Penjara Baru, Bernama Blog
Maret 26, 2008
Bagi beberapa orang, menulis di blog adalah kesukaan. Usaha untuk melepas penat karena dera pekerjaan sehari-hari. Meski beberapa melakukannya dengan mencuri waktu untuk bekerja itu sendiri. Dengan kata lain, menulis blog yang tadinya sebagai sampingan malah jadi pekerjaan utama.
Sebuah blog yang tumbuh dengan pemeliharaan penuh kasih sayang dan sepenuh hati itu, kemudian tumbuh bagai anak kandung yang disayang-sayang. Dimanja, dibersihkan dari sampah, lalu bahkan dijaga jangan sampai terisi hal tak bermutu. Isi postingan pun mulai diperhatikan, dijaga kualitasnya. Menyajikan sesuatu yang sia-sia bisa menjadi dosa tersendiri.
Blog utama, si anak kandung tadi, seperti harus steril postingan tidak bermutu. Akhirnya untuk menyalurkan keisengan, atau ide-ide yang mungkin tak pantas tampil di depan publik seperti layaknya si anak kandung, dipilihlah jalan selingkuh. Anak tiri berbentuk anak blogpun dijadikan tempat bermarkas ide-ide sampingan yang bukan melulu remeh-temeh. Beberapa malah menunjukkan sisi menarik yang kadang tak kita temukan di blog utama.
Beberapa idola saya, bahkan sudah lama memulainya. Ndorokakung. Tahu kenapa beliau tak lagi menulis puisi menye-menye di blog utama Ndorokakung? Entah karena takut diprotes penggemar kejantanan ndoro, atau apalah. Yang jelas, si lelananging jagad itu kini punya tempat khusus untuk menuliskan kata-kata indah yang bisa membuat wanita dan pria klepek-klepek. Bahkan ada yang diusulkan agar isi post dikomersilkan menjadi SMS asmara untuk bisnis konten provider.
Tikabanget, tak ketinggalan. Tidak puas sepertinya menulis dengan gaya chaotic di blog tikabanget(dot)com, kini menggunakan layanan blogging Dag-Dig-Dug untuk menuliskan apapun yang terlintas atau hasil jarahan ketika blogwalking. Menulis bergaya review, justru lebih mudah dicerna bila dibandingkan blog utama yang alurnya muter-muter tidak karuan. Ini pendapat saya, sampeyan mestinya punya persepsi berbeda. Meski cuma jarahan ringan di blog sampingan, tetap bisa saja mampu menggegerkan blogsphere.
Mas Pitra, pengelolas Media-ide.Bajingloncat.Com yang pernah mewawancarai pengelola situs dewasa 17Tahun2.Com, juga begitu. Mungkin ada sisi lain dunia yang hendak beliau tuliskan. Namun tak pantas atau tak tepat jika ditorehkan di blog Media-Ide, jadinya Dag-Dig-Dug jadi pilihan. Cerita-cerita menarik soal menggunakan ojek sebagai ganti kurir, atau kenangan foto jadul jaman kuliah tentu saja sangat menarik ketika diceritakan dengan gaya bebas. Sebuah gambaran dunia lain dari seorang hebat semacam Mas Pitra.
Pak Nukman pengelola Virtual.co.id juga punya Sudutpandang.Com untuk menulis sisi lain dari pemikiran beliau tentang segala hal. Atau sang adik, Funkshit memiliki sebuah blog di Dag-Dig-Dug yang berisi sisi lain dari Si jomblo ini, oh..oh…oh…ternyata ini adalah blog khusus untuk tugas kuliah
Pada akhirnya menulis adalah (memang) kemerdekaan setiap orang. Mau menulis di blog utama atau blog tidak utama, tetap saja halal dan perlu. Lakukan sebebas hak mau menulis di blog, atau di buku diary berkertas merah jambu.
Daripada gila, karena ide menyumbat pembuluh darah sampeyan. Jangan pula setelah menulis blog dan memiliki blog justru menciptakan belenggu-belenggu baru dalam langkah sampeyan.
Tetap bebas saja melangkah dan tulislah dunia Sampeyan, bagilah kepada kami.




Maret 26, 2008 at 3:22 am
saya lebih milih offline blogging…hahaha…gara2 keseringan offline blogging, yg online blogging terpinggirkan :p
Maret 26, 2008 at 3:50 am
wah saya juga begitu…
kadang sudah harus kayak penulis buku, melihat marketnya berkata apa sehingga tulisan juga harus disesuaikan sperti itu.
mmm apa gara2 adanya kolom komentar jadinya begitu yah?
