Parsial Fokus

Februari 1, 2008

Saya tidak punya trik khusus dalam menjalani hidup. Maksud saya bukan tanpa rencana dan tujuan, lho. Dalam mencapai tujuan, dan mewujudkan impian saya hanya berpatokan pada cara paling baik dari berbagai cara terbaik yang saya pandang pantas untuk dipakai.

Fokus, sering kali saya mendengar itu. Kita harus fokus pada satu tujuan dalam hidup ini. Tujuannya, tentu saja agar energi kita tidak menyebar kemana-kemana, energi kita bisa bersatu untuk mencapai target. Meminimalisasi setiap konstrain yang mungkin bisa mengurangi energi kita, juga perlu dilakukan agar perjuangan tak mretheli di tengah jalan.

Pada sebuah kondisi episode kehidupan, seringkali pilihan tidak bersahabat. Dia tidak menawarkan satu persatu kesempatan untuk kita selesaikan tahap demi setahap. Dan mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menelan semuanya. Total dan sekaligus.

Mungkin sampeyan masih ingat dengan sebuah cerita di buku pelajaran sekolah dasar dulu, tentang anjing nakal yang mencuri sebuah daging. Ketika si anjing melintasi sungai dan ada sebuah jembatan. Saat akan menyebrang jembatan, dengan sepotong daging curian digigit di mulut, si anjing melihat ke bawah. Di air yang jernih itu, terlihat ada seekor anjing lain yang sedang menggigit daging yang sama besar dengan miliknya.

Apa yang akhirnya akan dilakukan di anjing? Semua pasti sudah bisa menebak. Dia melompat ke dalam air. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, dia tercebur tenggelam. Si Anjing tak kuasa melawan arus sungai, dan daging curianpun lepas dari gigitan.

Dalam hidup, jika kita tidak fokus pada satu tujuan, memang akan ada yang terkorbankan. Pun dengan fokus itu berarti kita harus siap mengorbankan satu kesempatan lain dalam hidup kita. Penentuan skala prioritas dalam hidup, pastinya akan menjadi bagian permainan yang sangat menarik dalam hidup itu sendiri. Kalau kemudian prioritas yang kita tentukan gagal? Tidak perlu takut, karena gagal pun diciptakan agar kita mau mencari sebuah keberhasilan yang lain.

 

22 Responses to “Parsial Fokus”

  1. didut Says:

    wes…dalem nih, betul tuh aku jg lagi belajar fokus nih
    *lg baca buku the power of an hour*

  2. Nazieb Says:

    Saya sudah fokus mbaca tapi kok ndak mudeng-mudeng yah..🙄


  3. Eh, iki dalam rangka apa kok tiba-tiba nulis kayak gini?

    Ah aku tau, mesti sual wis… gak jadi😀

  4. funkshit Says:

    Anjingnya ngga punya bakat narsis . ..

  5. goop Says:

    Wah…
    macam lensa kamera yak,
    bila tak fokus gambarpun buram…
    aih haibat lha…

  6. Anang Says:

    hehehe.. fokus masa depan

  7. dobelden Says:

    fokus antara ngeblog, kuliah skripsi dan kerja…

    trus yg harus diutamakan yang mana?? sedang otak hanya ada 2 kiri dan kanan😐

  8. Hedi Says:

    anjrit…fokus blog berbayarmu piye😛

  9. -tikabanget- Says:

    bener..
    sayah ini bener bener susah fokus.. ck..
    pengennya apaapa dilakuin barengan..
    malah ndak jadi semua..

  10. pengki Says:

    manusia ngga diciptakan untuk memiliki kemampuan multitasking secara default ntok. jadi wajar saja bakal ada yang ketinggalan kalau kita coba2 untuk ngga fokus.


  11. setuju!
    ada 2 hal yg penting dalam mencapai tujuan, fokus, dan konsistensi…
    makanya, tetesan air bisa melubangi sebuah batu yang keras. karena fokus, dan konsistensi…

    hmm… aku lupa2 inget, pernah komen di sini ga ya sblm ini? yg pasti kadang2 main ke sini.
    salam kenal ya🙂

  12. annots Says:

    kok tiba2 pake tokoh anjing? Punya kenangan buruk dengan anjing To?

  13. ekowanz Says:

    hmmmmm bingung mau lebih fokus ama sarah ato dian yah :p

  14. antobilang Says:

    Ah, eko cerdas! wakakakakak


  15. Makasih wejangannya, Mbah.:mrgreen:

  16. kangtutur Says:

    mbener kata Pak Ndobos…
    S K R I P S I😆

  17. anjing Says:

    guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk! guk!

  18. alle Says:

    ahh,..tian sastro…:mrgreen:
    *gakfokus*

  19. cK Says:

    kamu kapan fokus ke skripsi nto??😀

    *dibakar idup idup*

  20. antobilang Says:

    @ cK : sedang, sabar ya… hihihihi

  21. StreetPunk Says:

    Yak, mencerahkan ™ :d .

    Hanya saja, ketika seseorang tiba-tiba diperhadapkan pada suatu keadaan tertentu ketika banyak yang mesti diprioritaskan (tidak bisa hanya salah satu yang dikerjakan, atau tujuan utama jadi tidak tercapai) sementara waktu yang ada sangat sedikit, maka kadang-kadang itu bisa bikin sakit kepala🙄 .

    Itulah mungkin sebabnya sebagian orang mengatakan bahwa jatah 24 jam untuk sehari masih belum cukup😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s