Menelanjangi Tanpa Menyentuh

Jika melihat di sidebar bagian bawah blog ini, ada beberapa foto yang tampak ’sedikit menggoda’ mata. Itu adalah beberapa koleksi hasil berburu foto hari Sabtu-Minggu kemarin. Waktu itu saya ikut sebuah acara workshop fotografi dari salah satu fakultas di UGM. Sebagai mentor dalam workshop itu adalah 2 orang fotografer yang sudah lama malang melintang di balik lensa, Makarios Soekojo (Jakarta) dan Tunggul Setiawan (Jogja).

Awalnya saya sedikit ragu untuk ikut acara tersebut, karena meskipun berjudul digital basic photography, saya sudah mencurigai bakal bermunculan kamera keren, canggih dan berlensa mengerikan. Ternyata benar saja! Hari pertama saya sudah dibuat keder dengan berbagai peralatan canggih yang digunakan peserta pada saat uji coba pemotretan model. Lokasinya di kampus tempat lokasi seminar berlangsung, kali ini dengan 2 orang model.

Gak peduli walaupun masih nyubi dan cuma bawa kamera kacangan, yang penting misinya belajar. Jika pun kemudian punya banyak koleksi foto berpose mantap, itu adalah konsekuensi. Hahahaha.

Hari kedua, lokasi hunting berpindah ke Candi Prambanan. Kawasan Candi yang sudah sangat dikenal orang ini memang memiliki lokasi yang cukup luas dan cukup tersembunyi namun bisa menikmati keindahan Prambanan dari dekat. Dan tentu saja tak perlu terganggu dengan kehadiran pengunjung lainnya. Tepatnya di sisi barat Candi tersebut, atau di bumi perkemahan Rama Shinta.

Kami belajar banyak soal penggunaan kamera, bagaimana berkomunikasi dengan model, memanfaatkan alam untuk mendukung sebuah pemotretan. Pada intinya ekplorasi dengan foto akan membuat seseorang bisa menikmati hal-hal yan biasanya terkesan biasa saja. Hal ini dikarenakan dengan ‘keusilan fotografi’ akan membuat seseorang selalu memperhatikan detail setiap hal yang ditemui. Dan saya juga belajar untuk tidak takut dengan berbagai kamera canggih yang digunakan teman-teman, karena kuncinya adalah man behind the gun. Meski, ya tetap perlu kamera yang bagus untuk menciptakan foto yang spektakuler. Yang paling penting adalah memaksimalkan fungsi sebuah kamera yang kita gunakan. Tak perlu mendewa-dewakan kamera DSLR jika tak mampu maksimal memanfaatkan.

Selain itu, kami juga diajari bagaimana memposisikan model sebagai partner. Bukan hanya sebagai obyek saja. Model dan fotografer adalah sebuah kesatuan, posisinya pun setara. Sebuah foto yang bermakna adalah hasil kolaborasi keduanya, tentu saja dengan peran masing-masing.

Salah satu quote dari acara yang saya rekam tentang fotografi adalah menikmati bunga tanpa harus memetiknya, mengeksplorasi alam tanpa harus merusaknya dan menelanjangi wanita tanpa harus menyentuhnya. Ups…

60 Tanggapan ke “Menelanjangi Tanpa Menyentuh”


  1. 1 westnu April 30, 2008 pukul 5:40 pm

    apakah ini artinya mlotrok dhewe :)

  2. 3 Anang April 30, 2008 pukul 6:05 pm

    kalau saya ndak bisa jd fotografer yg menelanjangi tanpa menyentuh. kalu udah telanjang kenapa ga digarap sekalian aja… wah… naluri lelaki… akhirnya jd fotografer negatif… wkwkwk

  3. 4 stey April 30, 2008 pukul 6:19 pm

    baca kata2 terakhirnya..
    duhh kamu nak..insap..insap..hehehe

  4. 5 Mas Kopdang April 30, 2008 pukul 6:20 pm

    Baru sadar betapa dalam makna yang tersirat dari komentar nomer #3 yang gak jelas juntrungannya..
    :shock:

  5. 6 leksa April 30, 2008 pukul 6:24 pm

    untung aku ga ikut :|

    udah terbayang kamera2 ala Mas Iman bertaburan …

    http://www.flickr.com/photos/antobilang/2448910824/

    Iku TOP

  6. 7 edy April 30, 2008 pukul 6:33 pm

    kalo pake kamera hape ga laku yak? :mrgreen:

  7. 8 alle April 30, 2008 pukul 7:18 pm

    walah! klo saya ikut paling pake kamera yg isi 36

  8. 9 cangkir penyair April 30, 2008 pukul 9:23 pm

    posenya kok dangdut sekaleee yoh? :D

  9. 10 Yahya Kurniawan April 30, 2008 pukul 9:40 pm

    Kalau saya lebih sering menyentuh tanpa menelanjangi

  10. 11 cK April 30, 2008 pukul 9:51 pm

    pasti waktu motret kameramu basah. kena iler…

  11. 12 Hedi April 30, 2008 pukul 9:53 pm

    karena aku cuma kenal sarah, buatku obyek foto paling dashyat adalah dia… :P

  12. 13 arya Mei 1, 2008 pukul 12:27 am

    mantabs, sesuk2 aku merguru karo kowe. sisan njaluk dikreditke EOS :p

  13. 14 venus Mei 1, 2008 pukul 1:02 am

    begitu banget sih, posenya? kamu yg nyuruh ya, nto?