Maret 26, 2008 at 4:36 am
nih tempat sampah saya …
Maret 26, 2008 at 6:14 am
betul blog itu kebebasan mo tulis atau tdk ditulis
ngeles
Maret 26, 2008 at 7:15 am
yak betul! daripada gila
Maret 26, 2008 at 8:37 am
se7! blog adalah ranah kebebasan… siapapun bebas menjadikan blognya sebagai penjara buatnya.
Maret 26, 2008 at 8:54 am
saya kalo lagi pusing ngeblog pelariannya ya kerja
)
btw, saya ga pernah ambil pusing sama isi blog
mo gado-gado juga ga majalah, saya anggap itu perubahan (ntah positif ato negatif) yg memang jadi bagian dari proses saya belajar nulis di blog. punya sih beberapa blog lain tapi kurang terurus karena pada dasarnya saya kurang pandai mendua, bahkan dlm hal ngeblog
Maret 26, 2008 at 9:07 am
mungkin buat kategorisasi posting lebih lanjut juga
Maret 26, 2008 at 9:29 am
makanya blog saya banyak. dan masih aktif semua lho, walaupun blog sampingan jarang mosting kekekkekekekkk…
Maret 26, 2008 at 9:31 am
Itu penjara enak lho nTo. Makanya banyak yang buru-buru pingin masuk penjara blogs (bukan cuma blog).
Maret 26, 2008 at 10:20 am
fyuh, untung gak mbok tulis jg punyaku.
btw, kalo blogku kok yg utama dan yang anak tetep sama-sama gak penting ya tulisannya
Maret 26, 2008 at 10:42 am
Cuma supaya tragedi BR tidak terulang, hiks
Maret 26, 2008 at 11:28 am
jadi terbukti kan, bahwa kita blogger penuh waktu
Maret 26, 2008 at 12:14 pm
eh halo? salam kenalanzzz…
hahah artikelnya baguss.. keren..
bener juga memang… seperti manusia yang selalu mancari kebebasan tetapi dia malah terbelenggu oleh kebebasannya sendiri…
kebebasan atas kebebasan.. menjadi diri sendiri itulah kebebasan…
ah.. kenapa harus melakukan semua ini kalau kita tidak dapat menjadai diri sendiri? haha
Maret 26, 2008 at 12:29 pm
penjara atau justru sorga, nto? bukankah sudut pandang itu bisa berlainan?
Maret 26, 2008 at 12:42 pm
.setuju.
Maret 26, 2008 at 12:45 pm
@ ndoro kakung
penjara atau justru sorga, nto? bukankah sudut pandang itu bisa berlainan?
karena alasan ini pula mungkin yang buat saya ngeblog, daerah tak berbatas dalam menyampaikan pikiran dan pendapat yang lalu lalang dalam otak saya, kadang tempat itu bisa menjadi surga dan malah kadang bisa jadi neraka yang sangat mengerikan juga.
salam kenal dari aceh
Maret 26, 2008 at 12:51 pm
eh.. saya adik nya siapa ???
eh ya.. puisi menye menye antobilang yang di blogsepot kok malah ngga disebut tho
Maret 26, 2008 at 2:13 pm
Jadi ini alasanmu nggak lulus2 ntok?
*nyegat pesawat*
Maret 26, 2008 at 2:36 pm
penjara? ho oh dhing, eh ora dhing :p
Maret 26, 2008 at 2:48 pm
Blog saya kekasih saya, laptop saya belahan hati saya … keterlaluan.
Maret 26, 2008 at 2:59 pm
mas anto.. aku juga melihara blogku dengan kasih sayang loh.
lumayan buat makan siang soale:D
Klo soal isi… ndak sempet bikin yang serius.. maklum, ngenetnya masih numpang dikantor, kalo warnet?? sayang duitnya..
Maret 26, 2008 at 3:02 pm
[...] celakanya ummat Islam saat ini terjebak (terpenjara) dalam pembangunan logika saja, mempercanggih Handpone nya tetapi melupakan kartu chips nya. [...]
