Politika Kampusiana

Desember 11, 2008

Mulai senin esok, selama 3 hari, mahasiswa UGM akan berpesta. Pesta ini adalah pesta demokrasi pemilihan Presiden Mahasiswa BEM KM UGM serta perwakilan legislatif DPM (Dewan perwakilan mahasiswa). Sudah menjadi rahasia umum, jika prosentase pemilih di setiap pemira UGM dari tahun ke tahun tak pernah menembus angka 40%. Tahun 2006 lalu, cuma ada 28% mahasiswa yang ikut berpartisipasi. Tahun berikutnya juga tak beda jauh dari angka itu. Rendahnya minat mahasiswa ini kemudian dituduh sebagai butanya para mahasiswa UGM terhadap pembelajaran politik, sekaligus apatisme terhadap dinamika politik kampusnya sendiri. Kita tidak boleh memungkiri bahwa manusia tidak akan pernah melepaskan diri dari nilai politik. Memutuskan untuk berpolitik atau sikap untuk tidak berpolitik, keduanya adalah tindakan politis.

Setiap pemira begini, saya merasakan de javu. Segala sesuatunya tampak begitu datar, sama, dan berulang-ulang. Mungkin karena terlalu lama di kampus ini kali, ya. Hehehe. Tapi, untuk pemira tahun ini ada beberapa perubahan yang cukup menarik jika dilewatkan. Pertama penggunaan media kampanye berupa baliho mini berbahan plastik flexy. Serta yang kedua yaitu para calon mulai merambah dunia cyber internet.

satuPenggunaan media kampanye berupa baliho mini ini bisa disaksikan di seputaran kampus UGM. Peletakannya yang tumpang tindih carut marut acak-acakan, tidak membuat suasana meriah pesta itu menjadi indah. Ada yang palang melintang dengan dua bilang bambu horizontal, sehingga melengkung dibabat angin. Ada lagi yang digantungkan di jembatan penyebrangan, dengan wajah dibuat sok manis memandang memelas mengharap suara para pengendara yang terburu-buru hendak praktikum. Saya rindu dengan tempelan poster dari kertas fotokopi HVS warna-warni yang kini sudah digantikan kertas ivory kualitas cetak offset dan berharga tidak murah-meriah. Saya tidak tahu persis alokasi dana dari mana untuk membuang-buang semua itu.

dua

Perkembangan kedua yaitu mulai meratanya calon yang merambah internet sebagai media kampanye adalah suatu bentuk kemajuan yang cukup berarti. Para calon tersebut menyadari betapa kuatnya pengaruh internet untuk proliferasi informasi secara massal. Namun, seperti Hermansaksono pernah bilang pasca kemenangan Obama bulan lalu, bahwa para kandidat ini masih menggunakan internet cuma sebatas ikut trend saja. Tanpa adanya karakter dan substansi yang baik untuk dipertaruhkan. Salah satu capresma jalur independent sudah menggunakan media sosialisasi blog di wordpress dan mengisinya dengan tumpukan makalah yang panjang lebar. Seharusnya kandidat menyadari bahwa cara menyampaikan ide melalui makalah hanya akan dibaca oleh orang yang sedang tidak ada pekerjaan atau sedang menganggur saja. Salah satu calon lain malah tegas-tegas menulis Kunjungi www.blablabla@gmail.com. Saya mohon maaf kalau harus meledakkan tawa membaca tulisan itu, sekaligus prihatin. Bukan karena sejak kapan akun email bisa dikunjungi sekaligus menggunakan www di depannya, tapi interaksi macam apa yang diharapkan oleh calon ini kepada calon pemilihnya ketika dia sendiri tidak memahami apa itu email apa itu situs? Cuma sekedar tampak mentereng dan melek teknologi? Kasian sekali, menunjukkan ketidakmampuannya terlalu dini.

Walau carut marut begitu, usaha-usaha ini tergolong cukup lumayan, karena tak lagi konvensional cara untuk menarik perhatian. Persetan apakah calon pemilih hanya mengetahui sepak terjang si kandidat hanya dari kalimat-kalimat persuasif di baliho. Tidak peduli apakah calon pemilih benar-benar tahu kemampuan kandidat hanya dari tumpukan makalah panjang yang layak di-copypaste untuk seminar. Masa bodoh, kalo calon pemilih dipaksa untuk tahu ketidakmampuan kandidat yang sok melek internet melalui himbauan untuk mengunjungi email yang ber-www itu.

