Ospek

Agustus 23, 2007

Di sekitar hari-hari ini akan ada satu ritual untuk mahasiswa baru, atau maba yaitu ospek (di tempat lain ada berbagai macam istilah, di sini anggap istilahnya cukup dengan ospek, saja). Eh, sebentar, saya juga masih termasuk maba, bukan? mahasiswa bangkotan :mrgreen:

Bisa dijumpai, wajah-wajah baru yang tentu saja masih terlihat polos, culun, dan katrok. Kelimpungan kesana-kemari mencari segala atribut tetek-mbengek yang diwajibkan oleh senior mereka. Ah, gerah dengar kata “senior”. 😮

Berbagai macam pernak-pernik yang diwajibkan oleh para senior itu, menurut saya, hanya akan membentuk si maba tadi seperti badut. Compang-camping tidak karuan. Belum lagi barang-barang yang menjadi atribut langganan ospek, harganya mendadak mahal. Bukan salah penjual yang mencuri kesempatan dengan menaikkan harga, tapi saya mencium ada konspirasi antara panitia dan penjual. :mrgreen:

Sampai selama ini saya kuliah, belum pernah rasanya melihat ospek “yang katanya ingin membentuk generasi mahasiswa yang peduli” itu dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Selalu saja terjadi penunggangan kepentingan oleh pihak-pihak tertentu. Mahasiswa baru, yang polos, culun, dan katrok tadi tentu saja merupakan mangsa empuk untuk doktrin-doktrin golongan. Jangan heran apabila ada kakak kelas yang mendadak ramah dan membantu anda. Tanpa kenal sebelumnya kemudian meminjamkan buku dan lain sebagainya. Silahkan diterima saja. Dan dalam waktu yang tidak lama, dia akan datang lagi. Membawa undangan, untuk apa? Ya, bisa jadi pertemuan-pertemuan. Dimana otak anda akan dicuci. Dalam sekejap anda berubah menjadi manusia yang benar-benar berbeda. Anda tiba-tiba memusuhi golongan tertentu di kampus. Anda tiba-tiba (seolah) mengetahui peta konspirasi di kampus. Anda tiba-tiba akan (seolah) faham dengan berbagai masalah yang ada di kampus anda (tentu saja dari versi si pembuat cerita tadi).

Silahkan memilih, memerdekakan diri anda dan menemukan jati diri di tengah perlawanana terhadap ancaman doktrin yang hebat itu, atau membiarkan diri anda ikut hanyut dengan irama gegap-gempita yang semu itu.

Yak, adik-adik mahasiswa baru, bersiaplah untuk memasuki dunia yang penuh tipu daya.

38 Responses to “Ospek”

  1. jejakpena Says:

    Entah kenapa untuk alasan Ospek, dengan gaya senior-junior itu sampai hari masih dipertanyakan pengaruh signifikannya ke disiplin atau silaturahmi angkatan (paling gak menurut saya pribadi).

    Prinsip senioritas cukup kental. Senior dengan gaya bentakan, adek-adeknya dikasari, disuruh pakai atribut aneh-aneh yang sebenernya ga relevan sama sekali pengaruhnya ke intelektual, alasannya membentuk kedisiplinan, haa, abis ospek jadi biasa aja tuh. 😛

    Anehnya budaya ini lestari terus ya? 🙄

  2. cK Says:

    ga ada skrinsut berarti hoax :mrgreen:

  3. cK Says:

    nto, mana postingan yang elo janjikan?? 😀

    yang tentang kepalamu itu lho 🙄 huehehehehe…

  4. zam Says:

    yang pasti saya kerepotan melayani mahasiswa baru cewek-cewek yang mengerjakan tugas..

    huhuy..

    ospek emang perlu!

    gyahahaahhaha

  5. Fajar Says:

    hahaha
    ospek
    sebuah pembodohan massal
    cuih
    😆

  6. vend Says:

    ya klo itu bener namanya ospek, yang penting panitianya seneng, ndak peduli pesertanya mo seneng juga apa ndak 😛
    beda ama di sini (jurusan, bukan institut), namanya pengkaderan (dulu).
    pengkaderan meletakkan peserta sebagai subyek, bukan obyek. jadi, apapun dan bagaimanapun yang didapat, pasti ada makna di baliknya, karena kerja keras panitia adalah untuk memunculkan kader2 baru dari diri mereka sendiri 🙂
    -ngomong apa si ven?-
    makanya, pada kuliah di institut puteri indonesia aja :mrgreen:

  7. rd Limosin Says:

    Ospek??? ajang cari jodoh

  8. deep Says:

    doktrinasi itu perlu..

