Babad Kampung Festival Kesenian Yogyakarta XX 2008

Juni 30, 2008

Ada 9 (sembilan) kampung yang akan menjadi bagian puzzle -yang terserak- dari kesatuan kesenian utuh Festival Kesenian Yogyakarta XX 2008 ini. Kampung adalah representasi korban dari sebuah kemajuan peradaban. Perubahan peradaban menggilas norma-norma yang tinggal dalam kehidupan warga kampung, kemudian perlu sebuah wahana menunjukkan eksistensi warga kampung dalam sebuah pentas untuk menunjukkan ‘keberadaan’ kampung itu sendiri.

Mengambil sembilan kampung yang bersejarah dalam perkembangan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yaitu Pajeksan, Pandeyan, Suryowijayan, Minggiran, Mergangsan Kidul, Kricak Kidul, Samirono, Dolahan-Kotagede, dan Tukangan. Pentas rakyat yang akan menjadi pesta bagi warga Kampung atau pengunjung lainnya yang diharapkan bisa tenggelam dalam ritme kebudayaan lokal. Pentas budaya tradisional maupun kontemporer akan berpadu untuk menggali identitas kampung yang bersangkutan.

  1. Kampung TUKANGAN.
    Acara pendukung : Toktok galeri, pasar kampung makanan tradisional, radio komunitas, pentas-pentas kampung, musik, lomba ura-ura momong bocah, wayang cangkem. Lapangan Olah Raga dan Sepanjang Lorong Ledhok Tukangan. [Jumat, 4 Juli 2008]
    Acara pendukung Babad Kampung: Toktok galeri, pasar kampung makanan tradisional, radio komunitas, pentas-pentas kampung, musik, lomba ura-ura momong bocah, wayang cangkem. Lapangan Olah Raga dan Sepanjang Lorong Ledhok Tukangan. [Sabtu, 5 Juli 2008]
    Acara pendukung : Toktok galeri, pasar kampung makanan tradisional, radio komunitas, pentas-pentas kampung, Pementasan Utama Kampung LEDHOK TUKANGAN: GEGER LEDHOK TUKANGAN. Lapangan Olah Raga dan Sepanjang Lorong Ledhok Tukangan. [Sabtu, 5 Juli 2008]
  2. Kampung SAMIRONO.
    Acara pendukung : Toktok Galeri, pertunjukan religius singiran, macapatan, geguritan, dolanan anak, dan Pementasan Utama TEATER TUTUR JAGAD KAMPUNG SAMIRONO. Balai Budaya Samirono. [Jumat-Sabtu, 11-12 Juli 2008]
  3. Kampung DOLAHAN – KOTAGEDE.
    Acara pendukung : kuliner tradisi, toktok galeri, keroncongan, wayang, dan pentas utama KETHOPRAK ONGKEK dengan lakon “KI AGENG PAKER, MBOK RANDHA MBODHON”. Kampung Dolahan dan Pendhapa Omah Dhuwur, Kampung mBodhon, Kotagede. [Minggu, 13 Juli 2008]
  4. Kampung SURYOWIJAYAN.
    Acara pendukung : toktok galeri, produk kuliner pasar rakyat, musik host band. Pentas utama: Kethoprak Humor “CINTA SEGITIGA”. Pendhapa nDalem Suryowijayan [Sabtu, 19 Juli 2008]
  5. Kampung MERGANGSAN KIDUL.
    Acara pendukung: toktok galeri, jalan santai mengitari kampung Mergangsan, pembukaan pameran dan launching buku sejarah kampung, pameran potensi lokal (kerajinan). Pentas utama: Pentas Seni “BELOKAN DI SEKITAR KAMPUSKU”. Sepanjang jalan depan Balai Tri RW, Mergangsan Kidul [Minggu, 20 Juli 2008]
  6. Kampung PANDEAN.
    Acara pendukung: Toktok galeri, tari-tari,wayang, klenengan. Kompleks Halaman Masjid Ibrahim, Pandean. [Kamis, 24 Juli 2008].
    Acara pendukung: Toktok galeri, musik, dan pentas utama Kethoprak Babad Mertani: BANJARAN BABAD PANDEAN. Kompleks Halaman Masjid Ibrahim, Pandean. [Sabtu, 26 Juli 2008]
  7. Kampung KRICAK.
    Acara pendukung: toktok galeri, bazaar kampung: menu makanan tradisional, pentas teater Sidomulyo “Keringet Pinggir Kali”. Lapangan Olah Raga RT 37 Kampung Kricak Kidul. [Sabtu, 26 Juli 2008] Acara pendukung: toktok galeri, bazaar kampung: menu makanan tradisional, dan pentas utama Operet Keroncong “TEMBANG KRICAK”. Lapangan Olah Raga RT 37 Kampung Kricak Kidul [Minggu, 27 Juli 2008]
  8. Kampung MINGGIRAN.
    Acara pendukung : toktok galeri, festival kuliner jajanan jaman dulu, bancakan anak-anak bikin tumpeng gudangan, prosesi kawal tumpeng, prosesi bagi tumpeng, film dokumenter Kampung Minggiran, dan pentas utama BABADE BABAD MINGGIRAN. Halaman Rumah Tua Balai Lawas Kampung Minggiran, Depan Masjid Al Falaah, Minggiran. [Sabtu, 2 Agustus 2008]
  9. Kampung PAJEKSAN
    Acara pendukung: Toktok galeri, pertunjukan liong, musik band, dan pentas utama “KETHOPRAK ISOTERIS PAJEKSAN”. Sepanjang jalan Pajeksan [Minggu, 3 Agustus 2008]

Selamat menyaksikan pentas rakyat Jogja!

13 Responses to “Babad Kampung Festival Kesenian Yogyakarta XX 2008”


  1. Pertamaaaaax.
    Akhirnya saya bisa komentar itu di sini …

  2. antobilang Says:

    **pancal pak yahya**
    piye jermanmu pak?

  3. muhammadamrul Says:

    wow, ada jugak yah festival yang kayak gini di jogja…

    keren2😀

  4. zam Says:

    munyuk!

    *ngeloyor ke Bogor*

  5. Harry Says:

    kampungku ra ono je😀


  6. banyak pilihan acara yo

  7. PangUnCi Says:

    hhmm … anu, yang di Pajeksan ada suguhan Lakpen nya gak ??

    Pangunci : Paguyuban ngUnjuk Ciu

    .::he509x™::.

  8. cempluk Says:

    bos..ayok nang jakarta..mengko turu nang kosanku…😀

    cempluk lagi di jancukarta, merantau kerja di XL jancukarta…😦


  9. Jogja emang ngangeni. Hal ini yang buat saya balik ke jogja lagi setelah 10 tahun di luar jogja.

    http://to2k.com

  10. luhde Says:

    hai, mas antobilang. matur tengkyu udah kopdaran di MM. Gilee je, lengkap banget FKY disini. see ya (semoga di angkringan tugu) hehe

  11. paman tyo Says:

    wah apik tenan iki kayane. apalagi kalo anto ikutan jadi panitia dan guide. mulih kampunh ah… samirono kan cedhak…🙂

  12. antobilang Says:

    @ paman tyo : saya bukan panitia je, paman. tapi kalau jadi guide, tentunya jelatawan CA bakal senang sekali mendampingi paman yang tersohor itu

  13. Aniza Says:

    kampungku alun-alun kotagede ono ra????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s