Rakyat Bergolongan Putih

Juli 23, 2008

‘Prestasi’ Jawa Tengah dengan 35 % suara golput (alias golongan putih) pada pilkada akhir bulan lalu sebenarnya sudah cukup memalukan. Lebih dari 1/3 jumlah penduduk Jawa Tengah enggan memberikan suara kepada calon pemimpin daerah. Bahkan, berpolitik.com pernah menuliskan jika perbandingan suara 35 % itu terhadap jumlah keseluruhan warga yang memiliki hak pilih, maka pasangan Bibit-Rustri hanya mengantongi 25,82 % suara. Berbeda sekali dengan saat dihitung berdasarkan jumlah warga yang menggunakan hak pilih, yaitu 39.13 %.

Memang ini adalah kesempatan pertama bagi rakyat untuk memilih langsung pemimpin tingkat provinsi, tentunya masih banyak kekurangan di sana-sini. Bisa jadi penyebabnya juga soal belum meratanya sosialisasi calon-calon pemimpin tersebut.  Banyak juga analisis yang menyatakan rendahnya harapan rakyat kepada para (calon) pemimpin itu sehingga banyak yang memutuskan untuk golput. Atau mungkin juga rakyat takut memilih pemimpin yang salah, yang justru nantinya akan menyengsarakan. Repot memang, hampir tak ada pilihan. 

white-flag

Mae West, seorang bintang panas dari negeri Paman Sam pernah bilang :
“When choosing between two evils, I always like to try the one I’ve never tried before.” Hihihihi.
 

Angka 35% memang bukan sebuah jawaban atas proses demokrasi yang diharapkan dalam proses pemilihan kepala daerah. Di mana kepala daerah tingkat provinsi yang kebijakan-kebijakannya akan ‘sangat dekat’ dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Kejadian yang sama, apakah akan menimpa Jawa Timur hari ini? Mari kita tunggu. 

42 Responses to “Rakyat Bergolongan Putih”

  1. ngodod Says:

    ktp-ku masih surabaya dan aku ndak pulang buat nyoblos. hehehehehe…

  2. Nazieb Says:

    Ya, semoga saja partai saya itu menang lagi, juga nanti pas pilpres..😀

  3. Dhimas Says:

    Karena terlihat dalam debat cagub tidak ada yang meyakinkan.. jadi angka tersebut sangat masuk akal..

  4. Anang Says:

    akankah jatim membuat rekor

  5. aGoonG Says:

    GolPut sekarang merupakan hak juga
    Kata penghuni lingkungan kumuh:

    ” Aku kalau milih dapetnya apa sih
    Kehidupanku juga gini juga
    Mana ada mereka perhatiin kaum kayak aku
    Kaum kumuh yang terpinggir
    Hidup aja di pinggir kali
    Mereka mana mau ke sini
    Pasti harus pake sepatu bot lapis tujuh
    Secara gitu … ”

    Apakah janji mereka yang terpilih bisa terwujud.
    Itu yang disangsikan para golput-er

  6. mizan Says:

    kemarin hampir aja golput juga

  7. dnial Says:

    Kamu milih?

    Ada juga yang golput seperti aku, Aku dipastikan golput besok, karena nggak bisa pulkam😀

    Eniwey…
    Golput itu pilihan. Ada yang bilang nggak baik, ada yang bilang sebagai sanksi atas ketidakberesan partai dan sistem politik di Indonesia, banyaknya so-called wakil rakyat yang korupsi, pemimpin yang gagal membuktikan janji, dll.

    Tingkat golput di AS saat pemilihan presiden aja bisa sampai 40%.

    So, golput?

  8. aGoonG Says:

    Hidup GooLPut:mrgreen:


  9. Kalo saya lebih baik nyoblos … ah sudahlah …

  10. matriphe Says:

    waaa.. la kok sing dikutip Bintang Panas Paman Syam??

    sudah beralih kibalt rupanya.. Dari Negeri Timur ke Negeri Barat..

  11. dewanto Says:

    @ matriphe
    Setujuu😆
    fokus saya juga ke situ😛
    bila beliau memilih two evils
    nah kemaren itu lima baru semuwa
    jahhh…. kira-kira nyoba semuwa nda’ ya?

  12. goop Says:

    jah…😥
    salah login, bisa dieditin ngga ya😛

  13. sempak Says:

    Mae west nomor urut berapa mas daB??
    **siyap nyobloz**

  14. arya Says:

    aku termasuk yg 35% itu ya?hahahaha
    rakyat sekarang semakin cerdas. ndak akan milih kalo calon pemimpinnya ndak berkualitas.

  15. didut Says:

    pengalaman sy saja yg melek informasi sy tdk tahu profil calonnnya seperti apa…nah, kalo kita tidak kenal calonnya seperti apa mosok hrs milih juga.

    apakah harus memilih tetapi tidak tahu calon msh lbh baik drpd tdk memilih sama sekali?!?

  16. akokow Says:

    rakyat sudah mengobarkan bendera putih ternyata😀


  17. Mungkinkah ini cermin demokrasi kita? Apa perlu kembali ke masa sebelumnya cukup wakil rakyat saja yang memilih atau mengubah sistem republik menjadi sistem kerajaan.