  14. 15 aRuL Mei 1, 2008 pukul 1:12 am

    wah bisa cuci mata :D

  15. 16 plain love Mei 1, 2008 pukul 2:26 am

    itu pake kamera yang nggak mengerikan….??? :shock:

    kok ngeri…???

  16. 17 Rindu Mei 1, 2008 pukul 7:44 am

    “menikmati bunga tanpa harus memetiknya, mengeksplorasi alam tanpa harus merusaknya dan menelanjangi wanita tanpa harus menyentuhnya” …. puisi yah?

    *ditimpuk anto …*

  17. 18 Mbilung Mei 1, 2008 pukul 8:00 am

    lha yang mestinya kamu pelajari itu kan malah “menyentuh tanpa menelanjangi”.

    *yang sering disentuh-sentuh Anto*

  18. 19 brainstorm Mei 1, 2008 pukul 9:24 am

    jadi pertanyaanya.. itu seni apa pornografi ya?? :lol:

  19. 20 brainstorm Mei 1, 2008 pukul 9:28 am

    kalo saya lebih suka membelikan baju pada orang2 yang saya telanjangi.. :cool:

  20. 21 ayahshiva Mei 1, 2008 pukul 10:50 am

    btw sang modelnya punya blog gak?
    ada no hp gak?
    :D

  21. 22 hariadhi Mei 1, 2008 pukul 11:04 am

    Meski, ya tetap perlu kamera yang bagus untuk menciptakan foto yang spektakuler.

    Hmmm? kayanya di bagian sini masih rancu, bos. Sama sekali ga butuh kamera bagus untuk bikin foto spektakuler kok. Canggih-canggihan itu cuma mempercepat reaksi motret. Kebagusan itu dipegaruhi taste fotografernya, spektakuler atau tidak itu dipengaruhi matter of lucknya.

    Komposisinya bagus-bagus tuh, salut. ;)

  22. 23 sarah Mei 1, 2008 pukul 11:43 am

    Menelanjangi tanpa menyentuh..koq kedengaran nya mesa’ke heheh :D

  23. 24 geMbel elite™ Mei 1, 2008 pukul 11:45 am

    Sudah cukup fokus, sayang sudut pengambilan terlalu lebar.
    Cobak kalok lebih dekat dengan sudut pengambilan lebih kecil, hasilnya pasti “maksimal”.

    Untuk model sudah cukup menthul eh, semok…

    :lol:

  24. 25 Silly Mei 1, 2008 pukul 11:51 am

    saya pengen sekali bisa belajar motret, sayang peralatannya terlalu canggih dan “MENGERIKAN” itu…. hehehe

    tapi benar, dengan memotret, kita bisa menelanjangi tanpa harus menyentuh objek yg bersangkutan.

    foto juga bisa membantu wanita2 jadi terlihat cantik dan seksi, asal pandai memilih angle yang tepat!!!

  25. 26 ekowanz Mei 1, 2008 pukul 2:07 pm

    woo nggaya ik :o jd next step nyari model sendiri buat difoto ;) )

  26. 27 simong Mei 1, 2008 pukul 3:31 pm

    pengen sih belajar memfoto, ning alatnya itu lho… ngga kukuh
    ya, bisa sekarang ya menikmati hasil karya2 foto deh. he he he he

  27. 28 ladybugfreak Mei 1, 2008 pukul 3:55 pm

    mbak-mbaknya kesian skali dipoto antok…

  28. 29 Jari Jari Ampuh Mei 1, 2008 pukul 4:35 pm

    Itu memang Ilmunya Yo Ko dalam legenda ” Kembalinya Burung Rajawali” ‘Sin tia hiap Lu “…
    Menelanjangi tanpa menyentuh, setara dengan Menghisap tanpa menjilat..

  29. 30 nenyok Mei 1, 2008 pukul 5:34 pm

    salam
    Wah menelanjangi tanpa menyentuh ya!!!! tapi pastinya mata menikmati para perempuan itu kan he…he. Wah kalau photografernya perempuan trus yang dijadikan objeknya laki2 mau ga ya :D

  30. 31 faridyuniar Mei 1, 2008 pukul 5:58 pm

    hehehehe…tapi poto nya bagus2 kok….

  31. 32 ManusiaSuper Mei 1, 2008 pukul 6:37 pm

    Salah satu trik untuk pedekate sarah?

  32. 33 fikriana Mei 1, 2008 pukul 6:55 pm

    Dasar cowok!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  33. 34 danalingga Mei 1, 2008 pukul 7:31 pm

    Man behind gun katanya sih. Jadi jangan minder ama kameranya to. Lagian modelnya dah cakep nggak bakal jadi jelek kok. :lol:

  34. 35 sluman slumun slamet Mei 1, 2008 pukul 7:58 pm

    kalo laki-laki gak minat mas?

