Pita Hitam Untuk Indonesia

Desember 27, 2007

Di penghujung tahun, bencana kembali datang menyapa negeri tercinta. Pagi ini, tidak seperti biasa saya menonton televisi. Tapi dada saya sesak, tayangan berita dipenuhi warta bencana demi bencana yang datang menjarah seluruh negeri. Banjir di berbagai lokasi dan tanah longsor memakan korban harta dan nyawa tak terkira.

indonesia.jpg
ilustrasi foto : indahnesia.com
Sehari sebelumnya saya mendapat pesan IM dari seorang kawan yang sedang terjebak banjir di kampung halamannya di Purwodadi. Kemudian dari harian online mengetahui kabar longsor di Karanganyar. Kapal karam di berbagai sungai besar dan laut. Beruntun berikutnya berita-berita menyedihkan datang memenuhi telinga saya dan memaksa kesedihan ini tumpah.

Daftar bencana banjir dan tanah longsor selama bulan Desember 2007 bisa disimak di link ini.

Tumbangnya tanaman keras yang menyangga perbukitan untuk memenuhi pundi-pundi harta penjarah, dibayar dengan tumbangnya nyawa-nyawa rakyat yang mungkin tak menikmati serupiahpun hasil penumbangan kayu. Begitu yang selalu terjadi, tumbal rakyat kecil adalah hal biasa. Tak bisa protes, tak bisa berteriak, karena telinga pejabat pun sudah disumbat dengan ranting-ranting uang. Paket kekejaman ini datang dan merusak dengan rapi dan tak berbekas. Tak jelas siapa yang akan bertanggung jawab, karena hanya Tuhan-lah yang bisa disalahkan. Manusia-manusia pongah itupun mulai menuduh bumi yang memang sudah menua tak bekerja dengan baik.

Sampeyan semua pasti tahu, ini memang kehendak Illahi. Namun kita juga tak boleh ingkar jika ini akibat ulah manusia yang tidak mengindahkan fungsi manusia sebagai khalifah di bumi. Manusia pongah mendengar kalau bumi ini diciptakan untuknya, lantas menggelar pentas sandiwara kebuasan. Bumi diperkosa, semua diekploitasi, semua dijarah. Ayat Tuhan di kitab suci yang memuat kisah penciptaan bumi untuk manusia tak membuat manusia menyadari akan ke’ada’an-nya.

Dan pentas sandiwara perusakan bumi serta tumbangnya nyawa manusia tak berdosa terus terjadi… 😐

48 Responses to “Pita Hitam Untuk Indonesia”

  1. Payjo Says:

    Saya sebagai yang ngaku2 aktivis Pecinta Alam juga malu, nggak bisa berbuat banyak😦

  2. daeng limpo Says:

    wah anto leyot baru terus, guwe suka leyot yang ini masalahnya adem dengan background hijau, pohon cemara dan salju yang berjatuhan alami banget

  3. Praditya Says:

    Jadi malu…

    *Turut mengenakan pita hitam…

  4. cK Says:

    tampaknya manusia harus introspeksi diri…😐

  5. didut Says:

    manusia memang tidak pernah sadar kalau ini memng ulah kita sendiri :refleksi:


  6. *ikut ber-duka akan bencana yang lagi-lagi ter-jadi di bumi nusantara ini*😐

  7. bodrox Says:

    ikut berdoa sajalah…


  8. Dan dengan pede-nya Menteri Kehutanan itu berkata bahwa bencana terjadi bukan karena kerusakan hutan.

    Dasar menteri pengecut!

  9. leksa Says:

    ya ya ya …
    memang ini semua disebabkan global warming… Ibu Bumi makin tua…
    banjir, karena Globa warming
    longsor karena global warming
    air laut naik karena global warming
    orang mati pun karena global warming…

    duuhh,..
    kasian si Global Warming disalahin mulu..😦

  10. Nike Says:

    Yup, nampaknya semua warga sudah harus mengetahui sebab kejadian ini. Instropeksi diri dan turut mengenakan pita hitam.

  11. venus Says:

    ikut berduka untuk indonesia, nto….

