Titel ngetrend 2009 : Haji dan Hajjah.

Mei 20, 2009

Dini hari saat masih bergulat dengan deadline, tiba-tiba muncul pertanyaan dari seorang teman, Gage Batubara. 

Pertanyaannya : knp sih, mo nyalonin jadi presiden, namanya ditambahin jadi Hj. atau H?

Serangkaian kemungkinan mestinya muncul. Adalah hak dia, ketika sudah menunaikan Haji (perkara mabrur atau tidak, itu bukan urusan kita) untuk menggunakan titel H atau Hj di depan namanya. Tapi bisa jadi, ini digunakan untuk meraih minat pemilih Islam, yang kenyataannya berjumlah sangat besar di Negeri ini. Bahkan sebuah pasangan menyatakan ke-islaman-annya dengan masing-masing istri pasangan itu memakai jilbab.  

Untuk memenangkan hati rakyat, semua hal dilakukan. Agama sekali lagi jadi komoditas. Simbol-simbol dilucut-pasang sesuai apa yang dianggap pantas untuk ditampilkan. Titel-titel agamis itu mengingatkan saya pada sosok Mbah Harto yang mengimbuhi namanya dengan H.M. Haji Muhammad. Capres-cawapres sepuh itupun menirunya. Titel ngetrend 2009 : Haji dan Hajjah. 

Mari kita lihat satu-satu daftarnya :

  1. Hj. Megawati Soekarnoputri – H.Prabowo Subianto.
  2. H. Jusuf Kalla & H. Wiranto
  3. H. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono & Prof. Dr. Boediono.

Saya cari-cari kok ternyata pak Boediono gak ada titel Haji, yah? Ternyata ini karena Boediono adalah titipan IMF.:mrgreen:

33 Responses to “Titel ngetrend 2009 : Haji dan Hajjah.”

  1. arya Says:

    neolib, neo libido? *summon zen*

  2. lindaleenk Says:

    kamu ga pake H sekalian????:-?


  3. kalo titipan IMF mestinya namanya Prof. Dr. Y. Beod.

    Y singkatan dr Yohanes


  4. Saya aja Haji diam diam..
    * Hajingan

  5. Betang Says:

    Sepertinya Antok harus dikasih pertanyaan terus biar rajin apdet.

    *malas logout*

  6. Chic Says:

    oooo Boediono itu titipan IMF…🙄

  7. bangsari Says:

    aku belum haji. hajian…


  8. IMF itu jahat atau baik kakak?

  9. Hoek Soegirang Says:

    kekna ndak cuma 2009, mungkin itu bener-bener title ngetrend sepanjang masa (selama endonesa dihuni sama umat islam yang fanatik simbol semata)
    hohoho…
    dan Boediono memang benul-benul antek IMF!!! bukannya pake Haji, tapi malah pake Profesor!!! apa pula itu!?
    *melenggang*

  10. dariman Says:

    Hidup hidup hidup………bikin hidup lebih hidup……..hua ha ha ha ha………


  11. @ hoek

    nyahahaha!
    mungkin gara2 belum naik haji. daripada ngibul ngaku2 sudah haji gimana hayo?:mrgreen:

  12. -GoenRock- Says:

    Saya haji juga…

    Hajinguk, wes tanggal tuwo!

  13. al hajj Says:

    lha sampeyan ndak ngikut sajah nto?

  14. H. Nazieb Says:

    Yah, biar kelihatan sudah alim dalam urusan agama..


  15. Ah, memang terlihat keren. Dan menunjukan kalau Insya Allah calon2 pemimpin kita adalah muslim yang lurus:mrgreen:
    tapi kalau Nidji mau manggung, lalu vokalisnya dipanggil,”kita tampilkan, Haji Giring!”.Kok koyone wagu ya😆

  16. cK Says:

    wogh, keren ya semua pake titel H. besok-besok aku ngalamar jadi capres aja, biar dapet titel Hj….

