Sadar ataupun tidak. Sengaja maupun tidak.

Mei 23, 2007

Masih ada kaitannya dengan postingan kemarin? Anda yang bisa menjawabnya. Sssttt… Jangan bilang sama Anto ya kalau ‘saya’ membuat postingan ini. Kalau-kalau nanti anda sekalian melihatnya di jalan atau melihatnya online di YM, ingat! jangan bahas postingan ini. Biarkan dia tidak menengok blog ini beberapa hari ke depan. Ada sesuatu yang sedang dia persiapkan.


Sadar ataupun tidak. Sengaja maupun tidak.
Baru saja menyadari bahwa saya telah kejam kepada komputer di lab, berjam-jam saya paksa untuk melayani kebutuhan bekerja, berselancar, berkunjung ke blog teman-teman, berbincang-maya dengan rekan-rekan. Kadang pun saat saya pulang cukup sering kali malas mematikannya, dengan alasan sedang ada file bergiga-giga sedang didownload. Apakah saya memberi timbal balik kepadanya? Pernahkan saya buatkan minuman hangat bila rintik hujan datang? Ah tidak, saya justru asyik menikmati minum kopi sendiri tanpa menghiraukan dia. Begitupun saat komputer itu terjaga berjam-jam, saya pun tak segera membuatkan kopi ataupun menyuruhnya istirahat barang sebentar. Tidak, saya justru memaksanya kembali berkerja. Bahkan jika tiba arus turun, listrik padam, dia pun kebagian maki-makian kesal saya. Meskipun lupa menyimpan dokumen merupakan murni kesalahan saya, namun menimpakan kekesalan kepada komputer bodoh itu tentu sah-sah saja. Lalu apa saya juga akan memberinya suplemen saat dia mulai kecapaian? Tidak, saya akan terus memaksa dia bekerja lebih keras. Saya buka saja semua software-software sesuka hati, tanpa peduli kartu grafis yang terinstall di komputer itu, atau sisa space yang tertinggal dilibas file-file laknat. Bila memakai OS sumber-terbuka pun saya tak enggan untuk memasang aplikasi 3D agar tampilan desktop bisa memanjakan mata, tanpa peduli dia akan mengerang kesakitan menahan beban kerja yang berkali lipat.
Belum lagi kepada badan saya, sering sekali paksakan dia terjaga hingga pagi menjelang. Saat ayam mulai berkokokpun saya memaksa dia untuk mengetik tugas maupun sekedar berselancar maya. Atau bila sedang di kamar, memperdaya dia untuk tetap terjaga agar dapat berkhayal dan bermimpi merencanakan kehidupan-kehidupan saya merupakan sesuatu yang menyenangkan. Saya sering tak peduli berapa jam dia bisa tidur nyenyak di kasur dekil itu. Saat aku katakan untuk bangun, dia segera terbangun, meski matanya masih merah. Tak jarang pula aku memaksanya untuk membersihkan diri, dengan mandi, meski pilihan antara meneruskan tidur dan bergelut dengan air dingin itu merupakan dua titik perbedaan aku dengannya. Meski demikian dia dengan bodohnya dia mengikutiku, badan ceking itu pun rela menggigil kedinginan. Hanya di hari libur atau saat dia hampir mati karena sakit saja, aku akan manjakan dia terbangun saat matahari mulai di tengah-tengah kepala. Meski saya tahu, bila bangun dalam keadaan seperti itu, maka positif sudah bakal lewatlah hari itu dengan sia-sia. Merawatnya mandi? Ah itupun sesuka saya, apabila mau ke kampus sahaja atau apabila akan menghadiri acara penting. Selain itu tidak saya pedulikan, membiarkan dia seharian tak bersentuhan dengan air. Memberi makan pun sesuka hati saya, apabila hati tak hendak sarapan, ya sudah hari itu dia akan melilit-lilit sampai kemudian nafsu makan datang memberikan kesempatan asupan gizi masuk – meski seadanya- untuk membantu memperbaiki kinerja badan. Fitness? Olahraga? Ah tak cukup waktu untuk itu. Memangnya saya ini pengangguran? harus setiap sore meluangkan waktu untuk menjaganya bugar? Paling cukuplah saya paksa dia naik tangga dan jalan kaki dari kamar kontrakan ke kampus. Debu kendaraan orang kaya maupun kadang cipratan air dari kubangan, sesuatu yang wajar dia terima. Tidak boleh protes, tidak boleh mengeluh.
Terhadap telepon selular saya? Tak jauh bedanya. Sering kali saya biarkan dia berteriak-teriak minta di charge. Memangnya kamu siapa? Mau low-batt, mau mati, ya mati saja. Aku membelimu bukan untuk kau mengatur-atur aku. Pernah saya berkata demikian pada suatu waktu. Sering kali maki-makian datang padanya, bila saya tidak dapat menghubungi orang diseberang yang hendak ditelepon tersebut. Hanya karena si orang tersebut lupa tidak mengangkat ataupun sedang meninggalkan telepon selular di rumah tetangga. Saya pun bisa saja sepuas-puasnya memaki-maki telepon selular saya, mengatai dia semau saya bisa. Atau bahkan bila emosi tak terkendali, saya bisa membantingnya. Meski tak lama kemudian saya akan memungut dia, tanpa menyesal, maupun tanpa meminta maaf tentunya. Pagi, saat dia berteriak-teriak dengan alarm bodoh itu, saya pun pasti –minimal- dalam hati mengumpat kesal, sepertinya dia yang mempercepat waktu, memutar waktu terlalu cepat. Baru saja aku pejamkan mata, eh tiba-tiba sudah pagi, dasar alarm-telepon-selular-kurang-ajar seenaknya saja membangunkan orang bermimpi.
Tentu masih banyak kesalahan saya terhadap benda-benda tadi. Lalu apakah cukup sekian kesalahan-kesalahan saya? Tentu saja belum cukup.
Kesalahan saya terhadap anda para pembaca blog ini? Tentunya ada, dan pastinya banyak. Anda harus mengorbankan waktu bersantai dengan keluarga maupun teman-teman hanya untuk membaca postingan-postingan konyol dari sisi diri saya ini. Anda harus kehilangan sekian rupiah, jikalau anda menggunakan jasa warung internet. Atau bila anda menggunakan koneksi dial-up, berapa Kb terbuang sia-sia untuk membuka blog tidak bermutu macam ini? Jika kemudian anda menggunakan fasilitas wireless yang mulai membanjir di negeri ini, paling tidak anda sudah kehilangan sedikit baterai laptop. Atau anda yang sampai tergila-gila karena terpaksa mengeprint halaman blog ini dikertas, anda telah membuang sia-sia hutan-hutan di Indonesia.
Tapi satu kesalahan besar yang anda perbuat hari ini, yaitu : membaca postingan ini. Sudah daripada menyesal, tinggalkan komentar untuk sekedar mencaci-maki pemilik blog ini, yang yakinlah tak juga akan membuatnya lebih baik, dia memang bebal, percuma.

