Hening. Rahasia. Dan Mengagumkan.
Menelusuri deretan waktu masa lampau di sebuah bangunan yang terletak di salah satu pinggiran kaliurang. Letaknya tersembunyi seperti halnya makna-makna sejarah yang harus dicari dan diterjemahkan sendiri.
Ullen Sentalu, sebuah museum pribadi yang menyimpan ribuan koleksi kerajaan mataram yogyakarta dan surakarta. Mozaik-mozaik masa silam perlahan bisa ditata ulang dalam benak anak zaman yang terpana terkagum menyaksikan adi luhungnya budaya nenek moyang.
Sebelum masuk, peserta tur harus meninggalkan tas, mematikan telepon selular, dan siap menggikuti mbak pemandu. Satu catatan lagi, dilarang membawa piranti pengambil gambar, apalagi bermerk Nikon. Disarankan untuk mengunjungi lokasi ini bukan pada saat hari libur, karena bisa menikmati tur dengan nyaman tanpa terganggu rombongan lainnya. Karena pastinya kita bisa bertanya sepuasnya kepada mbak pemandu tentang hal-hal yang ingin kita ketahui.

Museum yang didirikan pada tahun 1997 ini, memiliki ciri bangunan berupa lorong-lorong yang mengantar pengunjung dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Berbagai koleksi yang ada membuat imajinasi kita meloncati ruang-ruang waktu yang berbeda namun terasa sekali keagungan budaya masa lalu. Kearifan, kebijaksanaan dan tata kehidupan adi luhung yang sepatutnya dicontoh sebagai acuan hidup manusia modern.
Sepanjang perjalanan tur kami melintasi ruang-ruang waktu masa silam itu, beberapa kali mbak pemandu menyebut sebuah nama.
Seorang puteri mangkunegaran yang anggun dan cantik dibingkai dalam ruang khusus menandakan begitu istimewanya beliau ini. Hanya gambar beliau dan cerita tentang beliau yang menjadi perantara kami siang itu. Gusti Nurul, biasa beliau dipanggil. Nama lengkapnya Gusti Raden Ayu (GRAy) Siti Nurul Kamaril Ngarasati Kusumawardhani Surjosoejarso. Siti berasal dari bahasa jawa dan arab yang artinya tuan putri. Kamaril dari bahasa arab yang artinya Bulan, demikian juga ngasaratin yang artinya sepuluh sedang kusumawardhani adalah cantik. Sebuah kombinasi nama yang sangat indah sesuai dengan sosok yang dilekati nama itu.
Beliau adalah seorang puteri yang ideal pada jamannya. Sebagai puteri yang besar di lingkungan keraton, pastinya hidup dalam pagar-pagar ketidakbebasan. Berbagai aturan dan petuah diciptakan bisa memasung jiwa para penghuninya. Namun tidak bagi gusti nurul, beliaupun layaknya kartini baru yang mendobrak semua kekangan aturan keraton. Dalam koridor positif, beliaupun mampu menunjukkan jatidiri wanita, pandai berkuda, menguasai empat bahasa, mahir membatik, serta anti poligami. Lamaran seorang Soekarno pun beliau tolak, demikian pula dengan Sri Sultan HB IX, dengan alasan keduanya sudah memiliki istri terlebih dahulu.

Selain pajangan fotografi dan lukisan yang membantu imajinasi kita melayang-leyang ke masa lalu, juga terdapat beberapa koleksi batik dari bumi mataram. Kekayaan rahasia nenek moyang ini sudah banyak hilang dalam kehidupan masyarakat. Semua makna yang disusun dalam batik memiliki tujuan yang sangat santun, terkesan rumit dan filosofis. dan hal ini sering tidak sinkron dengan budaya instan dan praktis manusia modern. Sehingga memang pada akhirnya perlahan batik menghilang dari kehidupan. Hanya sisa anak zaman yang menghargai keluhuran budaya masa silam yang mau melestarikan, merawat tanpa kehilangan nilai-nilai budaya dan semangat yang membawa batik itu lahir ke tengah masyarakat.
Saya mau mengucapkan dua terima kash saya atas kunjungan ke museum ini. Yang pertama adalah pengagas musem ini, bukan mau sok PDKT lalu berharap kujungan berikutnya saya di gratiskan. Tapi benar-benar, semangat pelestarian budaya semacam ini benar-benar patut diacungi jempol lima. Saya harap masih banyak manusia yang peduli akan kekayaan bangsa sendiri, adiluhungnya budaya bangsa ini adalah warisan bagi anak cucu kita nantinya. Meski kita bukan menjadi bagian dari sejarah itu, paling tidak kita harus berbangga bisa menjadi saksi penunggu dan penyelamat sejarah agar selamat sampai di tangan anak cucu kita nanti.

Saya tahu dan mafhum, berbicara tentang Ullen Sentalu pasti tak ada habisnya. Da saya bukanlah seorang penutur yang baik yang mampu menggambarkan keindahan yang tersimpan di dalam sana. Apalagi di jagad web ini sangat banyak bisa sampeyan temukan informasi tentang Ullen Sentalu. Apapun itu, informasi-kontroversi-opini dalam berbagai versi cerita maupun penuturan. Saya tidak pengen membuat sampeyan percaya begitu saja dengan apa yang saya ceritakan disini. Karena saya berharap sampeyan bisa membuktikannya sendiri ke lokasi Ullen Sentalu. Dan saya cuma menggaransi bahwa sampeyan tidak akan kecewa





