Artikel yang (mungkin) terkait :
Huru-hara kemarin dinyatakan padam sudah. Suasana panas, serba serbi versi beterbangan diantara para penghuni blogosphere. Ada yang blingsatan kesana kemari mencari info, ada yang diam duduk menikmati sajian indah dari layar komputer, ada yang senyum-senyum geli melihat sebuah pentas parodi kekonyolan, ada pula yang melengos berlalu tak peduli. Ya begitulah blogosphere, selalu beragam.
Saya secara pribadi tidak melihat adanya penyelesaian yang memuaskan diantara kedua belah pihak. Memangnya perlu ya? memuaskan kamu, nto? Kedua pihak masih menawarkan versi berbeda untuk permasalahan ini, dan tentunya pihak pendukung kedua belah pihak menjadi beragam pula kesimpulannya. Ade menyatakan masih akan terus ngeblog sebagai Ade, demikian juga dengan Senja cs yang sudah pada kesimpulan akhirnya. Saya tidak akan menuntut penyelesaian apapun, semoga semua bisa lega dengan kesimpulan masing-masing.
Melihat persoalan huru-hara yang menghangatkan blogosphere tempo hari, saya pribadi menjadi berfikir. Kita ini memang sering kali terlalu gegabah. Melakukan segala sesuatu tanpa melihat peta situasi yang terjadi. Lihat saja komentar yang muncul di berbagai versi pemberitaan kasus kemarin. Banyak sekali, yang saya yakin hanya membaca cepat, langsung berkomentar tanpa membaca terlebih dahulu. Misalnya, saya sudah sampaikan dalam postingan saya (bahkan sampai saya tebalkan) bahwa tidak ada postingan/komentar yang menyatakan bahwa ade harus menutup blog. Namun tetap saja, dibekali emosi sesaat main embat saja menanyakan “siapa sih yang komentar kayak gitu?“, “Mana komentar yang bilang Ade suruh nutup blog?“
Itu baru contoh kesalahan kecil yang acapkali kita lakukan. Belum lagi secara umum, tentang keberpihakan kita terhadap salah satu kelompok tersebut.
Saya berani bertaruh, percaya atau tidak, kemarin telah terjadi polarisasi antara blogger wordpress dengan beberapa orang dari lingkungan Senja cs. Saya tidak sedang menawarkan pertempuran baru, lho. Bisa dilihat dari berbagai komentar yang ada, anda silahkan menelurusi terlebih dahulu. Dukungan itupun muncul, saya sinyalir dengan alasan karena sudah kenal lebih dahulu dengan salah satu pihak. Dukungan yang berasal dari kedekatan ini sangat logis, namun sekali lagi ada kalanya kita perlu menjadi kritis. Bukan asal dukung. Misalnya saja, silahkan lihat bagaimana dukungan yang diberikan oleh kawan-kawan Senja dan Nico terhadap penyelidikan ini. Begitupun komunitas wordpress yang sudah sering menyantap cerita-cerita Ade. Tentu saja polarisasi ini menjadi tidak sehat ketika kedua belah pihak mendasarkan pada egoitas masing-masing yang sifatnya selalu subjektif.
Saya pribadi, sempat melakukan cross check ke kedua belah pihak. Melalui bantuan Nico saya sempat berbincang dengan Mbak Senja via Messenger mengenai apa yang sedang mereka lakukan. Demikian juga, saya menghubungi beberapa orang yang kebetulan memiliki kontak secara langsung dengan Ade meskipun via email.
Akhirnya saya melihat bentuk dukungan yang kita berikan seringkali masih dilandasi oleh asumsi dasar pribadi yang paling subjektif. Bisa jadi kita mendukung Ade karena memang kita bersimpati terhadap penderitaan Ade menghadapi leukemia. Namun pernahkah bagi teman-teman sekalian menyadari dukungan itu benar-benar tulus dari hati anda? Bukan dengan alasan ‘misi paling pribadi’ dari hati anda bahwa ini karena menariknya paras Ade yang menghanyutkan? Anda sendiri yang bisa menjawab, dan saya tidak ingin mengadili anda dengan postingan saya ini. Demikian juga dengan pendukung Nico dan Senja, semoga dukungan yang diberikan oleh kalian bukan atas dasar kebencian karena banyak cowok-cowok mengerubungi blog Ade dan nongkrong seharian di kolom komentar blog Ade.
Seperti yang sudah saya sampaikan dalam postingan saya yang terdahulu, bahwa saya tidak ingin berkontroversi tentang masalah ini. Biarkan semua ini mengalir apa adanya. Aseli atau tidaknya tokoh Ade saya tetap berterimakasih atas pesan moral yang sungguh mendalam buat saya pribadi. Diluar itu, sungguh kasus kemarin memberikan pelajaran kehidupan yang sangat berharga bagi saya.
