Beroposisi dan Beranonimlah
Januari 31, 2008
Hari ini sudah baca blog mas Detnot? Ada diskusi yang khas blogosphere terjadi di sana. Kalo sampeyan banyak waktu, saya sarankan untuk membacanya. Plus komentar-komentarnya tentu saja.
Sudah? Oke.
Apa sampeyan sedang tidak suka dengan sesuatu? Ah, atau tidak setuju dengan suatu hal? Mau menyerang suatu argumen? Tapi tak punya cukup nyali untuk menyampaikan ‘kebenaran versi sampeyan’? Atau takut nanti dianggap menyerang pemilik blog, dan membuat posisi anda terancam di dunia internet.
Jangan ragu, beranonim sajalah. Aman. Dan tentu saja praktis.
Pakai identitas yang tak bertuan. Tidak perlu mencantumkan link blog, atau palsukan saja. Kalau anda cukup cerdas mau sedikit saja berusaha, pakai generator IP adress yang akan menyulitkan pelacakan lokasi.
Lalu, tumpahkan komentar di blog yang anda serang. Tidak perlu terlihat sopan, hajar saja! Generaliasi? hajar bleh, itu senjata paling ampuh. Kalau perlu tambah caci-maki satu persatu, matikan satu2 argumen yang ‘melawan’ anda dengan pembenaran yang pasti hanya akan menunjukkan kedalaman intelektual sampeyan yang cuma sebatas mata kaki. Komentar yang tampak akan menghabisi anda, fatwakan sebagai komentar sampah! Kondisikan massa agar menganggap para pelawan anonimitas adalah pembungkam suara-suara kritis. Terus lanjutkan aksi anda, sesekali melebar ke ad-hominem tidak masalah. Sampeyan sudah aman, karena sudah beranonim.
Puas? Yang penting ‘kan niat untuk menyampaikan ‘kebenaran ala sampeyan’ sudah ditunaikan. Perkara diskusi itu kemudian menjadi solusi atau masalah baru? Peduli setan! Toh sampeyan bisa dengan segera saja mengubah identitas.
Hahahaha, dan ternyata kepengecutan di dunia internet pun sudah menjadi-jadi.
Dan anonimitas yang selama ini saya sangat hargai, telah dikencingi oleh sebuah kepengecutan untuk menyembunyikan nyali yang sebenarnya sebesar biji kemiri.
Loh loh loh, anonim kan sebuah kebebasan toh? Lagian ini kan ini internet bung, Nobody Knows You’re A Dog!
Ah, cape deh.




Januari 31, 2008 at 4:42 am
woi koe napa toh, Ndukk….
??
stress karena gagal anonim YM mu ke aku?
Berusaha lebih keras Nto, kalo mau nipu aku…
Januari 31, 2008 at 5:44 am
Sayang sekali kalo begini,
Anonimitas yang awalnya bisa jadi hal yang bisa dihargai,
Sekarang koq malah dijadikan alat untuk menyerang dan melulu sembunyi,
Yup tul sekali Mas, cerminan kepengecutan yang parah sekali,
Januari 31, 2008 at 5:59 am
Anonim akan berguna jika tujuannya agar tidak beken saat memberikan sumbangan atau menciptakan sebuah karya, anonim akan jadi sebagai topeng pengecut jika digunakan untuk menyerang orang.
Januari 31, 2008 at 6:57 am
komennya udah ‘dingin’ jadi gak asyik lagi
Januari 31, 2008 at 7:09 am
klo ga salah tebak sih, postingan ini pasti terinspirasi oleh komen2ku yg kmaren pake “anonymous”. hihihi
Januari 31, 2008 at 7:18 am
[...] kali, Saya baca tulisannya detnot yang bagus dan .. eh komen2nya yang “seru” sekali, Beroposisi dan Beranonimlah Mas Anto yg ditulis dengan cantik sekali, Juga Sisi Lain Yang Terlewatkannya Mba’ [...]
Januari 31, 2008 at 7:37 am
nto, kualitasmu ndak berkurang atau bertambah hanya karena komentar sampah dari seseorang yang bersembunyi. sing penting nge-blog terus, nto.
Januari 31, 2008 at 7:47 am
Sebenernya menanggapi komentar antigobloger sama ajah dengan debat kusir.
tapi berhubung dia menjelek-jelekan iman seseorang dan menjelekan pemilik blog, maka aku ikuti ajah apa yang dia awali
Januari 31, 2008 at 8:15 am
bikin saya males posting bro
Januari 31, 2008 at 8:27 am
anonim emang bisa seenak udel nya main komen gak karuan n melampiaskan kepuasan berargumen kita..namun itu merupakan cara pengecut seseorang tuk tidak menampakkan SIAPA AKU kpd khalayak..
