Dari Anak-Anak Gempa
Mei 28, 2008
Dua tahun lalu, saat saya ikut program KKN dadakan yang diselenggarakan UGM di daerah-daerah korban Gempa. Lokasi saya, di daerah Balong Kidul, Desa Potorono, cuma selemparan batu dari ringroad selatan. Waktu itu, saya dan teman-teman sempat membantu beberapa pelaksanaan KBM darurat di SD terdekat.
Pada salah satu program, kami memberikan kesempatan kepada anak-anak SD untuk menuliskan sebuah surat untuk Bapak Bupati. Isi surat tersebut sangat beragam, beberapa memang menyematkan pesan soal meminta bantuan, tapi selalu ada kepolosan anak-anak yang menyentuh di sana. Ada yang meminta Pak Bupati untuk datang melihat gedung sekolah mereka yang roboh, meminta tambahan alat tulis, bercerita kejadian gempa, bahkan ada yang meminta kostum sepakbola.
Saya juga masih ingat bagaimana sulitnya menembus jalur birokrasi saat menyampaikan surat tersebut. Beberapa janji untuk bisa bertemu langsung dengan Pak Bupati, kandas di tengah berbagai kesibukan beliau melalui pembatalan jadwal oleh ajudannya. Memang isi surat itu bukan sesuatu yang genting dan mungkin terasa biasa, tapi setidaknya kepolosan anak-anak itu adalah ungkapan paling jujur tanpa tendensi keserakahan. Tapi akhirnya, empat puluhan surat tersebut hanya berakhir di pak ajudan, harapan saya semoga benar-benar tersampaikan.

Beberapa surat lainnya, boleh diunduh melalui link download ini.
Saya coba sarikan beberapa surat yang ditulis anak-anak itu :
waktu itu saya sempat tertimbun reruntuhan benda-benda keras, seperti blandar, kayu reng dan genteng, sehingga kepala belakang saya luka sobek cukup dalam (anggergale)
bapak, apakah bapak ingin membantu saya pak? kalau iya bapak saya tolong perbaiki sekolah saya dan perbaiki rumah saya, atau buatkan rumah dari triplek/gedeg yang kecil saja. (annur)
meskipun kami hanya di tenda kami berbahagia dan mi goreng dan minuman akua pun kami sudah cukup. meskipun kami harus kehilangan rumah dan alhamdulilah kami sekeluarga sehat-sehat saja. dan doakan kami supaya sehat-sehat saja (atmi)
Kemarin, akhir tahun 2007, saya datang ke SD itu tapi bangunan itu sepi sekali. “Di-merger dengan SD sebelah desa“, kata Pak Carik yang rumahnya bersebelahan dengan bangunan tersebut.




Mei 28, 2008 at 12:23 am
hmm…berdasar pengalaman pribadi memang untuk birokrasi kayak gitu butuh akses yg langsung … kalo pake surat well ya kayak gitu biasanya, dilempar sana sini
Mei 28, 2008 at 12:25 am
dua tahun yang berlalu, semoga tidak melunturkan semangat kita untuk bangkit, bahu membahu. masa-masa yang teramat sulit pernah kita lalui, jadi apalah artinya rintangan kecil yang menghadang di depan?
Mei 28, 2008 at 12:32 am
ah mereka klo ada butuh nya doank baru mau ketemu, kalo mereka gak butuh kita emang sombong.
coba lo pas nganterin bilang anak jendral to, pasti langsung gak ada acara deh mereka
Mei 28, 2008 at 12:57 am
lha itu surat anak2 buat pak bupati….kok kamu baca tok? sudah jadi bupati?
Mei 28, 2008 at 6:15 am
polos sekali mereka. keinginannya jg ga muluk2. asal bisa sekolah dan punya tempat beteduh. dua tahun gempa. dua tahun memori kelam anak2 bangsa yg terpinggirkan.
