Dia yang tak Tergantikan…

Mei 30, 2007

Berita kematian Wadehel yang diumumkan oleh Teguh, benar-benar menjadi berita paling mengejutkan bagi dunia blogosphere. Berlebihan tentunya, karena pendapat ini subyektif dari sudut pandang pribadi saya. Segala macam reaksi dan ekspresi tumpah ruah sejadi-jadinya muncul sebagai tanggapan atas kematian wadehel.

Ada yang meyakini bahwa wadehel tidak akan bertahan dengan keputusan ini, dia hanya bercanda, atau dia hanya sedang bosan, dan akan segera kembali. Ada juga yang merasa begitu kehilangan karena selama ini wadehel memang menjadi sosok figur pemberani, meski dengan gaya menulis yang satire, tentunya apabila di cerna dengan otak santai dan tidak tertutup kebencian, maka tulisan wadehel ini adalah tamparan-tamparan keras bagi moral kita. Lihat saja bagaimana wadehel mengungkap tentang poligami, meski beberapa menyatakan ini adalah pembahasan yang tidak bermutu, karena mempermasalahkan sunah Rosul ataupun ketentuan Ilahi. Tapi saya sendiri, secara pribadi pada akhirnya membenarkan pendapat wadehel. Bisa kita bayangkan peraturan jumlah istri yang hanya boleh 4 saja itu, karena tidak ingin terlalu membebani masyarakat waktu itu. Dimana pada jaman itu beristri puluhan adalah suatu kewajaran. Lalu sekarang, ketika laki-laki sudah lazim beristri satu, kenapa alasan jumlah 4 biji istri itu dijadikan pembenaran. Sungguh mudah diterima otak, logika yang diungkap wadehel, namun sayangnya beberapa otak yang telah tertutupi kebencian selalu mencela pendapat wadehel ini.

Belum lagi, adanya sekelompok [yang-kita-sama-sama-tahu-siapa] yang telah mengungkapkan tidak akan memperdulikan lagi wadehel dan tingkah polahnya. Kebahagiaan mereka benar-benar tercermin di berbagai komentar maupun postingan. Mereka begitu bergembira, layaknya telah membunuh si pengacau yang selama ini mengganggu mimpi-mimpi mereka untuk melakukan pembodohan-pembodohan. Mereka menganggap bahwa perang melawan wadehel telah usai ketika si legenda mati. Tapi sayang sekali begitu banyak yang mereka lupakan. Masih banyak pemain-pemain lain yang tak kalah garang. Dengan rasukan roh wadehel, mereka bersatu padu membuat sebuah blog baru yang dimaksudkan untuk meneruskan perjuangan Guh. Perlu diketahui, ini bukan ekspresi sesaat yang juga akan berhenti ketika masa berkabung usai. Namun semangat membara ini saya rasakan begitu menggelora di dada setiap wadehelis yang ingin berpartisipasi dalam blog itu.

Wadehel memang tak tergantikan, dia akan terus hidup, dia akan terus menjadi panji-panji perjuangan melawan faham pokoknya™. Blog Omaigat yang lahir sehari pasca kematian wadehel memang tak pernah bisa menggantikan kehadiran wadehel, Blog ini hanya akan melanjutkan perjuangan wadehel dengan semangat-semangat wadehel.

Teguh sama sekali tidak tahu tentang blog ini [setidaknya sampai saya menulis ini], entah apa yang akan dikatakan Guh ketika melihat blog hasil keroyokan para wadehelis ini. Bangga? oh menurut saya kok tidak, dia pasti akan sedih.
Sedih
karena ternyata, faham Pokoknya™ masih bercokol di dunia blogosphere!
Sehingga masih diperlukannya sebuah blog (perjuangan lanjutan) untuk melibas faham tersebut.

wadehel yang tak tergantikan, kenangan bersama wadehel hanya akan selalu hidup di hati kita masing-masing.

numpang OOT : mumpung anda baca blog ini, silahkan baca komentar orang ini di blog idola remaja masa kini, untuk meyakinkan anda semua, betapa wadehel itu adalah ikon kesesatan.

pesan saya sih, jangan sampai komentar di sana jikalau anda memiliki avatar makhluk bernyawa (kecuali tumbuh2an). komentari saja di sini, hahahaha.

