Dia yang Tidak Peduli akan Naiknya Harga BBM

Mei 11, 2008

Angkringan berpenjual sangat ramah itu sering saya kunjungi sekitar tiga tahun silam. Setiap calon pembeli selalu disapanya dengan riang. Cara dia menghitung total kerusakan pun cukup membuat geli, belum lagi salam perpisahan yang kadang terdengar sedikit usil tapi menarik. Menunya seperti angkringan lainnya, ada nasi kucing, jajanan gorengan, roti sisir, sate telur dan kerupuk serta berbagai jenis makanan lainnya.

Siang itu, tiba-tiba saya rindu nasi kucing isi sambal teri dan kadang jika beruntung akan menemui nasi dengan sedikit potongan telur dadar. Yang jelas, sambalnya enak sekali.

Saya memesan segelas es teh manis, yang tak sampai semenit sudah terkirim ke tangan saya. Udara panas di siang bolong yang menyengat, ingin saya redam dengan es teh ini.

Di samping angkringan itu, penumpang transjogja hilir-mudik di sebuah halte transit. Selain saya, ada seorang lelaki berusia sekitar empat puluh tahun-an, juga ikut duduk di bangku panjang angkringan beratapkan terpal warna biru muda. Tidak tahu persis menu apa yang dimakan oleh si lelaki. Yang jelas, dia tidak makan nasi. Pada dasarnya saya pun tak suka memperhatikan urusan makan orang lain, apalagi orang tak dikenal.

Rasa penasaran terhadap laki-laki itu muncul begitu kuat saat penghitungan total kerusakan.

Roti ini harganya berapa?“, tanya laki-laki itu.
Satunya Seribu“, dijawab oleh pemilik angkringan sembari menata dagangannya.

Lelaki tua mengeluarkan beberapa uang receh untuk membayar dua roti pengganjal perut siang itu. Selain itu, dia juga menukar sisa recehannya untuk mendapat sekitar empat lembar uang seribuan. Uang itu dilipatnya lekat-lekat, dan dimasukkan kantong dalam-dalam. Dengan langkah berat, dia keluar dari warung angkringan itu menembus jalan raya. Deru kendaraan di jalan raya beradu dengan kepulan asap kendaraan, menenggelamkan bayangan laki-laki itu di ujung jalan.

Dia adalah orang yang tidak peduli dengan naiknya BBM. Tidak pernah risau akan desas-desus kenaikan harga BBM yang sudah mengguncang kalangan yang selama ini menikmati subsidi. Karena dia tak memakai satu jenis kendaraan pun untuk mengantarnya mengarungi hari-mencari rejeki.

Dia tak perlu memaki dan merengek-rengek dengan kenaikan harga BBM. Dia cuek. Tidak peduli. Tapi dia akan menjerit saat nanti harga kebutuhan bahan pokok melambung tinggi, sesaat setelah BBM merangkak naik. Dia yang akan menjadi orang paling tersiksa dengan drama kenaikan harga BBM. Roti yang dimakannya, tak akan lagi cukup dibayar dengan uang recehan.

Tenggorokan saya tercekat, rasanya tidak tepat waktunya untuk memanjakan perut saya terlalu kenyang. Segera membayar sebungkus nasi dan segelas es teh, yang harganya pasti tak akan sama sampai akhir bulan ini.

54 Responses to “Dia yang Tidak Peduli akan Naiknya Harga BBM”

  1. leksa Says:

    aku rak ono motor, jd ga usah peduli BBM,..😀

    aku juga sering akhir bulan bayar angkringan make recehan celengan babi ku , Nto,..

    dan sepertinya BBM harus mahal, To..

