Legenda Kopi Joss
Mei 17, 2008
Mantapnya kopi bercampur arang panas yang dikenal dengan ‘kopi joss’, kini cuma tinggal kenangan. Sang mbahurekso daerah Sitisewu, di mana angkringan tersebut berlokasi, saya mintai konfirmasi perihal penggusuran angkringan ini.
Siapa tak tahu Angkringan yang berada di sisi utara Stasiun Tugu itu? Orang yang pernah tinggal atau sekedar singgah di Jogja, harusnya tahu soal angkringan legendaris ini.
Sandalian, sering menghabiskan malam-malamnya sendirian di angkringan itu, begitulah yang biasa terpublikasi lewat junk milis ataupun broadcast via jaiku. Saya, untuk kali pertama menampakkan diri kepada publik blogsphere, ya di tempat ini. Kala itu saya berkesempatan untuk bertemu para penggede blogsphere yaitu Zamroni, Chika, Arya, Fame dan Ekowanz. Jamuan terakhir Sultan Ndoyok dan para jelatanya yang digelar beberapa minggu lalu, juga di angkringan ini. Bahkan Wiki CA mengabadikan angkringan ini dalam satu lema tersendiri sebagai salah satu lokasi resmi kopdar di Kasultanan Ndoyokarta Hadiningrat.
Sempat muncul kekhawatiran ketika maraknya berbagai kafe dan klub yang menawarkan tempat lebih bersih, aneka makanan dan minuman yang lebih mahal dan tentu suasana lebih modern. Perlambang kehidupan malam di Jogja yang melekat di angkringan klasik bermenu kopi joss ini, ditakutkan perlahan-lahan akan tergeser. Nyatanya tidak, angkringan ini tetap menjadi primadona andalan dengan pesona tersendiri di hati masyarakat Jogja untuk duduk bercengkarama dan menikmati angin malam Jogja lewat ‘sruputan’ panas kopi joss.

Dan memang bukan kafe dan klub malam yang menjadi ancaman eksistensi angkringan tugu. Namun ada hal yang lupa diperhitungkan sebagai sebuah kekuatan terbesar, yaitu tangan-tangan penguasa. Dengan segala macam keinginan untuk menciptakan citra bersih dan rapi yang ada di benak pemerintah kota, sehingga lapak-lapak kumuh semacam ini tak layak di kota ini dan harus diberangus. Persetan dengan kekhasan tradisi yang melekat di angkringan itu, persetan pula dengan pupusnya kerinduan anak Jogja yang bakal mati merindu ingin merasakan aroma kopi joss dengan iringan suara khas kereta api kala dia pulang nanti.
Beberapa bulan yang lalu, Pasar Klithikan yang ada di sisi ruas jalan Mangkubumi terpaksa direlokasi oleh kebijakan pemerintah kota yang mungkin ‘sumpek’ dengan keberadaan emplek-emplek di emperan toko. Sekarang pasar itu dipindah ke Pasar Pakuncen, dan pastinya atmosfir klithikan yang merakyat dan ‘ndeso’ turut sirna dengan bangunan yang ‘magrong-magrong’ dan benderang lampu listrik. Nama lain Pasar Klithikan yaitu ‘Pasar Senthir’ untuk menyebut pasar malam dengan penerangan dari lampu senthir (lampu minyak), kini tak lagi relevan dengan Pasar Klithikan yang baru.
Tadi malam, seusai Jumintenan, saya dan kawan-kawan eblis jelata mengunjungi lokasi angkringan yang ada di utara Stasiun Tugu. Potongan ruas jalan yang biasanya sangat ramai riuh dengan berbagai komunitas sepanjang malam, kini hanya tinggal menyisakan kesepian. Sepi.
Sekarang mari kita tunggu, setelah klithikan dan angkringan tugu digilas kebijakan penataan kota, siapa lagi yang akan menerima undian penggusuran?
Angkringan Kali Code? Pasar Kembang? Alun-alun Kidul? Ringin Pakualaman?




Mei 17, 2008 at 11:37 pm
sarkem ki jik ono gak sih? gak digusur? lokasi resmi kopdar blogger2 jalang juga? hyahahaha…
Mei 18, 2008 at 12:20 am
berikutnya warung lendir mu itu tok.