Ohya, boleh saya memesan sesuatu? kalau Anto tanya saya sudah menulis apa hari ini, katakan saja tak tahu. Ah benar juga, bagaimana anda bisa tahu? Saya saja yang menulis pun masih bingung. Ada yang mau ngasih petunjuk?

58 Responses to “Sadar ataupun tidak. Sengaja maupun tidak.”

  1. xwoman Says:

    Anto itu yang mana? Mana mungkin saya bisa menjawab pertanyaan si Anto tersebut kalau saya tidak mengenalnya? Tapi tidak apa saya tidak merasa dirugikan dengan komentar disini!

    Daripada komputer ama selularnya dibanting-bating, dikejamin, di-dzolimin, mending kasih aja kepada yang membutuhkan, contohnya seperti saya ini!

    Anda sadar atau tidak… sengaja atau tidak… menghabiskan waktu, menghabiskan bandwith dan membuat postingan ini di blognya Anto???

    *huhuyyy…*

  2. arya Says:

    he kamu indang…
    keluar dari tubuh Anto sekarang juga…
    *komat kamit baca mantra

  3. Suluh Says:

    Kowe pancen kejem ant… ha ha ha.. Gek nyadar toh kowe… Guyon loch … 🙂 😀

  4. jurig Says:

    hmmmm … ada apa ini ??? … ada apa ini ??? …

  5. kangguru Says:

    ” Kesalahan saya terhadap anda para pembaca blog ini? ”
    ya wes salah toh, ayo berdiri di depan tangan di kuping, kaki angkat sebelah.
    Nah lho

  6. manusiasuper Says:

    Ini orang kena disorder personality kali ya? (emang ada disorder personality??)

  7. Shan-in Lee Says:

    Tapi satu kesalahan besar yang anda perbuat hari ini, yaitu : membaca postingan ini. Sudah daripada menyesal, tinggalkan komentar untuk sekedar mencaci-maki pemilik blog ini, yang yakinlah tak juga akan membuatnya lebih baik, dia memang bebal, percuma.