  17. arezk Says:

    Nuwun Sewu Sedoyo Kemawon,
    Permioz… Saudara-Saudari Andongers semuanya,

    perkenanken saya Arezk (yg sudah Lama hiLang diteLan kejamnya peradaban dunia) untuk menyampaiken saLam, saya sueeenaaang banget bisa kembaLi😀

    Om Anto,
    sorry ya kaLo OOT,
    (soaLe saya takut kLo urusan Haji-Hajjah, urusane karo seng gawe urip jee..)

    NB:
    KANGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEN Bgt diriku dg JOGJA!
    apa kabarmu =myLoveLyJogja= ???

    maturnuwun

  18. didut Says:

    wah yg terakhir satir tuh kekeke

  19. zefka Says:

    kayaknya gak semudah itu kita menuding Boediono titipan IMF kan? kayaknya gak ada bukti deh, kondisi Indonesia sekarang jadi lebih baik kan dari sebelomnya, gaji PNS naik terus, rupiah menguat dll.
    Kalo gw malah gak mau dipimpin Mega-Bowo, Kalo Prabowo sih mending, pintar. Kalo Mega huhh… 🙂


  20. Jadi lebih mudah mana, Nto, menambahkan H di depan atau S + 1 atau 2 huruf di belakang?

  21. NdaruAlqaz Says:

    @yahya : hiyakhyakhyak…. mengena….!😆

  22. morishige Says:

    Hajigur mungkin maksudnya…
    hehe..😀

  23. ken Says:

    kebetulan saya sedikit mengenal seorang Boediono. Beliau memang sudah berhaji, namun masalah title haji di depan, beliau memilih tidak menggunakannya dan banyak anggota masyarakat lain juga tidak menggunakannya. Bahkan beliau juga tidak pernah menggunakan gelar Doktor, MA, dan gelar Profesor. Beliau selalu menulis hanya satu nama, walaupun utk keperluan pertemuan internasional (yg biasa mengenal nama family/surname). Gara2 keliru, saya sampai pernah mengoreksi bio data beliau di situs BI (saat baru dilantik) hanya karena BI tidak mencantumkan riwayat hidup beliau dg benar, termasuk gelar dan pendidikan dg benar. Mnrt kabar, saat diminta ke beliau, beliau cuma memberikan informasi begitu singkat. Informasi lain2 digali dari sumber2 di luar beliau.

    Beliau pernah mengatakan bahwa yang penting itu pengabdian, bukan kehebatan gelar atau lulusan universitas terkenal. Beliau tidak pernah menyebut-nyebut nama Universitas Pennsylvania, padahal Pak Boediono anggota dewan penyantun Wharton School of Business, sekolah bisnis paling terkemuka di dunia. Beliau selalu menyebut nama UGM sebagai kampus kebanggaan beliau. Beliau juga hidup begitu sederhana bahkan jauh dari bayangan banyak orang terhadap kehidupan seorang mantan menkeu, menko dan gubenur bank sentral. Beliau juga tidak pernah menggunjing orang lain, apalagi memfitnah. Kalau kita menyebutkan nama seseorang dg nada negatif, beliau hanya tersenyum. Beliau juga tidak pernah membantah saran staf. Kalau ada saran staf, beliau tetap mendengar dulu dg antusias sampai selesai, kemudian menyampaikan pandangan beliau dilanjutkan dg diskusi.

    Di Situs Inilah.com, ada orang yang menulis beliau tidak pernah shalat Jumat. Semua orang di komplek lapangan banteng (depkeu dan menko ekonomi) yang rajin shalat jumat di Masjid Al Amanah tahu kalau pak Boediono selalu shalat Jumat disana kalau pas berada di kantor. Beliau jalan kaki sendiri sambil bawa sajadah. Kalau pas terlambat datang, beliau tidak segan2 berdiri shalat di belakang dg para pegawai lain. Bahkan pernah saking penuhnya masjid, beliau shalat dibawah tangga yg sempit. Beliau selesai shalat selalu ditunggu wartawan di anak tangga Gedung Anggaran (yg berada sebelah masjid) untuk diwawancara (door stop). Bahkan kami kadang suka ikut mendekat hanya utk mendengar komentar beliau kepada wartawan.