Postingan ini saya tujukan bagi yang sesuai dengan isi postingan saya. Bagi yang merasa tidak melakukan hal-hal yang saya sampaikan, tidak usah tersinggung, saya tidak sedang membicarakan anda. Bagaimana? Ada pendapat lain?
Filed under: Celoteh Tolol, In My Search, Ocehan Ngaco





sama.. lihat pesannya bukan orangnya…
btw, saya sudah ngobrol langsung dengan Ade.. she’s nice girl.. motivasi menutup blog adalah takut karena mungkin secara “subyektif” merasa diancam.. menghapus komentar miring adalah HAK dan sudah umum terjadi diblogosphere.. *kecuali merubah komentar*
gak ada komentar, to…aku setuju aja deh…wong baru tau blognya ade sebulan yg lalu dan itupun jarang mampir ke sana…baru tau ada huru-hara ya gara2 baca blogmu ini…
Sori to, ga ngikuti perkembangan…
Hanya saja, saya kerap merasa tidak enak dengan kejadian-kejadian seperti ini. Polanya seh, yang saya tangkap adalah, blogger tua/senior/bulukan/lama/pengalaman merasa terganggu dengan kedatangan blogger baru/ide baru/warna baru yang menanjak atau kontroversial, lalu ‘pertentangan/debat/diskusi’ dimulai dan memanas..
Sudahlah, ga jamannya lagi yang kaya gini…
duh gak tahu menahu aku
[...] Ha? “Flagged by the spam filter?” Apa-apaan ini? Padahal aku nggak pernah komentar jorok, mengecam atau apapun itu namanya (kalo nggak penting sih iya…hehhehe). Aku berharap ini hanya kesalahan semata. Aku harap Senja tidak benar-benar dengan sengaja memasukkan aku dalam daftar spammer. Peace Senja…Nico…Ade…!!! Juga warnetubuntu… Eh iya…kasus ditutup sama mas antobilang [...]
Alhamdulillah kalo saya masih bisa komentar disini, karena di blog senja, saya sudah di “mark as spam”. semoga ini hanya kesalahan sistem semata. Padahal aku nggak pernah komentar menghujat atau belain ade.
Apa mungkin karena aku “ikutan” posting di blogku tentang Ade? Kan beberapa bagian udah aku update sesuai maksud yang ingin aku sampaikan. Ah, aku nggak mau su’udzon.
Yang jelas, dari awal aku tetep netral, karena memang secara fisik aku belum ketemu Ade. alamat E-mailnya pun lumayan aneh dan semua email yang aku kirim nggak pernah dibalas sama sekali.
Kalo aku sih berpatokan pada ideku semula, kalo emang blog ade fiktif, bikin aja marking CERBUNG untuk blog ini. Beres kan? Gitu aja kok repot…
Yang jelas…kalo ada yang tanya aku berpihak ke siapa, aku berpihak pada PERDAMAIAN. Peace man…peace girl!!!
NB: Mas Antobilang, sorry ya komen kepanjangan…
saya termasuk yang nontonin aja…
kesimpulannya.. semua masih berjalan seperti seblum ada kontroversi yah ??
trus kenapa musti ada kontroversi segala. .
btw,, itu yagn punya sayap cakep juga yak. . .
semoga mereka bener² damai yah…
ayo pada salaman!
huh…
gag ngerti…
*mending ngupi ahhh
saya malah g tau apa apa… TTR (tiba tiba rame)
“ada yang senyum-senyum geli melihat sebuah pentas parodi kekonyolan”
CIH..! pentas parodi kekonyolan ya nto?
“Ya begitulah blogosphere, selalu beragam.”
iya sih…
ah ya, saia tau fasti kamu tau sangadh fendafad saia bro
jadi saia ndak ferlu ngejelasin disini, lagifula…ini nandain kalo Senja ternyata cuma……ah ya, saia tau fasti kamu tau sangadh fendafad saia bro
yo wes lah, yang jelas dikau emang finter sangadh dalam mengambil sikaf! saia emang harus belajar banyag dari dikau bro! *menjura*
Tau awalnya dari Oom Anto, sibuk kesana-sini nyari info, sesekali komeng nyamfah,lalu melenggang tak peduli.
Saya koq cenderung sependapat sama Oom Manusia Super. Senioritasadalah hal yang saya sangat pahami. Blogger baru ingin menunjukkan eksistensi, blogger tua merasa terganggu eksistensinya. Itu yang saya tangkep.
Gelap sangadh rimba Hoekzone iniih!
