Anak Kandung Kemiskinan

Juli 11, 2008

Dari petikan berita perompakan sebuah kapal milik orang Jerman oleh Bajak Laut Somalia di lepas pantai Afrika.  

“Orang tidak memiliki pekerjaan di sini dan tidak punya harapan. Saya rasa karena itu lah perompakan tidak akan berakhir,” kata seorang warga setempat.

Kriminalitas, terlahir sebagai anak kandung kemiskinan. Datang membelenggu denyut nadi dan mengalir dalam darah rakyat negara kelas dua di dunia ini. Buah dari kemiskinan membuat tingkat kriminalitas melonjak tajam dalam angka-angka statistik.  

Siapa tak tahu Somalia? Empat belas tahun belenggu embargo PBB membuat negeri itu antara hidup dan mati. Somalia menjadi negara tanpa pemerintah pusat sejak digulingkannya rezim Mohamad Siad Barre 1991. Kekerasan, pembunuhan, perang menjadi santapan harian warga di sana. Tentu saja alasan apapun tak boleh menjadikan halal terjadinya sebuah kejahatan, namun rasanya mereka benar-benar tak punya pilihan.

Tidak adanya harapan dan kepastian hidup di Somalia membuat orang tak henti berbuat kejahatan, lalu apa yang membuat korupsi di negeri kita tak kunjung henti?

Apa kemiskinan yang mejadi penyebab para elite berlomba-lomba merebut simpati rakyat sekaligus mengangkangi hak-hak rakyat, menguntit uang rakyat untuk kepentingan sendiri.

Jika kriminalitas adalah anak kandung kemiskinan, maka siapakah orang tua si korupsi ini? 

38 Responses to “Anak Kandung Kemiskinan”

  1. ngodod Says:

    ketidakpuasan akan materi yang tanpa henti…


  2. Cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan

  3. kw Says:

    orang tua para koruptor itu tiang gantungan. mereka seharusnya pulang ke sana.

  4. westnu Says:

    kalo orangtuanya sih saya gak tau..
    Gmana kalo tanya sama mbahnya??

  5. didut Says:

    orang tua korupsi adalah keserakahan nto…

  6. zam Says:

    ah, begitulah akibat dari kapitalisme, kawan..


  7. Korupsi lahir di dunia tanpa hal-ikhwal yang mendahului. Muncul sekonyong-konyong koder dari buah kekuasaan. Somalia, Indonesia dan bahkan dunia masih terus berkaca-kaca, nasibnya ada di tangan manusia yang merasa hidup selamanya.

    *ngomong opo tho ki..*:mrgreen:

  8. Mbilung Says:

    Nggragas kali ya to.

  9. Koko Says:

    Mungkin orang tua dari korupsi adalah gaya hidup?

  10. Catshade Says:

    Penyebab korupsi ya kemiskinan juga… miskin moral, miskin nurani😆

  11. ManusiaSuper Says:

    Yang meninggal beberapa bulan lalu itu bukan?

  12. aRuL Says:

    korupsi mungkin gara2 kemiskinan juga bro.
    kemiskinan dalam kapasitas pejabat gitu😀

  13. Harry Says:

    pejabat korupsi karena merasa masih miskin alias kere

  14. Aki Herry Says:

    Keserakahan..

  15. Si Idiot Says:

    Orang tua dari korupsi adalah kesenjangan

  16. yati Says:

    bapaknya gw ga tau to….tapi ada pribahasa di kampung gw; katanya, pencuri itu sepupu ma pembohong. awal2nya boong, lama2 nyolong
    ya, bisa juga bapaknya yg udah meninggal kemaren ituh… :d

  17. Nazieb Says:

    Sama, orang tua korupsi itu juga kemiskinan. Miskin mental dan akhlak..

  18. Hedi Says:

    rakus…dan kebiasaan


  19. orangtuanya ya moral bejat..
    ada yang bilang Indonesia ssebenarnya berpotensi menjadi negara gagal jika urusan korupsi, kemiskinan, perpecahan suku agama masih terus merongrong..Kayaknya kita BAGAI KERBAU DICUCUK HIDUNG..ngikut aja

  20. ciken kopdar Says:

    karena ada kesempatan dan peluang untuk bebas dari jerat hukum

  21. yusdi Says:

    dasar orang tuanya ga bertanggung jawab…kikikiki

    salam


  22. […] Kriminalitas terlahir sebagai anak kandung kemiskinan. Datang membelenggu denyut nadi dan mengalir dalam darah rakyat negara kelas dua di dunia ini. Anto Bilang […]

  23. cK Says:

    saya ndak bisa jawab…

  24. venus Says:

    hmmm….mbuh, nto. mbuh…

  25. masenchipz Says:

    ehm…ehm… karena para politikus pada pucing,,,, sedangkan simpati rakyat itu ibarat obat sakit kepala yg paling manjur…jdi pada berebut dech…. hiks..hiks… wakakakakakakak

  26. Dil Says:

    Kayanya gada orang tua yg mo mengakui tok..hihihi..

  27. antown Says:

    senang rasanya bisa berkunjung ke blog ini. sering saya lihat nama blog mas tapi blum sempat berkunjung. monggo mas mampir ke blog saya.

    salam kenal

  28. cempluk Says:

    korupsi berawal dari niatan hati yang salah dan tidak beres..patut dibedah hati para koruptor utk bisa mencari obat dari penyakit mereka itu.


  29. Orang tua korupsi?
    Kesempatan yang kawin lari dengan ketamakan, Mas🙂

  30. azhar Says:

    siapa ya kira2 orangtuanya….teuing…hehehe

  31. ardianto Says:

    Main Silogisme aja…

    Korupsi itu kriminalitas.
    Kriminaltas berawal mula dari kemiskinan.

    Kesimpulan: you-know…

    😛


  32. secara koropsi berpopulasi cukub bwanyak di negri ini, berarti bapak koropsi negri ini napsunya gedhe jg yaah? bisa beranak-pinak sedemikiyan bwanyak sampek kemriyek menuh2in penjara negri ini dengan anak-cucunya…😕


  33. ke-tidaksabar-an akan kondisi yg penuh keterbatasan,
    dan ketidakpedulian dari yang berlebih kepada yng kekurangan
    itulah penyebabnya !!!

  34. kita Says:

    heemm??mungkinkah kerakusan dan ketidakpuasan akan apa yang telah dimiliki??


  35. Saya jadi teringat pesan moral dari Tantowi Yahya “Malas membaca mendekatkan kita dengan Kebodohan dan Kebodohan sangat dekat dengan Kemiskinan”. Pengetahuan Agama (SQ) mengelola Emosi (EQ) sehingga menjadikan kita rakus,tamak dan tidak mau berusaha dengan kerja keras semuanya mau instant akan semakin memberikan dampak negatif. Takut akan Tuhan dan Nilai2 moral yang semakin terkikis serta Budaya menang sendiri, yang kuat menekan yang lemah, Para pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri dari pada rakyatnya akan membawa Bangsa ini keterpurukan ekonomi (Kemiskinan).
    Kemiskinan adalah dampak atau akibat … dengan kemauan yang kuat kita pasti bisa (kaya kampanye politik aja ya).

  36. a3u5z1i Says:

    Orang tua korupsi adalah ketamakan dan kebodohan manusia

  37. anonymous Says:

    kemiskinan membuat orang rela melakukan apa saja..


  38. orang tua korupsi itu nafsu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s