogger adalah…. HETRIKS

  43. zaM Says:

    postingan2 yang penuh gairah! (untuk ngeblog)

  44. macanang Says:

    jadi populer? mau donk..he he

  45. mrsyusuf Says:

    Saya sih ngeblog, cuman buat ngegantiin diary ajah, uang buat beli diarynya kan bisa buat makan baso pak amat di temanggung 😛

  46. almascatie Says:

    anto memang seleb sejati..
    sesasama seleb ama mba tika dilarang saling salib
    😆

  47. bumisegoro Says:

    ngeblog buat orang kantoran bisa buat meyakinkan orang di sekitarnya, biar keliatan sibuk. padahal …. 🙂

  48. unai Says:

    numpang populer dengan dateng ke blog populer begini lak gak popo to Bil?


  49. […]ada satu lagi sumbangan dari Tukang Banner Legendaris dari Jogja, yaitu oM AntoBilang yang makin Populer itu[…]

  50. RIaN Says:

    “ppopularitas itu seperti uang” .. tapi popuplaritas itu adalah uang……
    itulah sebuah nilai yg diberikan kepada setiap orang yg menginginkan ke-popularitas-an………

    -thE_hopKiiNS-

  51. nana Says:

    gimana ya rasanya populer?????.. hmmm..

  52. zaM Says:

    sebenarnya yang membuat populer itu bukan penulis, tetapi pengunjung!

  53. masdhenk Says:

    populer?…
    panganan opo ya?
    🙂

  54. ika Says:

    saya ngeblog buat curhat sehari2 doang eh gak sehari2 ding soalnya ide lewat ya ga sering di kepala sayah,tapi kalo blog saya yang satunya tiap ari tak isi puluhan postingan cuz ..mm yah gitu deh,,heheh

  55. pathub Says:

    koyo artis yo dab?!sithik-sithik mlebu media

  56. arya Says:

    vote antobilang sebage presiden blogger menggantikan enda nasution!

  57. KaiToU Says:

    ikut bilang bilang, ah.. 😛

  58. alex Says:

    Memang semua kegundahan itu harus dikembalikan kepada tujuan ngeblog. Untuk berbagi. Dan semestinya tak ada yang bisa memaksa diri kita untuk mengisi blog kita sendiri. Mendzolimi diri dengan tuntutan-tuntutan yang sebenarnya kita ciptakan sendiri.

    Hehehe… benarnya ini juga lho, Nto, yang (agaknya) menjadi alasan kenapa ada blogger stereot *seperti audio saja 😆 * kemarin itu.

    Makanya terkadang memang perlu break dari nge-blog. Minimal blog sendiri. Kalau sekedar singgah dan memberi komentar seperti ini di blog-blog yang ada, karena memang pengen, bukan tanpa paksaan tho? 😉

    Ngeblog yang tujuan awalnya adalah sebagai pembebasan jiwa berubah menjadi jenis pembelengguan jiwa yang baru.

    *catet :mrgreen: *

  59. alex Says:

    Err… online gak ya? 🙄

  60. alex Says:

    hetriks kah?? 😛

    *curiga*


  61. makanya bilang ke Tika, cepetan nikah. Nanti lupa ngeblog nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s