Mei 18, 2008 at 12:58 am
ya ampun! sebagai dimas jogja *njuk ngopo dim?* daku merasa kecewa atas penggusuran angkringan dengan kopi jossnya itu
duh pak wali… bukannya itu salah satu wisata malam khas jogja yang bisa menjadi daya tarik unik buat pengunjung kota kita? wis mbuh! *ngepak koper pindah ke jakarta*
Mei 18, 2008 at 1:13 am
nasib wong cilik……….
Mei 18, 2008 at 1:19 am
Ndherek belosungkowo Lha terus sesuk yen aku balik jogja, sampeyan arep nraktir nang endi dab?
Mei 18, 2008 at 1:54 am
lha trus kalo aku ke juminten, aku ngopi ndik endi iki?
Mei 18, 2008 at 2:09 am
kopian sih akeh…..cuman legendanya ya salah satunya itu ya di angkirngan tugu ini
Mei 18, 2008 at 3:23 am
Saya rasa saya akan kehilangan suasananya. Koma, masih bersambung,
Mei 18, 2008 at 6:23 am
wong cilik kudu pasrah lan manut wae
Mei 18, 2008 at 6:43 am
Klithikan Mangkubumi setau sayah nongol 98 an, seirama krismon nyang menghantam republik inih. Jadi ya belom lama.
Kalok angkringan kopi joss di Tugu itu, singet sayah udah ada sejak situ mingsih belom becus ngelap ingus. Sejak 1986 udah ada.
Lha kalok sekarang digusur, mungkin udah sewajarnya mesti begetoo. Lha da Jogja sembarang orang sembarang pulak narok lapak.
Menurut situ, itu trotoar gunanya buwat apa segh ???
Buwat angkringan kah ???
Buwat parkir kah ???
Buwat klithikan kah ???
Mei 18, 2008 at 6:50 am
nyruput kopi joss ngeses klobot menyan
Mei 18, 2008 at 8:24 am
suasana dan romantisme nya itu yang susah terganti,..
lagian tu angkringan ga ngerusak trotoar,..
itu juga bagian wisata jogja..
alesan gusur nopo, to?
Relokasi nya dimana?
kamu sebagai tukang mproyek tata lahan, mosok ga tau bocoran ne?
Mei 18, 2008 at 9:10 am
aku baru tau..
Mei 18, 2008 at 9:42 am
berarti komunitas angkringan.or.id jogja juga sudah harus mulai siap-siap juga
Mei 18, 2008 at 9:44 am
yaaaaaaaaagghh…!udah gak ada ya tok?? hiks..hiks..:(
Mei 18, 2008 at 9:50 am
Padahal aku baru 1x ke sana.
Mei 18, 2008 at 9:55 am
weeee…berarti saya mesti kesana dulu sebelum digusur…
*ngarep dikasi tiket ama antok*
Mei 18, 2008 at 10:09 am
ntar kalo ke jogja, nyoba juga aaah
Mei 18, 2008 at 11:12 am
loh, wis digusur? oalah, mesake …
Mei 18, 2008 at 11:14 am
mari kita berdoa saja *byuh*
Mei 18, 2008 at 12:35 pm
Setelah berdiri sejak (katanya) 1957, kenapa baru digusur sekarang?
Mei 18, 2008 at 12:37 pm
Eh nambah, kok warung rokok dan ciu yang berada di ujung paling timur ga ikut digusur?
Apa karena sudah setor upeti tiap malam?
Mei 18, 2008 at 12:40 pm
Hetrik sisan.
Mei 18, 2008 at 2:37 pm
Lho…. Angkringan lek man digusur??? Walah… edian tenan kiyi… Ada kabar pindah ke mana, ataukah menghilang begitu saja, Dab?
Mei 18, 2008 at 2:39 pm
Wah, jadi keinget perpisahan dgn zam.. Di angkringan ini.. Ooo.. Angkringan tugu pun tak tahan melepas zam
Mei 18, 2008 at 5:51 pm
Yah… Apa lagi yang bisa bikin kangen kota ini kalau begitu?
