Dini hari saat masih bergulat dengan deadline, tiba-tiba muncul pertanyaan dari seorang teman, Gage Batubara.
Pertanyaannya : knp sih, mo nyalonin jadi presiden, namanya ditambahin jadi Hj. atau H?
Serangkaian kemungkinan mestinya muncul. Adalah hak dia, ketika sudah menunaikan Haji (perkara mabrur atau tidak, itu bukan urusan kita) untuk menggunakan titel H atau Hj di depan namanya. Tapi bisa jadi, ini digunakan untuk meraih minat pemilih Islam, yang kenyataannya berjumlah sangat besar di Negeri ini. Bahkan sebuah pasangan menyatakan ke-islaman-annya dengan masing-masing istri pasangan itu memakai jilbab.
Untuk memenangkan hati rakyat, semua hal dilakukan. Agama sekali lagi jadi komoditas. Simbol-simbol dilucut-pasang sesuai apa yang dianggap pantas untuk ditampilkan. Titel-titel agamis itu mengingatkan saya pada sosok Mbah Harto yang mengimbuhi namanya dengan H.M. Haji Muhammad. Capres-cawapres sepuh itupun menirunya. Titel ngetrend 2009 : Haji dan Hajjah.
Mari kita lihat satu-satu daftarnya :
- Hj. Megawati Soekarnoputri – H.Prabowo Subianto.
- H. Jusuf Kalla & H. Wiranto
- H. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono & Prof. Dr. Boediono.
Saya cari-cari kok ternyata pak Boediono gak ada titel Haji, yah? Ternyata ini karena Boediono adalah titipan IMF.






Komentar