Bekisar, What Next?

Januari 29, 2008

Gegap gempita bekisar usai sudah. Semua kembali ke aktifitas harian. Saya hanya ingin tidak melupakan semangat teman-teman yang begitu luar biasa, kemarin. Terima kasih kepada semua pihak atas kerjasama dan dukungannya.
Sesadar-sadarnya kami mengakui, tangan-tangan mungil kecil kami memang tidak mampu membersihkan seluruh sampah di sepanjang bibir pantai Pandan Sari. Begitu banyak sampah yang menggunung, bersembunyi di balik rimbun rerumputan perdu. Sampah itu bukan tak bertuan, karena yakinlah kita semua pasti ada tangan tuan yang membuangnya.

next.jpg
Sekali melakukan bersih-bersih pantai belum meyelesaikan masalah alam yang begitu banyak ini, begitupun sekali beropini tentang pengurangan sampah juga tak membuat sampah kunjung lenyap dari pandangan mata. Menuntut kami untuk membersihkan seluruh sampah pun sepertinya tak akan dapat kami sanggupi.
Tapi ada satu hal menarik yang menjadi pengalaman saya, sekarang saya jadi canggung unutk membuang sampah plastik di jalan atau di manapun. Pasti saya akan simpan di tas atau di kantong terlebih dahulu, mencari kotak sampah, lalu baru membuangnya. Mungkin karena saya sudah merasakan betul bagaimana panasnya bertarung dengan matahari untuk memungut sampah di pantai minggu lalu.
Kami memandang bahwa tak cukup kami membersihkan pantai saja, harus ada semacam edukasi bagi masyarakat sekitar tentang perlunya menjaga kebersihan pantai yang tentu saja juga bermanfaat untuk diri mereka sendiri. Harus ada usaha lebih keras dari semua pihak. Para pengunjung pantai dan masyarakat sekitar pun harus lebih memperhatikan kebersihan lingkungan.
Fasilitas kebersihan seperti kotak sampah khusus pun tidak tersedia dengan baik di lokasi. Sehingga sebagai langkah jangka pendek, dari sisa anggaran Bekisar yang lalu, kami berniat untuk membuat plang dan kotak sampah. Plang ini akan berisi peringatan untuk membuang sampah plastik pada kotak sampah yang (insyaallah) juga akan kami sediakan di lokasi. kami akan mengusahakan tak sampai bulan depan berakhir, kegiatan tindak lanjut ini bisa direalisasikan.
Meski baru sebatas wacana, akan mengadakan acara serupa yang semoga bisa dalam skala yang lebih besar. Dengan melibatkan komunitas pemuda dan (tentunya) pemudi di Yogyakarta. Bagaimana format acara yang akan digelar tentunya saya tak ingin secara semena-mena menentukannya. Usul dan urun rembug dari seluruh teman-teman sangat kami perlukan. Bung Annots pun sudah menawarkan apakah akan ada yang menetaskan bekisar lain di tempat masing-masing?
Jadi bagaimana? Sanggup untuk buat Bekisar part II?
eh, postingan bekisar-mode di blog saya cukup sampai di sini aja ya? hihihihi

67 Responses to “Bekisar, What Next?”

  1. antobilang Says:

    eh ini kok paragrafnya bisa rata justify ya? biasanya ga bisa tuh😕

  2. Goenawan Lee Says:

    So? Djambur cafe mode: ON?:mrgreen:

  3. anonymous Says:

    daku kapok ah. jadi peserta yang terlupakan😀

  4. antobilang Says:

    eh anonymous siapa ya? ga ada yang nulis link “anonymous” di kertas kardus tuh?
    maap, namanya juga ga diingetin, gimana saya bisa apal semua saya kan pikun 😛

  5. anonymous Says:

    hehehe, wah payah ni ketua rombongan. bisa2 gak ngerti klo ada rombongannya yg tercecer di jalan😀

  6. antobilang Says:

    eh mas/mbak mending ngasih tau aja ini siapa? masa suka sembunyi2 gini sih? suka petak umpet ya??
    jadi gak enak tau😛 hihihi
    ada yang bisa bantu saya mengingatkan?

  7. leksa Says:

    masalah komunikasi Dab..
    ini jadi bahan evaluasi …

  8. anonymous Says:

    hehe, di mana2 yg namanya tamu gak mungkin bilang sama tuan rumah >>> pak, tolong ingat nama saya baik2 ya.
    hehe, biasanya sih tuan rumah klo pun lupa nama tamunya, paling enggak masih inget bahwa dia pernah kedatangan tamu. entah inget warna bajunya, entah inget asalnya, atau entah inget cuma jenis kelaminnya :p

  9. antobilang Says:

    nah, leksa tau siapa ini anonymous?

