Buku Sekolah Elektronik (BSE)
Juli 25, 2008
Buku Sekolah Elektronik (BSE) adalah satu program pemerintah melalui Depdiknas dalam rangka menyediakan buku yang memenuhi standar nasional pendidikan, bermutu dan murah. Hak cipta buku teks pelajaran itu sudah dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional, disajikan dalam bentuk format PDF dengan nama Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan tersedia di situs http://bse.depdiknas.go.id.
Program baru, masalah baru
Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang didesain sebagai solusi buku murah dan terstandardisasi justru berbalik arah menjadi bibit ‘masalah’ baru. Kemarin, di Jakarta muncul demonstrasi dari kalangan ibu-ibu yang (pastinya) kerepotan dengan rengekan putra-putrinya yang diharuskan mendownload materi buku tersebut dari internet.

Program Buku Sekolah Elektronik (BSE) ini sebenarnya sangat baik, sebagai langkah awal mengakrabkan siswa sekolah dengan dunia teknologi informasi. Akan tetapi kemudian, harusnya faktor aksesibilitas internet juga diperhitungkan. Belum semua sekolah punya akses internet (PC saja belum tentu), apalagi di rumah-rumah siswa. Kalaupun ada akses internet, pasti koneksinya putus-sambung dan pasang-surut.
Memang, dalam situs BSE Depdiknas disebutkan, “ada peluang bagi siapa saja untuk menggandakan, mencetak, memfotocopy, mengalihmediakan, dan/atau memperdagangkan BSE tanpa prosedur perijinan, dan bebas biaya royalti sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Menteri“. Serta “peluang bisnis bagi siapa saja untuk menggandakan dan memperdagangkan dengan proyeksi keuntungan 15% sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Menteri“.
Di sini rupanya, menurut saya letak ‘kecurangan’ dan ‘monopoli’ potensial terjadi.
Niat baik pemerintah untuk memberikan buku murah dan bermutu akan pupus dengan munculnya vampire baru ‘penghisap darah’ siswa yang ingin mendapatkan buku-buku yang terstandardisasi itu.
Let’s Movin’ on!
Bloggers, sebagai barisan masyarakat paling depan dalam pergaulan dengan internet, hendaknya menjadi orang yang pertama tertampar dengan kondisi demikian. Kita tidak boleh diam saja. Mengecam? Cukup sudah, saya kira. Teman-teman CahAndong sedang menginisiasi (ayo, jangan rapat melulu!) untuk membantu distribusi materi-materi tersebut ke sekolah-sekolah yang membutuhkan. Secara gratis dan sukarela, tentunya. Materi sudah LENGKAP ‘tersedot’ melalui koneksi teman-teman di UGM (thank’s Manda atas infonya), dan akan sesegera mungkin dicopy dan diganda untuk didistribusikan.
Nah, sekarang siapa mau ikut ambil bagian?




Juli 25, 2008 at 4:56 am
siap juragan … nanti sy update yah soal infonya
Juli 25, 2008 at 5:04 am
Kebijakan pemerintah memang suka nyeleneh.. Sebenarnya baik tapi tidak tepat sasaran..
Juli 25, 2008 at 5:07 am
Wah, ide yang bagus…
*laporkan ke petinggi bloggerngalam
Juli 25, 2008 at 5:21 am
Wajah baru, semangat baru !
Setuju tu !
BSE gratis dibagikan
Aku aja donlote lama
Harus klik perhalaman, pake PDF lagi
Apalagi mereka yang kurang mampu + kurang tahu
Ke warnet aja gag pernah
Apalagi punya Mac sendiri
“Mereka juga berhak punya !”
Juli 25, 2008 at 5:45 am
Mantap mantap….
Juli 25, 2008 at 6:33 am
Meluncur ke TKP, nyoba donlot
Juli 25, 2008 at 6:38 am
beugh, bener ribet euy
Juli 25, 2008 at 7:37 am
Kalsel siap melanjutkan distribusi….
Juli 25, 2008 at 7:40 am
chayoooo
Juli 25, 2008 at 7:41 am
siapa yang bantu masyarakat (anak-anak itu) beli komputer nto?
Juli 25, 2008 at 7:47 am
@ didut : sip kang, ditunggu
@ nazieb : harapannya begitu, komunitas bloger setempat mulai bergerak di daerah masing2.
