Masyarakat Memiliki Hak untuk Membubarkan FPI

September 30, 2007

Berita yang muncul di harian beberapa hari ini tak terlalu mengejutkan. Sudah dalam dugaan setiap orang pastinya. Bentrokan laskar FPI dengan aparat keamanan. Disebabkan oleh pelarangan razia yang dilakukan oleh laskar FPI terhadap berbagai tempat hiburan maupun rumah makan di beberapa kota selama Bulan Ramadhan.

Sabtu (29/09/2007 pukul 02.00 WITA)
Beberapa warga terluka akibat lemparan batu, termasuk Kapolsekta Samarinda Seberang Ajun Komisaris Arif Gunawan sempat terkena pukulan sarung golok saat berupaya mengamankan warga yang diamuk massa FPI Kaltim. Sumber : KCM Bentrokan Warnai Konvoi FPI Kaltim

Jumat (28/09/2007)
Ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) terlibat bentrokan dengan polisi. Bentrokan berawal saat personel Kepolisian Resor Jakarta Pusat membubarkan konvoi sepeda motor yang dilakukan sekitar 600 anggota FPI karena tidak memiliki izin. Sumber : Massa FPI bentrok dengan Polisi

Berita lainnya bisa anda cari di media, dengan kata kunci “FPI bentrok”, maka akan segera terhidang informasi para pasukan surga itu menghabisi setiap rintangan yang menghadang. Saya mengerti tujuan mereka pastilah baik, membinasakan kemaksiatan pada bulan Ramadhan. Tapi ada hal yang mereka lupakan, bahwa tidak ada paksaan dalam agama ini. Kita tidak bisa mengatur setiap manusia untuk baik sesuai dengan keinginan kita. Kitapun tak punya kuasa untuk mengatur agar semua orang berpuasa. Melarang orang mencari rejeki di bulan puasa. Mengenai penutupan tempat makan, menurut saya pemasangan tirai sudah sangat menghormati.

Semua ini terjadi setiap saat, setiap Ramadhan.

Perilaku buas mereka dalam melakukan sweeping sudah sangat tersohor di negeri ini. Pentungan kayu dan lemparan batu adalah bawaan wajib laskar dalam memuaskan hasrat merusak menegakkan kebenaran. Lalu apa yang bisa kita perbuat atas kejadian yang terus berulang-ulang ini?

Mari kita fikirkan, kasus pemukulan terhadap Kapolsekta Samarinda, cukup sudah menjadi alasan bagi keberadaan FPI untuk ditinjau kembali. Mereka sudah melebihi wewenang untuk menegakkan hukum di negeri ini. Mereka sudah terlalu berani dan semena-mena dalam perilaku terhadap masyarakat dan (bahkan) aparat. Kalau pasukan macam ini masih dianggap perlu, mungkin bisa dengan restrukturisasi organisasi FPI. Yang menurut saya tentu sangat tidak efektif jika master mind organisasi ini tetap sama.

Tapi jika anda beranggapan bahwa FPI patut dilenyapkan dan dibiarkan bersarang di musium, maka SILAHKAN GUNAKAN HAK ANDA SEBAGAI WARGA NEGARA untuk melaporkan pengaduan kepada aparat penegak hukum di negeri ini. Bagaimana caranya?

Silahkan masukkan pengaduan anda, keberatan anda sebagai rakyat atas adanya preman bersorban itu berkeliaran di bumi Indonesia ke:

Lembar Formulir Laporan Masyarakat POLRI
Semoga suara kita di dengarkan.
Setelah itu silahkan berdoa didalam hati masing-masing agar para pemimpin negeri dan masyarakat semua dibukakan pintu hatinya sehingga berani menyuarakan hak mereka. Biarkan seluruh masyarakat tahu bahwa mereka selama ini diperlakukan dzalim oleh sistem hukum yang tidak bertindak tegas terhadap kekerasan dan masyarakat yang permisif terhadap kebrutalan.

Salah satu teman kita sudah memulainya, lalu apa kita akan diam saja?

Iklan

103 Responses to “Masyarakat Memiliki Hak untuk Membubarkan FPI”

  1. nrkhlsmjd Says:

    pertaminaX 😀
    skalian…ijin copy banner skripsi *ambil banner di blog anto*

  2. cK Says:

    telaaaattt!!! KEDUAX deh…

    FPI?? duh…kelaut ajah…

  3. Ina Says:

    Ketigaaaxxxx

    FPI…= Teroris berkedok Jihad.


  4. Wah … gimana ya Indonesia kog makin serem saja. Mungkin karena kita memang kurang sadar hukum, kali aja.

  5. abeeayang Says:

    no comment dulu ah.. :mrgreen:

  6. Guh Says:

    200 juta orang lebih, termasuk para pemimpinnya diam saja ketika segelintir orang berkostum arab dan mengatasnamakan islam melakukan pengrusakan?

    Saya tidak mau jadi dungu begitu…. *click link pengaduan*

  7. Anti-Barbar Says:

    Ia mengakui, massa FPI turun ke jalan untuk melakukan konvoi damai dan tidak berniat melakukan “sweeping”. Namun kata Habib Muhammad Alwi Assegaf, FPI Kaltim melihat ada beberapa warga yang melakukan perbuatan tercela sehingga FPI membubarkannya. “Tidak ada niat melakukan ‘sweeping’, dan kami hanya menggelar konvoi damai,” ujarnya.

    Alasan Si Habib ketua DPD Front Pembela I####… *malu saya tulis Islam*.
    Oh, tentu saja kampret! Selalu KONVOI DAMAI alasanmu. DAMAI DARI HONGKONG?!

    Minta dikerasi juga ni monyet-monyet perusuh ramadhan ini. Bukannya tadarusan di mesjid atau di rumah, atau kaji-kaji agama, malah pada bikin rusuh dengan motor meraung-raung macam Hell’s Angels itu. 😡

    Provokasi terus, Nto! Ajak semua bikin laporan pengaduan, dengan jenis laporan bisa Unjuk Rasa, Penganiayaan Berat, Pembakaran, SARA, Demonstrasi, Pengrusakan.