    Salah om… kesalahan terbesar hari ini ya nginjak kodok… 😦

  8. kai Says:

    wah anto lagi kesurupan. ini bukan anto yg sebenerna nih…

    MANA BANNERNA BRO…….
    *nuggu sambil ngasah golok*

  9. elpalimbani Says:

    Sssttt… Jangan bilang sama Anto ya kalau ’saya’ membuat postingan ini. Kalau-kalau nanti anda sekalian melihatnya di jalan atau melihatnya online di YM, ingat! jangan bahas postingan ini. Biarkan dia tidak menengok blog ini beberapa hari ke depan. Ada sesuatu yang sedang dia persiapkan
    ——————————-
    Kalo gitu, gak mau ngetik komen macem-macem ah, takut gak bisa jaga rahasia pas sewaktu-waktu masuk ke blog-nya Anto…maklum ni tangan suka celamitan kalo ngetik, hihihi…
    kasian yang nulis postingan ini–doi lagi labil kayaknya,hihihi–ntar bisa salah paham sama si Anto, repot dah… 🙂

  10. antobilang Says:

    sengaja maupun tidak sengaja aku sangat marah hari ini.
    perasaanku di main-mainkan.
    aku bukan layang-layang.
    ah sudahlah, aku (harusnya) sudah tahu pastilah begini jadinya.

    *lah, aku kok komen di sini sih? 😕 *

  11. kurtubi Says:

    rupanya… sang anto sedang tafakur sekarang. Tumben biasanya Anto meramahi tulisan orang, hari ini memarahi diri sendiri… tapi bagusnya yang lain katanya, jangan ikut2an marah. Sadar atau tidak sadar… ikut2an marah nih…

    sing sabar bae.. To…. wong sabar akeh rejekine… *apa kaitanya* 🙂

  12. ekowanz Says:

    wehh…handphone dibanting2 segala 😦
    aq mah ga setega itu ama benda kesayanganku yg kubeli dengan hasil keringatku 😦

  13. zam Says:

    jamput!!! HEKER!! HEKER!!!

    ada yang ng-HEK blognya Anto!!!!!

  14. unai Says:

    orang yang aneh..hehehe

  15. deKing Says:

    what the hell is going on?

  16. cya Says:

    hai mas alter nya Anto, kenalan dunk?

  17. alief Says:

    sadar mas sadar… atau sengaja untuk tidak sadar ya… 😀

  18. Amd Says:

    Anak muda… sadarlah….
    *Mengelus jenggot*

  19. venus Says:

    edyan!! kumat!! lupa ngasih sajen po yo????

  20. venus Says:

    komen nomer 10 itu siapa? antobilang yang temen saya itu, atau sesuatu yang bersemayam di dalam jiwanya? hiiiiyyyy….sereeeeeemmmmmmmmm……….

  21. Death Berry Says:

    Ohya, boleh saya memesan sesuatu? kalau Anto tanya saya sudah menulis apa hari ini, katakan saja tak tahu. Ah benar juga, bagaimana anda bisa tahu? Saya saja yang menulis pun masih bingung. Ada yang mau ngasih petunjuk?

    Jadi ini siapa…!? :mrgreen:

  22. Leo Says:

    Keren bro blog loe..salut

  23. Takodok Says:

    Wheiiii!!Ada apa ini?
    Woops, saya nunggu perkembangan. Siapa yang menang di antara dua kepribadian ini dan menguasai raga mas Anto *halah!*

  24. anas Says:

    Ohya, boleh saya memesan sesuatu?

    Hei kang anto kayaknya nga’ boleh pesan apa-apa. Disini bukan warung !

  25. Roffi Says:

    makan – makan

  26. Luthfi Says:

    edyannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
    iki anto opo dudu?
    opo anto lagi sharing akun + password karo didik?

    *log out*

  27. kenz Says:

    badanmu capek tuh…. istirahat dulu… tidur yang banyak.. dan makan-makan… hihihihihi…..

  28. Evy Says:

    sadar atau tidak? Kayaknya anto lagi g sadar…. anto minta di mandiin kembang yooo?

  29. peyek Says:

    tinggalkan komentar untuk sekedar mencaci-maki pemilik blog ini

    yakin nih mas? bisa dimulai dari sekarang? hehehehe

  30. cakmoki Says:

    Bangun-bangun hai kembaran, kasih tau yang punya Blog ya, bal-balan jangan dilewatkan.
    Kopinya bagi-bagi dong 😀

  31. arul Says:

    baru sadar yah???

  32. Sugeng Rianto Says:

    Eh…! ada apa dengan anto?! gi angot?!
    [**kabur cari dukun anak**]:lol:

  33. erander Says:

    Kepribadiaan ganda??? .. atau maniac browsing. Konsultasi ke dokter gih.