Hmmm, pilih jalur damai saja lah…. *kebiasaan damai kalau di pos polisi
*
jadi masalahnya apa, nto? kekekek …
@ ndoro : yah, begitulah ndoroku
[...] jidat. Saya juga mengira kalian pun bukan pakar keamanan Internet seperti yang saya sering lihat di Jasakom. Sedangkan kalian ingin membuka kedok orang yang jauh lebih kecil eksistensinya daripada membunuh [...]
Ade disini mas… dan masih disini bersama mas. Terima kasih atas akhir yang indah, pelukan yok (eh salaman aja…)
-Ade-
Sebetulnya secara pribadi, saya tidak terlalu menyukai sosok Ade dalam foto.
Tentunya, itu terlepas dari isi postingannya yang bagus. Saat saya lihat, kesan manja tidak ada di situ. Manjanya hanya terlihat dari artikel foto itu.
Ah, tentunya saya sudah menanggapi apa yang terjadi dalam perang kali ini, Tuanku.
niat banget jadi penyelidik, dab?
wah, saya sedang menyepi dan sibuk ngurus peternakan lebah…jadinya ga bisa bantu2 banyak, hohoho
yo wis, nggulung kloso, balik ngomah
kelar….
*soktaupadahalgaktaumasalahnya*
*tertinggal di belakang*
hehehehhe….
Masih ingat kasus Sha yg “meninggal” lalu jadi kontroversi?
Nah, belajar dr situ, 2 minggu lalu saya 2x kasih komen ke Ade. Pertama tentang gambar cantik yg ditampilkan, sy bilang sangat menarik shg kita ga tahu, komen yg masuk simpati ato usaha?
Komen ke2 sy tanya gini :” Ade, gimana ya mastiin kl Ade ada di dunia nyata bukan maya?” eh ternyata di moderate.
2 hari kemudian (kl ga salah) Ade tambah fitur baru di blognya : Harus Logon!
Gw rasa ini berlebihan. Di moderate aja rasanya sudah cukup kok!
Piss (kl ga dimoderate jg)
halah, apa sih?
wah namamu ganti dong, Antobijak
masalah apa sih? kakaka…
Nto,.. numpang nyampah…
soalnya koment gue di block dari blog senja…
Satu hal yang pelu diinget “Shoot The message , not the messenger”, seperti kata warnetubuntu…
Dan sedikit berbagi kritik :
sedikit saja Info,.
walopun nama Alm. Ismail Hasan Metareum adalah org yang dimaksud, setau gue anak tertua beliau berumur 40 tahunan, tertua 1 putri dan 4 putra..
Jadi ga etis menyamakan ade sebagai cucu Alm Buya IHM. karena :
1. Si Ade bernama Cut. Dan di Aceh itu ga da Cut tanpa turunan Teuku dari Bokap nya.. Sedang kan Alm Buya bukan dari Teuku. (patrilineal)
2. Itung saja umur orang tua Ade kira2, karena dia pernah menyebutkan telah 30 thn bersama Bokap-nya…Cocok dengan salah satu Putra Alm. IMH?
mau lebih jelas? Cek saja ama orang2 Aceh…
dan cari tahu sapa jendral TNI putra aceh yang baru pensiun…
Itu saja kebenaran yang mungkin sedikit perlu diketahui dan dipertimbangkan..
Case Closed Personaly Buat Gue.
[...] maka sebuah blog baru bisa menjadi bahan “gunjingan”. Ujung-ujungnya kontroversi dan polemik. Lalu blog, itu akan ngetop dan bertengger di Blog Of The Day. Senangkah yang punya blog baru? [...]
ehmmm kang anto, masak segitu aja sih, ga seruuuuuuuuu….
wekekekeke…
**sisa petasan masih banyak nih…..
tamat
aku gak ngerti tok maksudnya ituh..
blog kan ya terserah yang bikin tho?
jurnal pribadi kok diurusin fiktif apa ndak..
apa urusannya..
ehem… tulisan penuh trekbek…
rasanya Mas Anto…setelah menyelesaikan ini, sampeyan kudu berterima kasih sama Ade…
trefik naik derastis Bo…
@ swiwi :
*rajam siwi* cuma 3 trekbek kok?
Dari 25 :
Nto,.. numpang nyampah…
soalnya koment gue di block dari blog senja…
dah di konfirm, rupanya ada masalah ama Spam Flter, koment gue dianggap Spammer
…. To, jadi gimana ne kelanjutan kopdar ama Hai Sarah™ :ckakaka
ngomenin dikit di postkamling
Salam kenal Kang Anto,
Dari awal saya senyum aja deh…
Seperti komen saya sebelumnya di blog sobat yang lain, pertanyaannya, siapa yang lagi ketawa sekarang ini?
Salam,
Belajar lagi .. memang mesti gini dulu Nto. Untuk proses pendewasaan. Mudah2an ga amnesia ya Nto.