    Bubarkan saja! Lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Bikin pesantren nggak, bicara kemiskinan nggak, bantu korban Lapindo nggak. Bah! Dasar sampah!

    Balik-balik ke banda aceh, kucari kalian, nj!ng 😈

  8. qnewt Says:

    bubarkan FPI!!!

  9. jensen99 Says:

    Stuju berat!!! Walopun di kotaku gak ada FPI & gak mungkin ada (bakal dibantai kalo ada), tapi tiap kali liat anarkisme mereka di media ya jadi sebal juga. Aksi premanisme berjamaah seperti itu memang harus ditumpas sampai ke akar2nya. Organisasinya dibubarkan dengan perintah pengadilan; “geng2” lain yang sejenis dikontrol dengan UU yang kuat (dan jangan pernah diberi ijin konvoi); pemimpin2nya ditahan dan diadili; dan sambil menunggu smua itu terjadi, kita harus terus mensupport Polisi dan warga masyarakat untuk tidak ragu2 melawan mereka. Hancurkan!!!

  10. munggur Says:

    ya… kelompok tersebut memiliki slogan ‘menyelesaikan masalah dengan lebih banyak masalah’.

    dibubarkan saja… setuju.

  11. ayahshiva Says:

    tapi tahun ini sepertinya entah berita yang telat ato memang kejadian yang baru terjadi, kalo pada tahun tahun sebelumnya berita tentang razia yang dilakukan oleh laskar FPI udah rame sebelum puasa, tapi tahun ini baru jadi berita setelah puasa berjalan 50%

  12. agorsiloku Says:

    Masyarakat tidak berhak, tapi hukum dan aparat berhak. Mereka yang merusak di negeri ini dengan alasan apapun dan menyalahi hukum harusnya ditangkap, diadili. Mana pernah negara ini berani sama perusak-perusak yang mencitrakan ummat Islam di negeri ini menjadi begitu rendah kualitas dan sikapnya.
    MUI seharusnya (jika merasa sebagai perwakilan ummat) mengeluarkan fatwa agar merusak diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. MUI jangan hanya ngurusin label halal dan haram doang atau ngurusin yang tidak banyak berkait dengan keresahan ummat.
    FPI yang santun dalam menegakkan ahlak dan mengusir kemungkaran janganlah dengan membuat kemungkaran yang sama. Apakah nabi mencontohkan !?.

    Kelu rasanya melihat anak bangsa mewakili Tuhan dengan cara-cara yang tidak rahmatil alamin.

  13. celotehsaya Says:

    ahh…

    hampir sama dengan soerat oentoek jang berkoeasapoeasanja mbak rose ja…

    tapi komen ik tetep sama…Indonesia ni kan negara hoekoem boekan negara Agama…ngapain sih bikin peratoeran jang aneh-aneh gitoe…toh mereka jang didakwa mengganggoe kesoetjian boelan ramadhan itoe kebanjakan oedah pada dapet idjin dari pemerintah…

    lagian kalo mereka nggak dapet idjin toh, Toehan g ngelarang manoesia beroesaha…kenapa mereka bikin peratoeran baroe jang kesannja melampaoei kekoeasaan Toehan…

    betewe…infonja ik pake boeat membantai argoemen di soeatoe foroem

  14. alex Says:

    @ jensen99

    Walopun di kotaku gak ada FPI & gak mungkin ada (bakal dibantai kalo ada), tapi tiap kali liat anarkisme mereka di media ya jadi sebal juga.

    Idem. Aku berani bilang, kalo mereka sempat bikin kelakuan yang sama di kotaku, bakal perang jadinya. Tidak semua muslim di pihak mereka, terutama dalam hal cara.

    Dakwah sosial! Dakwah sosial! Dakwah sosial! Dakwah sosial! Dakwah sosial!
    Itu yang seharusnya diterapkan! Bukan ngamuk macam anjing hewan terluka begitu.

    Nggak akan berpengaruh besar kalau cuma bongkar-bakar-hancurkan. Besok kemaksiatan juga akan keluar. Bantulah mereka yang kita anggap maksiat untuk keluar dari ‘lembah maksiat’ itu. Sekecil mungkin. Dari menggalakkan zakat, infaq dan sadaqah sampai dengan bikin pendidikan murah seperti yang dilakukan kawan-kawan di rumah bambu buat anak-anak jalanan…

    @ agorsiloku

    MUI seharusnya (jika merasa sebagai perwakilan ummat) mengeluarkan fatwa agar merusak diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. MUI jangan hanya ngurusin label halal dan haram doang atau ngurusin yang tidak banyak berkait dengan keresahan ummat.

    Saya sudah pesimis sama MUI, Mas. Agaknya takut berhadapan dengan FPI. Padahal jelas-jelas sikap FPI itu sudah mempermalukan umat muslim.

    Eh, saya dituduh bukan muslim, kurang beragama, karena ngeritik keras FPI. Pertanyaan sekarang adalah: APA ISLAMNYA FPI ITU YANG PALING BENAR?

    Kalo memang ada berbeda pemahaman dalam masalah dakwah, ya sudah: FPI cabut nama Islam. Bawa label lain, agar tidak ada yang misuh-misuh atas nama agama.

    Yang menjadi dalang ada kerusuhan begini di blog kan karena FPI bawa nama Islam, yang jadi agama mayoritas di Indonesia. Coba mereka bawa nama lain front pembela kesiangan, misalnya tentu saya dan kawan-kawan tidak akan mencak-mencak.

    Saya berniat mengirim surat ke MUI kalau ada waktu, sekalian juga pada ormas muslim lainnya. Kalau memang mereka mengaku mewakili muslim, maka mesti diadakan semacam jajak pendapat apakah masyarakat muslim di Indonesia mendukung atau tidak.

    Jika hasil akhirnya mayoritas menolak, jelas FPI mesti jadi sejarah atau mengubah cara dakwahnya. Jika tidak mau, well…. pemerintah bisa buka pulau-pulau baru yang masih kosong untuk mengirim mereka agar bisa hidup dengan nyaman, aman, damai dan tenang dalam suasana religius, tanpa diperbolehkan menjejakkan kaki ke masyarakat yang majemuk. Semacam perlakuan terhadap PKI di Pulau Buru dulu, kira-kira.

