Kota yang hampir tidak pernah tidur ini, memang sangat mengagumkan. Tidak heran jika saya begitu mencintainya, mungkin juga anda? Kemarin pagi, sehari sebelum peringatan 2 tahun Gempa Jogja, saya sudah menghambur dalam riuh ramai jalanan kota. Sepagi ini kota sudah begitu ramai, geliat aktivitas penduduk sudah sangat bergairah.
Pukul 5:53:58 tepat dua tahun yang lalu, kota ini menangis. Jerit pilu mencekam dari berbagai sudut kota membuat kota ini seolah lumpuh tak berdaya. Seseorang pernah menyatakan, di daerah selatan kota ini debu reruntuhan bangunan mengepul di udara menutup pandangan menjadi gelap gulita. Mengerikan sekali. Gempa tektonik sebesar 5,9 Skala Richter yang menelan total korban jiwa sebanyak 6.234 orang itu benar-benar menjadi tragedi kemanusiaan yang memilukan.

foto-foto diambil 26 Mei 2008 sekitar pukul 06.00 WIB
Rupanya kota ini begitu cepat bangkit, dengan semangat gotong-royong yang justru muncul saat kondisi sulit semacam ini. Tak sampai setahun, pembangunan rumah penduduk sudah mulai merata. Sisa-sisa masalah pembagian bantuan yang mewarnai perjalanan kebangkitan kota ini perlahan sirna, entah menguap karena lelah atau memang benar sudah merata, saya tak tahu pasti.
Pagi kemarin, saat menyusuri jejak-jejak bisu di kota ini, lamat-lamat saya menjadi khawatir akan gempa baru yang akan segera datang menyerang setelah satu isyarat yang muncul pukul 21.00 Jumat lalu. Gempa ekonomi yang pastinya akan semakin menghimpit lapak kehidupan rakyat-rakyat kecil. Di saat yang sama, separuh anggota legislatif kota sedang piknik ke luar pulau, eksekutifnya juga sedang piknik ke Jepang, meninggalkan keputusan HET minyak tanah yang membuat masyarakat terkatung-katung dalam ketidakpastian harga di pangkalan Badran sana.
Filed under: In My Search





Kangen Jogya saya…
*jadi ingat temen yang meninggal kena gempa hiks hiks*
dua tahun. antara terasa dan tak terasa.
pengen ke jogja hiks… ada yang mau kasi tiket jakarta-jogja-jakarta gratis??
*ngarep*
tepat dua tahun yang lalu,
saya sedang mengerjakan penelitian skripsi bersama teman saya, Titi Hidayatun (Sosiatri UGM 2002) di Jakarta.
Selamatlah dia dari gempa. Kenal ngga sama si Titi ini, To?
huaaaah.. phutu-na bagus-bagus Mas….
saya makin kangen ma Jogja jadinya.. huhuhuhu
masinh ingat 2 tahun lalu, rs sarjito baunya sama kayak pasar daging, bau darah di mana-mana…
pengen ke jogja..
somebody invite me pleaseee…
asem…
postingan marai misuh!
*kangen Jogja*
kpn kowe LULUS TOK..????
GAPLOK PEPENG PAKE GOBANG..!!!!!
Banyak memang yang sudah dilakukan, namun beberapa masih butuh dibenahi. Urusan pendataan misalnya, masih kurang jelas, seperti semrawutnya lalu lintas, tentu bukan jam enam, bro
Hmm.. coba baca artikel ini sambil dengerin lagu “Jogjakarta”-nya Katon Bagaskara.. pas deh
sudah 2 tahun yah … tak terasa
Suatu saat saya akan kembali mengunjungi Yogya… Saya rindu kota itu. *teringat 3 tahun yang lalu*
*celingak-celinguk*
Waa… kalau di daerah situ jam segitu emang udah rame Nto… Coba ke kos cewek… Lebih rame Nto…
Mungkin gempa kemarin itu untuk mempersiapkan warga Jogja agar siap menghadapi gempa ekonomi ini Kang
dua taun ya? dan lukanya blm bener2 ilang, kan?
ah…postingan ini bikin saya pengen ke jogja..
kmrn, korban gempa di Bantul bnyk yg njerit ga dapet BLT.
@nonadita
Titi si supergirl itu mburuh di Cikokol Tangerang
Akankah sang ‘ekskutif’ yg sedang piknik itu ingat peristiwa ini ya?
dua tahun? perasaan baru kemarin … ora bakal lali rasane, meskipun aku sekarang terpisahkan ribuan kilometer dari tanah kelahiranku tercinta itu
@rezco
kabar terakhir yang saya dapat, Supergirl ini jadi Community Development Officer pada sebuah perusahaan kapitalis di Purwakarta. Mas ini temennya Titi ya?
kangen Jogja…amat sangat…
huhuuuu…
Pengen ke jogja…
Kapan ya?…..
senenge sing duwe kamera…iso poto-poto
aich.. kangen banget aku sama tanah leluhur…
sudah hampir setahun gak liat jogja.
aku sangat merindukan kota ini… teramat sangat..
sekarng tinggal di palembang. terasa keras kehidupan disini..
saya masih ingat. kemarin, 2 tahun yang lalu, pagi2 saya keluar rumah sambil misuh2, “bajindal! kampret kabeh…ono gempa aku ra digugah!” ke anak2 di rumah yang sibuk nyari selamat sendiri2 dalam keadaan masih setengah sadar, dan kemudian mendapati tetangga2 rumah saya pada sibuk berzikir.
ah, saya merusak kekhusyukan orang lain ketika memuja tuhannya
jam 6 apaan??? bohong kamu! itu sudah siang semua
)
blm pernah kesono gw bro.. mantab tuww
woi.. Antobilang itu siapa sih?
do i know you?