Joko Anwar & Yusril Ihza Mahendra
Desember 26, 2007
Dua nama yang saya tulis bukanlah orang biasa.
Nama pertama, adalah sutradara yang sedang naik daun. Debut pertama Mas Joko Anwar sebagai sutradara pada saat filem “Janji Joni” yang dibintangi oleh kakak kandung saya, si ganteng Nicholas Saputra. Setelah sebelumnya beliau membantu mbak Nia Dinata dalam filem “Arisan“. Setidaknya itu yang saya tahu tentang Mas Joko Anwar pada saat beliau mengisi sebuah acara workshop ‘independent film’ oleh bank swasta lebih dari dua tahun lalu. Kebetulan Mas Joko Anwar duduk di depan sebagai pembicara, dan saya sebagai salah satu yang hadir dalam sesi beliau.
Nama kedua, adalah seorang politikus. Simbah saya adalah penggemar berat beliau. Waktu beliau ‘hendak’ mencalonkan diri pada saat pencalonan Presiden (akhirnya Gus Dur yang maju), simbah saya bersorak kegirangan. Lalu suatu saat beliau tiba-tiba muncul di permukaan blogosphere, menghirup dunia hiruk-pikuknya blogosphere, beliaupun mendadak jadi ”harapan baru”. Harapan baru, karena keterbukaan politikus Indonesia untuk bergabung dalam belantara ide bernama blogosphere.
Sampai di sini, sebuah simpulan pertama saya ambil : Mereka berdua itu orang ngetop, tenar, dan public figur.
Lalu kemudian hiruk-pekoknya dunia maya meluncurkan longsoran ide bernama ‘kritik’. Saya tahu dan sadar, dalam bungkus apapun kritik pastinya menyakitkan. Sehalus apapun pasti akan menusuk sendi-sendi egoisme kita. Ke-aku-an setiap manusia akan menolak setiap kritik bagai antibodi yang menolak benda asing masuk ke tubuh manusia. Bahkan jika antibodi membutuhkan waktu 14 hari untuk terbentuk melawan benda asing, penolakan terhadap kritik oleh ke-aku-an ini muncul seketika itu juga.
Mari kita simak kutipan berikut ini :
elo nuduh kita yang terlibat dalam film yang jadi topik permasalahan ini dengan sengaja memanfaatkan dan memanipulasi sekelompok orang dengan membuat film dengan tema-tema yang elo sebut untuk dianggap modern, cool, intelek, cerdas, dan berani sehingga menarik perhatian kelompok tadi untuk datang ke bisokop. Wah, ini sih udah nuduh namanya. Bukan kritik. Selain nggak etis, ini juga udah termasuk libel, man. Apa elo ada di meja bareng kita waktu meeting produksi? Ya nggak mungkin lah. Orang kayak elo, gitu loh.
(Btw Dude, being a homo doesn’t make you an authority of homo-related issues and their exploits)). Elo beruntung kita bukan mafia kayak The Godfather. Kalo iya, elo udah kita sikat di dunia nyata.
[Email dari Joko Anwar ke sebuah milis filem menanggapi kritik Mumu soal Quickie Express.]
Lalu baca yang ini …
Saya menyarankan agar anda memotong kemaluan anda sendiri, karena hanya berani bicara dengan nama samaran “Dragonwall”. Lebih baik anda tampil secara jantan. Anda juga harus memotong leher anda sendiri, karena percuma punya kepala tetapi tidak punya otak.
[Komentar Yusril Ihza Mahendra saat 'perang komentar' di postingan Indonesianmatters.]
Huff…
Freedom of speech, belum dimaknai sebagai hak dasar bagi setiap orang. Sering pula dikambinghitamkan sebagai tameng kebebasan berbicara. Dan tidak semua orang bisa menghadapi kritikan dengan cantik. Ketokohan pun dipertaruhkan di sini. Karena pastinya akan sangat berbeda jika kedua kutipan itu disampaikan oleh seorang gembel, misalnya saya. Pastinya akan terasa biasa saja. Namun kemudian karena ini diucapkan oleh orang terkenal, menjadi ‘sangat luar biasa’ untuk dibincangkan.