  10. antobilang Says:

    oh, sekararumsari kah? yang kadang pake ID “tuing”?
    ketemu setelah cek IP *getok2 kepala* + cek om leksa
    ya sudah saya masukkan.. hihihi.. coba situ ngasih nomer hape ke saya, lagian kalo cewek saya suka lupa, beda kalo cowok :->

  11. anonymous Says:

    mencoba berkomentar dari sisi yang berbeda:d
    tak sekedar histeria tatkala terkesima melihat sahabat maya hadir di depan mata.


  12. kalo bisa malah jangan pake kantong plastik….
    pake kantong kertas saja…😀
    selamat atas bekisarnya….
    sukses selalu…😀

  13. anonymous Says:

    hekekeke… sengaja gak nulis di kardus, krn saya ga pingin yg tertulis hanya sekedar barisan hurup mati😀

  14. antobilang Says:

    ya wis, mari kita bahas langkah selanjutnya setelah bekisar..
    any idea?

  15. alle Says:

    sekararumsari? yang mana tuh bos?

  16. sarah Says:

    bekisar ituh = “benar-benar kaki besar” ya mas anto?

  17. antobilang Says:

    bukan, cintah…😳 tapi “bersih2 disekitar sarah”

    *oi ini ada yang palsuin ID sarah!!!

  18. dobelden Says:

    antobilang on Januari 29, 2008

    bukan, cintah…😳 tapi “bersih2 disekitar sarah”

    *oi ini ada yang palsuin ID sarah!!!

    hahah.. another interpretasi dari bekisar, setelah kemarin ada sodaranya bekicod *lirik2 siwi😆

  19. dobelden Says:

    mungkin ide bekicod nya bisa dilaksanakan tuh… biar tidak banyak sampah yang bertebaran di kalicode.. khan sekalian bisa mancing😀

  20. cK Says:

    coba ajak alumni bekisar untuk bersihin pantai ancol…😆 😆

  21. sarah Says:

    Heh…siapa itu pake ID ku? ada Sarah palsu.

  22. ekowanz Says:

    sesok djambur mode on??kangen internet nih…

    @anonimus..kok sulit bgt sih?kl memang anda merasa menuliskan nama anda d kardus yg bisa dijadikan sebuah dftr hadir mini hanya sebuah kesia2an belaka, maka anda sudah salah..jujur saja saya cuma bisa mengingat satu/dua orang nama saja, itupun yg jelas2 membantu saya memunguti sampah cuma berdua *lirik uncle goop* atau om dobelden yg br saya hapal namanya setelah ketemu yg kedua kalinya..
    kalau anda merasa terlupakan, saya yg menjadi bagian dr penyelenggara acara ikut meminta maaf..tp dengan hormat, apabila anda hanya menganggap daftar org yg hadir di kardus itu sebuah kesia2an belaka, bagaimana kita *khususnya saya yg pelupa ini* mau mengingat nama anda…thx


  23. Perasaan benwitmu udah mulai normal kan Kang?
    Kok nulis paragrap-nya masih lengket-lengket gak jelas gitu T_T


  24. “kalo bisa malah jangan pake kantong plastik….
    pake kantong kertas saja…”,
    Ya juga ya,
    So kedepan kita pikirin juga,
    Sambil kita tunggu the next- nya,

    He he, pakaian harian yang banyak kantong kayanya dah musti juga,
    Biar jadi bisa tempah sampah kertas/ plastik kecil sementara,
    Tolak terima kantong plastik kalo belanja,
    Karton/ kardus aja minta,

    Pake kertas bolak balik,side B ya juga side A-nya,
    Buang sampah dirumah musti pisah- pisah ya iya,
    Organik yang satu non organik yang satunya,
    Alas makan pake styrofoam? ganti ma daun aja,

    (Bukan daun pintu ato daun jendela)

  25. anonymous Says:

    ekowanz on Januari 30, 2008

    @anonimus..kok sulit bgt sih?kl memang anda merasa menuliskan nama anda d kardus yg bisa dijadikan sebuah dftr hadir mini hanya sebuah kesia2an belaka, maka anda sudah salah..<<< itulah ekspresi diri saya sebagai manusia – makhluk yg tidak pernah luput dari kesalahan🙂

  26. fajarkucerah Says:

    @anonimus
    mba ini ada2 saja…

    tapi mba ini hebat lho…
    70% dari komen yang ada diatas ngebahas anonimus…
    manclaaap….
    such a phenomenon….
    sip..sip..