38 Responses to “Dia yang tak Tergantikan…”

  1. gessh Says:

    “adanya sekelompok [yang-kita-sama-sama-tahu-siapa]…”
    saya tidak tau, kasih tau saya dong….

    antobilang :hahahaha…masa sih gak tau? kemana aje non? pasti tau deh…

  2. gessh Says:

    gaya menulisnya mirip banget sm wadehel ya ===> http://omaigat.wordpress.com/

    antobilang :kan udah dibilang, inspired by wadehel… dengan kata lain, penulis2nya melakukan ritual2 tertentu sebelum menulis, sehingga akan segera terasuki oleh roh wadehel dan akan menulis dengan gaya wadehelisme… *ngaco ah*

  3. gessh Says:

    pantes…
    *kok sepi…. ;(

    antobilang :nah..nah..makanya ikutan rame-in, tapi jangan OOT….teguh ga suka yang OOT-OOT…

  4. what the hell......... Says:

    eh maaf banget nih nyampah disini…mengutip komen Herianto di blog itu:
    “Ma’af kalo saya harus mengatakan bahwa komunitas itu berhaluan kiri gabung dengan liberal dan sekuler”
    yg berhaluan kiri itu ditunjuknya ke siapa neh? klo ke tukang angkot saya setuju…
    *Jadi gregetan, hari gini masih ada juga yg nganggep diri sendiri lebih BENAR*

    antobilang :nyampah aja, gapapa..wong ini tuh termasuk kategori blog sampah kok…hohohohoho….
    yayayaya…kiri jalan terus ah!!!


  5. Ah, tidak. Avatarku bergambar ‘kartun’.
    Mahluk mati, kan….? Hanya gambar.

    antobilang :hahahah…ternyata nih ternyata peraturan di sana sudah dirubah, avatar boleh gambar bernyawa…tapi pendapat ga boleh bersebrangan…kasih aja pendapat yang mendukung2 mereka, pasti deh bakal lolos tuh komentar..

  6. imcw Says:

    biarkanlah wadehel tenang beristirahat disana…semoga beliau menemukan apa yang dicari…

    antobilang :wadehel tidak akan kembali, wadehel sudah mati…hiks…hiks…tapi semangatnya masih tetep menyala…

  7. roffi Says:

    herianto itu bener yang punya herianto.wordpress.com??

    antobilang :bener bos…ini buktinya..[skrinsyut]

  8. Luthfi Says:

    *sedekah komen*
    komen yg kamu baca, langsung dr kompiku

    antobilang :makasih..makasih…duh senengnya disedekahi sama selebblog macam mas lutpi…makasih ya mas…sering2 mampir..*nyiapin suguhan kue bom & granat*

  9. diditjogja Says:

    tidak perlu menjadi wadehel yang kesekian, reinkarnasi teguh, wadehelis..whatever lah!!
    just be u’rself!
    saya yakin seorang teguh(wadehel?) tidak akan rela, banyak orang beranggapan dirinya sendiri seorang wadehelis!! saya yakin itu!!
    yang dibutuhkan sekarang adalah orang kritis, mau berbenah, dengan cara apapun! termasuk menggunakan cara yang sama dengan sang idola…
    ingat!
    bung karno bukan nabi, begitu juga wadehel!
    tapi ketika sukarno yang sangar™ itu wafat, banyak pengikutnya yang tak mampu menyembunyikan keinginannya untuk menjadi seorang sukarno baru!!
    sukarno baru takkan pernah ada -menurut saya-, marhaenis/sukarnois/nasakomis atau sekarang di blogsphere: wadehelis™ juga gak kan ada artinya sama sekali -buat saya-!!
    KECUALI, orang yang memang meniru semangat seorang sukarno,wadehel ato siapapun idolamu, bukan MENJIPLAKNYA!!
    *lho kok aku malah posting nangkene? ;)) *

    antobilang :hahahahhaa….didit udah baca semua kan? wadehel tidak akan pernah tergantikan….so?