Akhirnya apatisme mahasiswa menjadi wajar ketika para kandidat belum mampu menyampaikan solusi atas persoalan mahasiswa. Apatisme ini menjadi sebuah keniscayaan saat kecurigaan akan ketidak-mampuan kandidat selalu terbukti setiap tahunnya. Bila terus begini maka politik kampus tak lebih dari sekedar pemuasan birahi politik golongan dan kepartaian saja.

Selamat memilih kepada para calon pemilih PEMIRA UGM tahun ini, semoga anda diberi petunjuk!

71 Responses to “Politika Kampusiana”

  1. Catshade Says:

    Hampir nggak ada bedanya dengan kampanye presiden dan anggota DPR(D) yang selama ini selalu mereka kritik?🙄


  2. Dari dulu saya tidak pernah menganggap keberadaan KM UGM penting, karena secara struktural mereka jauh dari mahasiswa dan dari segi keuangan, peran mereka tidak ada (budjet himpunan mahasiswa jurusan/fakultas tidak dipengaruhi oleh penjabat ketua KM UGM).

    Himpunan mahasiswa jurusan menurut saya justru yang paling berperan bagi studi dan kesejahteraan mahasiswa.

  3. sekelebatsenja Says:

    KM? penting yo?

    sepanjang sejarah aku kuliyah, ga pernah benarbenar paham sepak terjangnya, dimana dan bagaimana bergeraknya, perannya apa, dll. pemilu ne we ra mudeng.

    eh lha sekarang kalo ke kampus UGM tiba2 berderet koyo ndhuwur kuwi mau. jadi inget para politisi sing ngiklan “hidup adalah blablabla” kae..

    *ah wis, komengku yo ra penting blas ki*

  4. sandal Says:

    Jadi, yang mana yang kamu desain bannernya Nto?

  5. Rasyid Says:

    Sepertinya angka GOLPUT akan menjadi lebih besar tahun ini.Udah pada bosen masalahnya.

    Mas, saya juga heran kenapa ada yang “PEDE” menampang alamat email pake WWW dan saya juga ketawa membacanya Mas.

    Kapan ya, alamat email bisa dikunjungi?… hahahahaha

    Salam kenal dari saya.

  6. och4mil4n Says:

    kalo PEMIRA saya milih kalo ada hadiah stikernya😀

    coblosnya yg guanteng doang *gubraks*

  7. iphan Says:

    seperti bukan UGM aja yaa… *ngakak liat foto http://www.blablabla@gmail.com itu*

  8. alle Says:

    Keberadaan BEM dan DPM KM di beberapa kampus bag barat pulau jawa justru berpengaruh besar bagi kelangsungan Hima jurusan/kelompok minat. Mungkin BEM dan DPM KM UGM perlu mencontoh ke beberapa kampus.
    Entahlah, setelah mengecap 2 kampus rasanya gegap gempita politik kampus di UGM masih rendah dibanding kampus sebelumnya.


  9. ooooohhh saiki jenenge KM yo ?:mrgreen:

    wah iya tok, yg soal banner yg dg pedenya nulis http://www.bla3@gmail.com itu….huanjriiitttt mahasiswa kok ngonoooooooo to

    sumpah malu😦

    gimana kl mereka diundang utk membaca blogmu iki ? ^_^


  10. Sepertinya http://www.blabla@gmail.com dia temen akademisi itu ya Tok? Soale [IMHO] orang akademisi itu [biasanya] orang pinter yang keblinger.
    😆

  11. Rindu Says:

    Pilih saya aja mas, gimana?

    *komen gak fokus*

  12. didut Says:

    pake facebook dung ah😛

  13. escoret Says:

    wakaakakaaakakakkaka

    *ngakak*

    http://www.qadaruddin@gmail.com

    wakakkakakkakaka

    *ngakak meneh*

    JAN..PEKOK..!!!!!

  14. escoret Says:

    *tanduk koment*

    eh,kowe jik MAHASISWA DING YO TOK..????

    pie kabar solaria..???

