14 Januari 2010 : Adiluhung

Januari 14, 2010



14 Januari 2010 : Adiluhung, originally uploaded by antobilang365.

Sejarah panjang dunia keris Banyusumurup dimulai ketika ontran-ontran terjadi di bumi Majapahit ratusan tahun silam. Seorang ahli keris, Mpu Supomo dari Pasuruan melarikan diri menuju Yogyakarta, dan akhirnya menetap di Imogiri. Tepatnya di desa Banyusumurup. Silih berganti keturunan Mpu Tomorejo meneruskan tradisi pembuatan keris. Dari Mpu Tomorejo hingga Iro Menggolo, Dipomenggolo, Haryo Menggolo, Kiai Cokro Harjo, Sosro Menggolo dan terakhir Djiwo Dihardjo.
Pada mulanya keris yang dibuat oleh para mpu ini adalah keris pusaka, yang dalam proses pembuatannya membutuhkan serangkaian prosesi. Masyarakat sekitar Banyusumurup yang miskin karena hidup daerah pertanian tandus, membuat Mbah Jiwo terusik. Kemelaratan warga kampungnya membuat beliau berinisiatif menularkan keahlian membuat keris. Meskipun awalnya hanya beberapa orang yang tertarik, tak membuat Mbah Jiwo patah arang. Lambat laun ketika keris koden (mungkin berasal dari kata kodian, artinya keris ini diproduksi massal) mulai diminati pasar untuk berbagai keperluan aksesoris pentas kethoprak, salon, dan pengantin, maka jumlah pengrajin pun meningkat mencapai 200 orang.
Pada tahun 1980, oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, beliau digelari Mpu Sarjono Supo setelah berhasil menyelesaikan keris pesanan beliau yang bertaburan berlian.
Kini, setelah masyarakat Banyusumurup mampu hidup dan berkembang melalui kerajinan keris koden, di usia senja ini beliau kembali menekuni pembuatan keris pusaka. Beliau menyadari perlunya menurunkan kemampuan membuat keris kepada keturunannya. Karena hanya keturunan mpu yang bisa memiliki kemampuan mpu. Meskipun demikian, usaha ini sempat terhenti karena bencana alam Gempa Bumi yang melanda Yogyakarta 2006 silam. Dibantu oleh Idham Samawi (Bupati Bantul), rencananya April 2010 ini beliau akan kembali membuat keris. Sungguh salut kepada perjuangan beliau melestarikan tradisi adiluhung bangsa ini.

Iklan

6 Responses to “14 Januari 2010 : Adiluhung”

  1. lindaleenk Says:

    bentar2…komentar dulu soal template…
    ganti ya??trus itu banner :))
    *speechless*


  2. baru tahu….hehe

    di solo juga ada lho mpu pembuat keris..

    salam

  3. Mawi Wijna Says:

    ho oh je, aku juga ndak pernah lihat orang yang bergelar Mpu itu beraksi membuat keris. Mbok ya para Mpu dan keahlian mereka itu dipromosikan ke rakyat.

  4. morishige Says:

    belum pernah lihat seorang bergelar Mpu secara langsung.. paling cuma baca di buku sejarah. :mrgreen:

  5. escoret Says:

    halah,podo karo nico….
    sing bener sing ndie iki..???

    MELU2 KABEH!

  6. antobilang Says:

    jancik, keplaki pepeng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s