  10. MaIDeN Says:

    Herianto wrote:

    Assalamualaikum wr wb
    To the pont aja, mengenai wadehel. [Menurut saya] mereka cs sesungguh punya komunitas yang telah terbentuk sebelumnya di dunia nyata, supaya kelihatan banyak mereka masing2 [bisa jadi] memiliki multi blog untuk setiap individu komunitasnya.
    Beberapa ‘pemikir’ pemula [memang] ada yang terpengaruh dan terperangkap di ‘ide’ komunitas tersebut. Tapi sesungguhnya mereka tidak banyak, kelihatan saja di dunia blog ini [kayaknya] banyak…
    Komunitas mereka [sesungguhnya] selama ini tersisih [disisihkan] dari masyarakat karena ….
    sehingga mereka sulit mengembangkan kuantitas maupun kualitas sendiri, maka blog [salah satunya] menjadi sarana baru mereka. Itu makanya kebanyakan mereka pake nama samaran [karena tersisih atau disisihkan tadi]. Ma’af kalo saya harus mengatakan bahwa komunitas itu berhaluan kiri gabung dengan liberal dan sekuler. Oleh karena MUI ‘telah’ mengharamkan beberapa ide-ide mereka, itu makanya kebanyakan ulama mereka opinikan agar terkesan ‘memuakkan’ [fenomena balas dendam].
    Mengikuti trend blog selanjutnya, saya juga melihat komunitas lain, yah semacam blog anda cs misalnya. Saudara2 salafi tampaknya tidak mau ketinggalan dalam menggunakan teknologi ini, di antara kesan ke ‘rigid’ an dan realita, teman2 salafi harus bisa memposisikan diri agar internet dapat termanfaatkan sebagai sarana menyampaikan pemahaman ’salafi’ -nya. Selamat jika dalam hal ini teman2 salafi tidak menutup diri.
    Salam kenal.
    Wassalamualaikum wr wb

    ah masak sih ?

    antobilang :hohohoho…tanya ama dia dong ah 😉

  11. diditjogja Says:

    bagaimana jika ahmad dani itu mati?
    apa akan ada dani manaf berikutnya? gak kan ada, tapi banyak baladewa yang rindu akan ke congkakan seorang ahmad dani! banyak pula yang akan seolah2 menjadi ahmad dani baru!!
    coba pikirkan itu….
    jadi,” habis wadehel mati, terbitlah omaigat” bukan judul yang tepat untuk merepresentasikan semangat kritis ala wadehel….
    ok?!
    think it again!
    *saya juga salut dengan seorang wadehel, tapi tidak akan menirunya, jadilah dirimu sendiri, ketika -ternyata- kamu mirip (tidak bisa melepaskan diri dari citra wadehel?) itu lain urusan…*

    antobilang :ahmad dani mati? maia saya akuisisi…wekekekek…
    kita hanya melanjutkan perjuangan wadehel..ga ikut gapapa kok dit, aku tau cara pandang mu berbeda..gapapa…toh setiap orang bebas berpendapat kan? 😉

  12. Fadli Says:

    Siapa Herianto sebenarnya?

    antobilang :meneketehe…emang saya emaknya…wekekekek….

  13. diditjogja Says:

    saya tak juga bisa benci dengan wadehel, malah kelewat sering senang dengan celotehannya yang straight to the point dengan caranya sendiri. tapi saya ndak suka dengan yang IKUT2AN jadi seperti wadehel. kan bisa to blogging dengan cita2/vision yang sama dengan wadehel tanpa harus di-”mirip2kan?” contoh aja: joesatch, emang oke kok! original! tapi bisakah wadehelis tidak meniru2 wadehel sendiri atau joesatch/antobilang/bu evy atau siapa saja? tentu saja bisa!
    nah di situ mahalnya pendidikan! mendidik orang untuk berkreasi, jangan batasi teman2 yang ingin nulis untuk menjadi-seperti-mirip dengan sang legenda…
    *kenapa gak ada yang niru ndorokakung meski banyak yang salut padanya? karna gak ada yang bisa! pecas ndahe is original!! se-originalitas antobilang, senyumsehat, satriantoshow dan lainnya..*
    jadiiii….BAB VI:KESIMPULAN DAN SARAN
    biarkan teman2 yang salut, seperjuangan, se visi&misi, wadehelis…terjebak dg istilah WADEHEL! biarkan IA tetap hidup di pola pikir, esensi tiap tulisan teman2 sekalian, tanpa harus mencantumkan label : SAYA WADEHELIS AKAN MELAWAN SALAFIS..
    sudah..biarkan saja, kalau toh khawatir dengan perjuangan yang kan padam atau bahkan tergusur dengan perjuangan sang pemuja surgawi *sy jg gak suka* nanti juga kan rame sendiri, seperti awalnya wadehel berdiri, joesatch mulai ngedumel, gak perlu komando dan aba2 apalagi kampanye….BLOG ITU BEBAS!