  12. annaherdianto Says:

    Aduh, si Gombal Warming lagi kah…?
    Mas, aku ngopi Today’s Campaign -nya yak….

  13. detnot Says:

    ikut berduka😦

  14. ika Says:

    yap,,ini semua tak luput dari kesalahan manusia yang sangat kurang perduli dengan lingkungan.,,,

  15. alle Says:

    setuju ma ijaleksa,..

    betewe kapan bergerak?

  16. annots Says:

    ga habis pikir gunung kidul, grobogan yang notabene sering kekeringan air pun juga terkena banjir.

    Pelantikan KSAD lebih menarik perhatian pemerintah dari pada banjir To *tabur bunga*

  17. unai Says:

    duka untuk Indonesia Nto

  18. ekowanz Says:

    msh kurang instropeksi tuh org2 indonesia…udh dikasih tsunami, udh dikasih gempa, udh dikasih banjir…kadang ya msh aj kurang bersyukur..kurang beribadah..kl pas lg ada bencana aja teriak2 tp kl bencananya udh lewat beberapa minggu banyak orang yg mulai kembali adem ayem.

    sistem d masyarakat sudah mulai tumpul rasa kemanusiaannya, rasa tenggang rasanya..tergantikan sifat egoistis..asal gw selamat ya udh..

    memang harus begini mungkin jadinya, alam kan mencari keseimbangan…hasil yang ditanam oleh segelintir orang harus dituai oleh banyak org tdk bersalah.

    *eh tumben aq komen serius yak??*

  19. Funkshit Says:

    @atas
    *klo gitu, saya mau koment ngga serius

    *Membayangkan diri pake pita hitam.. pasti saya jadi tambah gagah

  20. aRuL Says:

    lakukan hal2 kecil aja demi lingkungan, walau hasilnya ndak sekarang, tapi bisa memberikan umur panjang buat generasi2 baru ke depannya.

  21. Dekisugi Says:

    lebih besar dari pita, saya akan menggunakan slayer sahaja

  22. rozenesia Says:

    Idem sama di atas. *pasang slayer*

    Uh, tiap akhir tahun… bencana. 😦

  23. hadi arr Says:

    beberapa tahun belakangan ini bencana alam begitu banyak terjadi, sehingga ketika terdengar suatu daerah terkena musibah kita menjadi biasa mendengarnya, dan anehnya pemerintah selalu menjadi pemberi bantuan yang terlambat. Lucunya eh hebatnya semua bisa tertutupi dengan SBY berkantor di lokasi dengan fasilitas istana.

  24. ayahshiva Says:

    kalau di ingat ingat kayak nya indonesia selalu dilanda bencana setiap mau tutup tahun

  25. manusiasuper Says:

    Mari mengakui kesalahan, mengakui kelemahan, meminta ampunan…

    Ga perlu meminta orang lain dulu, mulai saja dari diri sendiri…

    Saya memang manusia…

  26. stey Says:

    saya malah sampai bertanya, tahun depan episode bencana apalagi yg kudu kita hadapi..jadi kayak nunggu sekuel film..turut berduka endonesyah!!

  27. papadhika Says:

    madiun juga lagi kena musibah banjir, mas. salam kenal dari blogger madiun.

  28. andi bagus Says:

    sedih rasanya denger berbagai bencana terus terusan di neger ini..namun kita pun patut introspeksi n ikhlas menghadapi berbagai cobaan dari Nya..

    nb : si mas anang pas kopdar di TP ikutan n sempet ngobrol ma mbak tika..tapi mas anang keburu pulang, si nyonya anang sakit saat itu..jadi gak ada foto antara si mbak tikabanget dengan mas anang..aku njaluk id ym mu poo mas ??

  29. zam Says:

    kiamat sudah dekat..

    *pake peci, nyincing sarung, ke mesjid terdekat*

  30. Payjo Says:

    @Oom Gun:
    Sepanjang tahun malah!

  31. antobilang Says:

    @ Payjo :
    untuk yang masih berjenis manusia, harusnya malu.

    @ daeng limpo :
    sama om, maaf saya trekbek.
    ah iya, theme menyambut natal & tahun baru😀

    @ cK :
    sudah jadi keharusan yang wajib didahulukan.