loh ada foto nenen sama patung..
wah kelainan ini …
dah kalo gitu ketahuan kelainannya .. jgn di bawa ke bhi yo to
oh iyo kowe ki menthil patung ki opo jan kelainan opo wedi menthil nang uwong?
Ngeplot komen
wooo bener tika berarti kowe ki jek joko…
asem kok ono sandal nang duwur ku
# buat sarah :
Kata anto, kamu kalah cantik dari penari cilik itu..maka anto milih naksir ke penari cilik itu dari pada sarah…
n.b: sarah yang mana neh?
munyuk. rasah gawe perkoro koe
Ayo sopo arep gawe perkoro meneh, dikutuk Anto dadi munyuk lho
http://antomunyuk.wordpress.com
sontoloyo, saya kemaren ndak diajak ke sini, malah dikerem di rumah sakit
Mas itu gambar dan modifikasinya bisa dijadikan banner… mantap se-x.
maksudnya jadikan banner di situs pariwisata berharga 17 milyar lebih …
antok2, enek2 ae
bay the way, bus way, waterway
http://antomunyuk.wordpress.com/
valid demikian
*tukang verifikasi url*
Shock ngliat foto yg terakhir itu…
hi..hi….nenen
yo ben..
salahe melu melu aku…
**komen rung rampung iki**
jadi gini To,..
si Ullen Sentalu itu,…
sebenarnya ..
sek..sek.. ngudut dulu..koment nya besambung ntar
*nungguin postingan selesai*
sukanya posting bersambung
hehehe
nunggu lengkapnya aja dulu
lha
hornipostingan kok nanggung??jindal!!
kau telah menjajah wilayah bahasan postinganku!
dasar doyoker trainee kurang ajar!!!
*nguakak moco komene balibul*
fotonya kok disensor??
ra iso moto njero musiyum, njuk terus ngumbar foto narsis ngono? ehehehehe
@ arya : cerewet
@anto
brisik
eh foto terakhir itu ngapain?
hail to that princess!!!!
edyun..jalan2 mlulu..ikut dong!!tempatnya msh bgs y mas?Sama taman sari?
Ulun sentalo yaa.. jadi inget cerita masa lalu.
paling enak kesana sama pacar tuh heheh..
aihhh….
aihhhh…….
*ngiler*
Punya kamu merek apa to? Nicon ya? Ngaku deh…
mengucapkan dua terima kasih, lah sing siji ndi?? wong cuman satu thok gitu loh?? detail anto detail
#sarah : bukan sama anto kan? wakakakak
@ balibul : tak kaploki gemambul siji iki
@Zam
Kayaknya Zam musti melebarkan sayap ga cuma budaya dan selektif dalam menerima ndoyoker traine biar ga dapet yang kurang ajar
siti artinya tuan putri toh.. kirain artinya tanah
:D:D
koment standart
itu poto terakhir lagi ngapain seh ??
Untung foto terakhir itu di sensor
#sarah :lihat tuh si anto kayanya seneng beneran deh ma kamu…dia suka marah kalo ada yang godain kamu
yg ini recomended, tapi di BHI tidak recomended buat nenen sama patung selamat datang. bukan apa2, terlalu tinggi
indah. lucu. tertawa
ealah … disensor.
wah informasi yang menarik.. liput lagi nto tentang yang semacam2 gini
oot
avatarnya cuilik men
Siyal, kuat amat om…
Aku ga diajak. Tapi ga apalah, lagi capekkk,.,,
Kapan ya saya bisa ke Jogja??
hehehe….
Belum pernah soalnya….
tanggal 10 n 11 maret aku ke jogja. leh mampir ga?
salam kenal ya mas anto, blognya bagus.
di tunggu celotehnya d blog ku
ketemuan di BHI yuk, nto… *heran si antomanis gak nyebut2 namaku*
Ho ho ho..
Yang disensor itu lagi ngapain?
jadi ke BHI?
aku mo minta tandatangan ae?
Saya jadi semakin mengerti bahwa kamu memang kesepian. Dari Foto ke-3 itu…
dah sampe jakarta, nto?
panjang ga bisa baca.. *ngeliat poto aja*
hiyek.. ra kurang akehe cewek sing semlohey nguzubilah.. kok nyusu patung……
nggilani… huahahahahahahah
loh loh loh..bisa kita simpulkan yang foto tengah bawah sendiri pastinya sampeyan ngecup si anu simbook simboook yah.. menggegerkan dunia persilatan mas..hehehe..kapan kapan ajak aku ke ulen sentalu ya..
welgedewelbeh
Yuk.., sayangi budaya sendiri, sering berkunjung ya kalau ada doku, biar mereka punya dana untuk bisa melestarikan budaya sehingga kita tidak kehilangan budaya kita di masa lalu yang indah.
Aku ndak kecewa kok kesana, emang keren buanget… hehe.. masih inget aku ndak ? jogja.. jogja.. aku add link mu boleh tak ?
hehehe..kemarin mau liputan ke sana, mereka “sok” gak mau terima. katanya, gak mau ulen sentalu terlalu banyak dimuat di media, jadinya gak ekslusif…
okayyyyyyy deeeeeeeee…
salam kenal
http://ladangkata.com
bulan depan ke Ullen Sentalu lagi ah…
^_^
nih mo kesana.
Napa yah museumnya sok eksklusif gt?
Weleh-weleh… namanya….
mmmmmm….mas…kethoke koleksine ora nganti “ribuan koleksi ” ik….. tak itung meng ono satus rong puluh……
ndeelok gambare mas anto “ngemut” patung kuwi…….pengen weruh, bar kuwi rak ora ono kejadian apa2 to mas…?
heheheh…pemngen tau aja.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1543320&page=7