Berbicara di dunia maya tentunya akan berbeda dengan berbicara di dunia nyata. Di dunia maya ini aksara bisa menerjemahkan sejuta makna. Emoticon sekalipun tak sanggup mengejawantahkan makna emosi yang sesungguhnya dari sebuah pesan. Bisa jadi kata bernada ‘ancaman’ Joko Anwar atau Yusril bukan dimaksudkan sebagai sebuah kekasaran kalimat. Atau kalau benar-benar (semoga tidak) ancaman yang muncul dari sebuah ke-aku-an, maka saya sangat kecewa dengan masih berakarnya budaya anti-kritik di blogosphere ini.
Ah, semoga kita bisa terus belajar dari semua ‘pelajaran’ keberagaman cara berfikir yang diciptakan Tuhan atas makhluk-Nya. Karena pastinya, kita tak bisa berharap kepada setiap orang untuk menganggap penting hal yang kita anggap penting. Begitupun sebaliknya.




Desember 26, 2007 at 8:13 pm
*muntah muntah baca paragraf pertama*
Desember 26, 2007 at 8:15 pm
*pijitin ck, kasih nafas buatan*
Desember 26, 2007 at 8:41 pm
nicholas saputra dan anto kakak-beradik? ckckck …
Desember 26, 2007 at 8:44 pm
eerrghh…hmmm…
kaw masuk arena tawuran nih, Brur..
*pulang dulu ambil kamera…
Desember 26, 2007 at 8:48 pm
serius mode on :
tapi jujur saja, persepsi gue, JA emang sering bermain dengan satire dunia kelas atas masyarakat negeri ini.
Pak Yusril itu idola gue di satu sisi, tetapi sudah sewajarnya menjadi fans harus bisa menerima kalo idola kita juga manusia.
sama-sama manusia ini……
Desember 26, 2007 at 8:58 pm
Kebebasan berekspresi dan kebebasan mengklaim. Termasuk mengklaim sebagai adik Nicholas Saputra… kekekekek…
Desember 26, 2007 at 9:34 pm
yg ke 2 juga udah blogwalking …butuh usaha buat baca
Desember 26, 2007 at 9:37 pm
anto sama nicholas emang mirip……..pembantunya
Desember 26, 2007 at 9:38 pm
@ ndoro : nggak usah dibesar2in ah, semua juga dah pada tau

@ leksa : katanya, hal paling sulit untuk diterima oleh fans adalah fakta tentang idola, kekekekek
@ kalengkrupuk : iya, termasuk berkomentar nyelain pemilik blog.
@ didut : hohoho, selamat berusaha.
@ kang emil : saya nggak punya pembantu, kang.
Desember 26, 2007 at 10:08 pm
smoga ini hanya terjadi didalam dunia maya saja. karena memang tidak aturan baku bagaimana harusnya seseorang itu harus bicara, mau misuh-misuh atau tepo seliro semuanya dibebaskan, bukan begitu Ndoro.. lho mana nih ndoro
Desember 26, 2007 at 10:13 pm
@ om totoks : setuju om, ndak adanya aturan itu juga bukan berarti bisa semaunya toh? wong ada aturan aja masih banyak usaha untuk berkelit. iya nih, mana ndoro? ndoro lagi sibuk ama cem-ceman barunya.
Desember 26, 2007 at 10:16 pm
[OOT] Desainya baru ya, temanya hari natal.. Selamat Natal dan Tahun Baru ya buat Anto
Desember 26, 2007 at 10:18 pm
[...] kopdar blogger, tanpa embel-embel bayut™ tentunya. Maka dari itu sengaja para bayut™ kota Yogya tidak saya kabari mengenai kopdar ini, selain alasan karena awalnya hanya kopdar member [...]
Desember 26, 2007 at 10:59 pm
*pulang ambil kamera kayak oom leksa*
Wah, komen tentang manusia udah keduluan komentator di atas.
Desember 26, 2007 at 11:19 pm
eh bukannya si JA juga co writer di arisan?…itu kan debut pertamanya?..