  2. restlessangel Says:

    sabda nabi, makan ketika perut lapar dan berhenti sebelum kenyang.

    bagus, kau sudah mempraktekannya !!
    :mrgreen:

  3. NdaruAlqaz Says:

    harga bbm meninggi : beli celana baru / beli ikat pinggang baru

    harga bbm meninggi : jatah ngeblog dikurangi

    harga bbm meninggi : pacaran lebih romantis, kemana-mana boncengan naik sepeda

    harga bbm meninggi : badan lebih sehat, ke kampus jalan kaki

    harga bbm meninggi : tambah kangen orang rumah, lebih jarang pulang kampung.

  4. adityasani Says:

    emg udah mesti naik kang BBMnya, terlalu berat yang ditanggung dari subsidi.. haaah,, makin berat aja biaya hidup…

  5. aRuL Says:

    ah kenapa sampai naik😀


  6. Untung bapakku udah bangkrut pas krismon…jadi sekarang nggak bakal bangkrut lagi…

    sayah juga ndak punya mobil…cuma punya motor butut…aman…12 rebu udah sampe mana-mana (sekalipun panas…)

    Yang penting asoy…

  7. Anang Says:

    dari 1800 menjadi 2400 menjadi 4500 menjadi brapa lagi????? arghhhh….

  8. fisto Says:

    bismillah…mudah2an kenaikan BBM kali ini gak seberat tahun 2005…

  9. n0vri Says:

    Katanya, kenaikan BBM bersubsidi ini harus dilakukan untuk menyelamatkan APBN. Kenapa ya, bukan menyelamatkan nyawa orang yang gak bisa makan?


  10. seabad kebangkitan nasional, seabad penderitaan rakyat.

  11. abasosay Says:

    Angkringan mana nih?

    Selama biaya internet ga naik sih aku tenang-tenang saja.

    *siap-siap beli sepeda*:mrgreen:

  12. cK Says:

    kapan kira-kira bbm bakal turun ya? kayaknya naik mulu nih..😕

  13. sandal Says:

    BBM bakal turun kalau Pertamina berubah nama menjadi Pertamirun!

  14. didut Says:

    tak pikir mo crita angkringan berhotspot itu😀

  15. taqi Says:

    wah..saya bersiap2 mengganti menu makan..

  16. unai Says:

    di angkringan ada yang jual roti?

  17. alle Says:

    yah,.. buah simalakama yg lain😀

  18. zam Says:

    makanya.. jadilah orang kaya..

  19. ayahshiva Says:

    @zam : caranya gimana mas?

  20. funkshit Says:

    @ayahshiva
    caranya.. punya gaji 5 juta seminggu domz

  21. Chic Says:

    jalan kaki di Jakarta??? nunggu berapa puluh tahun lagi yaaa??

  22. dinidini Says:

    minyak oh minyak

  23. Andra Says:

    hayuk kita cari sumber energi yang lain.

    ~sambilCariCariKeKolongMeja


  24. yuk, mari bikin mesin berbahan bakar air isi ulang!
    mudah didapat di mana-mana dan murah meriah.
    setuju anak-anak?!:mrgreen:

    *digebukin penjual air isi ulang cz belum bayar*😯

  25. nico Says:

    sekarang saja sudah naek harga2nya.


  26. […] cintabening under Beautiful Days, Inikah cinta?   Mungkin aku kurang bersyukur, dibandingkan Dia yang Tidak Peduli akan Naiknya Harga BBM, itu. Belum lagi BBM naik hatiku sudah diliputi gundah. Informasi rencana kenaikan tol juga ikut […]


  27. belum naik aja harga2 pada berlomba naik, trus disebagian daerah BBM malah udah banyak yg mengilang… huhh..

  28. sarah Says:

    Ho’oh BBM naiik..😦
    Jadi musti gimana dong…

  29. escoret Says:

    MAKANYA CEPET LUL*S KULIAH.!!!!!

    BUSETTTTTTTTTTTTTTT..POSTINGAN KYK SEPUR…
    GA ADA SKRINSULLLLLLL..!!!