    antobilang :yah…malah ngeblog dewe ik 😛
    oke oke..mas didit tarik nafas….sudah? mari kita ngangkring!!!

  14. diditjogja Says:

    wakakakakkaka…
    ngangkring matamu To!!
    lha iki aku wes kriyip2 gak jelas, kurang sak WATT maneh ki padam…
    sesuk esuk ae jam 6 tak tunggu @ DSC…kita lupakan soal ribuan vagina yang basah, bumi yang dibentangkan, wadehelis dan tetek bengek dunia blog….kita RENANG SAJA!!! BIAR SEGERRRRR!!!
    xixixixixixixiii…..
    *eh, dewe malah koyo wong BEM seng gak cetho ngno uripe, demo bengak-bengok soal macem2 tapine nang dunia maya, di depan halaman wordpress, di kotak komentar..dudu nang bunderan ugm dan halaman balairung….
    wakakakakakakakak……
    BLOGGER MEMANG GILA!!

  15. fertobhades Says:

    Idenya, Nto…. siapapun yang berada dibalik layar tapi kalau idenya sama, tetap saya dukung.

    Setidaknya wadehel memberikan warna lain bagi dunia blog. Blog ini juga punya warna tersendiri yang berbeda dengan yang lainnya. Jadi pesan saya, pertahankan warna itu dan jangan meniru warna lain. Perjuangkan ide-ide PEMBONGKARAN dengan cara dan ciri tersendiri.

    *jadi teringan Petisi Pembubaran IPDN nih…* 🙂

  16. Sugeng Rianto Says:

    numpang OOT : mumpung anda baca blog ini, silahkan baca komentar orang ini di blog idola remaja masa kini, untuk meyakinkan anda semua, betapa wadehel itu adalah ikon kesesatan.

    Lho koq diaprove ya komentarnya sama yang punya blog?! avatarnya jelas2 mahluk idup, dulu khan dilarang keras 😆 . Konsisten ga seh?!

  17. Roffi Says:

    hai herianto™

  18. ndarualqaz Says:

    omaigat….. ngeri blognya, penulisnya pasti dirasuki sama arwahnya wedehel…


  19. iks…… tawuran terussssssssssssss………………….
    kekkekek tapi asyik sih tawuran ide mlulu.. hmmm tapi kok saling menyalahkan ya.. emang bener kok kata Doel Sumbang “Percayalah Setan selalu bersama kita” huehueuheuhe tapi tanpa wadehel…. (padahal aku baru tau setelah almarhum) corry.. tanpa wadehel dan pikirannya yang nyeleneh mungkin kita ga pernah meliat sesuatu dari sudut pandang laen… pasti dari atas lurus trus turun selesai dah ga ada variasinya…. hmmmmm udah ah
    untuk Omaigat apa ya.. 😛

  20. Master Li Says:

    Ahemn… Ruh wadehel masih bergentayangan di Omaigat. Banyak yang kesurupan tuh. 😛

  21. unai Says:

    se se..komen se lagi moco…

  22. jurig Says:

    jangan posting malam-malam dong … biar aku pertamax ….

    hehehehehehehe ….

    btw, indonesiaku … indonesiaku …

  23. Binawidya Says:

    Kayaknya banyak orang yang gak paham deh.
    Bahkan ada yang nyamain Wadehel dengan Setan segala. Keterlaluan.

    Wadehel harus tetap ada.
    Seharusnya kita berterima kasih pada Wadehel.
    Bagi yang menganggap Wadehel sebagai Setan, seharusnya sadar bahwa mereka gak bisa mengkhayal masuk surga tanpa keberadaan Wadehel.

    Karenanya keberadaan Wadehel penting sebagai penyeimbang, sebagai cermin kedua kita.