*gelar tiker sambil minum kopi joss….*
Desember 27, 2007 at 12:02 am
Kebetulan gw ada di milis dunia-film di mana sahut-sahutan antara Joko Anwar, Richard Oh, Mumu Aloha, dan beberapa orang lagi terjadi. Klo bisa baca sahut-sahutan ini dari awal, pasti org bisa liat kalo JA cuman nyindir tulisan2 mumu aloha yg suka bikin kalimat2 panjang yg terdengar intelek. sumuk jg kali ya baca postingan org kyk gitu. soal klimat JA yg kerasa homophobic, disitu baru kebaca kalo JA cuman being witty doang. lah wong dia juga gay.hahahahaha. tp bottomlinenya, mumu aloha aja yg ngarang kalo bilang itu ancaman., ngancem kok di milis. mumu aloha sebel JA katanya reaktif sama kritiknya, lah yg lebih reaktif dia koq.. buktinya malah dikutip dan dikasih label “ancaman” seenaknya.
Desember 27, 2007 at 12:08 am
makanya kalo nulis atau ngoment jangan emosi yah..
hehehe
Desember 27, 2007 at 12:11 am
seru aja nih permasalahannya….
Desember 27, 2007 at 1:03 am
@ om totoks :
kalau iya, mohon berkenan mengirim ke antobilang[at]gmail[dot]com
selamat natal om, semoga damai di bumi, damai di hati.
@ roze :
ya sudah komen tentang yang lain saja
@ ekowanz :
maksudku, sebagai sutradara. sebelumnya memang dia mengasisteni mbak Nia. *bagi kopinya dong, ko!*
@ RonnyZ :
wah jadi penasaran pengen baca semua, berkenankah bos ronnyZ mengirimkan copynya ke saya?
@ arul :
duh komennya arul gak nambahin
panasseru nih, pake hujat2an dong rul, kekekekekDesember 27, 2007 at 2:28 am
saya suka kalimat ini ntok..
Desember 27, 2007 at 7:20 am
kok masih nekat ngomongin joko anwar-mumu??? dibilangin ini kasus udah lama banget. ckckck, anto….:p
Desember 27, 2007 at 7:50 am
HOALAH… Namanya juga kalo ngerasa harga diri disinggung, ya wajar dong!!
Mereka yang mulai, jadi ini wajar dan otomatis saya ga salahh!!
*coba maen satir*
Desember 27, 2007 at 9:42 am
Wah, ini mesti diajukan kepada Bapak Presiden, untuk wacana rapat mendatang…
Desember 27, 2007 at 10:04 am
loh kamu adek nya nicolas saputra juga ..
berarti kita masih sodaraan gitu donks .. ah boong pasti nich. .
ngomong2.. nikolas saputra umurnya masih 22-23 an loh… masak kakak mu .. ??
Desember 27, 2007 at 10:36 am
kamu siapa??!!
ngaku-ngaku adik saya!
saya ANCAM kamu!!
Desember 27, 2007 at 10:36 am
Nggak suka nonton filem Indonesia jadi nggak tahu sepak terjang JA. Sedangkan YIM tidak suka juga karena suka ama daun muda. Huehehehehe
Desember 27, 2007 at 11:33 am
baru tau…dirimu adik kandungnya nicholas saputra???
kok bisa ga mirip yah????
*geleng2 kepala kebingungan
Desember 27, 2007 at 12:31 pm
mirip sama nicholas..heheheh..sep sep.. akan cempluk cerna dan pahami terlebih dahulu artikel ini
Desember 27, 2007 at 12:57 pm
@ anto : hehehe… sayakan orangnya pecinta damai…. ngak usah dihunjat kalo ngak perlu…
Desember 27, 2007 at 1:22 pm
lho itu kan isu lama to mas anto?
Desember 27, 2007 at 2:02 pm
orang anonim memang paling gampang bikin rusuh
Desember 27, 2007 at 2:04 pm
Saya pernah baca tuh yang YIM. Seru juga tuh! wkwkwkw….
Desember 27, 2007 at 4:39 pm
uwes nto, wong pada becanda kok.. bisa nambah panas situasi kalo ga disikapi dgn saksama*haiah, goyone:D*
Desember 27, 2007 at 5:16 pm
nyritake wong kie rasah nggo awake dhewe barang…
wekekekekekkkekke
Desember 27, 2007 at 6:32 pm
@ pengki : ‘rayuan’?

