18 Januari 2010 : Resonansi
Januari 18, 2010
Hujan sejumput turun terberai di beberapa badan Jogja. Permulaan malam yang dingin, dengan rintik-rintik basah, bercengkrama dengan para sahabat (walaupun saya telat, hehe) di sebuah coffe shop.
Kenapa saya beri judul : “Resonansi”; pada foto ini? Ekspresi kedua orang dalam foto ini benar-benar mirip, tanpa diarahkan, tanpa aturan dan tanpa janji. Terlebih mereka berdua (setahu saya) baru pertama kali bertemu. Mbak Novita, pacar si Fotografer dari Pogung itu berhasil mengabadikannya dengan ciamik. Sayang saya hanya sebentar singgah, dan saya pun hanya mampu memotret rekaman resonansi ekspresi malam ini dengan latar belakang yang (ke)sepi(an).
Bagaimana kelanjutannya, mari kita tunggu kejutan-kejutan kehidupan.





Januari 18, 2010 at 11:00 pm
Yuk… Ditunggu kelanjutannyaa
Januari 19, 2010 at 1:31 am
bisa jadi beberapa tahun mendatang mereka berfoto dengan ekspresi yang sama, tapi beda latar: pelaminan.
Januari 19, 2010 at 12:08 pm
selamat, semoga beruntung…lho?
Januari 19, 2010 at 1:29 pm
ini perlu ditabung di bank ihii-ihii atau ndak?
Januari 19, 2010 at 3:51 pm
“Sayang saya hanya sebentar singgah, dan saya pun hanya mampu memotret rekaman resonansi ekspresi malam ini dengan latar belakang yang (ke)sepi(an).”
itu lagi ngobrol tauuuk!
Januari 19, 2010 at 3:54 pm
Keren! Kameranya..
Januari 19, 2010 at 4:05 pm
huhuhuhuhu…..
itu adek kelasku nic, jangan di macem2 in yaaa… :p
Januari 19, 2010 at 4:09 pm
ikutan ihii-ihii..
Januari 19, 2010 at 4:18 pm
Mantab
Go Nico go!
Januari 19, 2010 at 9:45 pm
lanjutannya kapan mas anto…ditunggu-in lho….
Januari 19, 2010 at 10:11 pm
Itu beneran yah… Ckckckck.. saya kira sotosop..
Januari 20, 2010 at 2:45 am
Semuanya jangan ihiy2 dulu. Maaf seribu maaf nih, ternyata si doi malah jatuh sakit sepulang ketemu nico. Mari berdoa semoga cepat sembuh & jadi langgeng *eh*
Januari 20, 2010 at 7:16 am
Uwauuww!