  15. bias Says:

    http://www.blabla@gmail.com

    mungkin didepannya masih ada tulisan mailto: mas, jadi tulisannya minta diklik, abiz itu kluar deh outlooknya, hahahaha

    moga aja bisa ketrima diugm taon depan, hehe

  16. Goenawan Lee Says:

    Sayang kamu sudah terlalu tua untuk menjadi calon presiden KM.

    *makan soto*

  17. ManusiaSuper Says:

    Itu yang ‘kunjungi @gmail.com’ itu mahasiswa UGM to??

  18. yogie Says:

    rendahnya tingkat pemilih dalam pemira ugm selain disebabkan oleh kurangnya kesadaran mahasiswa untuk ikut nyoblos, disebabkan juga oleh kejenuhan karena partai yang berkuasa hanya itu2 saja contohnya partai bunderan yang selama kurang lebih 10 tahun “berkuasa” di ranah BEM KM UGM…hal ini tentunya menjadi sebab paling besar dr rendahnya partisipasi mahasiswa untuk nyoblos dlm pemira…

  19. chic Says:

    wew.. sekarang gitu ya permilihan ketua KM? wakakakakakaka *miris*

    jaman saya kuliah di UGM dulu, yang namanya pemilu ketua BEM dan Senat, kampanye kandidat cuma pake selebaran fotocopy-an yang jumlah yang kayaknya juga ga terlalu banyak. Lebih banyak mereka pendekatan persuasif ke kampus-kampus.

    kayak gitu dulu yang golput ga banyak looooh.. aneh bener kalo sekarang jumlah pemilih cuma 28% dari keseluruhan jumlah mahasiswa..🙄

  20. kangtutur Says:

    halah…,
    sampe http://www.blabla@gmail.com jadi buyar konsentrasiku
    eh, btw…
    Nyalonin gak Nto?

  21. Hedi Says:

    dari kasus wwwgmail itu, jangan salahkan pejabat kita yg bego tapi sok tekno itu. lha wong mahasiswa aja begitu (dari UGM pula)….btw, kamu milih kan, to…opo golput?😛

  22. t4rum4 Says:

    iya nihh, banyak mahasiswa yang kurang melek teknologi. saya juga suka bete klo dikampus..

  23. leksa Says:

    @alle :
    podo ae,..
    apatisme kehidupan politik kampus itu udah sama saja di kampus2 barat sana,..

    karena perannya BEM sendiri cuma jadi EO, Event Organizer.

    Alesan lain sederhana,..
    karena nuansa ketidakpluralan yg dibawa dalam kampanye.
    Ya gimana ya,..
    Kalo makhluk BEM nya berjilbab panjang2, lha ndak mungkin ada cewe manis berbehel ketat mau nongkrong disitu.
    Divisi Sebelah sedang ngudut, sebelahnya lagi sedang pengajian… hal yg mustahal terjadi dalam BEM …


  24. ahhhhh komenku kena moderasi …😦

    lepasin dong toook….jgn gt dehhh ahhhh…. *manja*

  25. antobilang Says:

    maaf buat komentar yang menulis blabla @ gmail.com itu terjerat akismet. rupanya akismet lebih pintar ketimbang capresma :p

  26. arya Says:

    apatisme mahasiswa UGM membuat barisan KAMMI semakin menguasai UGM.
    *yayayaya saya juga apatis*


  27. Ahh..Aku ga nyoblos!!

  28. zam Says:

    BEM KM UGM?

    saya selama jadi mahasiswa kok tidak merasakan manfaatnya (secara langsung) ya?

    pemilihan-pemilihan begini menurut saya ndak penting.

  29. funkshit Says:

    perlu nganggo lambang partai juga ??

  30. aGoonG Says:

    email ku pakai www juga lho ..
    wewewe@yahoo.com
    ha ha ha …

  31. zamdesign Says:

    sedikit, dan cukup memalukan😦

  32. abeeayang Says:

    wah..baliho di tempat sayah guedi!

  33. nonadita Says:

    Mbok ya para politikus kampus itu diajari bedanya situs dan imel doms, Mas Antok… Mungkin mreka nggak sempet nanya2. Hihihi!!

    Soal BEM,
    ah no comment dah! Hihihihi!!

