Beringin Masangin di Jamasan Wali Bloger 2009

Januari 22, 2009

Alun-alun Kidul adalah gerbang selatan kawasan Kraton Jogjakarta. Dibuka dengan Plengkung Gading di bagian selatan kita akan masuk ke sebuah lapangan besar yang selalu ramai. Baik itu pedagang makanan, pedagang barang bekas maupun para pelancong yang menghabiskan hari di kawasan itu. Bendi-bendi yang ditarik kuda poni berkeliling membawa para pelancong menikmati udara sore. Saat malam menjelang, para muda-mudi maupun dewasa mempermainkan sebuah legenda. Legenda masangin yang sudah menjadi bagian integral dari kawasan Alun-alun Kidul ini merupakan permainan favorit bagi para pengunjung kawasan ini.

Masangin sendiri tidaklah sulit untuk dimainkan. Cukup dengan berjalan ke selatan melintasi dua pohon beringin tua yang ada di tengah lapangan. Jarak antara kedua pohon adalah sekitar 15 meter. Cukup luas, bukan? Tapi perjalanan melintasi dua pohon itu harus dalam kondisi mata tertutup menggunakan slayer atau kain hitam. Mitos yang beredar, jika kita bisa melintasi kedua pohon dengan mata tertutup maka keinginan kita akan dikabulkan. Hal ini juga dikaitkan dengan kebersihan hati si pelaku Masangin. Jika hatinya bersih, maka dia akan mulus melintasi dua pohon beringin itu. Jika hatinya tidak bersih maka dia akan hanya berputar-putar atau miring ke kanan atau kiri.

Alun-alun Kidul ini, dulunya adalah lokasi latihan para bala tentara Keraton Jogjakarta, sehari sebelum upacara grebeg. Tempat ini juga sebagai tempat sowan para abdi dalem, wedana, prajurit beserta anak buahnya setiap malam bulan Puasa tanggal 23, 25, 27 dan 29. Tradisi ini dihentikan sejak Sri Sultan Hamengku Buwono VIII bertahta.  Para era Sri Sultan Hamegku Buwono VII, tiap Senin dan Kamis digelar lomba panahan dari jam 10.00-13.00. Target bidikan lomba panah ini ada di utara Pohon beringin.

Ada cerita khusus yang melatarbelakangi tradisi Masangin ini. Bagi yang pernah tinggal di Jogjakarta tentunya tahu kan, tradisi Topo Bisu?  Ritual ‘topo bisu’ yaitu ritual jalan berkeliling benteng  yang diadakan pada malam 1 Suro (dalam kalender Jawa) atau pada ulang tahun berdirinya Keraton Jogjakarta. Saat itu para prajurit Keraton Jogjakarta akan berjalan mengelilingi benteng. Mereka berpakaian adat Jawa seperti sorjan, blangkon dan jarik (kain). Saat keliling benteng, tidak boleh berbicara, namanya juga ‘topo bisu’.

Setelah selesai mengitari Keraton, ritual berikutnya adalah berjalan masuk di antara dua pohon beringin di Alun-alun Kidul. Ritual tersebut dilakukan untuk ‘ngalap berkah’. Termasuk juga memiliki pesan permohonan untuk pertahanan keamanan Keraton dari serangan musuh. Mitosnya, kalau bisa masuk diantara kedua pohon beringin itu dengan mata tertutup, bisa terkabul keinginannya. Menurut kepercayaan di kalangan masyarakat, di antara kedua pohon beringin itu ada rajahnya (seperti tolak bala untuk musuh kerajaan yang berusaha menyerbu Keraton Jogja). Apabila bala tentara berjalan di antara kedua beringin itu kekuatan musuh bisa hilang, fungsinya seperti benteng keraton yang tidak kelihatan. Orang yang bisa masuk diantara kedua pohon beringin ini berarti bisa menolak rajah itu. Itulah sebabnya mata harus ditutup sebagai simbol bahwa hanya orang dengan kekuatan penglihatan hati yang sanggup melewati Beringin Masangin.

