Munculnya kegiatan ini sebenarnya merupakan wujud pengamalan dasa dharma pramuka yang kedua, yaitu berbunyi “cinta alam dan kasih sayang sesama jenis manusia“.
Bloger yang selama ini dikenal banyak menyumbang ide perubahan melalui tulisan mampu memiliki power cukup dahsyat dalam mengedukasi masyarakat tentang isu-isu nasional dan sosial di sekitar kita. Di dalam perkembangannya, bloger yang tidak hanya berkomunikasi di dunia maya, dan melaksanakan rukun bloger ke-4 yaitu Kopdar. Pertemuan ide dari berbagai sumber pemikiran akhirnya mengkristal menjadi suatu gagasan nyata atau malah menguap menjadi gosip-gosip hangat blogosphere. :p
Dalam sejarah bloger Indonesia, sudah dicatat aksi yang dilakukan oleh para konglomerat jakarta yang menyebut diri mereka BHI. Dengan dikomandoi juragan kambing, menggelar event akbar bantuan Kambing untuk Sekolah anak-anak di Bangsari, Cilacap bertajuk Bloger for Bangsari. Kenyataan cukup memiriskan di belahan pulau yang sama dengan jakarta itu, membuat gusar para bloger Indonesia. Kegusaran yang sama bertemu dalam bentuk kepedulian membantu pendidikan anak Indonesia. Didukung oleh semua handai taulan dan kerabat bloger dermawan lainnya, dapat terkumpul sejumlah dana yang kini menyambung semangat sekolah para anak Bangsari yang nyatanya jauh lebih heroik dibandingkan dengan semangat sekolah anak-anak kota lainnya.
Event ini cukup menjadi ‘pemanis‘ kegiatan akbar Pesta Bloger yang banyak dikritik pada awalnya sebagai acara pepesan kosong. Ternyata, bagus sekali kritik itu melecut para penggede Pesta Bloger untuk berbenah. Acara Pesta Bloger ini diakui ataupun tidak sudah menjadi gerbang pembuka eksistensi kasta Bloger di Indonesia.
Suara baru Indonesia, yang diusung oleh event akbar pertama Bloger Indonesia itu telah menyematkan tanggung jawab besar di setiap pundak anak-bangsa berwujud bloger ini. Bukan ingin bermuluk-muluk dan memamerkan kepedulian yang nyatanya mungkin tidak berkontribusi maksimal bagi perbaikan bangsa, setidaknya sekarang ini dibutuhkan aksi nyata yang lebih progresif.
Bloger memiliki keunggulan dalam bidang penguasaan informasi, sehingga memang menjadi corong cukup vokal dalam pemutakhiran isu-isu yang berkembang di masyarakat. Beberapa bloger yang memang memiliki kesenangan cukup unik diantaranya adalah Muhamad Zamroni. Pekerjaan beliau sebagai tukang coding ternyata membuat jenuh yang tak tertahankan lagi, dan hanya bisa disembuhkan dengan jengjeng (dalam bahasa semarangan berarti jalan-jalan) yang kini telah bermetamorfosis kepada cabang perjengjengan yang tanpa rencana yaitu perndoyokan. Hampir seluruh bloger tahu kebiasaan Bloger narsis satu ini, yaitu membongkar arsip sejarah yang tertimbun dalam lipatan waktu masa silam. Candi yang kurang dikenal dan juga sejarah dibalik beragai heritage Jogja pun dikupas habis oleh manusia tukang koding ini. Sehingga pasti semua mengakui, banyak memetik manfaat dari perjalanan pekok yang dilakukan oleh Zam dan kawan-kawan.
Salah satu perndoyokan terakhir yang dilakukan oleh Zamroni bersama ndoyoker senior dan sarjana ndoyoker ini, kemudian membuka mata kita bersama bahwa ada fakta cukup menyedihkan terjadi di pantai selatan sana. Pantai Pandan Sari berkubang sampah! Jogja yang bergelar kota pariwisata di wajahnya pun harus tercoreng dengan fakta ini. Semua pasti mengerti hal demikian merupakan fenomena gunung es, dimana masih terdapat lebih banyak fakta serupa yang belum terungkap.
Salah satu keunggulan blog, kemudian menciptakan transfer isu ini ke blogosphere. Zamroni memposting isu ini dalam sebuah bentuk perbandingan lokasi pantai yang sama dalam sebuah foto, tercatat perbandingan signifikan keadaan tanggal 7 Juli 2007 dan 5 Januari 2008. Dalam rentang waktu kurang lebih setengah tahun, keadaan yang begitu berbeda sangat mencolok mata. Manusia dari berbagai penjuru kemudian berembug bersama dan saling melempar ide melalui kolom komentar. Akhirnya seorang Bloger yang berasal dari Planet Purwodadi pun mengusulkan ide brilian. Membersihkan pantai Pandan Sari.
