Pentungan
Juni 4, 2008

Ke-Bali
Desember 18, 2007
Pertama sampai di Bali, langsung ke Pantai dunks. Kebetulan keluar dari Hotel bisa langsung ke Pantai Kuta. Cuaca Bali kala itu sangat panas, ditambah dengan beberapa ‘pemanas’ yang hilir-mudik. Pantainya memang bersih bila dibandingkan beberapa pantai lain yang saya kunjungi.
Bedugul, jadi tempat favorit untuk dikunjungi. Suasana Bedugul yang begitu nyaman dan harmoni benar-benar saya nikmati. Saya senang sekali duduk lama-lama di pinggir danau. Segera saja siapkan tripod, dan jeprat-jepret sana-sini. Waktu saya selesai foto-foto beberapa lokasi plus bonus cewek-cewek jepang, seketika kabut turun. Pemandangan saat itu benar-benar damai. Bila ditanya tempat mana yang ingin saya kunjungi lagi saat ke Bali, maka Bedugul adalah jawabannya.
Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Alas Kedaton, sebuah kawasan kuil dan sekitar 300-an monyet serta kelelawar besar. Perangai monyet di tempat ini tak seliar monyet di Hutan Sangeh. Kesan saya atas tempat ini, sangat menakjubkan. Bisa dilihat bagaimana manusia, monyet, kelelawar dan hutan bisa berdampingan dengan baik. Sebuah contoh yang sangat baik, dimana sudah sangat jarang manusia yang mau berbaik-baik dengan alam saat ini. Mungkin Alas Kedaton bisa jadi contoh, betapa hidup berdampingan antara makhluk Tuhan ini adalah takdir yang sepatutnya dijalani dengan penuh kasih sayang.
Menikmati matahari tenggelam di ujung horizon yang begitu indah dari Tanah Lot. Semua mata tertuju ke bagian barat mengiringi matahari yang akan tenggelam ditelan laut. Ada sebuah kuil di ujung batu karang di tepi pantai. Situs ini sedang direnovasi karena gempuran efek ombak tsunami Pangadaran tahun lalu. Memang sebaiknya kuil ini dipagari saja, pengunjung hanya cukup menyaksikan dari luar. Karena sangat disayangkan kalau sampai kuil ini hancur perlahan karena beban manusia di atasnya.

Selesai jalan-jalan, hari itu ditutup dengan cuci mata di Kuta Square lalu istirahat. Saat perjalanan kembali ke Hotel, sempat lewat The Wave, tapi saya nggak punya cukup nyali untuk masuk ke dalamnya
Dua cewek yang berdiri di depan The Wave sudah jadi pembuktian yang meyakinkan bagi saya untuk menebak apa isi di dalamnya.
Besoknya, jalan-jalan ‘gagal’. Sudah jauh-jauh ke Istana Tampaksiring, eh… ternyata tutup sejak Bom Bali. Dilanjutkan ke Taman Safari mau lihat Marine Park, eh… ternyata 3 bulan lagi baru akan dibuka. Nasib
Akhirnya waktu dihabiskan dengan belanja di Joger
Puas-puasin lihat barang bagus di sana.