Maret 26, 2008 at 3:04 pm
*mau buat subdomain kuliah.gunawanrudy.com atau skripsi.gunawanrudy.com*
Maret 26, 2008 at 3:18 pm
jadi bloger itu sama dengan nara pidana? kamu di sel nomor berapa to? aku di 203.138.130.85
Maret 26, 2008 at 3:47 pm
hahaha…blogger massih bisa berkarya kok walau seperti penjara.
malah banyak penulis sukses yang menulis buku di penjara
Maret 26, 2008 at 4:10 pm
oh ternyata logger senior pd punya 2 blog…baru tau sy….tapi pasti ada alasannya…mugkin krn blog-blog itu menjadi punya brand sendiri, positioning snediri…halaaaah kok jadi ilmu marketing
Maret 26, 2008 at 4:18 pm
# ekowanz :
offline blogging di djambur ya ko?
# aRuL :
Toh tentunya kita mesti selalu pengen menyajikan yang terbaik untuk pembaca, kan?
# nesia :
kadang di penjarapun bisa lebih bebas ya pak
# edy :
untungnya situ gak naik motor sambil ngeblog
# kikie :
bisa jadi begitu solusinya
# nukman luthfie :
cara masuk penjara yang enak tu piye pak?
# Faniez :
mau tak masukin juga po?
# Yahya Kurniawan :
hahahaha, posting all about me
# ndoro kakung :
penjarakan aku di surgamu, ndoro…
# funkshit :
*waks, bakar pangsit*
# Alex Budiyanto :
*keplaki alex*
# Biyung Nana :
Makan siang bareng yuuuk..
# uwiuw :
mungkin alasannya begitu, biar mereka yang menjelaskan
Maret 26, 2008 at 5:02 pm
Kata sampeyan penjara, tho ?
Maret 26, 2008 at 5:24 pm
bukane blog itu jendela dari penjara kehidupan off-line kita?
jadi saat kita jengah terpenjara di kehidupan off-line, slalu ada blog untuk sarana ber-kowar sepuwasnya, ber-nggedebus semawunya, dlsbg.
Maret 26, 2008 at 5:27 pm
apalagi kalau koneksi inetnya unlimited dan kecepatannya manusiawi. pasti akan makin terbenam dalam penjara bernama blog. Iya kan Mas Anto?
Maret 26, 2008 at 5:43 pm
sayangnya blog saya yang di blogdetik sudah ndak bisa diakses lagi tanpa penjelasan apapun……..
Maret 26, 2008 at 6:23 pm
Tadi pagi di trans TV pakar pornomatika yang sangat terkenal di dunia infotainment itu mengeluarkan testimoni sebagai berikut :
”…para bloger atau hacker itu berpendapat bahwa semua yang ada diinternet itu tidak ada hukumnya termasuk situs-situs porno”
hehehe… *lagi ommmmm*
Maret 26, 2008 at 6:34 pm
kadang anonimiti diperlukan untuk sekedar relaksasi di dunia maya
Maret 26, 2008 at 6:48 pm
Setuju. Merdeka dalam menulis, tapi tetap beretika…
Maret 26, 2008 at 7:45 pm
Jadi inget penjara Azkaban dech!
Sama nggak dengan penjara Blog ya?
Maret 26, 2008 at 8:07 pm
Antonanya: cara masuk penjara yang enak tu piye pak?
Nukmanbilang: yang penjaranya seluas dunia, banyak tempat wisatanya, banyak pemandangannya, mau apa saja bisa, termasuk mau keluar penjara! Misalnya saja Antonanya ada di dalam penjara, maka ia bisa apa saja, termasuk keluar penjara nengok Sarah, atau ngajak Sarah masuk penjara.
Maret 26, 2008 at 8:25 pm
SING PENTING NGE BLOG WAE….hehehe…
kangen aku karo om anto ini…hiks3x..
Maret 26, 2008 at 8:30 pm
[...] blog walking dan menjelajah jagat maya sambil menjaga penjara (ini bukan penjara yang seperti antobilang itu loh), mata ini dihebohkan dengan masalah porno dan porno. Halah… maksudnya berita [...]
Maret 26, 2008 at 8:34 pm
saya saja yang dikit lagi UN sempetnya ngeblog…
NOWHERE END FOR BLOGGER…
Maret 26, 2008 at 8:36 pm
Let it flow To..
Kalau misalnya mikir Skripsi ya pikirin saja, jangan maksa ngeblog dulu..
Maret 26, 2008 at 10:17 pm
selingkuhanmu mana tok?
sekarang kan jamannya ndak setia.
Maret 27, 2008 at 7:26 am
Paman Tyo ndak kamu sebutin, tok?