    Ini hanya sekedar ungkapan apa yg saya lihat, krn kebetulan saya pernah jadi staf beliau. Hanya untuk menghindari fitnah.


  24. haji itu bukan sembarang gelar loh…

    boleh aja calon lain mencantumkan haji.. tapi kalau enggak bener.. entar di bilang haji 2 kali..

    haji-haji ko kelakukan kaya gitu..

    lebih baik gak usah di cantumin ajah..

    H. H. M. Haji-Haji Maksudnya..?

  25. adi Says:

    saya malah ngakak liat snapshot korannya. “in memorial”-nya itu lho😀. salam kenal btw

  26. Kenndobos Says:

    @ken : baca ini
    http://pemilu.detiknews.com/read/2009/06/11/150914/1146303/700/kiai-ulama-di-pasuruan-doakan-boediono-segera-naik-haji
    Berikut petikannya :
    “Sebagai muslim, Pak Boediono, saya berharap naik haji ketika terpilih,” kata seorang kiai yang memimpin doa di Maruf Al Hasaniyah, Pasuruan, Kamis (11/6/2009).

    Boediono pun menyambut harapan yang disampaikan itu. Menurut dia, gelar haji harus diikuti berbagai konsekuensi.

    “Perilaku dan amal harus mencerminkan seorang haji, Insya Allah saya dan istri pada waktunya dan saat pas di hati, kita akan memenuhi rukun Islam itu,” terangnya.

    Doa yang sekaligus menutup acara silaturahmi itu diikuti dengan perpisahan. Para kiai satu persatu memeluk Boediono.

    Berarti, Ken yg pernah jadi stafnya pun tertipu juga ?

  27. ken-tukang-bacot Says:

    Kata SBY : Boediono itu muslim yg taat.
    kalo memang taat knapa dia blm berhaji, pdhl kekayaannya lebih dr 10 M dan kondisinya sehat.

    jng terprovokasi congornya si ken :
    ini ada linknya kalo Boediono memang BELUM haji

    http://pemilu.detiknews.com/read/2009/06/11/150914/1146303/700/kiai-ulama-di-pasuruan-doakan-boediono-segera-naik-haji

  28. Rayendra Nicholas Says:

    Boediono itu bukan seorang haji, artikelnya sebagaimana yang dilampirkan oleh oom ken-tukang-bacot.

    Dan lagi, Boediono baru rajin shalat setelah partai islam ribut-ribut. Itupun cuma kalau di depan pers. Apa itu ciri muslim yang taat??

  29. Andreas Says:

    Jangan termakan omongannya oom ken.. Kalau memang Boediono seorang muslim yang benar-benar taat, kenapa pula istrinya nggak memakai jilbab??

    Saya bukan pendukung salah satu pasangan capres-cawapres, namun kita semua tampaknya harus mengakui bahwa pribadi yang benar-benar muslim adalah H.M. Jusuf Kalla. Kalo nggak percaya, adu aja semua pasangan jago-jagoan baca Al-Qur’an. Saya yakin JK yang asli Bugis itu paling lancar.

  30. latree Says:

    dari dulu paling ga sreg kl Haji atau Hajjah dipakai sebagai titel.
    itu kan pertanda sudah melaksanakan satu ibadah aja. memangnya kalau kita habis sholet, trus kita dapat gelar ‘sholat’? kalau habis puasa dapet gelar ‘shaum’?
    aku salut pada mereka yang tetep tidak mau dipanggil ‘pak haji’ atau ‘bu haji’ setelah mereka pulang haji…

  31. bunda Althaf Says:

    suka-suka mereka lah mau di pake atw nga gelar Hajinya. yang penting Taqwa…:)

  32. Agus Suhanto Says:

    halo,
    posting yang bagus, sorry ngikut thread comment ini sbg salam kenal… sy Agus Suhanto

  33. aulia Says:

    Biar keliatan alim… he2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s