Dalam perkembangan masyarakat yang semakin maju, tentu saja terjadi perubahan pemaknaan terhadap nilai-nilai tradisi. Begitu juga dengan kepercayaan Beringin Masangin yang lambat laun mulai bergeser. Ritual budaya yang awalnya sakral kemudian menjadi tidak bermakna sakral, berakhir dianggap sebagai satu permainan untung-untungan dan menambah suasana Alun-alun Kidul menjadi semakin ramai. Sekarang, setiap sore sampai malam hari di Alun-alun Kidul banyak dijumpai masyarakat yang mencobai peruntungan melewati Beringin Masangin.

Jamasan

Lalu apakah anda (yang membaca tulisan ini) sudah pernah mencobanya?

Kalau belum, besok Sabtu 24 Januari 2009 mulai pukul 4 sore akan diadakan ritual Masangin ini beramai-ramai. Nama acaranya Jamasan (Jamuan Masangin) Wali Bloger 2009.  Bersilaturahmi dengan 34 Blogger asal Jawa Timur yang tergabung dalam rombongan Ziarah Wali Blogger 2009 sekaligus melestarikan tradisi Masangin di Alun-alun Kidul Jogjakarta. Informasi lengkapnya bisa di lihat di sini.

About these ads

44 Responses to “Beringin Masangin di Jamasan Wali Bloger 2009”

  1. Abdee Says:

    saya datang ahh… meski mungkin malu-malu… karena ndak ada yang kenal. Sekalian tilik gajahh.

  2. antobilang Says:

    Mas Abdee harus datang, saya janji traktir wedang ronde. Ditagih ya :P

  3. Abdee Says:

    oh, ya karena jam 4 sore…. usul saya.. tolong dipersiapkan penutup mata. sapa tau si bapake persewaan penutup mata belum datang. slayer atau apalah.

  4. Abdee Says:

    tambahan info soal alkid dan sekitarnya:
    1. Sebelah barat sasono hinggil adalah kediaman GBPH Prabuningrat (Panggilannya Gusti Prabu, salah satu adik Sultan HB X lain ibu yg cukup populer), dan ketua P.Demokrat.

    2.Kalau Sasono Hinggil, anak2 CA udah pada tau wong bulan kemaren aja pada wayangan disana.

    3.Menurut Tradisi Sultan tidak boleh melewati dua Beringin di Alun2 dan Plengkung Gading (Plengkung Nirbaya) semasa hidupnya. Artinya dia hanya akan melewati dua tempat tadi ketika menjadi jenazah menuju ke Pesanggarahan Imogiri.

    4.Selatan alkid ada warung pecel enak.

  5. alle Says:

    uuhuuuy antooo,. mau naek haji :P

  6. gajah_pesing Says:

    Atas nama TPC, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dan meminta maaf bila ada yang kurang berkenan.

  7. escoret Says:

    woghhhhh….aku di smrng…
    ntar juga ktm mrk2 kok..kekkeke

  8. Dony Alfan Says:

    Wah, sepertinya Solo tak bisa menyambut para Jamaah Blogger sebaik Jogja.

    Btw, nyobain template baru dari WP nih? :lol:

  9. senafal Says:

    oke,oke..

  10. hedi Says:

    hatiku kotor, dua kali coba nyasar terus

  11. phery Says:

    mas abdee ngampiri aku noh. ayo yo isin jeh. Ngko mlaku seko omahku :D

    Semoga sukses jamuannya. Kalo bisa sih siangnya dijamu pecel n brongkos di warung handayani.

  12. aRuL Says:

    Semoga saya ikut rombongan ziarah wali blogger :D

  13. funkshit Says:

    saya bisaaaa melewati 2 pohon itu .. .

  14. zam Says:

    hatiku juga kotor.. 2 kali masangin, gagal!

    *latihan memanah*

  15. aGoonG Says:

    Weh, suasana baru ki
    Theme baru …
    Berangkat nggak berangkat nggak *ngitung kancing*

  16. dilla Says:

    aku waktu pertama nyasar mbelok kiri e… tapi hatiku bersih lho..*pegang sapu*

  17. geblek Says:

    moga sukses jendral, ahh pengen ikutan euy tapi kok adoh tenan

  18. dj Says:

    waktu jadi relawan gempa,kantorku sqtar sana.ah,jadi kangen dolan2 ke alkid lagi…

  19. -GoenRock- Says:

    Skip, ra eneng sing mbayari nang Jogja =_=!