Mei 28, 2008 at 7:06 am
Terenyuh …
Kowe KKN d potorono boss?
Samma dong.
2 tahun gempa.
Masih terngiang.
Waktu itu (…)
Mei 28, 2008 at 8:34 am
hik.. jadi terharu..
Mei 28, 2008 at 9:05 am
kasihan ya kalo sekolah sampai dijadikan satu dengan sekolah lain..kan belum tentu jarak sekolah yang baru dekat dengan rumah mereka…
Mei 28, 2008 at 9:06 am
oiya ya..bener juga kata paman ndobos, kok surate cah cah sd kamu baca mas ?? apa hak mu ?? hahahahaha *suer saya ndak abis pikir juga seperti pemikiran paman ndobos
*
Mei 28, 2008 at 9:08 am
lama saya ingin bertemu dengan kawan2 ca…berharap bisa bertemu dirimu yang baik hati…
Mei 28, 2008 at 9:08 am
cocok kamu jadi agnostic filantropis tok..
Mei 28, 2008 at 10:09 am
merinding aku kalo inget kejadian itu lagi..
Mei 28, 2008 at 10:46 am
ternyata kamu sudah jadi ajudan bupati, ntok…
Mei 28, 2008 at 10:46 am
*ngakak baca komen Mbilung* hahahhaahahaha….
heuh… *tarik napas*
Coba di update kabarnya dong To, anak2 itu apakah ada yang dipenuhi keinginannya oleh Pak
AntobilBupatiMei 28, 2008 at 11:00 am
gimanah pak ajudan….udah ada tanggapan belon…..
Mei 28, 2008 at 11:51 am
yang minta kaos bola itu cowo apa cewe yah . .?
kok kertasnya lucu2 gitu
Mei 28, 2008 at 2:19 pm
untung gak minta sempak….
Mei 28, 2008 at 4:02 pm
Kasian yah ..??
wah .. kalo surat2nya di kasihkan lagi ato dikirim via email bisa nggak ..??
Mei 28, 2008 at 4:46 pm
…
ayo kita ke selatan..
Mei 28, 2008 at 5:02 pm
COBA LIAT SITUS:
rompaklah-malingsia.blogspot.com
Mei 28, 2008 at 6:00 pm
Pak Bupati SIBUK!
Mei 28, 2008 at 6:25 pm
oo alaaah, wis dadi Bupati tha?
Mei 28, 2008 at 7:31 pm
Wahahaha…
Bahkan SD pun tak luput dari merger-mergeran di negara dgn pemerintahan keparat ini. Macam SD di Medan dulu yg pake istilah tukar-guling sama pabrik punya pezabat pemerintah
Masih berteduh di tenda pula kah itu korban2 gempa? Kalo masih, gorok saja leher pejabat setempat. Bukan org lagi itu yang jadi pejabat, sudah iblis namanya.
Mei 28, 2008 at 8:59 pm
ni mas Anto nya Pak Ibnu bukan…akhirnya menemukan blog mu…hahz…
Mei 28, 2008 at 10:17 pm
saya KKN-nya sama si zam di posko pusat
Mei 29, 2008 at 3:05 am
Itu akhirnya dapet kaos dari bupati nggak?
Mei 30, 2008 at 9:10 am
pak bupati yang mau jadi gubernur itu bukan?
Mei 31, 2008 at 3:24 pm
wwahhh….ini tempat KKN ku juga …
cuma pas dua minggu apa seminggu setelah gempa yah…(?)…
aku dah selesai KKNnya…-from UII-
ak juga smpet ngajar di TPAnya….kangen ma anak2nya disana…
salam kenal yah….
waktu itu ak inget emang ada mahasiswa UIN ma UGM yg gantiin…wah ternyata salah satunya Masnya Yah=)
eh iyah pak dukuhnya dah nikah belon yah…hehehehe…abisnya waktu KKN masih lajang tuh…..