Sawung Jabo [Closing] Pasar Raya FKY

Juli 6, 2008

Pasar Raya FKY yang sudah berjalan sebulan ini akan di tutup Senin besok. Pasar seni yang menghadirkan karya kerajinan berbagai usaha kecil menengah yang ada di Yogyakarta ini banyak diminati pengunjung arena FKY. Di arena Pasar Raya ini terdapat 127 stand yang terdiri dari 36 stand dari pengrajin kecil yang terjaring oleh program Orang Tua Asuh Pasar Raya FKY XX 2008 berdampingan dengan 91 stand lainnya. 

Di acara penutupan nanti yang akan diselengarakan di Flying Stage dan arena pasar raya, menghadirkan Sawung Jabo, Sirkus Barok, Totok Tewel, dan Inisisri. Siapa yang ingin menyaksikan aksi panggung Sawung Jabo, silahkan datang ke arena Pasar Raya FKY XX 2008, Senin 7 Juli 2008 pukul 19.00.

21 Responses to “Sawung Jabo [Closing] Pasar Raya FKY”

  1. Nayantaka Says:

    Jan dadi kelingan beberapa tahun lampau, saat aku masih aktif di koperasi kelompok pengrajin dan seniman (kepranan) Jogjakarta. Mungkin sebagian dari mereka masih ada di stand FKY itu, macam Soepry Gallery, Sanggar Punokawan, atau Hasta Indah. Kadang, aku merindukan suasana bergaul dengan para pengrajin dan seniman itu. Ada sesuatu yang hilang saat ini di dalam diriku. Ah, semoga kepulanganku ke Jogja esok hari dapat kembali menemukan kepingan-kepingan yang lama hilang itu ….

    Owalah, tobil, tobil, kok malah nggresulo, ngudoroso ngene to???

  2. fistonista Says:

    weleh weleh…sudah lama gak denger kabarnya si sawung jabo ini…kirain masih di aussie….pengen banget kapan2 bisa mengunjungi acara seperti ini….


  3. Wah, si Antohilang lagi semangat-semangatnya nulis ini.


  4. kowe meh mrono ra? nek iyo aku disms nto😀

  5. antobilang Says:

    @ natanyaka : weh, nanti saya lihatkan pakde, saya biasanya ga liat nama UKMnya langsung sosor aja

    @ fistonista : kabarnya doi masih tinggal di aussie, cuma lagi ke indonesia aja

    @ pak yahya : yeee… biar ga ciken apdet doms ah

    @ joe : insyaAllah ndes, mengko tak kabari

  6. rama Says:

    wah… adoh bgt ya???

    jogja eee…

  7. yusdi Says:

    wah saya belum liat apa2 di FKY

  8. alle Says:

    ntok,.. kuliah di ISI yah?
    *ngeloyor*

  9. Sempak Says:

    nice post juragan😀

  10. aGoonG Says:

    Pengen liat …
    Secara terakir gitu …

  11. ngodod Says:

    siap meluncur ke tekape

  12. manongan Says:

    yaahhhhhhhhh kok hari senen !!
    Ijaaaallllllllll ….. titips liputan please.
    (sampein ke Ijal yah Ntok)

    .::he509x™::.

  13. kai Says:

    hm… pengen ke sana tapi kekna udah telat ya😦
    skrg kan udah tanggal 8😀

  14. Koko Says:

    Keren juga..

  15. Hedi Says:

    weh jabo, udah lama ga nonton dia

  16. Apop Tosis Says:

    Kebetulan kami sekeluarga dari mBogor liburan ke Yogya, jalan2 ke Benteng tempat FKY jam 4 an sore, dan nonton (kayaknya latihan) grup musik aneh. Anakku cewek nyoba perhatiin musiknya: kadang mirip Santana, tercampur dengan gendang Afrika, dan dipoles koor pengeplak terbangan, diwarnai goresan biola (belakangan, setelah esok harinya baca KR, saya tahu nama pemainnya Totok Tewel). Sambil nongkrong di cafe, saya coba ingat liriknya. Kayaknya ada sajaknya Rendra ya…
    Lumayan juga sih musiknya, trims atas hiburan yg tidak sengaja saya temui di kota anda. Andaikata sistem sound nya lebih jernih, melodi gitarnya lebih kelihatan, mungkin akan lebih baik. Salam buat yang gebuk drum dan cewek yang pakai kacamata hitam. (Liburan kami di Yogya hampir garing jika tidak temui musik aneh ini)

    apop_tosis@yahoo.com

  17. NdaruAlqaz Says:

    haha, mas Sawung jAbo, jadi inget opas ketemu dia beberapa tahun lalu di ISI Jogja… “Kalo mau jadi seniman, DO saja kamu dari ISI” kata dia…. hahahaha dan akhirnya tak jadilah aku masuk ISI

  18. Wong Tegal Says:

    Boss, kayaknya lahirnya seniman itu seperti benih yang berkecambah, muncul, berkembang dan menjadi sosok final yang dipengaruhi iklim sosialnya. Apa bangunan, kultur, cara pandang penghuni ISI, sedemikian “unfavorable” sehingga mahasiswanya akan tumbuh jadi seniman cacat? Yang ibarat mawar, durinya cuman satu, aromanya bau asap rokok, mahkotanya busuk coklat. Ibarat gunung, ia raksasa tak mengandung magnit.
    Rasakan boss, iklim politik, iklim perkoranan saat ini yang menyelimuti mimpi2, yang kacau, yang melahirkan karya karya kerdil: cuma protes gaya seniman ngambek tanpa daya adi luhung, tanpa kekuatan do re mi.

  19. raficong Says:

    wah sayang kita nggak jd main disana, udah lama nggak bersua.. Bddr is dead…

  20. arwinhidayat Says:

    alle…kok ak g pernah ketemu kamu lagi di pembukaan pameran?????…maen t4 ku yo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s