Siksa
Januari 31, 2008
Program pemutar lagu bajakan di mesin komputer malam ini, begitu kompak mendendangkan lagu cinta, dan pengkhianatan. Kedua kata itu kerap memenuhi tema setiap lagu yang bunyinya mampir ke telinga saya. Sudah tau kalau itu lagu tentang penghianatan, masih saja suka memutarnya. Saya punya kuasa untuk menekan tombol stop, mengganti dengan lagu yang rancak, ataupun meng-close program itu.
Tapi saya tak ingin melakukannya sekarang.
Seperti itu juga saya sering memperlakukan hati saya. Sudah tau kalau cinta ini derita, masih saja saya membiarkan dia mencabik-cabiknya dan sukses membuat hati ini terluka. Sudah tau kalau episode ini pasti berakhir menyakitkan, tapi begitu menyenangkan mengakhiri episode ini dalam darah dan airmata.
Tapi saya tak ingin menghentikannya sekarang.
Entah lagu itu sedang mengkhianati cinta atau dikhianati cinta, tapi saya sedang mengkhianati perasaan saya sendiri. Suasana yang saya bangun sendiri, dan saya sedang suka membuat dramatisasi atas perasaan hati saya sendiri.
Rasanya malam dingin yang penuh beban pekerjaan ini harus dihabiskan dengan lagu-lagu sendu yang menyayat-nyatat. Lagu yang sukses membawa saya melintasi ruang-ruang yang usang, yang lama sudah terlalui.




Januari 31, 2008 at 12:56 am
Oom Anto knafa??
Januari 31, 2008 at 1:11 am
haduh tak kirain td judulnya siska
)
eh mp3nya pasti download tempatnyaaaa…ituuuu tuuuhhhhh… hakhakhakhak….
Januari 31, 2008 at 1:12 am
Eh iya, harusnya judul ini SISKA.
puwas kamu ko? hahahaha
Januari 31, 2008 at 1:33 am
eh, di ruangan sebelah ada suara apa tuh ntok. jam segini biasanya banyak yang berkeliaran lho. hati2..
itu lagu sendu yang menyayat-nyayat contohnya apa ya ? bang
antoyib ?Januari 31, 2008 at 1:52 am
tak pikir judulnya SISKA tadi …
dah mikir jorok aja akuh, sapa “target” mu selanjutnya :-w
Januari 31, 2008 at 1:53 am
Apa harusnya berjudul “sastro” ya?
Januari 31, 2008 at 3:32 am
Hm… apakah ada masalah dengan CINTA ???
Januari 31, 2008 at 3:48 am
Sama, aku bacanya tadi pertama Siska wahaha..
Eh, kok Siska sih, bukannya Bekisar?
Januari 31, 2008 at 8:40 am
Lha kabeh kok dho beleken matane yo, lha wong Sikas kok dibaca Siska
Januari 31, 2008 at 9:19 am
aih…
menyiksa diri sendiri…
mungkin suap-suapan sama tuan pengki bisa beres kaleee
wakakaka…
*ngumpettt*
Januari 31, 2008 at 9:47 am
sudah saya bilang, kalo sama laki-laki ya begitu jadinya.
Januari 31, 2008 at 10:13 am
hahahah……siyal, komentar mbilung bikin ilang semua kata2 celaan yg udah aku siapin tadi, nto!
Januari 31, 2008 at 11:03 am
ini bukan karena kamu bimbang diantara dua pilihan kan To? Semenjak diansastro ngeblog kamu pasti mikirin bagemana caranya ngajak dian kopdar di jogja
*plaaak!!!*
Januari 31, 2008 at 11:32 am
ada apa dibalik itu semua, mungkin saja nama siska adalah sesuatu yang berharga bagi dirinya. sedang kasmaran sama siska ya mas
Januari 31, 2008 at 11:33 am
iya to, seperti kata pakde mbilung, carinya cewek aja..
jangan cowok.. apa enaknya sih sama2 cowok.. ntar kan gak bisa *%*#$&#@#%&$!
hihihihi…
Januari 31, 2008 at 1:31 pm
dengerin lagu apa nto? jangan-jangan lagu kenjen ben ya?
Januari 31, 2008 at 2:48 pm
lagi gandrung pow kang?
*siyul2
Januari 31, 2008 at 5:21 pm
Waduh saya mencium adanya perasaan2 ingin dicintai dan mencintai yg sedang menari nari dgn riangnya di kepala mas Anto. ijinkan perasaan2 itu mencabik2 pikiranmu, biarkan pikiran2 itu merajalela. Asal jgn kelamaan ya mas, ntar jadi ngga produktief. Dunia blogger nanti pontang-panting
Januari 31, 2008 at 6:06 pm
makan-makan!™