  18. ndoro kakung Says:

    terjemahan utk kutipan mae west: kalau ada anto dan momon, kupilih yang belum pernah kupakai … mesti sepo kabeh …😀

  19. yusdi Says:

    sulit memang memilih antara 2 setan atau lebih….

  20. alle Says:

    OOT dikit,.. hari ini kantor2 diliburin di Jatim,.. enaknyaaa…
    coba PEMILU ada juga di Jogja,. bisa ada tambahan sehari libur dah😀

  21. MaNongAn Says:

    GOLPUT antara lain dikarenakan :
    1. sengaja tidak memilih.
    2. tidak tahu mau meilih yg mana.
    3. HAK memilihnya sengaja dihilangkan.

    Semoga PEMILU bukan berarti ajang balas dendam dgn tindakan-tindakan anarkhis.

    .::he509x::.

  22. gagahput3ra Says:

    Horeee Golput!!!!

    Kayaknya sih Jatim juga gitu hari ini.😀 Tadi nonton liputan 6 pas bener pas lagi ngeliput gang Dolly. Disitu sih sepi banget. Mungkin karna gak ada yang pantes dipilih, ato karna pilkadanya siang2. Coba malem2…rame deh pasti (di gang dolly maksudnya).:mrgreen:

  23. arifrahmanlubis Says:

    jatim kapan pengumumannya?

  24. ManusiaSuper Says:

    Sodara saya di Sidoarjo milih ga ya?

  25. adipati kademangan Says:

    Mae west kuwi lhoh, sampeyan sudah pernah dicoba sama Mae West tah?

  26. nihdia Says:

    Wah Pak De Karwo sepertinya bakal menang nih di Jatim. Setidaknya seperti hasil quick count versi LSI hari ini.

    Ayo jangan golput!

  27. escoret Says:

    golput kan pilihan juga..!!!!

    gitu aja kok repot..!!!!


  28. setuju ama escoret!

  29. plain love Says:

    kata tetangga…

    kalo pemilihan walikota dapet uang… tapi kalo gubernur gini malah nggak dapet uang’E

    daripada nyoblos ya mending buka warung… dapet uang.


  30. Fatwa Golput, surga dunia atau surga akhirat?…

    Golput kembali menjadi bahan pembicaraan. Terlebih setelah Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah yang dimenangkan oleh Golput alias golongan putih. Pilkada Jawa Barat yang menghasilkan pasangan Hade (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) berhasil meraup 7,3 juta…

  31. ulan Says:

    aku golpink om.. itu berapa persen yak??

  32. warmorning Says:

    kata seseorang memilih untuk tidak memilih adalah HAK !🙂

  33. antobilang Says:

    sumber kompas :
    Jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya mencapai angka 30-40 persen. Itu belum termasuk surat suara yang tidak sah karena unsur kesengajaan dari pemilih. Jika jumlah suara tidak sah dimasukkan dalam kategori golput, maka angkanya lebih besar.

    wow😐

  34. Laporan Says:

    Golput atau tidak tetep WNI pak.

  35. Abdee Says:

    “Jawa Tengah dengan 35 % suara golput”

    Kalo saya percaya sekitar 15-20 persen pemilik KTP Jawa Tengah tidak berdomisili di Jawa Tengah (diluar propinsi, diluar pulau, dan diluar negeri).
    Ingat, pemilihan sekarang menggunakan data administrasi kependudukan (pemegang KTP), bukan data pemilih berdasar domisili (tempat tinggal). Jadi angka 35% itu bukan angka golput murni menurut saya. Angka golput adalah angka pemilih yang menggugurkan suaranya. Kalo yang ndak dateng ke pemilihan, belum tentu dia golput.

  36. NdaruAlqaz Says:

    jrim banyak yang golput juga, saya ini contohnya… bukan karena males, tak suka atau apapun, tapi emang kebetulan pas hari pemilihan ada kerjaan di solo yang tak bisa ditinggal…..

    tapi buat putaran kedua, aku pasti milih… hidup *******😆

  37. uwiuw Says:

    “‘Prestasi’ Jawa Tengah dengan 35 % suara golput (alias golongan putih) pada pilkada akhir bulan lalu sebenarnya sudah cukup memalukan.”

    sy suka sekali kalimat pertama ini…bagaimana gitu heheheh satir banget🙂


  38. Whehehe, aku yo ora nyoblos kok, padahal omahku Magelang. Tapi kan KTPku wes Jakarta, dadine ra ngaruh tho?:mrgreen:

  39. ba_rocks Says:

    alaaaaaah tu pemimpin paling cuma omong doang yng di gedein tapi mana buktinyaaaaaaaaaaaa????????????? ung tuk kampanye lebih baek sebagian untuk pendidikan ok kan he……he……..he…….

  40. wyd Says:

    saya juga golput selama pilkada walikota dan gubernur di propinsi saya tinggal.
    nikmatnya jadi golput, bisa tidur sampe siang saat pilkada (soalnya jadi hari libur).
    dilihat dari sisi ini sih, maunya pilkada seminggu sekali aja:)

  41. necel Says:

    golput itu dasarnya dari sikap males, males cari info mengenai calon yang bagus, or males datang pas pemilu. Wong itu untuk memilih pemimpin dan wakil rakyatnya sendiri kok, males. bikin malu aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s