1 Januari 2010 : (tidak) dilarang berhenti

Januari 2, 2010

Rambu tidak berarti untuk andong. Kacamata kuda menyebabkan demikian.

365shots

Kawan kita pengguna moda tradisional memang sering abai akan peraturan. Beberapa di antara kitapun maklum adanya. Becak dengan bebasnya menerabas lampu merah. Sepeda berhenti jauuuuh di depan marka zebra cross. Ketika laka terjadi, moda yang lebih besarpun dihakimi.

6 Responses to “1 Januari 2010 : (tidak) dilarang berhenti”

  1. gunawanrudy Says:

    di lampu merah gondomanan, pernah liat orang berpakaian kayak abdidalem, naik motor gak pake helm. gak diapa-apain sama pulisi. padahal tepat di depan pos pulisi. pulisinya diem aja.:/


  2. ya namanya juga dokar

  3. morishige Says:

    kalau saja kusir andong dibekali dengan SIM dan STNK, mungkin jadinya lain.. mau nggak mau mereka harus tertib juga seperti pengemudi kendaraan bermotor.

  4. antobilang Says:

    @doik rudy : kalo blangkon sebenrnya kan bisa dimasukin tas dulu ya, kecuali sanggul, repot xixixi
    @pesanlogo : thanks, salam kenal juga
    @ agung s : ya namanya juga moto
    @ morishige : definisi STNK sendiri itu untuk kendaraan bermotor sih :p hihihi

  5. Kang Nur Says:

    Itu rambu dikira berarti: “Dilarang Minum Es” kok😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s