  9. peyek Says:

    keterpaksaan dan memang dipaksa, telen aja doktrin buat sementara waktu

  10. imcw Says:

    huehehehe…serius amat 🙂

  11. almas Says:

    Yak, adik-adik mahasiswa baru, bersiaplah untuk memasuki dunia yang penuh tipu daya

    iya kak.. angkatan berapa kak? kapan lulusnya neh?
    *kabur*

  12. alex Says:

    Entah kenapa untuk alasan Ospek, dengan gaya senior-junior itu sampai hari masih dipertanyakan pengaruh signifikannya ke disiplin atau silaturahmi angkatan (paling gak menurut saya pribadi).

    Benarnya ada hasilnya, sih. Komunitas Kami benarnya dari ospek-ospekan juga dulunya. Tapi mungkin karena ndak pake kekerasan yang berlebihan kali, ya, terus bukan sekedar pelampiasan dendam para senior, maka jadi solid.

    Paska OSPEK dihilangkan/didiamkan, mahasiswa malah jadi melempem. Ikut pengkaderan, diseret jadi kader u-know-what yang cuma mau bergerak kalo perintah/anjuran rois-rois-nya atau something-like-that datang.

    Kekerasan, jelas nggak baik. Cuma perpeloncoan itu saja yang mesti diubah. Kalo cuma bentak-bentak ala IPDN atau cuma ceramah dalam ruangan, sama saja nggak efektifnya…

    Ya, atribut2 dgn harga sekian itu memang memberatkan. Ajak saja mereka kemping atau hiking, tanpa ada acara maki2 segala. That’s how we did it before 😐

  13. deking Says:

    Mentang-mentang MABA* :mrgreen:

    *) dikopipais dari pernyataan antobilang yang kepanjangannya Mahasiswa bangkotan

  14. alex Says:

    @ deking

    Mentang-mentang MABA* :mrgreen:

    *) dikopipais dari pernyataan antobilang yang kepanjangannya Mahasiswa bangkotan

    hahaha… jadi ingat joke gelar fiktif di Banda Aceh sini: Drs. Salam MA
    Drs. Salam = Darussalam (Kampus dimana Unsyiah dan IAIN Ar-Raniry berada)
    dan MA = Mahasiswa Abadi 😆

    eh, gelaran lain seperti MAPALA (Mahasiswa Paling Lama) ada juga tho di sana? :mrgreen:

  15. Adi Nugroho Says:

    ikz, nasib. taun ini aku jadi mahasiswa baru.


  16. aku ngga pernah ikut ospek tuh… pas jadwal ospek aku ngeloyor dengan enaknya di depan temen temen.. heheheheheh

  17. Rudy Says:

    Setuju sama mas Anto. Disiplin? Silaturahmi? Hmm, tergantung orangnya aja sih.

    CMIIW, setahuku sih gak ikut ospek juga gak papa.

  18. beginiadanya Says:

    Mas, aku pendatang baru di blog. Kira2 perlu ikut ospek blog tidak ya?

  19. arya Says:

    eh, belum komen…
    saya sih stuju sama ospek, karna banyak anak2 mahasiswa baru terutama yg cewek2 yang culun2, yg lucu dan menggemaskan dan bisa dijadiin pacar
    :mrgreen:

  20. Rudy Says:

    swt, perlu. besok jangan lupa bawa karung goni sama kalung gembreng (tutup botol) ya 😀

    ::::::::::
    saya bayar duit aja bisa ga, kak?

  21. alex Says:

    @ arya

    saya sih stuju sama ospek, karna banyak anak2 mahasiswa baru terutama yg cewek2 yang culun2, yg lucu dan menggemaskan dan bisa dijadiin pacar
    :mrgreen:

    gyahuahuahua… menyatakan dgn tepat inti dan maksud 68%™ senior =))
    *ngakak

    ::::::::::
    itu sih akal2an arya, yang ga jauh2 dari persoalan selangka…*ditembak petrus*


  22. Joe, Indonesia saja sudah penuh tipu daya. Keadilan saja sudah dilelangkan. 😕

    Jadi ingin membantai keparat – keparat itu..