  34. nonadita Says:

    *baru nyadar header blognya ganti*

    jiyeh jiyehh…
    tobil pasang foto diri!! Jadi inget BANYAK orang yang mulai memasang foto di kartu namanya, ternyata ooohh mau nyalon jadi caleg.

    Ah sudahlah..

  35. ngodod Says:

    kalo susah lulus jangan gitu tok. jangan jadi sangat menyerang gitu… kamu boleh lo maju jadi capresma.

  36. antobilang Says:

    *gembosi pit e odong*

  37. Mbelgedez™ Says:

    .
    Taruhan, Tok…

    Itu bukan dari Fakultas Sastra….!!! :mrgreen:

  38. Dony Alfan Says:

    Udah kayak spanduk caleg aja tuh! Di UNS Solo belum ada yang seramai itu.
    Kunjungi zorayablablabla@gmail.com, hahaha, ndolo tnan

  39. Dony Alfan Says:

    Udah kayak spanduk caleg aja tuh! Di UNS Solo belum ada yang seramai itu.
    Kunjungi zorayablablabla@gmail.com, hahaha, ndolo tnan

  40. wennyaulia Says:

    takkira cuma saya yang apatis
    http://www.blabla@gmail.com/ —yang dipasang guedhe di bunderan itu kan?:mrgreen:
    saya heran, piye toh tim sukses e?
    kampanye yang sekarang keknya lebih berbiaya tinggi dibanding taun lalu. dari mana yo sumber dana ne? *curiga ada penunggangan


  41. Ya begitulah sodara, kampus memang gambaram kehidupan bernegara secara mini…Jadi teringat masa lalu ketika BEM Fakultas saya sering bersilang pendapat dengan KM UGM, hehehe…

    Btw pantes aja kemaren saya wira wiri lewat UGM kok rame spanduk2 berisi foto, kirain lagi ada lomba narsis2an e…hahaha
    Semoga nggak ada money politic pas coblosan, halah…

    Salam hangat dari Solo

  42. ressay Says:

    hahahaha…email dianggap url web.

    jadi inget pas dulu baru pertama kali kenal dunia internet. tepatnya ketika smp. hehehe…

    aku diajak temenku. dia bilang, “Ayuk kita buat website”.

    Ternyata setelah SMA, aku baru tahu bahwa yang di buat kawanku itu bukan website tetapi email.

    http://www.blabla.yahoo.com

  43. ressay Says:

    @gunemanku
    money politik sih aku yakin gak ada.

    Tapi politik goblog, itu pasti ada.

    Dengan tawaran yang sangat pragmatis, mahasiswa DIPAKSA untuk mencoblos.

  44. s H a Says:

    So, kira2 yang menang sapa kang?
    *komen gg jelas*

  45. Epat Says:

    sepertinya cahandong musti ngadain aksi sosial, “pelatihan internet” untuk BEM UGM kie kekeke

  46. dilla Says:

    Halah bilang aja kamu iri tok..ndak ada yang nyalonin kamu padahal masih pantes, wong masih lama di ugm kan ya..

  47. senafal Says:

    saya kuliah di UGM..

    hanya sekedar mencari ilmu yang saya butuhkan, ilmu lain bisa saya dapatkan di luar kampus UGM..
    saya sedang ingin lulus, sama seperti anda..

    tp lulus saya kali ini hanyalah kado terbaik untuk kedua orang tua..

    *lalu dmn hubungan dgn politik UGM, ah sudahlah, suruh mereka banyak bermain di luar kampus, biar melek, melek dikit deh*

    @didut : dah ada kok yg pke FB, pke Become a Fan segala..

  48. senafal Says:

    test avatar doank..


  49. Saya terpukul dengan email yang bisa dikunjungi itu…

    Jangan-jangan punya saya juga bisa dikunjungi…???

    *ikut bego mode on*q


  50. […] tadi blogwalking ke blognya mas Antobilang. Aku syok liat gambar dibawah ini. Email yang bisa […]

  51. vick Says:

    ((Ada lagi yang digantungkan di jembatan penyebrangan, dengan wajah dibuat sok “”manis”” memandang “”memelas”” mengharap suara para pengendara yang terburu-buru hendak praktikum.))

    wah sampai segitunya ya mas……….