@ venus : yay! simbok, saya kan ndak bahas JA dan YIM secara kasus. tapi pesan dibalik kedua kasus ituw…
@ rozenesia : Hahahaha…
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth : pak presidennya sibuk nyanyi.
@ Funkshit : bangkeeee!!!
@ Matriphe Saputra : gayamu kang!
@ imcw : Hehehehe, kalo pak dokter suka YIM ngeri dong…
@ verlita : hayah, malah mbahas ituw.
@ andi bagus : kalo mencerna makanan gak perlu komen dulu ya, pluk? @ arul : hehehehe..
@ pitik : iya kang, isu lama, tapi intinya pesan moralnya to? Hihihi *ngeles*
@ roffi : wakakakak..
@ imsuryawan : Hehehe. seru emang :p
@ nico : lha, kan pesan moralnya nic, bukan kasusnya.
@ superkecil : rame wae! wakakaka
Desember 27, 2007 at 7:25 pm
apa semua itu udah ada klarifikasi langsung dari yg bersangkutan? karena kadang khan bisa aja nick kita dipakai oleh orang lain… *husnudzon*
Tapi kadang susah juga bedain antara kritik dan mencela… kebebasan mencela/mengkritik maka kudu siap juga klo dibalas dengan kebebasan ke-aku-an ( apapun bentuk dan implementasinya )
Desember 27, 2007 at 7:28 pm
apaan sih ???
Desember 27, 2007 at 7:44 pm
kenapa ya…quote dari saya ndak pernah ada yang mbahas. padahal di kampus saya ngetop, lho…
Desember 27, 2007 at 8:24 pm
@suneo
quote opo kuwi…
*sok penasaran mode :ON*
Desember 27, 2007 at 8:25 pm
Qoute: Tak perlu kesangsian terhadap kita dijawab dengan kata-kata. Jawablah dengan kerja dan karya yang nyata.
Diucapkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono.
Tapi Yusril lagi kurang harmonis sama SBY ya? Ga tau kalau mas Joko Anwar.
Desember 27, 2007 at 9:14 pm
Iki kok yo ono saljune? Default’e wordpress po?
* salah fokus *
Desember 27, 2007 at 10:40 pm
heeh,kaget ternyata nico en anto sodara??btw, kritik itu sebenernya enak lho,kan krenyes2 gitu..apalagi kritik pisang yang rasa coklat yg asli sulawesi itu..hu..enak banget!sorry bukan itu tho?
ya gimana ya,emang tidak semua orang menganggap kritik itu penting,tidak menganggap kalau kita dikritik berarti kita diperhatikan dan orang yang mengkritik sayang sama kita karena tentunya pengkritik mengharap terkritik bisa menghasilkan suatu karya yg lebih bagus,lebih memorable,buat beberapa terkritik mungkin pengkritik tuh sok tau,ga tau diri,secaRA terkritik sudah susah2 menghasilkan sesuatu sementara pengkritik langsung mengkritik tanpa ampun. Apalagi jika yg mengkritik kita2 blogger yg kada dianggep kurang kerjaan,tiap hari cuma tumplek ublek ngadepin kompi dan internet..mungkin gitu mas..
Desember 27, 2007 at 11:47 pm
aku ga urusan soal rame2 debat itu, tapi aku cuma pingin tau apa komentar Nicolas Saputra punya adik kayak kamu, Nto?
Desember 28, 2007 at 12:43 pm
hahahaha…. membicarakan si mumu dan joko anwar?
gak tahu aku ini dibicarakan juga di sini.
wah, memang sejiwa kau dengan mansup, nto. ada kutumbaba juga di sini!
Desember 28, 2007 at 4:33 pm
wah aku gak tau kalo soal itu…yang jadi penasarn cuman oleh pirang perkoro anto jadi adike nicholas?
Desember 28, 2007 at 4:48 pm
seru oom. infotainment dunia blog wekekeke
Desember 28, 2007 at 5:10 pm
hmm iya, kasus lama.
tapi…cara 2 orang itu menaggapi kritik ‘cadas’ juga yah
Desember 29, 2007 at 2:44 am
“Asal sayah masih ber-etika selayaknya pergaulan nyata, ya inilah blog sayah..”
sayah inget pernah nulis gini disini..
Desember 29, 2007 at 3:01 am
tes komen. komenku ilang. nyuk.