  35. 36 restlessangel Mei 1, 2008 pukul 8:50 pm

    jd inget…

    salah satu yg aku pelajari begitu kenal dg anak2 cah andong adl, dlm hal berfoto. aku heiran bin terkesima dg ke ekspresifan plus kepedean plus fotogenitnya mereka….
    tp jujur, mereka pun fotogenic.

    jd mas anto, bisa belajar ga, gmn caranya jd foto model yg baik ??? :mrgreen:

    eh seius nih, soale aku masih sering malu2 dan ga nyaman kl difoto orang asing.

  36. 37 endikz Mei 1, 2008 pukul 10:07 pm

    nyebrango dalan neng arah arep nyang ratu boko.. ono bakul sengsu tok.. tulung tukokno sak porsi wae.. tak ijoli yen kwe arep melu sultanmu ng HI.. enak bumbune kono kuwi..

  37. 38 almascatie Mei 1, 2008 pukul 11:42 pm

    tulisan ini baru kerasa anto banget dah
    :lol:

  38. 39 almascatie Mei 1, 2008 pukul 11:43 pm

    lha commentku kemana??

  39. 40 almascatie Mei 1, 2008 pukul 11:45 pm

    eh ada… *mbungkuk2 mohon maap*
    :mrgreen:

    hetriks oi

  40. 41 funkshit Mei 2, 2008 pukul 11:02 am

    waw.. temrawang . ..

  41. 42 funkshit Mei 2, 2008 pukul 11:04 am

    eh .. poto yang kemarin dipamerin kok ngga di flicker kan tho ?

  42. 43 Biyung Nana Mei 2, 2008 pukul 11:56 am

    nasibnya sama dengan fotografer kantorku… klo lagi liputan acara international gitu ato pemotretan yg serius2 lensanya kalah panjang sama belalai gajah… :lol:

    fotografi sekarang cuma jadi ajang pamer kamera canggih… hueeeee

  43. 44 chic Mei 2, 2008 pukul 1:26 pm

    menelanjangi tanpa menyentuh? berarti cuma ada dipikiran mu tho Mas?
    D’oh!!! insaaaaaap… insaaaaaap…
    pantes skripsi ra rampung-rampung…. :lol: :lol:

    *kaboer sebelum ditimpuk Mas Anto*
    :mrgreen:

  44. 45 kangguru Mei 2, 2008 pukul 1:28 pm

    hati hati nto racun motret bisa bikin sakaw

  45. 46 Raden Mas Angki Mei 2, 2008 pukul 1:31 pm

    Weleh ternyata kita sama, :lol: (Apanya..???)

  46. 47 NdaruAlqaz Mei 3, 2008 pukul 1:34 am

    Kamera canggih, yang muncul di otak langsung kamera xRay yang bisa nembus baju modelnya….
    :lol:

  47. 48 didut Mei 4, 2008 pukul 7:05 pm

    ternyata judul postingan memang hiperbola
    *ansab*

  48. 49 ghozan Mei 4, 2008 pukul 7:22 pm

    kalo menelanjangi wanita dengan menyentuh bisa berakhir di bui bung, hati2 :D

  49. 50 ghatel Mei 4, 2008 pukul 9:50 pm

    wauih moto2 wanita memang enak *halah*

  50. 51 tikabanget™ Mei 5, 2008 pukul 12:42 am

    menelanjangi tanpa harus menyentuh.
    jadi siapa yang buka baju?
    si cewek sendiri?

  51. 52 antokoe Mei 5, 2008 pukul 2:33 am

    judulnya sangat menggugah penasaran.
    nama blog kita hampir sama bedanya aku kalah di indeks google-nya, salam kenal.

  52. 53 oRiDo Mei 5, 2008 pukul 2:54 pm

    judulnya menggoda tuh..
    heheheh…

  53. 54 warmorning Mei 6, 2008 pukul 10:08 am

    .. model-modelnya tuh, waduh banget, bener-bener2 basic.. :) pasti ngeker-ngeker sampe malem ya mas?

  54. 55 Pitra Mei 6, 2008 pukul 1:34 pm

    duh jd ingat masa lalu dulu saat sering foto model.. hihi..:)
    jadi kangen mo moto model lagi..:D

    paling inget, pas hunting model rame2.. ada aja fotografer yg iseng.. sampe naik2 pohon supaya bisa ngefoto dari atas dan mencoba ngambil huruf Y-nya.. :D

  55. 56 nonadita Mei 9, 2008 pukul 3:50 pm

    iya lah KAMU bisanya hanya menelanjangi tanpa menyentuh.

    emang kalo pake sentuhan ada gituh wanita yang rela ditelanjangi sama KAMU?? hahahahaaaa

    plaaaakkkk….!!! *ditampar anto* heuheu…

  56. 58 EsTehTawar™ Mei 19, 2008 pukul 3:41 pm

    Menelanjangi Tanpa Menyentuh atau Menyentuh Tanpa Menelanjangi :)

  57. 60 sagung Mei 29, 2008 pukul 10:28 am

    pose mengundang ….


Tinggalkan Balasan