    Maaf, kalau ada yang tersinggung. Jangan pernah tantang saya untuk memperdalam agama lagi. Kita semua tahu diri bahwa kita ini tolol dalam beragama, dan itu sebabnya berusaha memperbaiki diri sendiri dulu. Sebrengsek-brengseknya saya, saya masih menelpon adik bungsu cuma untuk tanya masih ngaji atau sering tinggal shalat apa tidak…

    Berbaliklah ke rumah masing-masing. Perkuat keluarga masing-masing dulu, sebelum menghakimi orang…

    Kelu rasanya melihat anak bangsa mewakili Tuhan dengan cara-cara yang tidak rahmatil alamin.

    Saya bukan kelu lagi, Mas. Sudah muak dan naik pitam…. 😐

  15. cK Says:

    bakar ribut…!!! bakar ribut…!!! 😈


  16. […] tidak! Khan ada skrinsutnya. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana Jaiku bisa tahu orientasi Anto? Sampai iklan-nya pun menjurus ke orientasi […]

  17. aRuL Says:

    abstain aja duluh..

  18. Alex Says:

    Ah, mumpung lagi “hangat”, Nto, sedikit apdet buat yang bertanya, kenapa aku pesimis di Aceh yang jenis-jenis organisasi demikian akan ditolak. Take a look at this:

    Di Aceh nggak ada persoalan dengan agama. Semua boleh tinggal di Aceh. Orang Cina aman di Aceh. Orang kristen juga aman di Aceh. Kita takut ini ada pihak-pihak yang menunggangi mereka gitu. Karena tujuan mereka masuk ke Aceh adalah untuk membantu syariat Islam. Ini sudah sangat bahaya. Ini sudah sangat politis. Misalnya terjadi sesuatu terhadap orang asing yang ada di Aceh, bisa digeneralkan (disamaratakan, red) oleh dunia bahwa orang Aceh itu ekstrem.”

    Itu merupakan wawancara Nasrudin Abu Bakar, salah satu tokoh di masa konflik dulu, dengan Radio Nederland.

    Atau silahkan liat ini:

    Aceh nationalists insist that the “FPI and MMI are not welcome in Aceh and have never been supported by the Acehnese people, nor has their presence been requested”, adding that these groups are responsible for sectarian violence against non Muslims, especially against Christians, in Java and other Indonesian regions.

    *taken from <a href=”http://www.asianews.it/index.php?art=2358&l=en”here*

    FYI, ada juga pawai dan himbauan yang dilakukan oleh anak-anak santri dari pesantren-pesantren di Aceh. Tapi tidak ada yang rusuh seperti FPI itu.
    See? Di sini kalo urusan ibadah masih fanatik, tapi toleransinya masih lebih baik daripada front-front demikian.

    *Buat yang tanya: puwashhh?? puwassh??? 😆 *

  19. Alex Says:

    Walah… salah quote itu linknya. Kemakan akismet …. 😦

    *colek2 anto buat nge-cek dan benerin nutup tag* :mrgreen:

  20. ekowanz Says:

    i agree…
    paling inget waktu kejadian di boulevard ugm 2002/3 lalu (cmiiw) rasanya kl aq ini punya power (jd kapolda jogja misalnya) pasti dr dulu udh aq bkn perhitungan..

  21. mardun Says:

    Ampun dah, tak pikir sudah nggak ada lagi loh. Ternyata Front Peniru Islam itu masih beraksi terus toh 😛

  22. almascatie Says:

    masyarakat bayut yg mana nih?
    😆
    *kaburrrrr*

  23. venus Says:

    marah, jijik, malu karena mereka dengan sombongnya bawa2 bendera agama! bener kata chika, ke laut aja!

  24. PriyayiSae Says:

    bubarkan FPI, krn memang masyarakat tidak berhak main hakim sendiri….
    tp jg ada konsekuensi : Aparat yg selama ini leda-lede dalam bertindak, harus menjadi TEGAS thd segala kemaksiatan! Hukum hrs benar2 ditegakkan!

  25. jalal Says:

    btw, secara lebih konkret kita punya hak apa untuk membubarkan FPI? hak itu di atur dimana ya? Undang-undang mana? pasal brp?
    Pembubaran PFI secara Legal itu rasanya tidak mungkin dilakukan. Sebab FPI tidak pernah mendaulat dirinya sebagai ormas anarkis, dalam pendiriannya (bahkan bisa dibilang sebagai oraganisasi dakwah).
    Ada pun tindakan yang bisa dilakukan atas insiden yang melibatkan FPI hanya dengan mempidana ‘oknum’ anggota FPI. Bahkan bilamana dapat dibuktikan telah membujuk para anggotanya untuk melakukan tindak anarkis dan kriminal, pimpinan PFI bisa dipidana. sampai saat ini pemidanaan terhadap badan hukum (setau saya PFI itu berbadan Hukum) tidak mungkin untuk dilakukan, kecuali dalam hal korporasi semacam PT Lapindo Brantas, atau korporasi pers. Pemidanaannya pun hanya dapat dilakukan paling-paling dengan pidana denda, sedangkan pidana kurungan tidak mungkin.
    ada cara lain untuk membubarkan FPI, yakni secara Politik. Yakni dimana Presiden RI membuat Peraturan Presiden, dimana didalamnya memberikan kewenangan kepada Kejaksaan Agung untuk membubarkan FPI, karena FPI telah dinyatakan sebagai ormas terlarang.
    Ini soal Politik Jadinya, seberapa bisa berani Pemimpin kita untuk berlaku ADIL.

    NB: Keberadaan FPI dengan berbagai sepak terjangnya, seharusnya menjadi Tamparan BESAR kepada Kepolisian RI. andai kata saja POLRI sigap menyelesaikan soal-soal tentang tempat remang-remang dan pelacuran mungkin FPI tidak perlu mengotori kaki mereka di tempat-tempat maksiat. Jangan-jangan benar kata mu, polisi hanya baru Berobsesi untuk menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. 😀

  26. Hedi Says:

    Menyeramkan, menyedihkan, merendahkan martabat, bla…bla…bla.


