Pensiun

Agustus 21, 2007

Berbicara tentang kesejahteraan, tentu saja referensinya bukan guru, bukan buruh, bukan pula petani. Bukan, bukan, pokoknya bukan yang berlabel “rakyat kecil”. Berbicara tentang kesejahteraan, tengoklah saudara kita yang ada di gedung parlemen. Dengan karung besar menempel di perut mereka, plus hiasan janji janji kebohongan kala kampanye tahun lalu yang digantungkan di leher mereka, melenggang seenaknya “anu”nya sendiri menipu rakyat dengan bungkus undang-undang.

Semua tahu, berapa banyak pensiunan Guru dan setumpuk pegawai negeri yang hanya menerima dana santunan pensiun sekedarnya yang barang kali tak akan cukup untuk makan sebulan. Tentu saja jika berlaku seperti manusia normal yang makanan berkarbohidrat, berprotein, berlemak dan sejumlah pelengkap lainnya, melainkan bila hanya memakan rumput-rumputan, pastilah cukup dana itu.

Kalau, melihat berita ini (sumber detik.com) :

Keputusan pemberian pensiun seumur hidup terhadap anggota DPR sudah diatur dalam UU 9/1953 jo UU 10/1971. Menurut anggota DPR, jika ingin diubah atau dihapus, UU-nya harus diubah dulu.

“Kenapa gaji PNS Rp 1 juta, kenapa anggota DPR sekian, pensiunan sekian, itu UU yang mengatur. Yang buat UU siapa? Kan pemerintah dan DPR. Kalau mau diprotes, diubah saja UU-nya,” cetus Ketua FPAN Zulkifli Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/8/2007).

Jika masalah ini ingin dipertanyakan, Zul menyerahkan sepenuhnya kepada pembuat kebijakan.

“Saya jadi anggota tiba-tiba dapat gaji sekian, dapat tunjangan, dan katanya dapat pensiun. Kita nggak tahu, kita nggak minta. Jadi ya terserah, kita santai saja” katanya.

Sebelumnya PT Taspen minta pemerintah mereformasi kebijakan pensiun, khususnya buat angota dewan yang masakerjanya hanya 5 tahun, tapi mendapat pensiun seumur hidup.

Santai?
Santai, ya?
Santai ndhas-mu pecah! 😮

45 Responses to “Pensiun”

  1. sora9n Says:

    “Saya jadi anggota tiba-tiba dapat gaji sekian, dapat tunjangan, dan katanya dapat pensiun. Kita nggak tahu, kita nggak minta. Jadi ya terserah, kita santai saja”

    Bleh, gak punya sense-of-crisis… 🙄

    Btw, PERTAMAX!!! 😀

  2. zam Says:

    hehehe…

    cen njaluk diobong kui edung de-pe-er..


  3. Gile benar. Dah kerjanya nggak becus, tukang plesir, gajinya umpakan, eh dah nggak kerja masih dapat pensiun lagi. DPR cap apa itu, Kang?

  4. telmark Says:

    ada yg salah memang dgn gaji dan pensiunan pns.
    *kalau gajinya saja sudah ngos2-an, bayangkan gimana dgn uang pensiunannya*

  5. rd Limosin Says:

    weee… untung gak niat jadi pegawai

  6. Sugeng Rianto Says:

    Santai?
    “Saya jadi anggota tiba-tiba dapat gaji sekian, dapat tunjangan, dan katanya dapat pensiun. Kita nggak tahu, kita nggak minta. Jadi ya terserah, kita santai saja”



    Makin nambah rasa antipatiku dengan birokrat dan sekutu2nya. Mereka cuma santai2 saja, sementara masyarakat semakin tercekik dengan berbagai kewajiban pajak.***Siyal 😈

  7. peyek Says:

    mas boleh disensor, mau numpang misuh buat mereka!
    gimana?

    apa sekarang ada yg mau menasehati saya, agar tidak cuman menghujat?

  8. cK Says:

    enak bener…

    *ngelamar jadi anggota DPR*

  9. almas Says:

    duit harom ga itu mas?
    jangan2 jadi anggota dewan duit gaji harom, uang pensiun harom jga…
    ya haromain semuanya deh
    :mrgreen:

  10. Resta Says:

    gimana klo yg ngomong santai itu kita gantung aja di monas…biar dia tau rasanya santai :mrgreen:

  11. antobilang Says:

    [sora9n]
    yah, itulah gambaran umum para penghuni gedung parlemen, meski tak semua gitu
    ah iya, pertamax ya, saya lupa membajaknya 😆

    [zam]
    eh, ada sarjana … 😆
    piye, kapan rencana ne ngobong? melu aku!