Januari 31, 2008 at 8:33 am
aku anonim nih to
Januari 31, 2008 at 8:34 am
eh nggak jadi ding, wong bukan oposisi
Januari 31, 2008 at 9:22 am
aih…
kalo saya anonim cuma biar gampang ngetikk…
kasian kalo kepanjangan…
akhirnya pilihan… dan kalo hanya buat pamer pengetahuan yang sedalam mata kaki, pun nyali segede biji kemiri… ya buat apa…
>> pilihan frasa yg kerennn
Januari 31, 2008 at 9:30 am
Saya ndak suka anonim-anoniman gitu..
Pengecut!!
Januari 31, 2008 at 9:50 am
Eh ada berita baru. Dian Satro ngeblog!!!
* salah fokus *
Januari 31, 2008 at 10:04 am
gimana caranya biar anonim?
Januari 31, 2008 at 10:18 am
ada dian sastro di taman menteng besok malem, nto! *ikut2an sandal, salah fokus*
Januari 31, 2008 at 10:22 am
Lho katanya tadi Dian Sastro kemari?
BTW, sebagai seorang yang menganonimkan diri, saya merasa ikut tertampar eh… terlempar skafolding satu tumpuk…
Januari 31, 2008 at 10:49 am
Maaf Mas Anto,
Khawatir nimbulkan salah persepsi, postingan ane ta’ delete aja deh ya,
Januari 31, 2008 at 11:12 am
saya ini anonim lho…
*ngotot*
Januari 31, 2008 at 11:13 am
si antigobloger itu produk dari jaman orde baru.. semua yang ngga setuju dipersilahkan minggir . .
Januari 31, 2008 at 11:28 am
hahahahahha
Januari 31, 2008 at 11:32 am
aa…suka-suka toh…
*
*mo anonim tapi ga bisa
mana dian sastro?? mana?????
Januari 31, 2008 at 11:42 am
ooh berarti neng tian anonim jg yah nto. Kan gak kasih link?
Januari 31, 2008 at 12:22 pm
*menuju rumah denot, nanti kembali lagi kesini*
-Ade-
Januari 31, 2008 at 12:29 pm
kl gini gmana to?anonim ga?…
))))))))
Januari 31, 2008 at 12:54 pm
hah ? dian sastro ikut kopdar besok malam ?
* melu2 salah fokus *
Januari 31, 2008 at 1:27 pm
antoooooo mana janji 600MB tidak ditepati, di upload aja ngga *salah fokus dan oot*
Januari 31, 2008 at 1:34 pm
loh besok kopdar ma diansastro yah?…. sarah dikemanain to?…
*sengaja ga fokus*
Januari 31, 2008 at 2:24 pm
waduh anonimosity yah,,saya lum pernah neh jadi anonimous,,sekali2 mau ah jadi anonimous…
Januari 31, 2008 at 3:39 pm
hmmm itulah contoh toxic people.
yg kayak gitu mah, jauh aja deh, buang ke laut.
ngapain mborosin energi.
tp jujur, gw jg keslomot waktu baca.
heran bgt dg orang2 tipe gt. whats on her/his mind??? puas bgt menebar derita. ada kecenderungan sosiopat sepertinya. perlu dibuktikan ???
Januari 31, 2008 at 3:44 pm
tolak partai yang beri anonim gelar pahlawan…
*ga nyambung…
Januari 31, 2008 at 3:46 pm
**baca judulnya tok, lainnya skip**
ada yang jual kacang nggak??
KACANG= KAKEAN CANGKEM
**sebar petasan di pekarangan anto :p**
Januari 31, 2008 at 3:50 pm
Dukung kampanye bukan blog anonim yuk…
**antogirang selalu girang kalau ada kasus blog yg kek gini2 wekekeke, perlu tim investigasi lagi nggak kang… wekekekeke**
Januari 31, 2008 at 4:43 pm
Saya kenyang dengan para anonim, beberapa tulisan saya diserang dengan cara seperti itu, menyebalkan.
Menurut mas Fatih, anonim masih boleh untuk isu yang tak sensitif tapi kalau topiknya sensitif maka anonim itu tak bertanggung jawab.
Januari 31, 2008 at 5:08 pm
Ga kok bos, beberapa hari lalu saya berhasil membuktikan dengan adhominem-seadhominemnya kalau “On Di Internet Eferibadi knos yu ar e dog”.
http://hariadhi.wordpress.com/2008/01/28/on-the-internet-everybody-knows-you-are-a-dog/
Biar saja orang kaya gitu dikejar-kejar komentarnya sendiri sampai masuk kubur
Januari 31, 2008 at 6:06 pm
jadi blogger oposisi boleh, asal gak oplosan.