  34. cK Says:

    nto, abis jatoh ya??? kesian…jadi skizofrenia gitu…

  35. alle Says:

    plak-plak,..
    *dah sadar blom?*
    hihihi…

  36. camagenta Says:

    eh… pada ngributin apaan segh…
    penting yach

    *kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrr

  37. ndarualqaz Says:

    emang lu dari dulu udah sarap ya nto .. .. ..

  38. arezk Says:

    [gedeg.gedeg.komat.kamit]
    trus
    [ngeLus.eLus.janggut.yang.tidak.berjenggot]

    wiss jiaan Q ra mudenk bLaaaz wesss…

    ok dech!
    =Arezk.Out=

  39. Kang Kombor Says:

    Kalau ada kesempatan ke Sleman nanti dan Anto masih bermukim di Jogja, mungkin Anto akan saya jitak jika menanyakan kepada saya mengenai tulisan apa yang sudah ditulis Anto.

  40. spiderman 3 Says:

    ini pasti symbiote hitam yg tadinya nempel di gue. *salam kenal*

  41. gita Says:

    mulis kok ngga ada paragrafnya jd yah saya nda tahu kmu nulis apa 😀

  42. Fany Says:

    habis maen jelangkung, trus kesurupan jadinya nulis ini dan gak tau? *halah* hehehe….

    salam kenal juga Mas Anto, maap blm sempet ikutan reply tretnya di milis andong 😀

  43. joesatch Says:

    koen kesurupan opo? stres ra melu wisuda?

  44. raffaell Says:

    Namanya juga mesin bro, sebuah alat yang dipake untuk bantu manusia, bukan sahabat, bukan pacar….hehehe

  45. chielicious Says:

    Hm iya deh tar gak bilang2 ama anto soal tulisan ini 😛

  46. pramur Says:

    Numpang nimbrung nih Mas..
    Masoloh Mas…
    Saya memang punya laptop, tapi itu hasil utangan dari Ayah kok. Terus kalo donlod saya ga pake IDM, atau apapun yang membuat benwit cekak. Terus ga pernah donlod file-file laknat.
    .
    Mohon dimangapin ya Bos, saya dulu juga salah satu kontributor terbesar dalam membuat debu2 beterbangan di sekeliling Anda dengan motor butut saya Ayah. Tapi saya sekarang berusaha pake sepeda terus kok karena ingin berhematpeduli dengan lingkungan.. :mrgreen:

  47. calonorangtenarsedunia Says:

    buseett deh ini orang..
    butuh konsultasi ke psikolog, To?

    wikikikik47x…

  48. Death Berry Says:

    Beruntunglah aku menggunakan PC orang, jadi aku tidak perlu dipertanyakan tentang masalah kerusakan….

    *BLENTRANG !*

  49. chiw imudz Says:

    tolong bilangin ama Anto ya?
    chiw titip SaLam kenal sama dia.
    dan tolong bilangin juga sama Bang Anto juga kalo Bang Anto diminta ngunjungin blognya chiw.

    *berbisik – bisik*

  50. ichsanmufti Says:

    @Arya
    Mana yang mau diruqyah?? Mana !?

    *tergopoh-gopoh datang sambil bawa air zam-zam yang sudah dirajah :p


  51. Apa Hape ibuku juga perlu di ruqyah?? Soalnya koneksinya lagi ngadat nih…
    Sekarang aja lagi konek di skul :mrgreen:

  52. diditjogja Says:

    oraqng gila dari TP!
    salah jurusan mas….sampeyan orang filsafat to?

  53. klikharry Says:

    to…kira-kira gimana ya kalo kamu tinggl di pedalaman irian?

  54. aisalwa Says:

    hihi
    Anto yang mana ya ?
    Ditempatku banyak kali yang pake nama Anto
    Jadi ikut bingun neh membayangkan Anto itu yang mana sehhhhh ?

    yo wes, babahno
    salam kenal aja dari koe

  55. chocoluv Says:

    huhuhuhu,,,
    kalo saya sih rasa bersalah yang paling besar adalah pada keluarga saya, terutama ortu saya, terutama ibu saya…
    itu sadar tapi ngga sengaja…


  56. […] gugat. Selamat tinggal dan selamat jalan Wadehel. Selamat datang Teguh, sosok Wadehel yang asli. Sadar atau tidak sadar, ini merupakan keputusan beliau. Note: Minggu depan kita tahlilan buat […]

  57. Dee Says:

    tak grujug banyu comberan mesjid kampus dab!!!!

  58. Herdiyanto Says:

    Bingung mau commment. Tapi daripada gak comment bingung juga gpp wis.. Aku gak bilang2 anto kok!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s