    [Sawali Tuhusetya]
    eh, lumayan lho… 5 tahun tidur, pensiun seumur hidup.
    beda ama guru, kerja seumur-umur, uang pensiun …… (ah, malas meneruskan, mulai mulas perutku). DRP cap apa ya? cap..kecap… 😆

    [telmark]
    nah, lo! iya ya, gajinya aja sudah seret gitu.. gimana pensiunnya… 😥

    [rd Limosin]
    trus niat jadi anggota parlemen saja? :p

    [Sugeng Rianto]
    lha iya dong, wong mereka itu jadi anggota DPRnya gak sengaja kok
    tiba-tiba gitu… :mrgreen:

    [peyek]
    misuh emang gak cukup cak kalo cuma misuh2an, coba aja ada yang lebih kasar pisuhannya :p

    [chiKa]
    uang pensiun buat aku ya?
    *siap2 gantung chika*

    [almas the tuzki]
    wah, kalo mau itung2an harom…saya ndak ikut2..
    ndak perlu diitung soal e, harom semua gitu… :p

    [Resta]
    ide bagus! wah, monasnya penuh dong… 😛

  12. Resta Says:

    ga penuh lah, gantung satu2 trus jatohin

  13. alex Says:

    jadi ingat penggalan lirik ini:

    pembenaran teatrikal super-mall
    opera sabun panitia penyusun undang-undang pemilu
    yang mencoba membanyol tentang kekonyolan demokrasi
    yang rapi berdasi bertopeng mutilasi pembebasan dengan sekarung argumen basi
    tentang bagaimana menyamankan posisi pembiasaan diri di hadapan seonggok tinja
    para sosok pembaharu dunia bernama PASAR BEBAS dan perdagangan yang adil
    untuk kemudian memperlakukan hidup seperti AKABRI dan dikebiri matahari
    terlalu pagi mengkhianati
    dan heroisme berganti nama menjadi C-4, Sukhoi dan fiksi berpagar konstitusi
    menjenguk setiap pesakitan dengan upeti bunga pusara dari makam pahlawan tetangga
    bernama Arjuna dan Manusia Laba-laba
    pahlawan dari Cobain hingga Visius
    dari berhala hingga anonimous bernama Burung Garuda Pancasila
    yang menampakkan diri pada hari setiap situs menjadi sepejal bebatuan yang melayang…

    Menarik? Atau mengganggu?
    Apapun, apa yang terjadi dengan keegoisan mereka, ada juga kesalahan kita-kita ini. Mereka bukannya para wakil parlemen yang kita coblos dan kita tuntut bubar setiap musim kompetisi liga dimulai dan berjalan…? Hal yang terjadi berulang-ulang.
    Ya, berulang-ulang!. Hingga PEMILU sudah menjadi candu dgn mimpi valas dan stabilnya kurs mata uang… 😆

  14. atmo4th Says:

    Duh, cuma bisa bilang : Santei kepala lu!!!
    bener-bener lupa deh, mereka dibayar untuk mewakili dan menyejahterakan rakyat..

  15. venus Says:

    kita ledakkan saja ndhas pecah mereka! piye????

  16. Joerig™ Says:

    salah satu usaha pertama hitler dalam revolusinya yaitu membakar gedung parlemen …

    *… terus hubungannya apa ya ??? …*

    ::::::::::

    [Joerig mode : OFN]

    anggota2 dewan itu emang sialan … udah ga becus, goblok dan tolol, tapi dapet pasilitas yg aduhai … kalo aku yg jadi anggota pasti aku akan melarang semua itu, rakyat no 1, dan aku pasti akan melakukan tugas-ku sebaik mungkin, jauh lebih baik dari mereka …

    nah sekarang aku udah jadi anggota dewan … dan aku sudah siap menghadapi cemoohan yg pasti akan aku terima dari semua orang … karena katanya aku ga becus, goblok dan tolol, tapi dapet pasilitas yg aduhai …

    [Joerig mode : OFF]

    ::::::::::

    ah lega … udah OFF, jadi aku udah normal lagi … hehehehehe … 😆

  17. sez Says:

    kalian hidup susah??
    gaji kecil?? pensiun pas-pas-an??

    salah sendiri..

    saya mah lagi santai…

  18. Joerig™ Says:

    ah sial … itu harusnya [Joerig mode : ON] … 😦 …

  19. imcw Says:

    makanya berhentilah menjadi orang konyol yang memilih anggota DPR yang juga konyol…

  20. kangguru Says:

    Gini nto
    kalo Guru mau mendapat kesejahteraan lebih, harus tunggu sampai usia 50 tahun atau mengabdi setidak tidaknya 20 tahun, trus ikut tes sertifikasi atau tes kelayakan mengajar, trus harus diperiksa portofolionya aktif ngak di organisasi, aktif ngak di masyarakat, pernah nulis karya ilmiah ngak de el el…..
    nah kalo anggota wakil guru di dpr ngak perlu semua itu…. langsung otomatis bagaikan jalan tol

  21. ayahshiva Says:

    itulah kenapa semua orang berlomba-lomba menjadi anggota palemen

  22. nailah zhufairah Says:

    jadi yang bener aja dehh…

  23. CY Says:

    halah halah… kirain si Anto mo pensiun nutup blognya kyk wadehel, tak taunya ngomongin kroco papan atas sono…


