antobilang™

Only a life lived for others is a life worthwhile

Cerita Sebuah Luka

Sebuah malam, di tengah perjalanan pada sebuah mobil travel. Perempuan itu bernama Shilla (Ladya Cherryl), di sebelahnya ada seorang pria bernama Carlo. Awalnya mereka berdua terdiam dalam kesepiannya masing-masing. Kemudian Shilla membuka percakapan : ”Kenapa dengan luka di dahi kirimu itu? Adakah cerita dibaliknya?” 

Carlo diam, matanya menerawang ke luar. Suasana masih sepi, lalu Shilla mulai berceloteh. Shilla mengatakan bahwa setiap luka akan menyimpan cerita. Selalu ada cerita di balik setiap luka yang tersisa. Goresan luka di tubuh setiap orang selalu menyimpan cerita-ceritanya sendiri. Shilla mulai bercerita tentang luka di dahi kakeknya, yang menurut cerita si kakek merupakan bekas luka saat bermain bola waktu sekolah dulu. Tapi Shilla mencurigai ada cerita yang disembunyikan di balik luka itu, karena si kakek diketahui ‘bermasalah’ dengan benda berbentuk bulat. Berturut-turut kemudian Shilla bercerita tentang teman-teman di lingkungannya yang memiliki cerita di balik luka masing-masing.

Luka

Carlo masih diam, dia tidak menjawab. Kemudian melalui tangan-tangannya, Carlo meraba ke seluruh bagian tubuh Shilla hingga bagian-bagian yang tersembunyi di balik kaos dan rok pendeknya. Tapi Carlo tidak menemukan luka apapun.

Tiga paragraf di atas adalah isi cerita dari Antologi Film 10 Tahun Reformasi  yang berjudul “Trip to the Wound” yang diputar pada acara Mari Menonton Bioskop Pasar Raya FKY XX 2008, Sabtu yang lalu di Ruang F/Ruang Pamer Audio Visual Benteng Vredeburg. 

Luka memang sebuah simbol penyimpan cerita atau kisah. Shilla begitu ingin tahu cerita yang ada di balik luka di dahi Carlo, namun Shilla tak mendapatkan jawaban. Carlo sendiri juga tak menemukan luka di sekujur tubuh Shilla, tapi siapa yang bisa memastikan bahwa luka harus berwujud? Luka di dalam hati memang tak pernah bisa dilihat oleh orang lain. Mungkin pesan ini yang hendak disampaikan oleh film besutan Edwin yang masuk dalam Antologi Film 10 Tahun Reformasi ini.

Luka yang diderita oleh beberapa masyarakat negeri ini, memang tak nampak secara fisik. Luka batin yang mungkin tak pernah sembuh.  Luka para warga keturunan yang menjadi sasaran kemarahan massa saat kerusuhan Mei 2008. Luka seorang ibu yang kehilangan putranya akibat reaksi pemerintah yang menculik dan memusnahkan beberapa aktivis. Luka rakyat Indonesia yang digores berkali-kali oleh kelakuan pemimpin yang semakin korup. Luka-luka yang tak pernah sembuh, jikapun dipaksa sembuh dan dilupakan, maka akan membusuk dan suatu saat akan pecah menyebabkan luka yang lebih dalam lagi.

Nah, adakah luka di bagian tubuh anda yang menyimpan cerita?

Filed under: In My Search

20 Responses

  1. Nazieb mengatakan:

    Saya dulu pas jaman TK pernah tertusuk logam yang ada di bawah ayunan di bagian jempol. Parah banget, sampai sepatu saya penuh darah. Anehnya, waktu itu saya cuma meringis, ndak pake acara menangis, padahal biasanya luka sedikit saja sudah mbrebes..

    Demikian cerita luka saya

    :mrgreen:

  2. aRuL mengatakan:

    Luka, terlalu banyak luka, luka tidak untuk ditutupi tetapi untuk pijakan ke depan :D
    *halah rul ngomong opo toh :P *

  3. westnu mengatakan:

    hati ini terluka kang..Bukan karena cinta tapi karena baru tak ada harta :p

  4. arya mengatakan:

    Carlo masih diam, dia tidak menjawab. Kemudian melalui tangan-tangannya, Carlo meraba ke seluruh bagian tubuh Shilla hingga bagian-bagian yang tersembunyi di balik kaos dan rok pendeknya

    NJRIT!
    CERPENISTA ORGASMIA!

  5. Bagus mengatakan:

    wah, kebacut ngiler Nto…

    Kagol kie…

  6. kw mengatakan:

    duh to sabar :) hih hi hi
    luka itu ada di jidatku. bekasnya melintang. dulu sempat bocor.

  7. didut mengatakan:

    ada dilutut dan berbekas selamanya, hadiah dr naek sepeda di jln menurun berbatu

  8. goop mengatakan:

    Jadi teringat sebuah kisah yang sering beredar di milist…
    “Cabutlah sebuah paku di dinding kayu, saat kau cabut paku itu, tiada lagi paku, namun masih tersisa bekas luka di sana.”
    Barangkali “maaf” sudah terucap, tetapi bekasnya tak akan pernah hilang.
    Kira-kira begitulah tambahan dari saya
    *kok mirip usulan pada sebuah meeting* -halah-

  9. ngodod mengatakan:

    luka dalam digores parpol pas ‘99, kelihatannya bakalan lama sembuhnya.

  10. annots mengatakan:

    Luka seorang fans yang cintanya tak terjawab oleh sang idola juga akan membekas lama.

    Kecuali kalo sudah ada dokter ataupun calon dokter yang mampu mengobati luka itu…

    *kalem*

  11. zam mengatakan:

    luka hati.

  12. abdee mengatakan:

    Jadi teringat temen yang wajahnya ada bekas luka poporan pistol…
    saat demo di bunderan tahun 1997 dulu…
    semoga dia rest in piece…

  13. akokow mengatakan:

    Luka saya enggak kelihatan dari luar

  14. romailprincipe mengatakan:

    hsyo, jangan2 dikau yang punya luka ntok..ha2x… iya ni gw 07613, lo 07616 kan yang huruf A sama B nya selalu lebih banyak dariku..ha2x…
    salam buat pak Ibnu..

  15. sandal mengatakan:

    Dengkul saya pernah tergores pecahan IC yang saya gepuk sebelumnya pake kapak. Ternyata pecahannya cukup tajam untuk mengiris kulit dan sedikit daging saya :D

  16. Yahya Kurniawan mengatakan:

    Saya punya bekas luka pas jatuh dari sepeda.

  17. Mas Kopdang.. mengatakan:

    Luka Modric..
    Pemain Kroasia!

  18. cK mengatakan:

    saya adanya bekas gigitan nyamuk tuh di kaki… :roll:

  19. cahayasura mengatakan:

    luka kita satu
    sudah lama membiru
    mental semua jamu
    hanya terobati waktu

  20. merahitam mengatakan:

    Gimana kalau lukanya karena alergi?

Leave a Reply

Beli Buku?

Side Link