Arsip untuk Kategori 'Pengumuman'

Beringin Masangin di Jamasan Wali Bloger 2009

Alun-alun Kidul adalah gerbang selatan kawasan Kraton Jogjakarta. Dibuka dengan Plengkung Gading di bagian selatan kita akan masuk ke sebuah lapangan besar yang selalu ramai. Baik itu pedagang makanan, pedagang barang bekas maupun para pelancong yang menghabiskan hari di kawasan itu. Bendi-bendi yang ditarik kuda poni berkeliling membawa para pelancong menikmati udara sore. Saat malam menjelang, para muda-mudi maupun dewasa mempermainkan sebuah legenda. Legenda masangin yang sudah menjadi bagian integral dari kawasan Alun-alun Kidul ini merupakan permainan favorit bagi para pengunjung kawasan ini.

Masangin sendiri tidaklah sulit untuk dimainkan. Cukup dengan berjalan ke selatan melintasi dua pohon beringin tua yang ada di tengah lapangan. Jarak antara kedua pohon adalah sekitar 15 meter. Cukup luas, bukan? Tapi perjalanan melintasi dua pohon itu harus dalam kondisi mata tertutup menggunakan slayer atau kain hitam. Mitos yang beredar, jika kita bisa melintasi kedua pohon dengan mata tertutup maka keinginan kita akan dikabulkan. Hal ini juga dikaitkan dengan kebersihan hati si pelaku Masangin. Jika hatinya bersih, maka dia akan mulus melintasi dua pohon beringin itu. Jika hatinya tidak bersih maka dia akan hanya berputar-putar atau miring ke kanan atau kiri.

Alun-alun Kidul ini, dulunya adalah lokasi latihan para bala tentara Keraton Jogjakarta, sehari sebelum upacara grebeg. Tempat ini juga sebagai tempat sowan para abdi dalem, wedana, prajurit beserta anak buahnya setiap malam bulan Puasa tanggal 23, 25, 27 dan 29. Tradisi ini dihentikan sejak Sri Sultan Hamengku Buwono VIII bertahta.  Para era Sri Sultan Hamegku Buwono VII, tiap Senin dan Kamis digelar lomba panahan dari jam 10.00-13.00. Target bidikan lomba panah ini ada di utara Pohon beringin.

Ada cerita khusus yang melatarbelakangi tradisi Masangin ini. Bagi yang pernah tinggal di Jogjakarta tentunya tahu kan, tradisi Topo Bisu?  Ritual ‘topo bisu’ yaitu ritual jalan berkeliling benteng  yang diadakan pada malam 1 Suro (dalam kalender Jawa) atau pada ulang tahun berdirinya Keraton Jogjakarta. Saat itu para prajurit Keraton Jogjakarta akan berjalan mengelilingi benteng. Mereka berpakaian adat Jawa seperti sorjan, blangkon dan jarik (kain). Saat keliling benteng, tidak boleh berbicara, namanya juga ‘topo bisu’.

Setelah selesai mengitari Keraton, ritual berikutnya adalah berjalan masuk di antara dua pohon beringin di Alun-alun Kidul. Ritual tersebut dilakukan untuk ‘ngalap berkah’. Termasuk juga memiliki pesan permohonan untuk pertahanan keamanan Keraton dari serangan musuh. Mitosnya, kalau bisa masuk diantara kedua pohon beringin itu dengan mata tertutup, bisa terkabul keinginannya. Menurut kepercayaan di kalangan masyarakat, di antara kedua pohon beringin itu ada rajahnya (seperti tolak bala untuk musuh kerajaan yang berusaha menyerbu Keraton Jogja). Apabila bala tentara berjalan di antara kedua beringin itu kekuatan musuh bisa hilang, fungsinya seperti benteng keraton yang tidak kelihatan. Orang yang bisa masuk diantara kedua pohon beringin ini berarti bisa menolak rajah itu. Itulah sebabnya mata harus ditutup sebagai simbol bahwa hanya orang dengan kekuatan penglihatan hati yang sanggup melewati Beringin Masangin.

Dalam perkembangan masyarakat yang semakin maju, tentu saja terjadi perubahan pemaknaan terhadap nilai-nilai tradisi. Begitu juga dengan kepercayaan Beringin Masangin yang lambat laun mulai bergeser. Ritual budaya yang awalnya sakral kemudian menjadi tidak bermakna sakral, berakhir dianggap sebagai satu permainan untung-untungan dan menambah suasana Alun-alun Kidul menjadi semakin ramai. Sekarang, setiap sore sampai malam hari di Alun-alun Kidul banyak dijumpai masyarakat yang mencobai peruntungan melewati Beringin Masangin.

Jamasan

Lalu apakah anda (yang membaca tulisan ini) sudah pernah mencobanya?

Kalau belum, besok Sabtu 24 Januari 2009 mulai pukul 4 sore akan diadakan ritual Masangin ini beramai-ramai. Nama acaranya Jamasan (Jamuan Masangin) Wali Bloger 2009.  Bersilaturahmi dengan 34 Blogger asal Jawa Timur yang tergabung dalam rombongan Ziarah Wali Blogger 2009 sekaligus melestarikan tradisi Masangin di Alun-alun Kidul Jogjakarta. Informasi lengkapnya bisa di lihat di sini.