Menggali Fosil di Nitiprayan

Juli 4, 2008

Performa Yoko Ishiguro (を現代に) sore ini di petak sawah belakang pendopo kesenian Nitiprayan, benar-benar memukau, mengundang decak kagum para penonton. Meski awalnya penonton masih bingung, tapi kemudian suasana bisa mencair, performer dan penonton membaur sekaligus.

Diawali dengan Yoko yang bergaun panjang warna hitam, rambut(wig)nya panjang. Dia datang dari sebelah selatan, jauh dari kerumuman penonton yang sudah menungguinya di petak sawah itu. Perlahan-lahan dia mendekat, kecuali orang yang sudah kenal dia sebelumnya pasti tak akan menduga jika sang artis akan datang secara tiba-tiba dan arah yang tak diduga-duga. Halah.

Sebentar dia menari, lalu mulailah penggalian dilakukan oleh Yoko. Baru sebentar menggali, dia menemukan sebuah handphone! Lalu dia mencoba untuk mengunakan handphone tersebut. Ilustrasi suara sound system memperdengarkan percakapan antara seorang wanita dan anak kecil yang berdiskusi tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan living fosil dalam pentas ini. 

Lamat-lamat dijelaskan, bahwa living fossil adalah mencari masa lalu. Masa lalu yang telah terkubur jauh di bawah kaki kita, sebenarnya masih ada dan bisa dihadirkan kembali. Memori yang ada di dalam fikiran kita akan pergi ke suatu tempat di dalam otak kita, dan kadang kadang tidak pernah muncul kembali. Inilah kemudian yang disebut dengan “forgetfulness”

Kemudian berturut-turut Yoko menggali dan menemukan berbagai barang lainnya, seperti laptop, makanan, rice cooker (sekaligus dia memakan nasi yang ada di dalamnya), mainan bocah, televisi dan sepeda! 

Di tengah-tengah pentas, tiba-tiba seekor anjing melintas. Anjing tersebut dikejar oleh Yoko sampai jauh ke kampung, lalu Yoko hilang. Tak lama setelah itu, Yoko muncul dari arah barat dengan menggunakan kostum lain, wig-nya dilepas. Kali ini  dia bermain layangan, tertawa-tawa sendiri, bermain dengan anak-anak kampung. Kemudian Yoko perlahan menuju petak sawah tempat dia menggali tadi. Dia mengundang para penonton untuk bergabung, dan secara bersama-sama (beberapa diatara) kami membantu Yoko menggali sisa-sisa barang yang ada.  Selanjutnya kami menyaksikan beberapa video yang disaksikan melalui layar sebuah macbook putih. Dan macbook itu digeletakkan begitu saja di tanah sawah. Hihihihi.

Melihat aksi Yoko Ishiguro ini kemudian mengingatkan saya pada kebiasaan kita jaman kecil dulu. Untuk yang cowok, mungkin pernah menyembunyikan kelereng setelah musim bermain kelereng berakhir, dan akan membukanya saat musim kelereng tahun depan datang. Atau mungkin orang dewasa juga melakukannya? Yang jelas, hal paling berharga dari setiap kehidupan dan tidak pernah hilang adalah kenangan. Setiap dari kita pasti akan menjadikan kenangan itu terus berharga, terus eksis dalam setiap perubahan jaman yang kita lalui.

Matahari di Nitiprayan sudah tenggelam. Langit sudah mulai gelap. Para penonton sudah mulai membubarkan diri. Beberapa lainnya menikmati nasi angkringan yang tersedia gratis untuk penonton acara Living Fossil. Acara ini memang tidak ditutup secara seremonial, penonton dibiarkan terus menggali ingatan paling purba dalam dirinya untuk disajikan malam ini. Sepanjang jalan kembali ke kost saya juga melakukannya. 

18 Responses to “Menggali Fosil di Nitiprayan”

  1. Nayantaka Says:

    seni yang aneh🙂
    kangen suasana efkaye nih
    eh, kok tulisannya di foto keliru NITIPYARAN to?

  2. escoret Says:

    pertanyaanku..???

    APA KAMU YA NGARTI APA YG DI LAKUKAN DIA..???
    PALING BERBURU FOTO TOK..!!!!

    SOK SENI KOWE TOK..!!!

    *gaplok muka antok pke printer*

  3. PeTeeR Says:

    stuju sama pepeng….!!!

    emang kmu ngerti Tok?

  4. westnu Says:

    Wah do ra mesakne kie??
    Wis direwangi sampe nyasar lho

  5. arya Says:

    nyasar?
    ndoyok doms? hihihihi
    sowy ra iso ngancani. lg molor :))

  6. antobilang Says:

    @ pepeng : rasah kacang!!!! =))
    **pancal peter**

  7. Luthfi Says:

    mengingatkan saya pada kebiasaan kita jaman kecil dulu. Untuk yang cowok, mungkin pernah menyembunyikan kelereng setelah musim bermain kelereng berakhir, dan akan membukanya saat musim kelereng tahun depan datang.

    di atas mungkin hanya terjadi di lampung Nto😀

  8. ngodod Says:

    wagh.., jadi penasaran…

  9. aglc Says:

    JUST INFO…

  10. Koko Says:

    mungkin 5000 tahun lagi, pas orang bumi nanti melakukan penggalian arkeologi, yang ditemukan memang benda2 seperti itu yah..

  11. annots Says:

    Jadi apa yg kamu temukan ketika kamu mencoba mengingat ingatan paling purbamu ntok? apakah kamu pernah hidup di massa sebelumnya? Kalo iya apa ya dulu kamu seperti yg “sekarang”?

    definisi “sekarang”, dilakan diterjemahkan sendiri :p

  12. funkshit Says:

    sepertinya nya emang pertunjukkan ini susah dimenegerti
    apalagi oleh orang yang kapasitas otaknya speerti kamu😛

  13. rama Says:

    aduh,,, gak ngarti!! not a fellowship of the art..🙂

  14. ulan Says:

    woooowww..
    btw, fossil apa artefak om??

  15. gambarpacul Says:

    tak kiro JAV live tok..?

  16. didut Says:

    baca postingan kamu jadi inget sesuatu nih nto…tp saya msh belum bisa untuk mengerti soal seni

  17. Dil Says:

    Kamu ngga ikutan nggali biyar dapet leptop tok?😀
    well,memories keep us alive, right? Cant imagine our life without it..

  18. sandal Says:

    Jaman kecil aku nggali tanah untuk nyimpen sawo colongan kemudian dibuka 2-3 hari kemudian😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s