    Mahasiswa UGM itu pinter pinter lho…. mungkin aja itu yang salah tukang Percetakannya… karena ngantuk… jadinya di tambahi @gmail.com, waduh,,,, ngantuk kok malah nambahi…..

    Wakakakakakak “Sok membela MOde ON”

  52. JAUHDIMATA Says:

    gara-gara www diatas
    Hancur cita-citaku untuk jadi mahasiswa UGM.
    isin aku nek dadi mahasiswa UGM
    lawong seniornya pada KATROK. gimana mau maju
    =))

  53. Narmadi Says:

    wow…sekelas UGM gitu…sekarang udah diganti atau direpisi belum ya…? setelah baca postingan ini keknya langsung repisi tuh..he..he.he..salam…peace

  54. qolbi Says:

    nyoblos yuuk……………..


  55. ouw wedus…jan ndeso tenan…ngaku2 UGM, ndak tau tech….
    gambar partainya itu close-up bro….pengambilan gambar yang bagus….

    jan,,ngisin-ngisini tenan, alias memalukan

    hiks…maaf ya semua..alumni UGM, yang jelas, dunia politik kampus semakin sok2an, sok pinter, sok bisa ngomong, sok maju, sok ndak gaptek…

    maafkan adik2mu ini yang gaptek situs, rekan blogger semua…
    http://www.ngisini-ngisini@gmail.com…jiakakkakkka

  56. geblek Says:

    hayu ngako buatan siapa itu

  57. 4ditya Says:

    Lah punyak saya ko nggak bisa dikunjungi ya kalau formatnya begitu

    “Waduh kalau niru gitu tambah K.O dong gak mau ah”

    Ingin jadi lebih pintar itu baik

  58. imsuryawan Says:

    di balik semua kekurangannya, kayaknya seru tuh! hehehe…

  59. yudi Says:

    huehehe..tentu aja bisa boss, sekalian aja dipasangi username dan passwordnya😆 ana2 wae ni yang pasang iklan😆

  60. unting Says:

    aku hanya mau bilang he h eh eh eh he

  61. minanube Says:

    moga2 tidak melatih menadi bajingan senayan lol

  62. dondanang Says:

    itung2 latihan jadi caleng nanti😀

  63. dobelden Says:

    spanduk itu bener2 bikin kotor nto..😐

    coba tuh dananya dialihin ke yang lain, dan kampanye cukup dengan FC kertas warna warni aja

  64. han2cute Says:

    hal paling bodoh yg pernah kuliat… anak UGM pula… hiks… kok ya ndak diteliti dulu si sebelum di publish??? apa emang gak negerti cara ngetik email???

  65. kiki Says:

    Apa yg terjadi biarlah jadi pelajaran bersama untuk kita..
    Bukan untuk dicaci maki tapi untuk diperbaiki..
    Jika para mahasiswa UGM( trmasuk saya) merasakan BEM KM kurang terara manfaatnya, kurang plural( hanya diisi oleh komunitas tertentu)..
    Ya mari kita perbaiki, salah satunya yaitu ikud pemira..
    Pilih calon yg menurut anda dapat membawa perubahan..
    Perubahan itu dimulai dari hari ini, dari diri sendiri dan dari hal yg terkecil.. (AA Gym)
    Mari bekerja untuk perubahan..
    HIDUP MAHASISWA!!!!

  66. yuti Says:

    ahahaha.. pas aku ke TP 2 minggu yll, ngakak aku lihat ada partai yang namanya Partai Sayang Mama (or was it Partai Cinta Mama?)
    rame ya skrg.. coba kalo dulu pake acara narsis2an, pasti banyak yang pengen jadi politikus kampus..

    -nyu2-

  67. Dimas Says:

    duh merasa berdosa 7 taon jadi mahasiswa ugm gak pernah nyoblos di pemira, hihihi… kenapa ya? kayaknya di kampus hukum sendiri juga gak banyak yang berkenan buat nyoblos, karena gak membumi aja sepertinya KM itu, sosialisasinya sangat kurang.

  68. kisanak Says:

    BEM dibubarkan saja. Mending pihak ngurusi UKM-UKM di gelanggang yang jelas orientasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s