  27. Kita hidup dalam masyarakat yang majemuk, siapa yang bisa menghentikan kemaksiatan? Jawabnya pasti hanya orang yang bersangkutan. Tak perlulah FPI mengotori nama mereka dengan aksi aksi damai yang nyatanya brutal. Bikin malu orang Islam saja.

    Kalau mau menciptakan suasana religius di bulan suci ini, ciptakanlah…! Ini negara Hukum bukan negara Agama. Su’udzhon saya : jangan jangan mereka juga mau kalo disodorin barang mulus, gayanya…huh

  28. k' tutur Says:

    ikut merasa malu 😦
    tapi tolong selidiki, the man behind the screen-nya

  29. k' tutur Says:

    wualah……..
    pestan batal po ra……..???
    *takut dirazia………kabur*

  30. caplang™ Says:

    tangkepin aja, pak!!
    pada ga pake helm tuh!!

    :mrgreen:

  31. imcw Says:

    saya setuju mas…bubarkan fpi, tapi kayaknya akan menemukan jalan terjal karena beberapa info yang saya dengar, fpi merupakan piaraan polisi…

  32. dwy Says:

    mmm, begitu ya FPI, cukup bagus juga sih..kalau kita gak berbuat salah kenapa mesti khawatir dan takut sih, yang mereka gebukin orang-orang yang zina,mabok, itujuga khusus di bulan puasa.Aneh anda2 sekalian ini gimana negara mau maju kalau rakyatnya aja doyan maksiat dan pemberantas maksiat malah di permasalahkan, memang mereka terkesan anarkhis tapi apa anda sekalian gak sadar bahwa mereka berbuat begitu karena polisi juga merupakan salah satu pelaku maksiat ( rahasia umum ).
    Cobalah anda semua berpikir sedikit rasional dan jangn mengandalkan Emosional ( apalagi puasa-puasa ), saya berkomentar ini berasala jauh dari hati nrani saya yang melihat kebobrokan negeri ini.saya bukan FPI,PKS,HTI apa lagi NU.saya murni non Blok.

  33. johanes iwan Says:

    Ada kelebihan ada kekurangan mari liat kelebihan-Nya aja….

  34. AdhiRock Says:

    heran sama Pak Sutanto; Ulu Pangabean dikejar-kejar, Tomy Winata sampai kabur ke Sulawesi krn sepak terjang Sutanto. Tapi kok gak kedengaran sepak terjangnya ketika menghadapi FPI????


  35. Kembali, tanpa tembusan kepada pihak yang bersangkutan, semua teriakan ini tidak akan didengarkan mereka… 😕

  36. qizinklaziva Says:

    Kenapa FPI harus dibubarin? Emangnya aparat keamanan di negeri ini sudah berjalan maksimal, sehingga mampu menjalankan tugasnya untuk memberantas aksi kemaksiatan. Kalau aparat keamanan emang sudah berjalan dengan baik, nggak perlu polisi swasta kayak FPI. Tapi kalau lom berjalan, perlu ada khalifah di bumi Allah untuk menegakkan ayatnya.

  37. imiL Says:

    hadooooooooh… FPI lagi… FPI lagi….
    hidup FPI !!! hiduup….!!!
    yeah…. 😛

    *kabur*

  38. 'K, Says:

    spertinya gerakan moral harus segera dimulai neh
    to siapin bannernya, n masing2 perbanyak komen negatif tentang fpi
    jadi andai orang luar gugling maka mereka akan tau bahwa fpi tidak sama dengan Islam
    smangat!!!!
    kibarkan panji2 bayut perlawanan


  39. […] para “Petinggi” Muslim itu (baca: FPI) berpikir bahwa agama Islam hasil garapan mereka adalah agama yang mampu […]


  40. Hmmm…..semoga tembusan yang saya berikan benar.

    *Berdoa*

  41. funkshit Says:

    horeeee…….ada tawuran

  42. kangguru Says:

    wah ada bakar ™ bakar ™ lagi nih mana mana mana

  43. hendra_ku Says:

    ho ho ho,,,
    bubarkan saja fpi, memalukan saja,,,,
    polisinya lagi tambah geblek, udah tau fpi gk punya wewenang dalam razia koq malah dibiarin, ya mbok ditangkep, payah polisinya, kekerasan malah dibiarin aja,,,,
    wes jan parah tenan!!!


  44. isi laporan:

    Pak/Bu
    Tolong selidiki motif di balik “razia” Front Pembela Islam” di berbagai tempat.
    Berjuang untuk Islam atau sengaja merugikan Islam?

    terima kasih
    Rishag Andiko

  45. hoek Says:

    hmm…begimana kalo postingan-postingan kek gini dikirimken ke surad kabar? sufaya masyarakad endonesa ngerti dan matanya jadi sedikid terbuka terhadaf kelakuan fara freman bergamis futih itu?
    begimana? begimana? soale kalo cuma di interned doank fercuma, sayank postingan sebagus ini ndak bisa dibaca oleh orang yang lebih banyak lage…

  46. manusiasuper Says:

    To, udah berapa yg nge-klik?

  47. Magister of Chaos Says:

    Wah kisah lama nih…

    mau sih mau…Tapi saya gak bisa lapor,umur belum cukup…hehe…

  48. almascatie Says:

    jangan dibubarin
    kasian anak istrinya
    😆

  49. imiL Says:

    hmm….
    FPI vs Blogger…
    saya pegang FPI aja deh, pk fuur 1/2 gimana?