  27. dobelden Says:

    cK on Januari 29, 2008

    coba ajak alumni bekisar untuk bersihin pantai ancol…😆😆

    di sponsori ya chik😉

  28. detnot Says:

    sayah manut wae kang😀

  29. deep Says:

    sip bung anto…. gimana kalo besok2 penghijauan di gunung. cari area yang udaranya sejuk. kemarin dipantai dah gosong semua ni muka. :))

    @anonimus:hekekeke… sengaja gak nulis di kardus, krn saya ga pingin yg tertulis hanya sekedar barisan hurup mati <<< halah… kesalahan sendiri yang diangkat untuk menimbulkan polemik. barisan huruf mati akan “hidup” jika empunya berusaha membuatnya hidup. salah satunya dengan cara menulis di kardus.

  30. Nazieb Says:

    Jakarta kapan yah? Biar saya bisa ikut:mrgreen:

  31. annots Says:

    @Nazieb
    Bersihin sampah yang ada dijakarta sepertinya butuh kerja keras.

    To, bulan januari ini postingmu soal bekisar mulu. Dengan Kehendak Yang Maha Esa, saya tetapkan saya nobatkan Kanjeng Tumenggung Antobilang sebagai Bapak BEKISAR (Sar-nya bukan sarah loh) disamping jabatan sampean sebagai menteri Kopdar.

  32. jokotaroeb Says:

    jadi kepingin ingin ikut berpartisipasi bersihin pantai….

    Pasti seru🙂


  33. pulangnya kerokan ga to??:evil:

  34. funkshit Says:

    “di mana2 yg namanya tamu gak mungkin bilang sama tuan rumah”

    wahh.. bertamu ngga bilang sama tuan rumah ??
    *ah paling cuman saya aja yang bego salah mengartikan kalimat tersebut . . .

    “hehe, biasanya sih tuan rumah klo pun lupa nama tamunya, paling enggak masih inget bahwa dia pernah kedatangan tamu”

    *merasa jadi salah satu tuan rumah
    ya saya inget kko.. yang itu kan . .. .

  35. anonymous Says:

    @funkshit

    uhuhu, mas klo makan roti jangan separo, nanti gak kenyang. Nah, klo baca kalimat juga jangan separo, nanti salah paham.

  36. aLe Says:

    wah, kira2 di Malang ada semacam bekisar ga ya😀

  37. Hedi Says:

    eh, postingan bekisar-mode di blog saya cukup sampai di sini aja ya?

    iyolah…bosen aku mocone….hahahaha


  38. @ anonymous :

    pengen dikenal tp tdk mau mengenalkan diri. kenapa??? sepertinya introvert sekali tp…..kok seperti menuntut orang untuk memahami anda. apakah anda sudah mencoba untuk memahami situasi orang di sekitar anda ???
    kl bener ini mbak sari, waduh mbak, dr sepanjang obrolan anda, sepertinya anda tidak begitu introvert-nya. kudu digoyang eh di-gong-i, emang iya^^

    ehm, ehm, kok jadi inget komik jadul ‘jendela orpheus’ bab dimana michail mikhailov bertemu pertama kali dg neneknya. disitu si kecil michail memprotes adab sopan santun berkenalan.

    @ anto, eko, dll yg ngebet kopdar lg :

    aku yo lg pengen dolan2 nie. gimana kl nongkrong di depan taman budaya, setelah jalan2 dr pasar, sambil ngemili jajan pasar dan bubur sumsum ato sate laler, kemudian lanjut ke taman pintar ????
    eh tp astaga, kalian ini internet-freakz ya??? kl ga ada hotspot, bs sakaw ya^^

    hehehehe pissss

  39. maxbreaker Says:

    salam kenal mas anto…
    kebersihan memang sebagian dari Iman…
    kok ga ditulis dirumah barunya?

  40. sarah juga Says:

    mas anto, kapan bersih2 dijakarta?aku tungguin lho..

  41. fajarkucerah Says:

    jadi kapan ke jakarta??

    @restlessangel
    mba kok jajan mulu sie??
    tapi gpp seh…
    jalan lg…makan lg…
    yuukkk…


  42. eh..eh..
    list YM sayah ada 800an biji.
    sayah yang pelupa inih jelas ndak mungkin inget semua, apalagi kalo model ngajak kenalannya cuma sepintas lalu, plus ndak jelas dari mana asal usulnya..