Mei 18, 2008 at 7:20 pm
senikmat2 nya kapucino ata latte.. tetap tak bisa menggantikan kopi jozz . ..hix . .. apa saya harus belajar bikin kopi areng sendiri
Mei 18, 2008 at 7:23 pm
@muhammad arul
mau nyoba apa ? sarkem ?? angkringan tugunya udah ngga ada kok
Mei 18, 2008 at 7:29 pm
oya.. itu yang di poto itu saya lho
*sekalian hetrik
Mei 18, 2008 at 7:36 pm
betul mnrt ndoro mbelgedez, itu angkringan udah lama bgt, sejak aku SD. sepengetahuanku, warung2 itu digusur, sesaat stlh siang2(eh ato sore ya??) jalan wongsodirjan (lokasi kopi joss) itu tiba2 macet-cet. ga jelas knp, tp kendaraan merembet pelan bgt. kiran di jl.mangkubumi ada demo atau apa. tyt, selepas dr jl.wongsodirjan, lancar2 aja.
penyebabnya tyt parkiran motot dan mobil yg memenuhi kedua sisi jalan wongsodirjan itu.
entah ada hubungannya ato endak, sehari stlh itu, pas aku lewat situ lg siang, kok ada petugas yg mbongkari warung2. tp kupikir yg dibongkari warung2 nakal yg mbangun warungnya scr permanen, ngikut2 alias manfaatin keramaian angringan Lek Man itu.
kl yg dibongkar warung2 itu, saya setuju. soale bnr2 udah mengganggu pejalan kaki, sgt mengganggu. kami, pejalan kaki harus turun ke jalan raya, krn lokasi tersita oleh bangunan semi permanen bakul pulsa, warung indomie & ramesan, dll. bahkan di siang hari (saya sempet jd pejalan kaki yg setia meyusuri jalan tsb tiap brangkat dan pulang sekolah, dr SMP-kuliah).
dan ga nyangka, tyt angkringan tugu ikut terbongkar.
sayagnya, aparat pemkot itu lamban. knp ga dari dulu, ketika warung2 itu msh baru berdiri. sll gt, nunggu brp lama, baru dibongkar. bikin masyarakat jg jadi memanfaatkan ketdktegasan itu. membentuk masyarakat yg bermental oportunis.
hehe…jd ngeblog di blogmu Tok
Mei 18, 2008 at 7:39 pm
serius digusur nto???
Mei 18, 2008 at 8:14 pm
jadi kepengen Nto…
Mei 18, 2008 at 8:55 pm
Seperti kata pepatah,’Karena setitik arang, heboh kopi segentong.’
Salam kenal http://economatic.wordpress.com/
Mei 18, 2008 at 9:15 pm
Melihat bahwa gentong-gentong masih tersisa di situ, saya sedikit ada harapan bahwa angkringan tugu nantinya diberi hak lagi untuk kembali ke situ.
Semoga!
**Duh, aku simpen di mana sih nomernya Mas penjual angkringan?**
Mei 18, 2008 at 9:36 pm
doh..saya tunggu info lokasi pndahnya
Mei 18, 2008 at 10:18 pm
ngopi yook….
Mei 18, 2008 at 10:37 pm
wah.. jadi pengen nyoba kopi joss nih
Mei 18, 2008 at 11:57 pm
salam
Kopinya bikin sendiri saja
Mei 19, 2008 at 12:19 am
Dulu sewaktu masih menggelandang di jogja, sudah gak keitung berapa ratus nyawa saya ajak kesana sekadar buat mampir ngopi joss atau nyruput teh gula batu. Lha kok sekarang digusur
Mei 19, 2008 at 9:27 am
jancooookkkkk!!!
aku meh nangis, ntok! asli..
pemkot Jogja GOBLOK!! ASUUU!!!
*speechless*
feelingku kok dadi nyoto yoh?
Mei 19, 2008 at 9:46 am
padahal iku kan yo ikon jogja, nek angkringane pak man yo digusur sisan to?
Mei 19, 2008 at 9:57 am
walah…
padahal aku belum pernah kesana je…
Mei 19, 2008 at 10:24 am
yg nata kota itu sok tau, gak gaul, gak ngerti jiwa muda, gak pernah begadang, introvert, payah, gak tau selera orang banyak, egois blah bla blah *emosi saya jadinya*
Mei 19, 2008 at 10:43 am
yeahhh namanya juga wong cilik
mau gimana
Mei 19, 2008 at 11:36 am
ternyata bukan cuman jakarta aja yang ‘bersih2′….daerah lain juga…
Mei 19, 2008 at 11:44 am
IT’S NOT FAIR! IT’S NOT FAIR!
aku durung pamit karo Pak Man…
hix )=
Mei 19, 2008 at 12:23 pm
beginilah kalau diri tak bisa pindah ke lain
hatiangkringanMei 19, 2008 at 1:09 pm
eh ada kabar2, akan buka lagi tuh.
semoga
**batal nyiapin petisi**
Mei 19, 2008 at 1:35 pm
Lha pak waline ga tau nongkrong ndek kono hare..