Karena tak ingin membuat alam lebih lama lagi menunggu aksi, kamipun segera mengumpulkan diri di sebuah kedai kopi di daerah Kanisius. Bertemankan internet yang tidak biasa, dan wedang kopi kayu manis, kami pun mencoba menyatukan ide yang beragam kedalam sebuah rancangan yang sebenarnya tidak detail-detail amat. Karena apa kami berbuat demikian? Membuat rencana terlalu detail adalah mengkhianati jiwa spontanitas para pendoyok Indonesia.
Kemudian berbagai usulan para komentator yang terhormat dalam postingan saya sebelumnya, sangatlah memberikan kontribusi bagi penyelenggara. Kamipun sebenarnya juga menginginkan semua orang akan turun ke pantai dan memungut sampah itu dan menjadikan wajah pantai bersih seketika. Memakai kekuatan sepuluh tangan, begitu iklan berbunyi. Kami pun pada awalnya juga sempat berinisiatif untuk mengundang komunitas lain, misalnya komunitas Pecinta Alam maupun komunitas pemuda-pemudi lainnya. Namun pada akhirnya rapat malam itu memutuskan bahwa kami ingin memulai dari diri kami sendiri. Kalau Aa’ Gym bilang sih, memulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri serta mulai dari sekarang.
Aksi kecil yang kami gelar ini (sengaja) belum ingin diekspos besar-besaran, karena kami yakin tidak akan selesai membersihkan pantai itu dalam sehari kegiatan kami. Banyak mata yang harus dibuka lagi, pasca kegiatan kami nantinya. Kami tidak ingin membuktikan apapun, selain merupakan bentuk pengabdian kami yang pasti cuma seiprit bagi bangsa ini. Suatu saat nanti, tidak lama setelah kegiatan ini terlaksana, pasti kami ingin banyak yang tergerak untuk melakukan aksi serupa. Baik bagi komunitas di Yogyakarta untuk menjaga kebersihan pantai maupun lokasi wisata lainnya, juga kepada komunitas lain nya di penjuru Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Dan selayaknya manusia beruntung yang hari ini harus selalu lebih baik dari hari kemarin, maka kami pun perharap kegiatan lanjutannya juga lebih besar skala kemanfaatannya.
Sampai jumpa di Pandan sari, 27 Januari 2008!









wah, pengen melu ..
Hayah, pernah ikut pramuka juga toh Mas?
yah ini saatnya para bloger untuk menunjukkan bahwa mereka bukan hanya bisa duduk di depan komputer nge-klak-klik mouse dan ketik-ketik di keyboard.
*ngomong gini padahal ga ikut nantinya
Gud luck everybody
Sekalian juga menunjukkan bahwa blogger ga hanya bisa hetrik..
*mengucek-ucek mata ga percaya bisa hetrik
sampahku iki buwangen sisan yo nto…
diajengmu sarah diajak ga nto?
wooo… ngga nyangka tulisan diatas ditulis oleh antobilang ..
ck ck ck
sampe jumpa di pandansari ..
tar sampahnya kita kirimkan ke darwin
peserta dah berapa nto? insyaAllah kl ga ada aral melintang, saya ikut.
SEMANGAT!!!
Pokoke dengan semangat AYAM BEKISAR, “Ayo Rame-rame Bersih-bersih sekitar mercusuar”
Btw, kapan kamu nyusul saya jadi sarjana To? *ini sarjana ndoyok lho
*
*kaploki annots pake buku skripsi*
Ralat. Purwodadi itu bukan planet tapi sebuah galaksi.
Eh iya aku blum cari plastik gede utk ngirim sampahnya ke Melbourne
Bsok deh sblm berangkat ngantor ^_^
*ngakak baca komen funkshit*
Ouh… Kudu survey lapangan sama kanjeng sultan ndoyok… =___=”
Ini pasti nulisnya setengah tergesa-gesa karena keterbatasan benwit.
Terlihat dari susunan paragrap yang rada njlimet, nggak serapi biasanya he.he.
Wah….lek Pandansari cedek aku kate melu….
@YS
tergesa2 kok bisa sepanjang ini ya. . .
gimana klo santei
Tergesa dengan sengaja dan dengan sedikit bahasa dari “Skripsinya” anto dimasukan ke postingan ini…biar panjang hihih
Satu kata: “SETUJU!!”
ta’ support buanget Mas,
Semoga yg lainnya nyusul,
@ komikus keren :
ya gek melu tho ya…
@ funkshit :
ndhasmu…
njuk sampah e dibuntel koran trus dilabeli alamat, ngunu?
@ annots :
*kaploki annots (lagi) *
@ sandal :
yoh, sakkarepmu, sing penting koe makhluk luas angkasa…
@ Goenawan Lee :
ditunggu laporan surveynya ya, ohya survey juga lokasi nongkrong siswi2 SMA yang paling deket situ… kita ajakin bersih2 hihiihi
@ sandal :
soale sok nggaya lagi nggarap sekripsih
luwih tepat e tergesa2 amergo gak kepenak yen konangan dosen
jadi bekisar itu sendiri apa donk? saya gak ngerti nih