  24. chielicious Says:

    Indonesia ku ..tanah airku…. la la la *ikutan joerig*

  25. aad Says:

    wadehel lagi….

  26. anggara Says:

    loh bukannya sudah diganti sama pak anto?

  27. balibul Says:

    nto, bawa ke bunderan HI aja bareng luthpi tuh orang…tak lindes-lindes nganggo pit onthel ku…
    ndasku mumet ki, padu wae yok mas….!!!
    tenang tho tak ewangi, gathel


  28. […] 31st, 2007 by sora9n Dapat link dari post-nya antobilang di sini. Saya baru saja membaca sebuah tanggapan di sini, tentang seorang rekan yang baru saja mengakhiri […]

  29. chiw imudz Says:

    aduh…aku kok jadi khawatir ama kamu to, Kangmas?
    apa bener, orientasi sek*ual orang bisa berubah hanya gara2 senasib?
    padahal, sak ngertiku, mas wadehel Teguh itu udah ada yang punya.

    *memandang Anto dengan sayu, sambil menepuk pundak…sendiri*
    yang tabah ya? *diiringi helaan nafas panjang*

  30. almascatie Says:

    “resiko menjadi Idealis adalah selalu sendiri”
    (mungkin inti kata2 si soe hok gie kaya gitu kali) hehhehe.. mas anto nih kayaknya ga terima kalo wadehel di jelek2an terus ya :D…
    ga usah pake omaigat.. blogna mas anto aja udah keliatan wadehelis bener dah.. wadehel dalam bentuk lain.. emang ga sama cara nulisnya tetapi dalam hal pemikiran masih tetap sama.. sama2 pemberontak hehheheh
    “kalo ada yang bilang wadehel itu setan maka aku curiga kalo dia sendiri adalah gurunya setan yang ga rela kalo kenyamanan mereka di utak-atik oleh wadehel”
    thanks….
    cuman numpang lewat aja sih.. kok pada asyik semua bahas wadehel 😀
    sorry

  31. loommy Says:

    halow, salam kenal

    inilah pertama kalinya saya memijakkan koment di sini…hehehe

  32. Reza d' Bhro Says:

    Hahaha…. baru nyadar omaigat itu dari kata oh my god.

    It’s my first time too

  33. Suluh Says:

    Wah jadi semakin seru nich… Semoga semangat wadehel tetap menyala di hatimu anto… 😀

  34. mibu shinobi Says:

    santai saja bos. saya tidak berharap kehadiran wadehel yang bersosok Teguh itu di sini. saya hanya berharap kehadiran “tulisannya” yang hadir dalam keseharian kita. yah, apalah artinya seorang Teguh, bila tidak seperti layaknya “WADEHEL”. dan berartikah WADEHEL bila disamakan dengan Teguh? yang kita sorot bersama adalah karyanya. itulah manifestasi yang berharga. buah pemikiran yang otentik, tidak akan lenyap tergantikan siapa-pun.

    selamat bertugas, Anto Bilang. semoga tulisan anda tidak akan lenyap dari permukaan dunia ini juga. saya hargai, ada tidaknya Anto Bilang, tidak akan berpengaruh banyak terhadap kehidupan kita. namun karya Anda, tidak akan pernah terlupakan. itu saja.

    Mozart dan Beethoven bukanlah orang yang spesial. namun siapa sangka, karyanya mampu memberi sentuhan baru?

    semoga bisa berguna bagi bersama. maaf bila ada khilaf


  35. […] o mai gat yang ngajak berkabung, reportase kang Tajib yang penuh semangat, duka chaosregion, ungkapan kesedihan sang karib […]

  36. xwoman Says:

    Ya memang begitu itu hidup kita harus membiasakan diri untuk kehilangan…. iya tho karena memang keabadian itu hanya milikNya 🙂 peace

  37. hamilmuda Says:

    wadehel itu fenomenal ya..
    sayang sekali harus mati..
    btw mas anto katanya udah berenti nge-blog, tapi masih suka keliling² ya mas..

  38. mr.bambang Says:

    Sedih karena ternyata, faham Pokoknya™ masih bercokol di dunia blogosphere!

    btw, Pokoknya™ sama Pokoke™ itu beda gak ya?
    http://www.pokoke.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s