@ kapucino
Dari blognya, kakek Ade bukan Ismail Hasan Metareum melainkan Ibrahim Hasan Metareum. Betul atau tidak, saya hanya mengutip dari blognya.
*melongo*
@kapucino,
Anda kurang teliti.. di blog Ade disebutkan.. Kakenya bernama lengkap Teuku Ibrahim Hasan Meutarum dan menurut blog ade, beliau baru meninggal sekitar bulan agustus lalu (ada satu post ade yg menjelaskan ini)
kemudia ayah Ade bernama Teuku Iskandar Saeful berarti hal ini masih sesuai dengan teori anda tentang nama berdasarkan garis keturunan… dan hal ini juga meyakinkan saya bahwa kakek Ade ini tidak ada hubungan dengan buya IMH…
Nah si om Ubuntu koment..
..
btw saya sukanya make Opensuse..
bek2 to discuss :
Justru kritik kalimat saya diatas itu ditujukan kepada kedua pihak :
ke pihak senja : Bahwa Asumsi dia salah jika mengkaitkan Alm BUya IHM dengan kakek Ade..
ke pihak Ade : Jika nama itu bener Adanya, maka mudah toh lacaknya.. saya sebutkan “mau lebih jelas? Cek saja ama orang2 Aceh…
dan cari tahu sapa jendral TNI putra aceh yang baru pensiun…
Btw, Google juga siap dipake buat ngelacak,..
jika pun nama plesetan, nanya aja noh ama yang punya kenalan di TNI or punggawa2 Aceh dengan setingan persis cerita Ade..
atau saya juga bisa lacak versi saya… :-”
Tapi tetep dengan PRINSIP SAYA.. WAT DE HEL?? Bukan urusan gue ngurus anonimitas orang,.. kecuali mau bacok gue dari belakang ..
oh sorry lupa login … Leksa itu saya @kapucino — > ayo2 keblog gue ,..
JABLAY MODE=ON!
yah salah smily,..
maksudnya ini —>
*sekalian hettrick
[...] kurang lengkaf ufdet blog kalo ndak fake TEMBUSAN! kepada Yth. Senior OOT Seperguruan, yang dipertuan agung, Antobilang kepada Yts. apa! mau protes!? -Ade- kepada Yth. Nico. damai bro! kepada Yts. Senja. damai sis! [...]
*nyruput es teh*
*keluar dari bioskop*
@leksa or capucino
anda masih sedikit kurang teliti.. ayah ade bukan jendral.. itu adalah sebutan ade dan teman2 ade terhadap ayah ade… (salah satu post ade ttg ulang tahun ayahnya), ayah ade adalah seorang negosiator jamanya GAM-RI (ini juga ada di post ade saat awal2 ngeblog) yg seharusnya pensiun th 2008 tapi memutuskan untuk pensiun dini..
bukan urusan gue ngurus anonimitas orang..
dengan ade menjelaskan detail kakek, ayah, even2 yg mudah dilacak (dharmais, FEUI, JAMZ?, dll.. ).. dan bahkan menyebutkan nama lengkapnya.. saya yakin ade tidak bermaksud untuk anonym!, (ade adalah nama panggilan dia)
saya juga tidak mempedulikan ade fiksi atau bukan.. yg penting pesannya… bukan orangnya..
Apapun OS-nya yg penting bukan Window$ huehue.. akur
@Om Ubuntu
Wah terlewat ama saya bagian itu..
nangkepnya bapa Ade itu TNI dari post tengah2..
Ya maklum saya khilaf.. karena emang ga suka blog berisi melow2 gitu
jadi baca asal lewat aja..
Ehh.. karena rame2, ya ikutan dah..
Saya Suka “Rame2″ !
huahaha.. >:)
sedang coba2 migrasi ke U-Gutsy
Selesai ya Nto, selesai sudah, nggantung sih ndak papa, yang penting damai
Hmm… Saya cuma bisa ikut manggut-manggut. Salut untuk Antobilang yang menulis summary seperti ini agar banyak orang jelas. Lalu, menutup kasus ini agar tak berpanjang lebar tak keruan.
Eniwei, saya juga ngga pakai Windows. Tapi Mac OS X. Masih sekeluarga sama OpenSuSE dan Ubuntu. omong2, ini bicara tentang OS atau blogger?
asal ndak jiplak.. .hakekeke…
wah saya sepertinya melewatkan sesuatu.. jarang di dunia maya skarang je.
http://trisetyarso.wordpress.com/2007/11/11/ade-bukan-hoax/
Kalau yang nggak kenal Senja dan Nico serta Ade gimana? Mereka yang tidak berpihak kepada siapa pun kecuali dukungan untuk ngeblog secara bebas?
ya karena saya baru baca dan ndak tahu siapa Ade sebenarnya jadiii saya simpati aja deh sama tulisan yang ada
tapi selesai tanpa klimaxz