  50. hersurant Says:

    Apakah kurang bencana di negeri ini, apakah sudah lupa awal Romadhon tahun ini Bengkulu diluluhlantakkan oleh Allah. Kalau organisasi semacam FPI ini dibubarkan dan orang-orang mendem (mabok), zina, judi malah diijinkan bahkan diberi tempat yang nyaman, dilindungi dengan Undang-Undang, maka kita hanya akan menunggu waktu Indonesia ini ditenggelamkan oleh Allah. Sebenarnya kalau Pemerintah kita (Pak Polisi) tegas dalam menyikapi kemaksiyatan, maka bencana FPI dan organisasi semacam tidak akan muncul. FPI muncul karena kurang tegasnya Pemerintah menangani maksiyat. Contoh Khalifah Umar bin Khathab, ada gempa menguncang Arab, maka yang beliau serukan pertama kali adalah : “HENTIKAN MAKSIYAT”. UNTUK FPI MAJU TERUS PANTANG MUNDUR!” TAPI JANGAN LUPAKAN BATAS-BATAS SYAR’I”

  51. sandynata Says:

    wah sip sip!! bannernya bagus!! saya pasang juga ah!!!!

  52. baliazura Says:

    sbenernya masyarakat juga udah ga setuju dengan ulah segelintir orang yg mengatasnamakan agama untuk melegalkan kelakuannya.
    apa mereka tuch ga sadar klo Indonesia tercinta ini bukan milik satu agama dan segelintir orang aja.

    * MODE kesel,kesebel is ON *

  53. wulan Says:

    waks… benar benar islam yang tidak islam…
    buat saya yang islam jadi malu akan ke islaman..
    benar-benar sinisme agama yang tidak beragama..

    *kumur-kumur*
    *sadar*
    barusan ngomong apa ya??

  54. zozon Says:

    Buat anti Barbar…
    Nah elo apa bedanya dg si FPI…????mungkin leboh kayak provokator aja ente….he he 2x..cape dech…

  55. heikhal Says:

    aku juga setuju bngt mereka dibubarkan. gara-gara mereka juga Islam jadi hina di mata non-muslim. Sok-sok alim, pake jubah, pake pakaian putih, trus ngerusuh,,, mereka menurut aku bukanlah tim pembela Islam, malah tim melecehkan nilai Islam…

  56. calonorangtenarsedunia Says:

    izin ngambil banner FPI

  57. mr lekig Says:

    Bubarkan IPDN… lho? salah ya?

    Bubarkan FPI, kerjanya bikin rusuh aja.

    Woi FPI, bisa nggak sih kalian bikin kegiatan yang membuat orang tersenyum…? Bisa nggak????

  58. cecep_dadang Says:

    FPI : adalah gerakan politik dari keturunan arab yang berhasil membodohi pengikut-pengikut nya (dari kalangan preman) untuk mengikuti mereka.

    FPI : menjual agama untuk kepentingan kelompok arab itu, mereka juga mengambil mentah-mentah budaya arab dan mencoba menerapkanya di Negeri kita. Contoh kecil : apa cocok seorang muslimah menggunakan pakaian jilbab warna hitam dan menggunakan cadar dan hanya terlihat matanya saja (kayak kapal selam) ? apa cocok dengan kondisi cuaca di Negeri kita yang mempunyai tingkat kelembaban yang tinggi? kalau di arab sono ok lah kelembaban sangat kurang sehingga mereka berpakaian seperti itu untuk menjaga kelembaban, lha kalau di sini ??? bakalan keringatan sepanjang hari. Saya berpendapat cara berpakaian ini bukan cara islam tapi cara arab. ISLAM ARAB.

    Waspadalah,waspadalah dan kembalilah ke akar budaya masing-masing dan waspadai bahaya LATEN ARAB.

    <>

  59. cecep_dadang Says:

    ((((sorry re-post karena tampilnya tidak lengkap))))

    FPI : adalah gerakan politik dari keturunan arab yang berhasil membodohi pengikut-pengikut nya (dari kalangan preman) untuk mengikuti mereka.

    FPI : menjual agama untuk kepentingan kelompok arab itu, mereka juga mengambil mentah-mentah budaya arab dan mencoba menerapkanya di Negeri kita. Contoh kecil : apa cocok seorang muslimah menggunakan pakaian jilbab warna hitam dan menggunakan cadar dan hanya terlihat matanya saja (kayak kapal selam) ? apa cocok dengan kondisi cuaca di Negeri kita yang mempunyai tingkat kelembaban yang tinggi? kalau di arab sono ok lah kelembaban sangat kurang sehingga mereka berpakaian seperti itu untuk menjaga kelembaban, lha kalau di sini ??? bakalan keringatan sepanjang hari. Saya berpendapat cara berpakaian ini bukan cara islam tapi cara arab. ISLAM tidak sama dengan ARAB.

    Waspadalah,waspadalah dan kembalilah ke akar budaya masing-masing dan waspadai bahaya LATEN ARAB.

    rindu suasana tahun 80-an ketika masyarakat solo masih rasional dan bisa membedakan Isalm dengan ARAB menghajar encik-encik karena mereka dzolim pada tukang becak , sekarang masyarakat solo dan sebagian lain indonesia (via organisasi FPI, MMI merelakan dirinya menjadi BUDAK ARAB!!!!

  60. Ina Says:

    ijin pasang banner yack 🙂

  61. bakazero Says:

    wah, sapa yang salah ni FPI atau pemerintah ya?
    ga tau juga deh… kayaknya sistem di Indonesia dah mulai “aneh”
    banyak “pelegalan kemaksiatan” dimana-mana dengan kata “lokalisasi”…
    kayaknya mang harus bebenah masal kalo mo bener lagi ya…

  62. Heureuy™ Says:

    FPI … hmmm fenomena islamofascism … 😦


  63. Always. Always, special political privilege for religious zealots.

  64. manusiasuper Says:

    To, banner gw ukurannya mbelebeh, editin ya,, (apa itu mbelebeh??)

  65. sandynata Says:

    idem sama manusiasuper
    bikin yang width nya lebih kecil yo….

  66. asad Says:

    aku sebenarnya ngga’ setuju dengan cara – cara kekerasan yang dilakukan FPI dalam memberantas kemaksiatan. Menurut Islam yang berhak menindak dan menghukum pelaku kejahatan (baca:kemaksitan)adalah pemerintah. Sementara individu & masyarakat tugasnya dakwah membina ummat agar taat hukum (baca:syariat islam). tapi wong di negeri ini Korupsi jadi budaya, zina dilegalkan, miras dan narkoba bebas beredar, pornografi ditoleransi de el el…… tanpa ada tindakan tegas dari aparat. ya trus mau gimana lagi ?!
    jadi yaa wajar kalau ada orang2 yg ngga’ sabaran trus berbuat maen hakim sendiri.
    saya pikir kalau negeri ini mau tenang maka kita perlu revolusi besar di bidang hukum dan kenegaraan !
    kira2 kalian setuju ngga’ kalau kita buat revolusi aja?!