    […]

    Angkringan berpenjual sangat ramah itu sering saya kunjungi sekitar tiga tahun silam. Setiap calon pembeli selalu disapanya dengan riang. Cara dia menghitung total kerusakan pun cukup membuat geli, belum lagi salam perpisahan yang kadang terdengar sedikit usil tapi menarik. Menunya seperti angkringan lainnya, ada nasi kucing, jajanan gorengan, roti sisir, sate telur dan kerupuk serta berbagai jenis makanan lainnya.

    Siang itu, tiba-tiba saya rindu nasi kucing isi sambal teri dan kadang jika beruntung akan menemui nasi dengan sedikit potongan telur dadar. Yang jelas, sambalnya enak sekali.

    Saya memesan segelas es teh manis, yang tak sampai semenit sudah terkirim ke tangan saya. Udara panas di siang bolong yang menyengat, ingin saya redam dengan es teh ini.

    Di samping angkringan itu, penumpang transjogja hilir-mudik di sebuah halte transit. Selain saya, ada seorang lelaki berusia sekitar empat puluh tahun-an, juga ikut duduk di bangku panjang angkringan beratapkan terpal warna biru muda. Tidak tahu persis menu apa yang dimakan oleh si lelaki. Yang jelas, dia tidak makan nasi. Pada dasarnya saya pun tak suka memperhatikan urusan makan orang lain, apalagi orang tak dikenal.

    Rasa penasaran terhadap laki-laki itu muncul begitu kuat saat penghitungan total kerusakan.

    “Roti ini harganya berapa?“, tanya laki-laki itu.
    “Satunya Seribu“, dijawab oleh pemilik angkringan sembari menata dagangannya.

    Lelaki tua mengeluarkan beberapa uang receh untuk membayar dua roti pengganjal perut siang itu. Selain itu, dia juga menukar sisa recehannya untuk mendapat sekitar empat lembar uang seribuan. Uang itu dilipatnya lekat-lekat, dan dimasukkan kantong dalam-dalam. Dengan langkah berat, dia keluar dari warung angkringan itu menembus jalan raya. Deru kendaraan di jalan raya beradu dengan kepulan asap kendaraan, menenggelamkan bayangan laki-laki itu di ujung jalan.

    Dia adalah orang yang tidak peduli dengan naiknya BBM. Tidak pernah risau akan desas-desus kenaikan harga BBM yang sudah mengguncang kalangan yang selama ini menikmati subsidi. Karena dia tak memakai satu jenis kendaraan pun untuk mengantarnya mengarungi hari-mencari rejeki.

    Dia tak perlu memaki dan merengek-rengek dengan kenaikan harga BBM. Dia cuek. Tidak peduli. Tapi dia akan menjerit saat nanti harga kebutuhan bahan pokok melambung tinggi, sesaat setelah BBM merangkak naik. Dia yang akan menjadi orang paling tersiksa dengan drama kenaikan harga BBM. Roti yang dimakannya, tak akan lagi cukup dibayar dengan uang recehan.

    Tenggorokan saya tercekat, rasanya tidak tepat waktunya untuk memanjakan perut saya terlalu kenyang. Segera membayar sebungkus nasi dan segelas es teh, yang harganya pasti tak akan sama sampai akhir bulan ini.
    [….]

    KETELA DI KASIH RAGI….
    TAPEEEEEEEEEE DEHHHHHHHHHHHHHHHH

    *AMBIL SANGKUR*

  30. plain love Says:

    saya ke kampus jalan kaki… saya tidak peduli kenaikan BBM karena makanan saya benwit… dan ya saya miskin…

    *opo ki :0

  31. plain love Says:

    oh iya… tapi aku menjerit saat tau minggu depan harga komik keluaran elex bakal naik jadi 13.800 rupiah…. no~~~~~~~~~ sialan~~~~~~~ BBM belum naik kok nih barang dah duluan naik….


