Menyusuri Kota di Pagi Buta

Mei 27, 2008

Kota yang hampir tidak pernah tidur ini, memang sangat mengagumkan. Tidak heran jika saya begitu mencintainya, mungkin juga anda? Kemarin pagi, sehari sebelum peringatan 2 tahun Gempa Jogja, saya sudah menghambur dalam riuh ramai jalanan kota. Sepagi ini kota sudah begitu ramai, geliat aktivitas penduduk sudah sangat bergairah.

Pukul 5:53:58 tepat dua tahun yang lalu, kota ini menangis. Jerit pilu mencekam dari berbagai sudut kota membuat kota ini seolah lumpuh tak berdaya. Seseorang pernah menyatakan, di daerah selatan kota ini debu reruntuhan bangunan mengepul di udara menutup pandangan menjadi gelap gulita. Mengerikan sekali. Gempa tektonik sebesar 5,9 Skala Richter yang menelan total korban jiwa sebanyak 6.234 orang itu benar-benar menjadi tragedi kemanusiaan yang memilukan.

foto-foto diambil 26 Mei 2008 sekitar pukul 06.00 WIB

Rupanya kota ini begitu cepat bangkit, dengan semangat gotong-royong yang justru muncul saat kondisi sulit semacam ini. Tak sampai setahun, pembangunan rumah penduduk sudah mulai merata. Sisa-sisa masalah pembagian bantuan yang mewarnai perjalanan kebangkitan kota ini perlahan sirna, entah menguap karena lelah atau memang benar sudah merata, saya tak tahu pasti.

Pagi kemarin, saat menyusuri jejak-jejak bisu di kota ini, lamat-lamat saya menjadi khawatir akan gempa baru yang akan segera datang menyerang setelah satu isyarat yang muncul pukul 21.00 Jumat lalu. Gempa ekonomi yang pastinya akan semakin menghimpit lapak kehidupan rakyat-rakyat kecil. Di saat yang sama, separuh anggota legislatif kota sedang piknik ke luar pulau, eksekutifnya juga sedang piknik ke Jepang, meninggalkan keputusan HET minyak tanah yang membuat masyarakat terkatung-katung dalam ketidakpastian harga di pangkalan Badran sana.

30 Responses to “Menyusuri Kota di Pagi Buta”


  1. Kangen Jogya saya…
    *jadi ingat temen yang meninggal kena gempa hiks hiks*

  2. nico Says:

    dua tahun. antara terasa dan tak terasa.

  3. emyou Says:

    pengen ke jogja hiks… ada yang mau kasi tiket jakarta-jogja-jakarta gratis??

    *ngarep*

  4. nonadita Says:

    tepat dua tahun yang lalu,
    saya sedang mengerjakan penelitian skripsi bersama teman saya, Titi Hidayatun (Sosiatri UGM 2002) di Jakarta.

    Selamatlah dia dari gempa. Kenal ngga sama si Titi ini, To?

  5. chic Says:

    huaaaah.. phutu-na bagus-bagus Mas….
    saya makin kangen ma Jogja jadinya.. huhuhuhu

  6. satria Says:

    masinh ingat 2 tahun lalu, rs sarjito baunya sama kayak pasar daging, bau darah di mana-mana…

  7. ulan Says:

    pengen ke jogja..
    somebody invite me pleaseee…

  8. zam Says:

    asem…

    postingan marai misuh!

    *kangen Jogja*

  9. escoret Says:

    kpn kowe LULUS TOK..????

  10. antobilang Says:

    GAPLOK PEPENG PAKE GOBANG..!!!!!

  11. goop Says:

    Banyak memang yang sudah dilakukan, namun beberapa masih butuh dibenahi. Urusan pendataan misalnya, masih kurang jelas, seperti semrawutnya lalu lintas, tentu bukan jam enam, bro:mrgreen:

  12. Jiewa Says:

    Hmm.. coba baca artikel ini sambil dengerin lagu “Jogjakarta”-nya Katon Bagaskara.. pas deh😛

  13. didut Says:

    sudah 2 tahun yah … tak terasa

  14. KiMi Says:

    Suatu saat saya akan kembali mengunjungi Yogya… Saya rindu kota itu. *teringat 3 tahun yang lalu*

  15. abasosay Says:

    *celingak-celinguk*

    Waa… kalau di daerah situ jam segitu emang udah rame Nto… Coba ke kos cewek… Lebih rame Nto…😈

  16. sandal Says:

    Mungkin gempa kemarin itu untuk mempersiapkan warga Jogja agar siap menghadapi gempa ekonomi ini Kang🙂

  17. venus Says:

    dua taun ya? dan lukanya blm bener2 ilang, kan?😦

  18. cK Says:

    ah…postingan ini bikin saya pengen ke jogja..😦

  19. rezco Says:

    kmrn, korban gempa di Bantul bnyk yg njerit ga dapet BLT.

    @nonadita
    Titi si supergirl itu mburuh di Cikokol Tangerang

  20. aLe Says:

    Akankah sang ‘ekskutif’ yg sedang piknik itu ingat peristiwa ini ya?

  21. Nayantaka Says:

    dua tahun? perasaan baru kemarin … ora bakal lali rasane, meskipun aku sekarang terpisahkan ribuan kilometer dari tanah kelahiranku tercinta itu

  22. nonadita Says:

    @rezco

    kabar terakhir yang saya dapat, Supergirl ini jadi Community Development Officer pada sebuah perusahaan kapitalis di Purwakarta. Mas ini temennya Titi ya?

  23. dilla Says:

    kangen Jogja…amat sangat…
    huhuuuu…

  24. kotaksurat Says:

    Pengen ke jogja…
    Kapan ya?…..

  25. bakulsempak Says:

    senenge sing duwe kamera…iso poto-poto😀

  26. Lies.Surya Says:

    aich.. kangen banget aku sama tanah leluhur…
    sudah hampir setahun gak liat jogja.
    aku sangat merindukan kota ini… teramat sangat..
    sekarng tinggal di palembang. terasa keras kehidupan disini..


  27. saya masih ingat. kemarin, 2 tahun yang lalu, pagi2 saya keluar rumah sambil misuh2, “bajindal! kampret kabeh…ono gempa aku ra digugah!” ke anak2 di rumah yang sibuk nyari selamat sendiri2 dalam keadaan masih setengah sadar, dan kemudian mendapati tetangga2 rumah saya pada sibuk berzikir.

    ah, saya merusak kekhusyukan orang lain ketika memuja tuhannya

  28. alle Says:

    jam 6 apaan??? bohong kamu! itu sudah siang semua :))

  29. siHarri Says:

    blm pernah kesono gw bro.. mantab tuww

  30. titi Says:

    woi.. Antobilang itu siapa sih?
    do i know you?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s