@ mizan : emberrrrrrr
@ mansup : tunggu kirimannya ya, say
@ kw : kalo sekolahan dah ada kompi kita kasih versiDVD biar digandakan sendiri (versi soft ataupun hard, sesuai keadaan & kebutuhan), sudah dipikirkan juga soal versi cetak/print untuk yang sekolah gak ada komputer. nanti versi print bisa dicetak ulang/ fotokopi
Juli 25, 2008 at 7:53 am
ndaptar…!!!
ayo to, katanya anak2 ca mo bikin perpus gretongan. ane mau ikutan bantu.
Juli 25, 2008 at 8:44 am
Sayah bersedia bantuin yang print en fotokopi hard nya. biar e-booknya lebih gampang dibaca.
Juli 25, 2008 at 9:00 am
saya bantu mendistribusikannya di Gedongkiwo yah!
Juli 25, 2008 at 11:06 am
oo gitu to..*manggut-manggut*
Juli 25, 2008 at 1:11 pm
Usul Nto…
Klo udah ada yang punya lengkap, bisa dibikin kompress-nya per kelas trus dibagikan ke temen2 bloger. Biar lebih cepet nyebarnya.
**bersih2 hd**
Juli 25, 2008 at 2:09 pm
kalo boleh ikut, saya ikuttt….
btw, saya barusan baca postingan mbak ardifa soal BSE ini yang susah didownload juga.
Juli 25, 2008 at 2:47 pm
para blogger terbukti telah melakukan berbagai kegiatan positif.
tapi kok ya ada yang mengganggap blogger dan blogging adalah hal yang negatif, cape deee
Juli 25, 2008 at 9:30 pm
kamu butuh apa saja nto?
Juli 25, 2008 at 10:29 pm
lha mas, saya masih perlu donlotin ndak nih?
Juli 26, 2008 at 12:09 am
seharusnya pemerintah dengan telkomnya mampu memberikan akses internet, minimal akses iix yang sangat murah kepada masyarakat, klo memang ingin mendukung sosialisasi internet kapada seluruh lapisan masyarakat. indonesia memiliki jaringan internet sendiri, mengapa tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Juli 26, 2008 at 7:40 am
saya.
Juli 26, 2008 at 2:44 pm
good..good…
emang iya itu bukunya diwajibkan didonlot? gimana saih, kok ya gak mikir, emang semua muridnya punya komputer, apalagi internet??? dohh!!!
Juli 26, 2008 at 7:50 pm
to, hasil dari rapat offline gmn?
ntar klo dah mo kegiatan g jangan lupa di kasi tau ya….
mau ngikut tapi pas hari H-nya aja… mo nyumbang bandwidth kan udah ada yg nyumbang
Juli 27, 2008 at 6:50 pm
Ikuut..
Juli 27, 2008 at 9:52 pm
great info.. baru tau nih
Juli 28, 2008 at 10:35 am
Gue wong ndeso baru tau…kok gak ada sosialisasi dr upt setempat ya?
Juli 28, 2008 at 11:25 am
program setengah dodol juga sih. Kita liat smp kapan bs bertahan
Juli 28, 2008 at 3:02 pm
waduh … ribet amat coy…!!, kasian buat yang di daerah terpencil harus download pake biaya warnet. Terus dibaca harus pake komputer. kalo gak pake komputer harus dicetak dulu. Untuk cetak pake biaya lagi…, biayanya sama saja dengan satu buku yg bagus atau malah lebih mahal. Biaya internet buat download skitar 5 jam (Rp. 45.000) pake telkom net + biaya print (cetak ) 220 halaman x Rp. 1.000. Jadi biaya buat E-book = 45.000+220.000 = Rp. 265.000 mahal amat bro… cape deh….
Juli 28, 2008 at 3:07 pm
trim’s atas adanya bse ini, kalau ngak buku2x sekolah skrg jadi lahan sekolah2x yg semaunya dia jual buku. ada dana bos tapi masih tetap beli buku. tolonglah bagi aparat terkait untuk menindak sekolah2x, apalagi dijambi masih banyak praktek seperti itu
Juli 28, 2008 at 3:51 pm
Aku pingin bantu distribusi di SD t4 aku KKN.. Tapi apa masih keburu?