  67. MancHoeR--KuN Says:

    FPI membuat gw menganggap ISLAM merupakan ajaran agama yang diciptakan oleh manusia sendiri.. tanpa ada pewahyuan dari yang Maha Kuasa Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya… Gw seorang penganut kepercayaan bukan penganut suatu Agama manapun..

    awalnya gw menghormati semua Agama yang ada di Indonesia tercinta ini… tapi dengan kejadian yang marak berkembang dengan tindakan dari FPI.. membuat gw tidak lagi menghargai Agama ISLAM (dalam hal ajarannya)…

    Apakah toleransi terhadap Bulan Puasa harus dipaksakan?????
    memasang spanduk besar2 untuk mengajak orang lain menghormati yang puasa,,,, membongkar paksa warung nasi yang buka siang hari (sudah pake ditutupin kain demi menghargai yang puasa juga masih di hancurkan),,,,, DLL…
    Sepengetahuan gw semua Agama memiliki bulan2 tertentu untuk puasa tapi tidak ada yang seheboh Agama Islam dinegara Indonesia ini untuk memaksakan orang lain ber toleransi…. (Payahhh!!!!)

    Penghakiman FPI gw sangat terlewat batas dan telah melanggar undang2 negara.. untuk hal kemaksiatan harus diberantas.. gw ga terlalu mepermasalahkan… tapi menghancurkan warung2 yang buka selama bulan puasa itu yang menjadi keprihatinan gw..

    Dan Ketahuilah wahai anggota FPI jika mengaku orang yang beriman “hanya orang yang TIDAK memiliki dosa yang berhak menghakimi seseorang… apakah pantas engkau menghakimi seseorang?? ”

    Renungkanlah setiap tindakanmu perkaya dirimu dengan perbuatan amal dan jauhi diri dari tindakan yang kau anggap itu dosa.. Jangan menilai orang lain sebelum engkau bisa menilai dirimu sendiri…..

    Salam Cinta Damai..


  68. […] Sekedar mengatakan bahwa Islam itu mendukung poligami atau malah mengatakan ajaran Islam itu penuh dengan kekerasan bakal lebih kuterima ketimbang alasan seperti nggak kuat puasa atau malas […]


  69. Setuju, mari bubarkan FPI. Islam tidak butuh dibela.

  70. INDOBIKERS Says:

    Halah…FPI … Derajat dan martabatnya rendah …

    Polisi bisanya nilang doang, giliran FPI ngerusuh pada kabur kali yee…

    FPI bikin jelek nama umat islam …

    Masbro gimana ya cara ngambil bannernya ???

  71. ami Says:

    kenapa harus pasukan Islam yg di bubarkan. toh banyak pasukan kristen yg menjajah lewat akhlak atau pendidikan kenapa ga ada yg berani. coba pada berani ga bubarin kegiatan kristenisasi yg merusak n berusahan memperbelah silaturahmi umat islam. ha gw tanya lo pada berani ga bubarin kristenisasi. pada kaga berani kan…? katro lo.

  72. danalingga Says:

    *lihat komen di atas*

    *ngakak guling guling*

  73. xXx Says:

    Setuju bubarkan FPI!
    Emangnya mereka itu Allah yg bisa menghakimi siapa yg dosa atau salah?
    Bikin malu Islam lo keparat!
    Ketua FPI juga makan duit sogokan dari tempat2 hiburan gede, masih berani mengatasnamakan Islam?


  74. @ ami

    kenapa harus pasukan Islam yg di bubarkan. toh banyak pasukan kristen yg menjajah lewat akhlak atau pendidikan kenapa ga ada yg berani. coba pada berani ga bubarin kegiatan kristenisasi yg merusak n berusahan memperbelah silaturahmi umat islam. ha gw tanya lo pada berani ga bubarin kristenisasi. pada kaga berani kan…? katro lo.

    perlu baca tulisantulisan saya, mbak? 😉

  75. Johan@Joe's Says:

    siapapun kita….di manapun kita…..apapun agama kita…..bulan puasa atau bukan….Tuhan tidak pernah sekalipun mengajarkan kita untuk saling mencelakai, menghukum dengan persepsi pribadi.

    Salut untuk semua dukungan saudara sekalian yang peduli akan rasa kemanusiaan. Karena saya percaya itulah hal yang harus dijunjung tinggi di dunia ini sebagai dasar iman kepada Yang Mahakuasa.

    Bila FPI harus bubar,maka bubarlah………..

  76. setan Says:

    bubarkan saja…hilangkan dari muka bumi indonesia
    fpi ini yang bikin hancur nama Islam…
    fpi = front penghancur islam….
    memalukan nama agama…
    mana ada merusak dan membunuh atas nama agama…
    otak jangan ditaruh di dengkul


  77. setuju FPI bikin malu saja..membuat Islam semakin identik dengan budaya kekerasan dan main hakium sendiri..

  78. blogfaizal Says:

    FPI >> Khawarij >> anjing2 api neraka!!!!!!!!!!