Januari 31, 2008 at 6:08 pm
wis lah.. kita ngupi-ngupi di Djambur ae, dab!
trambule, gan!
Januari 31, 2008 at 6:20 pm
tuk semuanya, maaf atas segala salah kata. kepada mas anto, mohon kesediaannya untuk membaca email dari saya. salam
Januari 31, 2008 at 8:08 pm
ah.ini alam demokrasi bung,silahkan saja..
*sok politikus*
Januari 31, 2008 at 8:23 pm
lagi kenapa sih kamu anto?
kayanya bakat jadi provokator nih!
Jadi pengecut nggak enak lho sekalipun kita pakai anonim tetep aja perasaan kalau dicaci maki lewat tulisan sebab kita kan pasti baca, ya nngak ya. Ya udah To, maapin aja yang udah ngencingin anonim kali mereka memang pengecut, tapi ada juga kan yang mengunakan naonim bukan untuk ngumpet?
*ngelirik ck,venus,rumahkayubekas,semua yang anonim deh* paling tidak yang ini udah ngebuktiin bukan pengecut, setuju nggak To.
Januari 31, 2008 at 8:24 pm
Iya ya, saya ini ngapain ya? hobi bener ribut2…
Nah, tapi mas hadi arr, Saya sarankan sampeyan baca tulisan saya baik2, trus baca buku bahasa indonesia soal “gaya bahasa”, ada tuh karangan gorrys keraf yang judulnya “diksi dan gaya bahasa”. Baca beberapa soal ironi, satire dll. Kalau sudah, saya tunggu komennya di sini. Makasih.
Januari 31, 2008 at 8:44 pm
Wah, maaf nih kalau pengetahuan saya yang cuma dibawah mata kaki, salah menafsirkan tulisan Anto, yang saya tangkap adalah kekecewaan atau mungkin kemarahan atas penggunaan Anonim yang kurang bertanggung jawab. Soal gaya bahasa, pengetahuan saya malah dibawah telapak kaki, jadi mohon maaf jika itulah yang saya tangkap dari tulisan Anto
Januari 31, 2008 at 8:50 pm
Saya tidak mengatakan pengetahuan sampeyan sebatas dibawah mata kaki lho. Cuma saya menyarankan, jenis postingan macam ini untuk dibaca dengan hati2. Karena jika sekilas saja, maka pembaca akan sampai pada kesimpulan yang diametral bertentangan dengan apa yang sebenarnya saya maksud (sebagai penulis). implikasi dan pesan tersirat yang coba saya sampaikan tentu saja tak aka mudah didapatkan kalau kita hanya sekilas pandang dan langsung berkomentar.
terima kasih.
Januari 31, 2008 at 8:58 pm
terima kasih juga, saya akan banyak belajar lagi
Januari 31, 2008 at 9:02 pm
kenalken, sayah si tikanonimbanget..
Januari 31, 2008 at 10:09 pm
beranonim saat melakukan sedekah atau hal2 baik lain merupakan ukuran keihlasan, tapi
beranonim utk beroposisi malah menjadi simbol kepengecutan, jadi
pesan saya buat si anonim yg lagi dibicarakan ini (pastinya dia mbaca toh?), ndak usah jd manusia sok sempurna saat sampeyan cuma berani lempar batu sembunyi tangan :p
Januari 31, 2008 at 11:40 pm
setuju sama fa
Januari 31, 2008 at 11:51 pm
anonim numpang lewat ah di blog seleb… *pake kacamata dulu biar keren* 8)
Februari 1, 2008 at 3:16 am
Ini sudah sering terjadi
.
Hanya saja, ketika anonimitas menjadi sarana untuk menyerang pribadi lain, maka sebagian akan langsung beranggapan bahwa anonim itu hal yang kurang baik
.
Dan menyebarkan komentar anonim provokatif pun ternyata bisa meningkatkan pagerank
.
Februari 1, 2008 at 2:56 pm
Kopinya pas, rasanya MANTAP!!!
Februari 1, 2008 at 7:42 pm
ke TKP dulu ah..
Februari 2, 2008 at 12:28 am
[***setelah ke TKP***]
Yang beranonim
dan menyerang dgn pengecutyang membuat blogger jadi malas untuk posting lagi.Saya sendiri jadi malas untuk posting.
Februari 2, 2008 at 6:37 pm
[...] SBY bak Menari Poco-Poco Februari 2, 2008 Meninggalnya Soeharto nampaknya membuat pihak oposisi kembali menggeliat. Megawati, Mantan RI-1 mengeriktik Pemerintahan SBY-JK bagai menari Poco-Poco. [...]
Februari 2, 2008 at 9:00 pm
:d saya selalu pamer blog….biar dikunjungi! xixixi….
*comment telaaaat, telaaaat skali