Contigo Menyihir Amphitheater

Juni 22, 2008

Belum juga pukul 7, Amphiteater TBY sudah penuh sesak dengan lautan manusia. Di lokasi ini memang akan diadakan pementasan akrobat tiang oleh João Paulo P. Dos Santos dari Portugis. Meskipun telah disediakan 2 buah giant screen yang akan menayangkan live streaming pertunjukan itu, tapi tetap saja para penonton memilih berdesakan di amphiteater sampai di kedua sisinya.

Tepat pukul 19.30, MC muncul dan mengumumkan beberapa hal berkaitan dengan pertunjukan. Salah satunya yang bikin malas, DILARANG MEMOTRET! bah! Meskipun dia kemudian memberikan penjelasan bahwa pelarangan ini karena pemotretan akan menganggu konsentrasi João Paulo P. Dos Santos. Lampu blitz dan suara kamera tentunya akan sangat menggangu konsentrasi dan membahayakan keselamatan pementas. Bahkan sebuah  assit lamp infra red bisa jadi akan sangat mengganggu.

Begitu pertunjukan dimulai, tepuk tangan dan jerit histeris tidak hentinya bergantian menggema di amphitetaer. Aksi-aksi yang dilakukan oleh João Paulo P. Dos Santos memang sangat berbahaya jika dilakukan oleh orang awam. Aksi menaiki sebuah tiang berdiameter + 10 cm dengan tinggi + 7.5 meter tanpa perlengkapan apapun, kemudian menerjunkan diri dengan posisi kepala di bawah tentu saja membuat para gadis belia menjerit-jerit histeris.

Saya harus puas dengan menonton dari salah satu sisi amphitetaer, dengan posisi kaki 45 derajat yang pasti sangat menyiksa. Curi-curi pandang lewat balik viewfinder membuat saya harus kehilangan beberapa adegan menarik. Beberapa fotografer lain juga sedang mengintip pertunjukan melalui balik lensa, mengabadikan momen yang sangat langka ini. Meskipun sudah dilarang! Yah, selama tidak mengganggu, dalam hal ini mematikan assit lamp, blitz, dan suara kamera. Tapiiiiiii… saya lihat kok masih banyak fotografer yang tidak mematikan blitz, assist lamp, dan suara cekrek-cekrek kamera. Hihihihihi. Setahu saya lho, itu semua bisa disetting OFF. Hihihihi. Mungkin buat beberapa orang penonton lain memang terasa meyebalkan. Tapi… Asudahlah, kapan-kapan kita bahas soal keegoisan fotografer ya.

Pertunjukan yang berjalan selama 30 menit ini merupakan seni akrobat yang diberi titel “CONTIGO”. Selain “Contigo”,  João Paulo P. Dos Santos dan Rui Horta (koreografer) bersama O Ultimo Momento biasa memainkan Peut-Etre dan Voar (to fly).

Pertunjukan itu harus berakhir, karena memang cuma setengah jam. Banyak penonton yang masih tidak menyadari bahwa acara sudah pungkas. Dan menunggu MC mengucapkan “terima kasih atas kehadiran para penonton pada malam hari ini…”. Hihihi.

Iklan

8 Responses to “Contigo Menyihir Amphitheater”

  1. dilla Says:

    ih..pertamax 🙂

  2. dilla Says:

    masnya ganteng gak tok? 🙂
    potonya buremm…


  3. Anakku suka ternyata, Nto. Ndak nyangka kalo mereka punya apresiasi seni yang tinggi

  4. cK Says:

    tumben kamu gak bandel, ikut motretin juga… :mrgreen:

  5. imcw Says:

    Kapan ya di Bali ada pertunjukan seperti ini?

  6. ulan Says:

    awak e reeeekkk…

  7. funkshit Says:

    potografer2 itu memang menyebalkan…
    terpelajar tapi tidak tau aturan
    *sirik gara2 ngga punya kamera

  8. MaNongAn Says:

    Kemungkinan mereka itu hanyalah fotographer abal-abal tidak seperti mas anto.
    Tapi kalo foto gak boleh, kenapa gak direkam ke video aja sekalian? Soalnya rekaman video kan tidak mengeluarkan suara.

    .::he509x™::.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s