Nongkrong-e ndek diskotik terus
Mei 19, 2008 at 1:40 pm
Kpi joss memang nge-joss lebih joss dari #^%$@ joss
Mei 19, 2008 at 2:25 pm
*masukin nama tempat2 di atas ke daftar tujuan kalo suatu saat nanti ke Jokja*
Mei 19, 2008 at 4:19 pm
kirain kopi pake extrajoss..
surabaya aja mas.. masih banyak lesehan
Mei 19, 2008 at 4:26 pm
yah.. jangan digusur… kan Nana belom ke sana… suruh nunggu taon depan ajah… tunggu tabungannya Nana ngepas buat jalan2 lagi
Mei 19, 2008 at 5:51 pm
Udah digusur?? Ya ampun…padahal pengen banget kesana…
Kemarin malam minggu pada ilang/sibuk semua ya…
Semoga juminten minggu ini aku bisa dateng…:D
Mei 19, 2008 at 6:45 pm
emang gak tau pindah ke mana?!?
Mei 19, 2008 at 8:11 pm
sake cah..
Mei 19, 2008 at 9:48 pm
masih ada taman bungkul tempat cangkrukan blogger…
SAYA SEDIH ATAS GUSURAN WARUNG KOPI JOSS..BERARTI ITU KALI TERAKHIR CEMPLUK KOPDAR DISANA BERSAMA KALIAN PARA EBLIS…
Mei 19, 2008 at 11:08 pm
ho oh mas anto angkring ilang…di gondol shaolin nang borobudur
Mei 20, 2008 at 9:36 am
Semoga tidak digusur.. saya belum coba itu kopi joss. Hikzz
Mei 20, 2008 at 9:59 am
rasa kopinya gimana? arangnya dimasukin ke kopi??
Mei 20, 2008 at 11:44 pm
harus ada yang brani mbukak angkring lagi di depan kraton
Mei 21, 2008 at 1:16 am
Nto, maaf sangadh OOT.
itu templatenya sudah saia kirim ke antobilang [at] gmail [dot] com, ah ya, dan kayanya saia mesti nyetting dari dasbod WP antobilang.com lansun deh, soale saia sanksi tuh theme kompatibel ndak sama WP 2.5, soale funya unclegoop ndak kompatibel he.. T_T
ps : saia uda komeng ditempat yang baek & benar disini. tapi dikau tiada membalas. bales ke email saia yak!
Mei 21, 2008 at 11:43 am
Aku belum kopdar disana ya mas?
Mei 21, 2008 at 2:05 pm
Ankringannya udah buka lagi.
Tuh kan, apa kata saya… Bloger itu banyakan penipu.
*abis nyamar jadi Oy Uyo, kabuuuur*
Mei 21, 2008 at 2:26 pm
saya kesana masih ada kok angkringan nya
yang jelas dong mas kasih info nya
digusur apa ngga ini .. .
Mei 21, 2008 at 4:04 pm
iya,udah liat bbrp hr yg lalu…
makanya tok…klo kencing ojo sembarangan..!!!!
Mei 21, 2008 at 5:19 pm
hah? ketinggalan berita nih… angkringan tugu itu udah ga ada???
hwaaaaaaa… tidaaaaaaak…
Mei 22, 2008 at 9:26 am
lhohhh, kok ditutuppp….
bodong nih penggusur e
Mei 22, 2008 at 3:44 pm
beberapa postingan tentang angkringan…mau alih profesi Nto?
Mei 22, 2008 at 4:41 pm
temenku yang jauh2 datang dari jakarta sekedar pengen merasakan nikmatnya kopi joss langsung lemes ketika tau kopi joss dah digusur..
masih untung ada blandongan,
dan sodara2nyaningrati dan nucleus…Mei 22, 2008 at 6:44 pm
wah.. gua juga pernah nih.. emang uniknya gak ada dua deh kopi njoss ini!
