Cerita Sebuah Luka
Juli 9, 2008
Sebuah malam, di tengah perjalanan pada sebuah mobil travel. Perempuan itu bernama Shilla (Ladya Cherryl), di sebelahnya ada seorang pria bernama Carlo. Awalnya mereka berdua terdiam dalam kesepiannya masing-masing. Kemudian Shilla membuka percakapan : ”Kenapa dengan luka di dahi kirimu itu? Adakah cerita dibaliknya?”
Carlo diam, matanya menerawang ke luar. Suasana masih sepi, lalu Shilla mulai berceloteh. Shilla mengatakan bahwa setiap luka akan menyimpan cerita. Selalu ada cerita di balik setiap luka yang tersisa. Goresan luka di tubuh setiap orang selalu menyimpan cerita-ceritanya sendiri. Shilla mulai bercerita tentang luka di dahi kakeknya, yang menurut cerita si kakek merupakan bekas luka saat bermain bola waktu sekolah dulu. Tapi Shilla mencurigai ada cerita yang disembunyikan di balik luka itu, karena si kakek diketahui ‘bermasalah’ dengan benda berbentuk bulat. Berturut-turut kemudian Shilla bercerita tentang teman-teman di lingkungannya yang memiliki cerita di balik luka masing-masing.

Carlo masih diam, dia tidak menjawab. Kemudian melalui tangan-tangannya, Carlo meraba ke seluruh bagian tubuh Shilla hingga bagian-bagian yang tersembunyi di balik kaos dan rok pendeknya. Tapi Carlo tidak menemukan luka apapun.
Tiga paragraf di atas adalah isi cerita dari Antologi Film 10 Tahun Reformasi yang berjudul “Trip to the Wound” yang diputar pada acara Mari Menonton Bioskop Pasar Raya FKY XX 2008, Sabtu yang lalu di Ruang F/Ruang Pamer Audio Visual Benteng Vredeburg.
Luka memang sebuah simbol penyimpan cerita atau kisah. Shilla begitu ingin tahu cerita yang ada di balik luka di dahi Carlo, namun Shilla tak mendapatkan jawaban. Carlo sendiri juga tak menemukan luka di sekujur tubuh Shilla, tapi siapa yang bisa memastikan bahwa luka harus berwujud? Luka di dalam hati memang tak pernah bisa dilihat oleh orang lain. Mungkin pesan ini yang hendak disampaikan oleh film besutan Edwin yang masuk dalam Antologi Film 10 Tahun Reformasi ini.
Luka yang diderita oleh beberapa masyarakat negeri ini, memang tak nampak secara fisik. Luka batin yang mungkin tak pernah sembuh. Luka para warga keturunan yang menjadi sasaran kemarahan massa saat kerusuhan Mei 2008. Luka seorang ibu yang kehilangan putranya akibat reaksi pemerintah yang menculik dan memusnahkan beberapa aktivis. Luka rakyat Indonesia yang digores berkali-kali oleh kelakuan pemimpin yang semakin korup. Luka-luka yang tak pernah sembuh, jikapun dipaksa sembuh dan dilupakan, maka akan membusuk dan suatu saat akan pecah menyebabkan luka yang lebih dalam lagi.
Nah, adakah luka di bagian tubuh anda yang menyimpan cerita?




Juli 9, 2008 at 1:06 am
Saya dulu pas jaman TK pernah tertusuk logam yang ada di bawah ayunan di bagian jempol. Parah banget, sampai sepatu saya penuh darah. Anehnya, waktu itu saya cuma meringis, ndak pake acara menangis, padahal biasanya luka sedikit saja sudah mbrebes..
Demikian cerita luka saya
Juli 9, 2008 at 1:23 am
Luka, terlalu banyak luka, luka tidak untuk ditutupi tetapi untuk pijakan ke depan
*
*halah rul ngomong opo toh
Juli 9, 2008 at 1:39 am
hati ini terluka kang..Bukan karena cinta tapi karena baru tak ada harta :p
Juli 9, 2008 at 1:41 am
NJRIT!
CERPENISTA ORGASMIA!
Juli 9, 2008 at 4:47 am
wah, kebacut ngiler Nto…
Kagol kie…
Juli 9, 2008 at 5:27 am
duh to sabar
hih hi hi
luka itu ada di jidatku. bekasnya melintang. dulu sempat bocor.
Juli 9, 2008 at 6:45 am
ada dilutut dan berbekas selamanya, hadiah dr naek sepeda di jln menurun berbatu
Juli 9, 2008 at 8:02 am
Jadi teringat sebuah kisah yang sering beredar di milist…
“Cabutlah sebuah paku di dinding kayu, saat kau cabut paku itu, tiada lagi paku, namun masih tersisa bekas luka di sana.”
Barangkali “maaf” sudah terucap, tetapi bekasnya tak akan pernah hilang.
Kira-kira begitulah tambahan dari saya
*kok mirip usulan pada sebuah meeting* -halah-
Juli 9, 2008 at 8:43 am
luka dalam digores parpol pas ’99, kelihatannya bakalan lama sembuhnya.
Juli 9, 2008 at 9:25 am
Luka seorang fans yang cintanya tak terjawab oleh sang idola juga akan membekas lama.
Kecuali kalo sudah ada dokter ataupun calon dokter yang mampu mengobati luka itu…
*kalem*
Juli 9, 2008 at 10:32 am
luka hati.
Juli 9, 2008 at 11:03 am
Jadi teringat temen yang wajahnya ada bekas luka poporan pistol…
saat demo di bunderan tahun 1997 dulu…
semoga dia rest in piece…
Juli 9, 2008 at 11:17 am
Luka saya enggak kelihatan dari luar
Juli 9, 2008 at 12:24 pm
hsyo, jangan2 dikau yang punya luka ntok..ha2x… iya ni gw 07613, lo 07616 kan yang huruf A sama B nya selalu lebih banyak dariku..ha2x…
salam buat pak Ibnu..
Juli 9, 2008 at 1:34 pm
Dengkul saya pernah tergores pecahan IC yang saya gepuk sebelumnya pake kapak. Ternyata pecahannya cukup tajam untuk mengiris kulit dan sedikit daging saya
Juli 9, 2008 at 1:50 pm
Saya punya bekas luka pas jatuh dari sepeda.
Juli 9, 2008 at 5:27 pm
Luka Modric..
Pemain Kroasia!
Juli 9, 2008 at 6:39 pm
saya adanya bekas gigitan nyamuk tuh di kaki…
Juli 9, 2008 at 9:07 pm
luka kita satu
sudah lama membiru
mental semua jamu
hanya terobati waktu
Juli 10, 2008 at 1:21 pm
Gimana kalau lukanya karena alergi?