  20. arya Says:

    semoga sukses!

  21. antobilang Says:

    Selamat jalan rekan2 TPC & lainnya ke Gunung Kelir!

  22. Fickry Says:

    akhirnya bisa ikut juga,,, hehe..

  23. Abdee Says:

    sori kmren dah nunggu di depan sasono hinggil sampe maghrib… ndak ada tanda2 “acara”… jadinya saya pulang.

  24. hanna Says:

    ah…kalo inget masangin ini, jd inget org nyasar mau nyoba masangin malah belok 90 derajat ke arahku !!! padahal aku di pinggiran (di trotoarnya) ngekeeeek…parah bener beloknya

  25. aRuL Says:

    mas anto dan teman2 cah andong, terima kasih yah atas sambutannya.
    senang rasanya berada di tengah teman2..
    apalagi bisa lolos dari dua pohon beringin :D hehe

  26. AgusNaim Says:

    hu..hu..hu.. ayas ga bisa ikut :(

  27. AngelNdutz Says:

    weleh…andaikan nggak kerja, Ndutz pasti ikutan jln2nyah :((
    btw, emang sekarang tradisi jamasan uda nggak pas 1 syuro ajah yoh?

  28. nonadita Says:

    Dua kali ke Yogya, blum sempet nyobain masangin ini. Ndak percaya siy, tapi pengen nyoba juga :mrgreen:

  29. bodrox Says:

    hampir saja saya salah baca. Saya kira “beringin masuk angin”.

    mentang-mentang musim pemilu :P

  30. wahyoe Says:

    pengen nyoba nih…. :D

  31. MQ Hidayat Says:

    Selain anak2 TPC, sasaran berikutnya yg pengen tak temui dan belu keturutan itu anak2 CA.
    Kapan ya kita bisa kumpul2?

  32. geRrilyawan Says:

    seklai pernah…dan nabrak becak yang parkir disitu

  33. ichanx Says:

    belum pernah ke jogja :|

  34. lindaleenk Says:

    :D klo kesana selalu rame
    pake buanget pula rame nya

  35. cahsholeh Says:

    weeeeeeeeeee…. aku gagal cah, nek ora dibengoki kang thomas, wes nabrak tembok, hehehe

  36. klikharry Says:

    wahh… udah yang kesekian….
    mas anto…. lama tak bertegur sapa :)

  37. Mas Kopdang Says:

    met ultah Mas..
    sukses slalu dunyongakerat..

  38. hera Says:

    baru tau nih, kalau nama permainannya itu masangin….
    hehehehe…
    padahal dah cukup lama disini… ;)

    tapi,,kemarin q dah nyoba itu, dan berhasil,
    tapi keinginannya ga terkabul tuh mas…
    kenapa ya??

  39. telmark Says:

    *berpikir*
    kalo ke jogja suatu saat, apa anto mau nganter keliling2 ya…

  40. Michael Tim Says:

    I love your site!

    _____________________
    Experiencing a slow PC recently? Fix it now!

  41. Liexs Says:

    Numpang ngiklanin Image Header Competition mas….di

    http://liliks.wordpress.com/2009/04/20/image-header/


  42. [...] berdiri dua pohon beringin berdampingan, yang dikenal sebagai beringin kembar atau beringin kurung. Beringin Masangin di Jamasan Wali Bloger 2009 Alun-alun Kidul adalah gerbang selatan kawasan Kraton Jogjakarta. Dibuka dengan Plengkung Gading di [...]


  43. [...] Beringin Masangin di Jamasan Wali Bloger 2009 Alun-alun Kidul adalah gerbang selatan kawasan Kraton Jogjakarta. Dibuka dengan Plengkung Gading di bagian selatan kita akan masuk ke sebuah lapangan besar yang selalu ramai. [...]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s