Mei 22, 2008 at 8:47 pm
kopi JOSs??
bgimana sih rasanya ??
lom pernah minum tuh
Mei 23, 2008 at 11:14 am
Mustahil Kristen Bisa Menjawab
mustahil-kristen-bisa-menjawab.blogspot.com
Mei 23, 2008 at 11:27 am
kopi JOSS…..?
Mei 23, 2008 at 1:12 pm
kudune sing digusur kuwi yo daerah SARKEM to dab.
wah…wah…wah…berarti wis ilang ki legenda kuliner jogja
sedih banget rasane yoo
piye ki cah jogja sekalian…..
http://bravo9682.wordpress.com
Mei 23, 2008 at 5:56 pm
Diamputtthhhhh…
Lik Man wis ra ono tho??? Padahal rencana Juni ini mo maen ke situ..siyaaaaaaaaallll
Mei 23, 2008 at 5:57 pm
eh..eh
setelah melihat info di komen, kayanya ada lagi tu…yo wis, nek ngono tak coba mampir pas pulang nanti
Mei 24, 2008 at 12:49 am
yahhh….
belom sempat pulang sudah digusur….
nasib…
itu digusur ato direlokasi?
kalo direlokasi dipindah ke mana?
Mei 24, 2008 at 1:10 am
awww.
kalo saya ke jogja dan mau napak tilas jejak & peristiwa bersejarah para blogger gimana, dong… padahal belum pernah mampir di sana. menyedihkan sekali
biasanya kalo habis digusur gitu beberapa minggu/bulan kemudian terkadang suka kembali beroperasi lagi, deh. semoga saja.
Mei 24, 2008 at 12:55 pm
masak di Jogja ada juga gusur-menggusur yah ??? kaya di Jakarta aja
Mei 25, 2008 at 3:25 pm
sarkem??? oh tidakkkkkk simbok ama anto mengingatkan saahaja
ouchhhhhhh
*kabooooorrrrrrrrrrrr*
Mei 25, 2008 at 4:25 pm
saya yang ga suka kopi aja terkesima sama kopi joss…
uhuhuhhuuu…
Mei 26, 2008 at 10:28 am
wew., dah digusur toh?
baru tau. trus pindah kmn to’?
jgn” km nih pulang pagi kekos kluyuran nyari kopi joss yg g ketemu” yo?:D
Mei 26, 2008 at 11:53 am
[...] teh menjadi terlalu manis. Ah, saya merindukan teh nasgitel ala Angkringan Tugu yang denger-denger digusur [...]
Mei 27, 2008 at 12:27 pm
ayo pindah ke caesar semuaaaaaaaaaa!!!!!!!
Mei 27, 2008 at 12:54 pm
kemana ku kan nyruput kopi sembari menyantap sunduk-demi-sunduk sate usus yang jorok-namun legit itu….hiks…
Mei 27, 2008 at 7:34 pm
Ah sayah pernah kesini…
Mei 29, 2008 at 9:32 am
Aku juga denger kabar dari temen kalo Lek Man’s Angkringan digusur..
Wah, jan edian tenan Pemkot iki.
Pabu Sacilad !!!
Padahal minggu depan dah rencana ke Jogja trus ngopi joss bareng temen-temen.:(
Mei 29, 2008 at 2:51 pm
waduh tetap dipertahankan.. cuma denger2 ceritanya azaaaa sampe skrg..
Mei 29, 2008 at 4:32 pm
ditutup to, mulane kapan kae liwat kok sepi banget.
Mei 29, 2008 at 4:34 pm
nampaknya perlu diupdate informasi neng :
http://wiki.cahandong.org/Kopi_Joss
*sedih*
Juni 1, 2008 at 6:26 pm
wahh..aku meloo sedih kiye dab..pdhl kono ki iso go dolan2 ngafee murah, lah drpd dugem kr do ngamar,mending mangan sego kucing mbek kopine..hayahh..murah meriah ra merugikan sopo sopo..kecuali nek aku kon bayar kabehh..wahh dalahhh!
Juni 6, 2008 at 6:03 pm
[...] Diterbitkan Juni 6, 2008 In My Search Terkait dengan pemberitaan di blog ini tentang ditutupnya angkringan tugu beberapa saat yang lalu, saya merasa perlu untuk memberikan update terbaru. Sebuah kabar gembira [...]
Juni 6, 2008 at 8:51 pm
SUDAH DIBUKA KEMBALI, Mas Dab sekalian.
Sekarang ngangkringnya ke sini saja.