  24. Kerja di DPR enak, tahu – tahu dapat gaji, tahu – tahu dapat laptop. Kontribusi bisa minimal.

    Lagipula, korupsi di indonesia hanya diganjar rata – rata 1-3 tahun. Sudah begitu, kalau punya koneksi di penjara, hidup tidak akan berbeda dengan dunia luar. 😕

  25. tonick Says:

    kurang sugih ya sing ning senayan???? kasian kok yo wakile dewe “mlarat mlarat”
    mlarat ati
    mlarat perasaan
    mlarat ekonomi…(mosok??)
    moga” kita yang diwakili gak ikut mlarat

    > mihael…satu lagi..tahu-tahu ketahuan maen pilm seronok..

    wwakakakaka

  26. xwoman Says:

    kasian sekali ya mereka…

  27. manusiasuper Says:

    Saya pikir dirimu mau pensiun to, karena prustasi dengan the S thing itu,,,

    Taunya malah lebih parah lagi isinya…

    Kenapa laskar pengebom bunuh diri itu tidak merubah sasaran saja ya??

  28. Irwan Says:

    Jangan2 kalo di itung2 itu termasuk pengeluaran negara yg terbesar (ada ga ya yg berani itung)
    Mo dong jd anggota DPR..
    😆

  29. hendra_ku Says:

    @zam & anto
    aku yo melu ngobong ya, kapan rencana ne?
    jo lali, aku dihubungi ya !!! thak tunggu loh !!!

  30. mbelgedez Says:

    Mbok Yao, situ sebagai rakyat jangan pada marah-marah sama saya.
    Kan dulu situ yang milih saya jadi anggota dewan ?
    Ya to ???
    Lha kok sekarang situ marah-marah begitu ya ndak pantes lah….

  31. dnial Says:

    Wuahahaha……..
    Yang mbuat peraturan lho DPR.
    Kok bilang nggak tahu apa2…

    Pura2 bodoh atau benar2 bodoh?

  32. Kang Adhi Says:

    Blogger ada pensiunannya gak ya?

  33. deKing Says:

    Mmmm…berarti akan banyak pensiunan di negara ini, lha mereka kan dipilih 5 tahun sekali…

    geblek….


  34. heh?
    pensiun seumur hidup?
    enak benerrrr???
    gue mo daftar jadi anggota depeer juga aaah…

    😈


  35. Eh, emang PNS pensiunnya ngga seumur idup ya?

    *gag ngerti*

  36. alex Says:

    @ mbelgedez

    Mbok Yao, situ sebagai rakyat jangan pada marah-marah sama saya.
    Kan dulu situ yang milih saya jadi anggota dewan ?
    Ya to ???
    Lha kok sekarang situ marah-marah begitu ya ndak pantes lah….

    huehuehuehue… untung cuma sekali terjerumus dosa memilih anggota parlemen ular beludak itu, taon 1999. Tanpa memilih mereka pun, masih banyak yang bisa dilakukan kok. Toh, pemilu cuma ritual untuk memilih boneka2 barbie yang rapi dan necis sebagai pajangan di senayan, di kantor parlemen daerah. Fungsi mereka ya itu, utk memenuhi polemik di media, jadi sasaran makian WNI frustasi macam saya (dibayar lagi!).
    Dengan atau tanpa mereka, hidup toh terus saja berjalan…

    Bangga donk kita jadi orang Indonesia™ Di negara yang mana ada yang sesantai kita hidupnya, dgn tingkah laku anggota dewan demikian? 😆

  37. colonelseven Says:

    yo kono kowe wae sing bengok…gawe wo petisi maneh mengko aku jatah transfer wae

  38. deep Says:

    ampuh tenan… sekarang lagi jaman santai2 ya…???

  39. mr lekig Says:

    “Yang buat UU siapa? Kan pemerintah dan DPR”

    oooo, pantas saja gaji pemerintah dan DPR gede2 banget, wong mereka yang buat UU-nya.. Saya usul, gimana kalo yang UU itu guru dan petani.. kita buat gaji pemerintah dan DPR sekecil mungkin, setuju?

  40. aad Says:

    piye nek angota dpr ki disobek2 wae…

  41. jejakpena Says:

    Lagi-lagi. Kaya gini sih orang yang kita pilih buat mikirin rakyat? Pada mati rasa begitu?

    Mengerikan ya, jadi aneh aja mereka duduk jadi wakil rakyat.

  42. kai Says:

    bakar!!!! hancurkan!!!!
    kepung gedung de pe er beserta orang yg ada di dalamnya……..

    *nyiram bensin*

    *balik lagi ke pertapaan*

  43. Rudy Says:

    mereka udah lupa kayaknya kalau duitnya duit utangan pinjaman dari luar negeri. mungkin dulu mereka miskin jadi dah biasa ngutang minjam duit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s