    ::::::::::
    ayo bantai! *asah golok* mana keparatnya? 😛

  23. alex Says:

    Joe, Indonesia saja sudah penuh tipu daya. Keadilan saja sudah dilelangkan. 😕

    Pake sistem tender?? Mestinya pada rebutan tender donk kalo lelang, kaya project2 negara selama ini 😈

    Oh, God… what a lovely… I Love Indonesia 😆

    ::::::::::
    wah, lelang pun masih penuh tipu daya, jauh lebih parah lagi kalo tanpa tender 😆

  24. manusiasuper Says:

    Kangen ngospek, whuaaa,,,,

    ::::::::::
    kangen cari mangsa2 baru ya? 😛 dasar…

  25. tonick Says:

    ospek..perlu banget…persiapan ganti pasangan dan persiapan ngurangi jatah bulanan hehehe:)

  26. sezsy Says:

    emang ospek masih jaman gituh?? hehehe

  27. kian Says:

    ospek…

    wuah saya mah..netral aza Mas…

    ada Ospek yo melu ae..ikutin suruhane…ga usah mikir susah2…lurus2 aza…ga usah protes…

    yakin aza…semua itu akan seimbang

    apa yg dikeluarkan=apa yang didapat…

    walo hasil yg didapat mungkin bisa berupa energi dlm bentuk laen…

    halah..ikhlas aza…hehhehe..kecuali martabat tercabik …wuahh bisa beringas ane

  28. diditjogja Says:

    eh, itu….mas nya!
    ya kamu!!!
    *maksude koe To!*

    angkatan baru juga ya?

  29. hendra_ku Says:

    say no to ospek!!!

    gwe gk pernah ikut ospek & ng-ospek, gk perlu banget!!!


  30. Dirimu menentang ospeknya? ataukah sitemnya?

  31. funkshit Says:

    “Bisa dijumpai, wajah-wajah baru yang tentu saja masih terlihat polos, culun, dan katrok.”

    wah,saya jgua mau ospek nich. dan saya juga msh terlihat polos, culun, namun keren

  32. ayahshiva Says:

    selama pengalaman aku jadi mahasiswa di dua kampus yang berbeda, aku paling males kalo disuruh ngikutin kegiatan ospek

  33. Catshade Says:

    Jangan heran apabila ada kakak kelas yang mendadak ramah dan membantu anda. Tanpa kenal sebelumnya kemudian meminjamkan buku dan lain sebagainya. Silahkan diterima saja. Dan dalam waktu yang tidak lama, dia akan datang lagi. Membawa undangan, untuk apa?

    Kalau undangan untuk makan siang bareng, nah itu pasti Anto yang lagi nyari gebetan baru 😀

  34. Heureuy™ Says:

    senioritas pasti akan selalu dijunjung tinggi … kayanya …

  35. Cojones Says:

    O MY GOD….
    O S P E K….

  36. Rachmad Kurniawan Says:

    ospek , kegiatan yang tak bermanfaat buang uang ,buang tenaga , buang waktu. cobalah digunakan untuk kegiatan sosial yang lebih bermanfaat , memupuk rasa solidarisme antar sesama sebangsa setanah air, atau bisa juga melakukan lomba tulis karya atau penelitian kecil yang sesuai dengan jurusan adik mahasiswa, bisa lebih bermanfaat..

    Daripada suruh baris berdiri panas2 panas2an , ya kapan majunya indonesia pantesan selalu ketinggalan sepur dari negara tetangga sebelah 🙂


  37. Reallywhat are cockles? And I agree on the manipulating comment about the early birthday wishes. Geeeeez..well allright then, early happy birthday, happy early birthday or whatever.;-). 49 huh? I do find the you dont look 49 comments a bit scary, I know theyre not meant that way but stillhow does one look? I really dont know since I dont look a day over 34 so there :-). Flo you look pretty damn good to me (sorry Im not straight but also not biased) and Im sure youre gonna kick some much younger ass in your next race. Have a terrific Labor Day weekend! Cheers!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s