  32. satu yang pasti : SBY akan Turun, tapi harga BBM tak akan pernah turun

  33. mataharicinta Says:

    minyak mentah dunia udah nembus harga US$ 120 perbarel
    dan gak bakalan turun lagi.
    ayo cepat cari alternatif bahan bakar.

  34. Hedi Says:

    moga2 ga akan ada kerusuhan

  35. azaxs Says:

    YUp.. akan semakin banyak orang kesulitan mencari makan.. walo hanya untuk makan roti seribuan😦

  36. Fikar Says:

    Indonesia2, dari dulu beritanya cuma KENAIKAN BBM😀

  37. arda86 Says:

    galakkan nebeng.com:mrgreen:

  38. GR Says:

    SELAMATKAN RAKYAT, BUKAN APBN!!!

    *urat nadi mengencang*

  39. tintin Says:

    wah .. mau BBM naik ato nggak kita bisa apa ? toh yang memutuskan naik juga pemerintah, so sekarang kita kembali ke diri kita masing2x ..

    apakah kita sudah melihat diri kita masing2x ?

    misal apakah kita sudah bisa berhemat BBM .. ?? Demo naik mobil naik motor pake BBM, daripada dipakai untuk demo dan boros .. kenapa nggak demo jalan kaki aja ..??😛
    pawai pemilu, pakai motor kesana kemari .. kenapa harus pawai .. toh yang mau kampanye bisa datang ke lapangan nggak usah pakai pengawal dan pengikut yang bawa motor dan pawai … bukankah ini pemborosan BBM ? kenapa kita nggak melihat diri kita sendiri dulu .. ??

    saya bukan mendukung pemerintah .. tidak .. menaikkan BBM memang menyulitkan kita, tapi apakah kita sudah bisa melihat diri kita sendiri ..??

    sekian dari saya ..

  40. erickningrat Says:

    saia pake kuda !

  41. Abeeayang™ Says:

    dukung sayah jadih presiden, ntar BBM tak kasih serebu…. 😆

  42. yanti Says:

    Harusnya… memang kenaikan BBM gak terlalu diributkan… supaya semua spekulan… pada gigit jari…, dan gak sibuk… “ngumpetin barang”…

  43. wawan Says:

    mas mbak ada paket wisata yang gak gratis..he, coba di http://www.kibchome.multiply.com wisata melihat BURUNG GARUDA DI ALAM..


  44. Termasuk yang 5Juta seminggu?

  45. Fansi Says:

    kok postingannya mengharukan ya? duh… bahagianya masi bisa makan dan ga perlu menjerit (dulu)…

  46. muhammadamrul Says:

    keren…keren…
    semoga banyak yang tersentuh

  47. brianari Says:

    Sama tuh.. ga peduli!

    *mulai menanam singkong*😀

  48. stey Says:

    nasionalisme saya lagi tipis mas..setipis gorengan yang saya makan..

  49. teddy Says:

    wahh…….masukin cerita itu ke telinga petiggi kita,biar tw nasib rakyatnya……

  50. dys9vb Says:

    woii
    yg ngrasa hrga bbm naik ga ngaruh apa” bagi yg ga make bbm

    bbm naik
    gorengan aje naek!

    klo ga punya duit naik angkot
    mau jalan kaki lo?!
    angkot juga naek!

    bbm naik bikin inflasi tau!

  51. siHarri Says:

    skrg dah brp bro ?

  52. cah bocah Says:

    wahh..nek ngono nko pengamen pengamen yo naik taripe dab, seng..seng biasane gelem 200 saiki naik jd 500, seng 500 naik jd 1000, pokoke do naik kabeh,..trs seng biasane nangis guling2 jaluk hape kr motor, sesuk manjat tugu njaluk rabi, nek ra yo masang samurai neng gulune konco rebutan gorengan..wakakakaka… doohh dohhh!!! bumine selak tuoo…isin isin..!! trs pie kiyee dab

  53. ning Says:

    ???!!!???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s