  79. secondprince Says:

    ah pokoknya saya gak suka kekerasan
    siapa aja mah mau FPI atau siapa aja yang lain
    tetap tidak setuju

  80. zoel Says:

    lha si Habib Rizieq (Hitler-nya FPI) emang bukan orang Indonesia, jd ya ga tau gimana budaya indonesia yg sopan santun & saling menghargai.. penginnya si Habib (yg asli Arab) tuh apa? mau meng-arab-kan indonesia? ingat peribahasa “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.) islam masuk indonesia ga pake kekerasan, tapi membaur dgn kultur. (itu setau aq lho, hehehe..) so, mending Habib Rizieq ngajak anak buahnya semua anggota FPI ke arab, kalo perlu ke palestina, tinggal pilih mau ikut Fatah atau Hamas buat nyerang Israel, atau mau ke Irak? tinggal pilih mau ikut Sunni apa Syiah, daripada di sini teriak-teriak Allahuakbar tapi yg diteriaki -dan dipukuli- adalah sodara sendiri, sodara sebangsa, yg sama2 cari makan & cari hidup di tanah yg sama, negara yg sama, bahkan saya yakin islam kita sama, cuman cara kita aja yg beda, situ bar-bar, kita sih lebih milih Islam yg Rahmatan lil Alamin.. gimana?? ^o^

  81. brapiolove Says:

    FPI, wujud rasa tanggung jawab seorang muslim yang salah arah. Kalau kita takut umat islam terseret kedalam arus globalisasi(yang buruk tentunya) mari kita bentengi umat kita dengan ajaran-ajaran agama, sampaikan dengan santun. Mulailah dengan anggota yang ada di FPI, kemudian keluarganya. Untuk mencegah/membasmi kemunkaran pertama dengan tangan kita dan FPI gak punya kewenangan untuk itu karena masih ada pemerintah, kemudian dengan lisan dan FPI rasanya bisa melakukan cara ini namun harus dengan tatacara yang baik, ketiga dalam hati, kita berdo’a semoga Allah membantu kita melenyapkan kemunkaran itu. Jadi menurut saya FPI gak perlu dibubarkan hanya perlu dirubah, itu saja.

  82. Leo Says:

    saya tidak setuju dengan FPI karena sikapnya yang anarkis. sebaiknya dalm bertindak dengan izin pemerintah. kenapa mereka tidak bertindak dengan lemah lembut dalam berdakwah sebagimana yang dicontohkan Rosul. dalam hal ini mereka telah salahhhh. Tapi saya tidak setuju dengan komentar-komentar sebelumnya yang tidak menyukai wanita yang bercadar. ketahuilah akhi, cadar itu disyari’atkan dalam islam. makanya!!! buka hadits-hadits Rosul yang menjelaskannya. ngomong itu jangan pake pikiran sendiri dengan mengatakan di arab kelembababan rendah, budaya arab,dll. kamu ga tau semua istri Rosululloh pake cadar dan sebagian sahabat ada yang pake cadar. kenapa mereka disunnahkan becadr? bukan karena udara kering, melindungi panas, dll. tapi itu semata-mata menghindari wanita dari kehinaan dengan menampakkan wajah cantiknya di depan laki-laki yang kebanyakan pikirannya ngeres. mereka akan lebih mulia dengan jilbab dan cadarnya itu karena kecantikan dan auratnya hanya untuk suaminya atau mahromnya. kebetulan aja teroris atau sebagian kelompok islam yang sesat memakainya,. emangnya istri Rosululloh yang diperintahakan bercadar itu teroris atau aliran sesat. Hati-hati kalo nagomong!!!! bisa-bisa Alloh murka dengan ucapan lho….

  83. H_JOY Says:

    Maaf maaf nih gue ……
    Bagaimanapun timbulnya suatu gejolak dalam masyarakat kita pasti dipicu oleh suatu sumber yang tidak kita inginkan juga …..
    dan saya kira kalo FPI bertindak bisa dimungkinkan karena lambannya aparat dalam mengambil sikap terhadap laporan masyarakat dan penanganannya ……
    kita tidak bisa menolak suatu KEMAKSIATAN hanya dengan ngetak ngetik, ngobrol ngalor-ngidul, lirak-lirik, bisik-bisik, itu berarti MUNAFIK (alias pengecut)!!!
    pelacuran sex !!!!! yang mau ya cuma PELACUR SEX !!!! dasar PELACUR !!!!
    bermabuk ria (in the hoy) !!!!! yang mau ya PEMABUK !!!! dasar SAMPAH !!!
    Lha yang menolak itu semua ….. ya pasti baik akhlaknya !!!! HIDUP ISLAM !!!

  84. lalalala Says:

    FPI bubar ajalah.masa pake2 jilbab koq ngerusuh?
    jilbab kan simbol dr agama itu sendiri. brarti bw2 nama agama u/ sesuatu yg salah. ckckck..koq bs ya..

  85. ms E.** Says:

    gini de..mo di bubarin apa nga gw ga peduli.
    mending kasi seminar perkumpulan doa bwat para FPI.
    jd bisa ngerti makna di balik ajaran agama itu.
    bukan lngsg asal pake jilbab tp gatau apa2.
    cuma bwa2 nama agama jd jelek, dan sebagai org yg punya agama kalo ngelakuin hal2 yg gag bener, dosa nya bakal 2x lipat dr org yang belum kenal Tuhan lo.
    so be aware wit ur behavior. God knows everything!
    =)

  86. FPI ok2 aja tuh Says:

    Jgn diberantas mas tapi dikoreksi. Sekarang gue mau tanya elo: mau dibiarin aja tuh kemaxiatan?

  87. Mardies Says:

    Menurut saya, FPI ada adalah karena Polisi dipandang tidak mampu menanggulangi kemaksiatan. Polisi memang gampang disuap untuk membacking.

    Masyarakat setempat ada yang kurang berani bertindak, atau malah masa bodoh terhadap hal-hal yang (menurut adat timur) sangat meresahkan.

    Jadi ada sebab, ada akibat.

    Yang saya tahu, sebelum menjalankan aksinya FPI terlebih dulu menyurati Polisi dan diskotik (atau semacamnya). Karena tidak mendapatkan tanggapan, FPI mulai menggunakan cara-cara seperti itu.

    Yang ditayangkan media hanya FPI sedang merusak. Tidak pernah saya melihat media umum yang menampilkan sisi baiknya. Sehingga apa yang dilihat masyarakat adalah FPI menggunakan kekerasan, FPI tidak pantas mengatasnamakan Islam, dll.

    Demikian opini saya.

    NB: Saya tinggal di Pati. Ditempat saya tidak ada FPI dan saya tidak kenal satupun anggota FPI. Sekali lagi ini hanya opini.