Maret 27, 2008 at 11:03 am
hmmm…. blog bukan penjara kok.
setuju dg Nesia, itu adl ranah kebebasan.
dan blog juga bisa sbg ajang cari jodoh ^^
http://restlessangel.wordpress.com/2008/03/26/can-you-fall-in-love-with-bloger/
Maret 27, 2008 at 12:18 pm
[....] Bagi beberapa orang, menulis di blog adalah kesukaan. Usaha untuk melepas penat karena dera pekerjaan sehari-hari. Meski beberapa melakukannya dengan mencuri waktu untuk bekerja itu sendiri. Dengan kata lain, menulis blog yang tadinya sebagai sampingan malah jadi pekerjaan utama.
Sebuah blog yang tumbuh dengan pemeliharaan penuh kasih sayang dan sepenuh hati itu, kemudian tumbuh bagai anak kandung yang disayang-sayang. Dimanja, dibersihkan dari sampah, lalu bahkan dijaga jangan sampai terisi hal tak bermutu. Isi postingan pun mulai diperhatikan, dijaga kualitasnya. Menyajikan sesuatu yang sia-sia bisa menjadi dosa tersendiri.
Blog utama, si anak kandung tadi, seperti harus steril postingan tidak bermutu. Akhirnya untuk menyalurkan keisengan, atau ide-ide yang mungkin tak pantas tampil di depan publik seperti layaknya si anak kandung, dipilihlah jalan selingkuh. Anak tiri berbentuk anak blogpun dijadikan tempat bermarkas ide-ide sampingan yang bukan melulu remeh-temeh. Beberapa malah menunjukkan sisi menarik yang kadang tak kita temukan di blog utama.
Beberapa idola saya, bahkan sudah lama memulainya. Ndorokakung. Tahu kenapa beliau tak lagi menulis puisi menye-menye di blog utama Ndorokakung? Entah karena takut diprotes penggemar kejantanan ndoro, atau apalah. Yang jelas, si lelananging jagad itu kini punya tempat khusus untuk menuliskan kata-kata indah yang bisa membuat wanita dan pria klepek-klepek. Bahkan ada yang diusulkan agar isi post dikomersilkan menjadi SMS asmara untuk bisnis konten provider. [...]
panjang juga ya..???
Ntok….kowe KAPAN LULUS..???
mosok tanya LULUS ga boleh..???
pdhl kuliah itu yg di cari adalah LULUSnya lho.
dulu aku juga ga LULUS..LULUS..tapi karena ada satu hal..akhirnya aku LULUS…
nah,kowe kapan LULUS…!!!!
*koprol ke wirogunan*
Maret 27, 2008 at 2:09 pm
ngeblog kok banyak kegiatan..
PENJARA!!
Maret 28, 2008 at 1:06 pm
Kalo Anto, karena gak bisa semuanya dipuaskan di blog sini, makanya buat wiki.. yg isinya bisa lebih ancur n tak sepatutnya ditorehkan di blog ini..hehehe..
Maret 28, 2008 at 10:00 pm
[...] Walaupun sebenarnya saia ini bukanlah seorang yang ahli dalam perkara blog, atau bab tentang mendesain blog, tetapi tetap saja, seperti yang telah dikatakan oleh kakanda Antobilang, “Daripada gila, karena ide menyumbat pembuluh darah sampeyan.” [...]
Maret 29, 2008 at 12:39 am
berarti nurdin halid juga masuk blog ya?
Maret 31, 2008 at 4:13 pm
[...] ~ Penjara Baru, Bernama Blog [...]
April 2, 2008 at 3:00 pm
aduuhh..punya satu aja udah pusing mas..apalagi berbanyak2..
April 26, 2008 at 7:26 am
betul banget mas…
harus ada suatu tempat untuk melepaskan belenggu penjara blog.
…
dan saya dengan bangga memilih comment di blog sampeyan untuk melakukannya. sekian.
Mei 7, 2008 at 12:27 pm
[...] kan bedanya? Jadi, punya blog lebih dari satu tidaklah aneh. Bikin blog gemblung lebih dari satu, itu baru aneh. [...]
Januari 1, 2012 at 9:36 am
[...] blog walking dan menjelajah jagat maya sambil menjaga penjara (ini bukan penjara yang seperti antobilang itu loh), mata ini dihebohkan dengan masalah porno dan porno. Halah… maksudnya berita [...]