  43. “hehehe, wah payah ni ketua rombongan. bisa2 gak ngerti klo ada rombongannya yg tercecer di jalan”

    –> lhaa, masalahnya rombongannya bukan anak TK yang harus dituntun caranya jalan tho.. **ngakak**
    kalo kececer, harusnya bisa dengan sadar diri mencegah, lha wong dah gedhe. dah kuliah. tengkorak mesti ada otaknya. mestinya dah pinter bisa mikir sendiri..
    lha ketua rombongannya kalo tugasnya cuma inget inget nama anggotanya doang, mending dia jadi PR aja.. wakakak..

  44. anonymous Says:

    ah rupanya, di sini banyak jiwa-jiwa yang rawan terprovokasi. tapi syukurlah, masih ada beberapa yang ternyata penuh kerendahan hati:d

  45. leksa Says:

    wadaww….

    aku melu kopdar babak 2 ajalah to,..
    undang yang belom sempat dikenal…
    sukur2 kalo cewe…

    BOSEN AKU KOPDAR KARO batangan KAbeh…

    *ckakakakka

  46. tikabanget™ Says:

    jadi tok, mulai sekarang kamu belajar jadi PR, biar gak gampang lupa..!!
    **tendang anto**

    wakakak..

  47. antobilang Says:

    asik rame nih…

    *siram bensin, nyulut korek api*

  48. crizosaiii Says:

    setuju… tapi kalo bisa mah gak pake telat lagi lah,bang! kalo kesiangan dah panas banget eh!
    😀

  49. anonymous Says:

    jangan berfikir terlalu jauh sampe ke bensin atau korek api. ambil pelajaran dari kegiatan ambil sampah kmaren lah. kira2 sampah2 komen ini mo diapain? apa cukup dibuang, didiamkan, atau di tendang? oh no… mendingan diurus, lalu diolah kembali agar menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

    ehehe, maap, bukan maksud menasehati.
    bukan maksud pula membuat suasana jadi membutuhkan bensin dan korek api.

    awalnya sekedar iseng, coba mengklarifikasi eksistensi saya, dan mencoba mengajak untuk mengambil sisi positifnya. eh ternyata respond di luar dugaan😀 so sorry, maaf, nuwun sewu😀

    bukankah ini bisa jadi pelajaran untuk event2 berikutnya. bukankah akan lebih mengesankan jika setiap tamu yang datang dapat melihat jejak kesan dari tuan rumahnya. duh maaf, kok jadi muter-muter.

    pun saya bukan tamu istimewa kok. sekedar berkunjung dan coba melihat sisi baru yang memang belum saya kenal. yang jelas saya berterima kasih sekali sudah mendapatkan tumpangan yang nyaman, makan siang yang nikmat, dan obrolan2 menyenangkan selama kegiatan bekisar kmarin.

    semoga masih tersisa sedikit kebaikan hati kalian bagi kehadiran saya. sekali lagi, kepada sluruh crew dan peserta Bloger Bekisar, saya – anonymous – alias sekar arumsari, mohon maap, nuwun sewu, yang sebesar-besarnya🙂

    just intermezzo. maap yak, kotak komen berubah jadi artikel. hehe.

    @mba memet.
    pengen dikenal tp tdk mau mengenalkan diri. kenapa???<<<<< nah, justru ini malah jadi thread saya untuk memperkenalkan diri. karena kmaren ga sempet memperkenalkan diri😀

    kasus ditutup😀 tok tok tok
    (klo ada yang mau buka lagi juga boleh kok :d )

  50. goop Says:

    aih…
    saya ko nda’ inget satu2 yg kemaren datang yak…
    kalo pun ketemu lagi yo lupa lagi…
    ah yo ben… makanya memang keknya perlu reuni bekisar… *haiyah* ->> pembenaran ingatan jangka pendek saya yg payah😀
    ditunggu pengumumannya lagi aja tuan anto…
    oya… mbak meth ituh usulnya keren… ke taman pintar saya belum pernah:mrgreen: makan sate aneh apa lagiii…

  51. alfaroby Says:

    kebersihan adalah sebagian dari pada iman

  52. antobilang Says:

    okeeeyy.. jadi sekarang mari kita berbuka puasa…
    eh, what next bekisarnya apa nih? malah bahas yang lain nih..
    ayo, ada saran yang BERGUNA?

    tik, sakjane masalahmu ki opo to tik? *kabor*

  53. nico Says:

    mbak arum yang sebis dengan saya kan? duduk disamping dobeldenkan?

    yah, maap deh mbak, memori kita(saya khususnya) terbatas utnuk mengenal semua yang baru pertama kali hadir kemarin. bukannya disengaja, tapi emang gimana ya.. ada batas yang memang mau ga mau harus disadari.

