Kupu-kupu dan kebahagiaan

Januari 10, 2007

Ada sebuah cerita bagus banget tentang mencari kebahagiaan….

Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana. “Sedang apa kau disini anak muda?” tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. “Apa yang kau risaukan..?” Anak muda itu menoleh ke samping, “Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?”

Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian.
Di pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, “di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan.
“Ya…tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu” sang Kakek mengulang kalimatnya lagi. Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu. Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu- kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. Gerakannya semakin liar. Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, “Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah. ”

Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu. “Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?” Sang Kakek menatap pemuda itu. “Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.”
“Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri.”
Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

Moral Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana- sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya.
Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya. Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya,
semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.
Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita.
Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.
Kita harus percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu “hinggap” di hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.

ada apa sih aku posting cerita kayak gini?
maksud aku, marilah kita coba melihat pada diri kita sendiri dan di sekitar kita.
saat semua orang berlomba-lomba mengejar apa yang sebenarnya mereka juga tidak tahu?lantas?
iya, kalau yang mahasiswa cuma bingung, kelabakan kalau mau menghadapi ujian?
lantas buat apa nilai A atau B, apakah ada bedanya dengan E?semua hasil yang didapatkan tak lain adalah kepura-puraan.
Cari contekan waktu ujian, sehingga apa yang dituliskan di kertas jawaban hanya mengikuti apa yang ada dibuku.
apa hebatnya?
masihkan kita akan memenjarakan diri kita dalam penjara-penjara buku.

bukankah ilmu pengethuan masih luas ada disekeliling kita?

yah semoga ini akan aku lanjutkan.

14 Responses to “Kupu-kupu dan kebahagiaan”

  1. Abdullah Says:

    Assalamualaikum wr wb..
    Kebahagiaan dan Kejayaan seluruh makhluk ada dalam genggaman ALLAH
    Kebahagian dan Kejayaan manusia ALLAH tetapkan hanya dalam Agama.
    Sejauh mana manusia dapat mengamalkan Agama, maka sejauh itu pula dia akan bahagia dan jaya, baik di dunia yg sementara ini mau pun di Akherat yang selama lamanya.
    Seluruh Nabi (124.000 nabi) dihantar oleh ALLAH kemuka bumi hanya untuk perkara Agama, artinya tidak ada perkara yg lebih penting dari Agama.

  2. Abdullah Says:

    Artinya …. Bahagia adalah apabila bisa mengamalkan AGAMA.

  3. joesatch Says:

    Dan agama bukanlah sekedar lama2an nongkrong di mesjid atau kuat2an melafalkan dzikir dengan bibir, menurutku, kang 🙂
    eniwei, postingan bagus. lanjutannya ditunggu, lho ya 😀

  4. antobilang Says:

    #abdullah
    terima kasih udah berak eh maaf, komen disini…(ga boleh marah loh, kan katanya kalo ngeblog itu seperti ke WC)…
    betul pakde abdullah, seperti postingan saya, untuk menggapai kebahagiaan (mengamalkan agama) harus dengan cara2 yang santun, tidak gegabah, penuh strategi, bahkan kadang kalo bisa tidak menyakiti/menyinggung hati yang didakwahi,…

    #joesatch
    akhirnya mampir juga si seleb-blog baru ini, hehehe…btw alamat blogmu sudah tak bookmark lho, jadi tinggal ketik J, udah langsung masuk satrianto show…
    kapan2 deh aku nulis tentang keadaan di kampusku yang ga beda2 jauhlah ama kampusmu…(wong cuma keletan gedung pusat je!)…
    yah tentang aktivitas golongan yang berkedok agama, eh tapi malah malu2in agamanya sendiri…
    btw thanks udah mampir, jangan kapok2 ya..

  5. anung Says:

    good post..
    tapi aku tetep nyari nilai A lho..
    wekekekek..

    ::abdullah::
    camkan saran dari antobilang diatas, anda hanya buat orang yg tertarik pada islam gak jadi tertarik..

  6. antobilang Says:

    #anung
    dari milis tetangga kok mas, aku cume ngereview dikit..dikit banget..hehe…
    buat apa ams nyari nilai A, mendongkrak IP kah?
    ayo semangat!!

  7. anung Says:

    benar sekali..saya butuh nilai A yang banyak.
    hehehe..semangat!!

  8. antobilang Says:

    #anung
    saya doakan cepet dapet banyak koleksi A nya…
    doakan saya juga buat cepet lulus, saya angkatan 02 blum lulus2 nih..sama kayak temenmu itu..hehehe..
    tapi alhamdulillah nilai saya sudah mencukupi untuk cumlaude…halah..mana ada cumlaude lulus 5.5 tahun?

  9. Evy Says:

    sekarang anto juga seleb euyyy…. 😉

  10. rd Limosin Says:

    komentar 4

    //maklum, liat di Google Reader, blog ini ad 7 posting update terbaru

    lagi baca…

  11. zam Says:

    wah..

    saya gak bernai komentar, berhubungan dengan @#$@($^@#$ kah?

  12. Luthfi Says:

    @ zam : karakter opo iku?

  13. xwoman Says:

    bagus juga tulisannya, siapa yang nulis nih? tapi ujung2nya ngomongin nilai ujian ya :mrgreen:

  14. nina Says:

    sepakat 🙂 kebahagiaan ada dalam hati setiap orang
    jadi kebahagiaan akan datang sendiri pada orang-orang yang mau menyadari dan berusaha merasakannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s