Juli 28, 2008 at 10:48 pm
Pengakuan terbaru Tora Sudiro : Mendingan jadi GIGOLO daripada ikutan MLM
Selengkapnya KLIK DISINI
Juli 29, 2008 at 6:07 am
good good good….
mendekatkan siswa pada dunia iptek
tapi faktor perangat bisa menjadi kendala
Ayo blogger bertindak di dunia nyata….
Juli 29, 2008 at 7:01 am
orang indonesia suka gitu…..
belun bs pake sepeda dikasi motor……
belun bisa pake motor dikasi mobil…..
Juli 29, 2008 at 10:58 am
tanks atas infonya
Juli 29, 2008 at 2:58 pm
Coba klik “Berita buku” di bukukuini.wordpress.com anda akan menjumpai tulisan kelebihan dan kekurangan buku elektronik.
Juli 30, 2008 at 7:39 pm
bukannya sudah ada kopinya ke tiap2 sekolah jg ya..tapi tetep lanjut aja…
yg sedekah benwit dpt makasi deh..
Juli 31, 2008 at 4:35 am
bingung juga kalo nggak ada duit, nebusnya pake apa
salam kenal
Juli 31, 2008 at 5:37 am
perlu peran serta masyarakat untuk menyebarluaskan bukunya, kalo cm dibikin jadi buku elektronik malah nyusahin pelajar yang tergolong menengah ke bawah (warnet+print=MUAHAAL)
Agustus 1, 2008 at 3:26 am
Haduh, dilematis juga dengan kondisi Endonesa yang masih banyak fakir benwitnya ini.
Agustus 1, 2008 at 4:44 pm
selamat atas perwajahan baru blog antobilang.. saya sempat ngira kesasar tadi
moga sukses yaa program sosial CA nya!!
Agustus 1, 2008 at 9:25 pm
mugo2 iso melok
Agustus 2, 2008 at 7:02 pm
Saya sudah mengumpulkan sekitar 37 judul. Para keponakan sudah pada saya kasih kopinya.
Sialnya, bse ini di Malang masih belum dikenal. Anak saya (kelas 3 SD) juga masih harus beli buku non BSE. Cetakan lama lagi.
BSE memang masih merupakan mahluk asing, mas.
Agustus 4, 2008 at 10:03 am
lama-lama siswa indo pake laptop semua, hhe….
Agustus 5, 2008 at 2:06 pm
emang buku elektronik tu bisa diplikasikan tapi kan orang indonesia jarang yang punya komputer jadi ya gimana
Agustus 6, 2008 at 11:03 pm
aku mendukung mu..
Agustus 7, 2008 at 5:55 pm
Kalau pemerintah kabupaten ada kemauan, bisa saja mereka mendownloadnya, lalu mencetak dan mendistribusikan ke sekolah2 secara gratis. Kalaupun belum mampu untuk diberikan ke siswa, bisa dipinjamkan, seperti sekolah2 jaman dulu.
Salam kenal kembali mas anto
Agustus 8, 2008 at 10:37 am
waahh,,daku baru tauk ada yang beginian..hehhe..
enaknya cuma gak pelu duit buat beli buku aja kali ya??eheehe…
Agustus 12, 2008 at 10:09 pm
mirror bse
http://mirror.itb.ac.id/bse/pdf/
Agustus 12, 2008 at 10:28 pm
http://kambing.ui.edu/bse/pdf/
salam kenal
Agustus 14, 2008 at 2:28 pm
penerapan nya masih kurang nih,,, masih bnyak yg lom bisa,,, ya eya lah kan mrk g punya uang buat buka internet,,,,,
Agustus 23, 2008 at 1:52 pm
sebenarnya depdiknas ikhlas nggak sih ya bagi buku sekolah elektronik gratis. kalau ikhlas kok ribet banget prosesnya …..
ribet …. & lama ….. !!!
Agustus 28, 2008 at 10:47 am
[...] satu sisi, Pemerintah dan sejumlah insan pendidikan atau pemerhati pendidikan juga getol untuk menyediakan buku murah, bahkan satu buku bisa harganya setengah dari makan paket [...]
September 5, 2008 at 5:37 pm
Bagi yang kesulitan download bisa langsung ke homepage saya http://bse.invir.com, tidak perlu registrasi dan ukuran file sudah saya perkecil ..
Semoga bermanfaat
September 22, 2008 at 6:52 am
jereeen… beli di mana tuh???