    @tika: PR opo tik? public relationkah?

  54. pengki Says:

    what’s next ? temen2 diatas kayaknya udah ngasih tau juga ntok. kopdar lagi. entah itu sekedar nongkrong di angkringan lik man, nonton bareng, jalan2 ke gembiraloka (?).

    mudah2an kita semua bisa jadi saling mengenal satu sama lain.

    tik, sakjane masalahmu ki opo to tik?

    errr, mungkin lagi dapet ntok.:mrgreen:

    ** ditimpuk tika **

  55. ekowanz Says:

    ==>tik, sakjane masalahmu ki opo to tik?

    lha si tika kan ngebet nikah to…baca di postingan barunya deh..

    *nebar gosip anget*

    btw…kapan bikin plangnya???????jadi kan INI?..


  56. […] hari Minggu lalu, ketika saya masih senang-senangnya bertarung dengan sampah dan berbahagia dengan teman-teman baru, saya mendapat kabar si Eyang telah meninggalkan kita semua. […]

  57. arum Says:

    @nico
    injih mas :d jika seseorang meminta maaf, maka saya wajib memberikannya. tapi mas nico dan juga masmas/mbakmbak yg lainnya ndak salah kok:D
    saya mengerti dan amat sangat mengerti bahwa manusia memiliki banyak kelemahan. ini cuma intermezzo. okay:D

    *adakah yang bisa memetik missi dari wacana ini?:D

  58. arum Says:

    @nico
    injih mas :d jika seseorang meminta maaf, maka saya wajib memberikannya. tapi mas nico dan juga masmas/mbakmbak yg lainnya ndak salah kok:D
    saya mengerti dan amat sangat mengerti bahwa manusia memiliki banyak kelemahan. ini cuma intermezzo. okay:D

    *adakah yang bisa memetik missi dari wacana ini?:D

  59. arum Says:

    @nico
    injih mas :d jika seseorang meminta maaf, maka kita wajib memberikannya. tapi dalam hal ini mas nico dan juga masmas/mbakmbak semuanya ndak ada yang salah kok. saya amat sangat mengerti bahwa manusia memang makhluk yang penuh kelemahan.

    @deep
    halah… kesalahan sendiri yang diangkat untuk menimbulkan polemik<<<<<<<<<<<<< gak ada salahnya to mas?:D karena kebanyakan polemik memang berangkat dari kesalahan. dan dari polemik itulah kadang justru ada sebuah pelajaran.

    just intermezzo. jadi maafkan saya jika mungkin membuat kalian merasa digurui😀

  60. arum Says:

    wedew.. kok komenku dobel2. waduh netnya error:d

  61. Fa Says:

    @anonimus:

    “coba mengklarifikasi eksistensi saya”,
    haduh klo saya ketemu org spt ini pasti langsung nyerah deh. karena aseli saya ini ndak gampang hafal sama org, ndak mesti ketemu sekali trus ingat saat ketemu lagi..

    dan karena itu, saya pasti akan dg senang hati rajin2 mengingatkan teman baru saya bahwa saya ini Fa, soalnya saya nggak yakin orang akan selalu mengingat saya *scara saya ini bukan sebelbritis dan tidak punya obsesi utk menjadi sebelbritis*😀

    -yg sabar aja mas anto-


  62. […] Gadis Palembang Neng Chika Islam Feminis Retorika Pak Shodiq Mustika Kopral Geddoe Mas gantenK ToB BIL Neng Grace Pak Erander Itik […]


  63. “ah rupanya, di sini banyak jiwa-jiwa yang rawan terprovokasi. tapi syukurlah, masih ada beberapa yang ternyata penuh kerendahan hati:d”

    Jadi provokator kok bangga.

    Asal nganggur, siapapun pasti bisa jadi provokator.


  64. @ mbak Fa :
    eh sayah jadi inget, dulu ituh ada yang sampe ngaku kenalan 7 kali sama sayah.. *inget inget* tiap ketemu ngajak kenalan lagi.. lupa wajah lupa nama… **ngakak**

    sungguh karatan otak sayah inih..

  65. funkshit Says:

    nenk tika …. kenalan dnks. .
    nama saya kevin . ..
    *salaman .. cipika cipiki


  66. […] Anto :Bekisar, What Next? […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s