    @ didut :
    dan selalu menuduh ini cobaan, padahal ini hukuman.

    @ The Sandalian :
    menteri laknat!

    @ leksa :
    memang paling enak mengkambinghitamkan global warming, wong dia nggak bisa belian diri.

    @ Nike :
    mengetahui dan tidak berbuat apa2 sampai kejadian berikutnya datang.

    @ annaherdianto :
    silahkan mbak😀

    @ ika :
    mulai sekarang, ga bisa2 ditunda2, harus mulai peduli

    @ alle :
    ditunggu saran aktifnya juga ya😀

    @ annots :
    urusan politik emang menjadi kepentingan nomer satu di negeri ini, nots.

    @ ekowanz :
    betul ko, “asal gw selamat” tuh prinsip paling enak😐

    @ Dekisugi :
    kalo pake slayer, nanti foto peta indonesia gak keliatan dunks :p

    @ hadi arr :
    hahahaha. saya nggak ngerti, pas dilokasi kayak gitu apa ya tega ya?

    @ ayahshiva :
    rapelan/cuci gudang mungkin mas?😦

    @ stey :
    sekuelnya makin parah dan kita gak pernah mau belajar.

    @ papadhika :
    salam kenal juga, semoga madiun lekas pulih

    @ andi bagus :
    saya masih ragu ini cobaan? mungkin lebih pas nya azab?

    @ zam :
    *ikutan cincing2*

  32. superkecil Says:

    bang anto bisa juga kayak gini yak?

  33. mr.bambang Says:

    Tahun 2007 dibuka dan diawali dengan banjir besar…semoga tahun 2008 itu tidak terjadi, semoga yang terjadi adalah banjir besar wisatawan karena program Visit Indonesia 2008

  34. tonick Says:

    Kerusakan di bumi karena ulah tangan manusia juga…jadi kerusakan hutan juga karena manusia…termasuk kita semua

    :: bdoa semoga bencana segera berakhir ::


  35. […] bukan aku itu seorang Wakil Rakyat dengan setelan Jaket Hitam + Celana Hitam. Tanpa Pita Hitam. Tetapi didalam jaket itu tersimpan banyak perangkat, mulai dari flash disk, camera digital, […]

  36. Moerz Says:

    mengingat 3 tahun tsunami…

  37. dobelden Says:

    jd inget pilem doraemon pas natalan kemarin, bumi akan di hancurkan oleh penghuni langit karena terus terjadinya perusakan dan pencemaran😐

  38. nieznaniez Says:

    nanti kita taun baruan dalam hitam. pake pita hitam di lengan…
    tapi tetep bawa terompet dan tiup keras2. jangan lupa kembang api, memeriahkan suwasana.
    *ditimpuk pohon

  39. kombor Says:

    Pantaskah kita berduka? Bukankah bencana itu adalah balasan alam atas ulah kita?

  40. pacul Says:

    turut prihatin…….semoga jogja aman2 sajah

  41. telmark Says:

    bendera setengah tiang.
    btw, tiang benderanya juga roboh kaga kuat kena longsor ama banjir..😦
    sudah waktunya kita kembali ke Alam.

  42. bsw Says:

    Kebayang kan nTo, aku yg lagi nguli di “down under” sini, pas ngeliat berita ttg Indonesia kok ya mesti tentang bencana loh ya…..Eh pas kemarin liat TV ttg Malaysia kok malah tentang ukiran (asem tenan). Di “down under” sini juga ada bencana, tapi herannya di Indonesia itu loh, korbannya kok mesti banyak banget…dan sepertinya nggak ada henti2nya.

  43. Nazieb Says:

    Coba kita tanya pada rumput yang bergoyang…

    Eh, rumputnya ditebang juga..😦

  44. imcw Says:

    Rumah saya juga kebanjiran, Nto. Untung cepat surut jadi nggak perlu ngungsi.😦

  45. ndarualqaz Says:

    saya juga terjebak banjir [atau lebih tepatnya menjebakkan diri].

    saya tak bisa pulang ke madiun, padahal lagi minggu tenang ini


  46. makasih bro.
    gambar yang bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s