  88. Khairun Abubaker Says:

    Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, tapi rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjata api polisi itu tidak ada artinya.


  89. KEPADA YTH:
    DETASEMEN 88

    Telah ada indikasi kelompok teroris Yaitu Bernama
    FPI atau disebut dengan FRONT PEMBELA ISLAM
    Mohon segera diproses menurut hukum.

  90. HB.RIZUCKS Says:

    Bubarkan saja FPI tunggu apa lagi????

  91. arya Says:

    @all yang merasa FPI tidak pantas dibubarkan
    Anda semua berusaha mengalihkan obyek pembicaraan ke arah penghancuran maksiat, apalagi sampai membawa2 nama agama lainnya. tolong lah, buka dulu mata Anda lebar2 sebelum Anda bicara.
    AKKBB itu orang2 yg sedang melakukan zinah? sedang maksiat? kalau otak dan mata Anda masih waras seharusnya Anda tahu apa yang sebetulnya terjadi.
    janganlah merasa paling berkuasa dan berhak berbuat apa saja hanya karena Anda merasa ajaran yang Anda anut paling benar.

    sekian,
    terimakasih

  92. FPP Front Pembela Pancasila Says:

    Gosip.. gosip.. gosip

    yang ngelakuin bukan FPI kok, cuma org pake label aja.

    Labelnya mau pesan label apa mas? aku bisa sediain macam2 ni.hehehehe
    udah sering berbuat, tapi nda mau ngakuin.. ya gt… capek deh.

  93. ekowanz Says:

    eh postingan bangkit dr kubur ;))

  94. escoret Says:

    tok,bensin di jogja harganya berapa..???
    ama semarang beda ga..?????

    eh,ijin ambil barner FPI ya..???

    suwun….


  95. […] membuat banner pembubaran FPI sudah sejak jaman baheula, tapi kekerasan FPI itu tetap berulang. Saya juga tahu, pastinya sejak […]

  96. tutu1ng Says:

    Bubarkan FPI!

    Bukan apa-apa, selain solidaritas terhadap orang-orang yang kena getahtindakan kekerasan yang berlebihan masa’ dibiarkan tindakan-tindakan anarkis macam itu? Bukannya itu cuma bikin jelek nama Islam?

  97. blezkok Says:

    1. turun kejalan melakukan tindakan anarkis wahhhhhh.
    dengan mengatas namakan forum islam,,,,, banyak kasus2 yg dilakukan oleh organisasi ini, lalu mana????? sifat islam yg sebenarnya. islam preman kampung, tororis kelas termina, bingung gw, masalah lg muncul ketiga pemimpin fpi melakukan tanggapan apa lagi laskar komandonya sooooookkkkkkkk banget,

    2. kabuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrr, setelah polisi menyatakan menangkapan anggota fpi

    3. laskar komando fpi dinyatakan buron, emang pemerintah lambat banget apa lagi polisi, sudah tau organisasi gak beres biarin aja tanpa pengawasan

  98. Yagami Says:

    Dibubarkan ?! biar para liberalisme, sekularisme, pluralisme dan para demokrat yang sok modern dan bisa hidup, tumbuh dan berkembang ?

    Ricuh saat demo mah biasa atuh…., ya sebagai konsekuensi demokrasi, tapi kayaknya pemberitaan mengenai ricuhnya FPI kok nge-Bum banget ya…, kayak berita tsunami…., kemarin dari pagi sampe malem beritanya FPI…mulu, mulai dari detikcom sampe berita tv…

    kasus kekerasan Golkar, PDI , PKB kalo dibanding FPI jauh lebih banyak, bukan hanya saat kalah Pilkada bahkan para petinggi di dewan juga kadang rusuh dan berantem, di pemerintahan banyak yang korupsi…., ngga pernah tuh ada yang nuntut dibubarin baik media maupun…

    Yang ana tau, akhir2 ini sebelum kejadian “Tragedi Monas”(syet dah istilahnya dramatis banget…) aksi razia FPI biasanya didukung dan dikawal polisi….

    Meskipun ana tidak setuju dengan kekerasan FPI kemarin…, kalo dipolitisir kaya gini mah serem juga jadinya…

    coba kalo ngga ada FPI…, bendera playboy pasti berkibar di Jakarta….

    Lha dibanding Anshor dan Banser yang menjaga gereja, mending FPI. Memberantas maksiat. Kenapa cuma lihat kekurangan FPI???????

    Memang pernah lihat Banser dan Anshor memberantas maksiat, minuman keras dan sebagainya?

    Lucunya mereka katanya marah karena gus dur dihina Habib, tapi mereka enggak pernah marah saat gus dur menghina Al Qur’an. Lagian asal tau aja bulan mei 08 lalu si gusdur baru pulang dari Israel dan menerima penghargaan dari Israel.

    Hidup FPI……

    Soal salah dan benar, silahkan hukum yang menilai bukan orang per orang

    Percuma bubarin FPI, Mujahidin mati satu tumbuh seribu.

    HIDUP FPI!!! HIDUP FPI!!!

  99. pn Says:

    Di buka lowongan jadi Panglima Laskar FPI. dg syarat:
    1. Bisa berteriak tanpa sound.
    2. Penampilan SADIS
    3. Dapat MEMBUNUH, MENGHANCURKAN & MEMBINASAKAN (gampangannya kayak sifatnya SETAN)
    4. Irihati, dengki, sombong & arogan (kayak Iblis)
    dll.. pokoknya mirip Habib, munarman dan mahluk spt iblis sejenisnya…
    Mosok tuhan dibela oleh akal kekuatan manusia.. kasihan banget tuhan kayak gak ada kuasanya…
    Intinya Gambaran tindakan mereka lebih mencerminkan keadaan neraka daripada surga…. TOBAT.. TOBAT

  100. antobilang Says:

    SAYA TUTUP YA KOLOM KOMENTAR,
    kalau mau MAKI-MAKI silahkan tulis di kertas lalu masukkan dalam botol dan buang ke laut. Biar anak cucu kita (yang menemukan) akan tau, bahwa kita hobi menghujat dan saling maki.

Komentar ditutup.