Bersamaan dengan ramainya kasus lagu Sayang-Sayange yang digunakan untuk Jingle Promo pariwisata Malaysia itu, muncul kembali suatu kata yang saya sangat gerah mendengarnya. Baik itu diucapkan oleh orang Malaysia atau (sayangnya) oleh orang Indonesia sendiri. INDON, iya indon. Potongan kata yang ditujukan untuk memanggil orang Indonesia di kalangan warga Malaysia.
Kata “Indon” mulai menjadi populer di Malaysia ketika media sana menyiarkan berita mengenai perbuatan kriminal yang dilakukan orang Indonesia. Misalnya, “Mafia Indon Mengganas” atau “PRT Indon Menculik Anak”. Lambat laun, persepsi orang terhadap “Indon” tidak lagi bagus (atau setidaknya netral) melainkan jelek. Seorang teman pernah bercerita, “Indon” artinya mirip “Preman” di sini. Anak yang nakal akan dimarahi, “Mau jadi apa kamu nanti? Mau jadi indon?”
Tapi tetap, menolak kata “Indon” sebab ia berkonotasi kriminal dan buruk adalah sebuah langkah aneh. Pertama, kata “Indon” tidak berarti apa-apa. Sepanjang kata itu tidak ring a bell di kepala saya, saya sih santai saja. Ini sama seperti kita dipanggil “xeslgh@%#sd;ai”. Tak ada arti, mana bisa ada konotasi.
Sumber : Berkala ITB ; Judul : “Indon (esia!)”
Intinya dari artikel itu, adalah menganggap biasa panggilan ini, hanya perkara konotasi saja. Makna konotatif. Selesai. Dan sayang seribu sayang, kolom komentar ditutup. Oke, saya tidak akan membahas orang Indonesia macam penulis di artikel itu yang membiarkan bangsanya sendiri direndahkan dengan panggilan seperti itu. Terlepas dari masalah apakah itu makna negatif atau positif.
Tapi buat saya pribadi, panggilan ini merendahkan. Men-cap jelek bangsa Indonesia dengan panggilan semau mereka. Silahkan gunakan fasilitas mesin pencari untuk melihat bagaimana kata indon ini digunakan oleh warga negara tetangga itu. Meskipun beberapa pakar bahasa menyatakan bahwa itu hanya pemenggalan kalimat biasa seperti yang kita lakukan sehari-hari. Namun saya melihat ada sebuah kebencian dan pelecehan di balik kata-kata itu.
Sekali lagi, saya menganjurkan bagi anda untuk tidak menggunakan kata ini. Biarkan mereka saja yang berkelakuan demikian. Setidaknya kita bisa melihat dari ungkapan itu betapa rendah rasa menghargai terhadap sesama manusia yang ditunjukkan oleh mereka. Kalau kita masih menggunakan kata “indon” untuk menyebut orang Indonesia, apa bedanya kita dengan mereka? Memangnya susah ya menambahkan kata -esia dibelakang kata Indon?
Saya cuma bilang, orang Indonesia jangan ikut-ikutan orang2 bodoh itu panggil Indon, ya!





Ehm, kalo saya manggilnya endonesah!
gimana tuh mas, dimaklum kan? lidah jawa.
hihihii
Kadang kita menjadi serba salah..
Kita tidak ingin dibilang indon (dalam artian buruk),tapi orang kita yang ada disana juga selalu sebagai orang-orang kriminal,mulai dari TKI illegal,penjahat dll.
Mungkin kita bisa manggil “maling” buat malaysia,tapi kita harus menemukan dl catatan kriminal orang2 malaysia di indon(esia)
sayang orang indo (dalam arti: campuran) khekhekhekhe..
saya orang indo (dalam arti: campuran) khekhekhe..
Jangan panggil saya Indo
mie.* Halah
*liat comment 4 dan 5
tumben chik, nga hetrixxx
*ikutan puasa hetrixxx jg
Indon opo kuwi, ora mutu dasar jablai eh malay.
stuju sama scooter
malingsia klo dipotong juga berarti dipanggil nya “maling”
malasia dipotong jadi “malas”
kenapa ga dibalas dengan maling…sia (klo bahasa sunda artinya apa ya? maling kamu? gt bukan?)
wah makin jelek aja neeh nama indo di mata malaysia
Penyingkatan Malingsia dan Indon ini mau diteruskan sampai mana ?
Perang saja sekalian.
panggil saya anang
anang gemblung!
Apa bukan perasaan situ ajah ?
Kan ndak beda sama kita bilang Amrik, Amerika. Padahal United States of America.
Ato Arab Saudi, situ pasti nyebutnya Arab doank. Ya kan ???
Ato lagi, Timor Leste. Itu nama aslinya lebih panjang lagi.
Sayah pikir alasan kepraktisan sajah.
@scooterboys #3
Orang Malay jg banyak nyang maling di Indon. Tapi maling nyang lebih Elegant, Elite, and Techy (walah !!!).
Nyang sayah inget, salah satunya adalah mereka mampu membobol beberapa ATM bank, beberapa taun lalu, dengan modal semacam Card Reader plus Laptop….
Jugak jangan lupa, mereka maling kayu negri kita diperbatasan Kalimantan Sarawak, tiap hari mereka menjarah senilai skitar 7 Milyar, dan aman-aman sajah….
Terus, sekarang dengan Elegant nya duit hasil maling itu dicuci lewat jualan bengsin Petronas, Temasek Holding di Bank dan Communication Provider, Proton, dan penipuan lewat modus MLM…
Jadi, mari kita GANYANG MALAYSIA…..!!!
wah, misuh misuh nih to, kok jadi seperti jangan panggil aku cina ya to?
wekz?! kita dipanggil indon karena indonesia
mereka kita panggil malas aja kalo gitu. malasya *maksa mode on*
Sedih juga kalo sampe penggalan nama negara kita jadi konotasi jelek gitu
Eh, tapi emg orang indon(esia) disana sukanya bikin kejahatan ya?
Wah, jadi negara kita sukses ekspor Orang jahat ya, (loh kok jadi aneh ngomongnya unda nih)
*insyaf mode on*
Oh iya, walau mereka emang menghina gitu, janganlah kita balik berbuat seperti itu
” balaslah kejahatan dengan kebaikan “
*anarki mode on*
*ngamuk-ngamuk bawa mandau*
Woi maling…..
maling………
balikin Pulau-Pulau Unda……..
Dasar lu mal..
Mal…
Maling
lha anda sendiri menyebutkan berapa kali ntoo… :p
* kabur.rrrrr.
* balik lagi…
Intinya kata2 tersebut merupakan pelecehan bagi bangsa ini… bisa ada orang indonesia yg merasa sebutan itu sebagai hal biasa…
kudu dipegang jidatnya :*Jduk*
indon indon kepala indon
hujan di udik disana mendon
anak siapa pakai kerudon
mata melirik kaki ke sandon
indon (esia) vs maling (sia)
hetrik kang?
ga ikutan deh…
wah… makin ribut ajah indonesia ama malaysia..
uhm, indon ama malay.
dari kemaren masalah wasit vs polisi…
trus skrg gara2 sayang2.
@ scooterboyz, lo inged gak, teroris asal malay yang ngebom bali tuh? sapa tuh namanya? az2…
memang katanya sih panggilan indon adalah panggilan dengan konotasi negatif, semacam jadi bangsa kelas 2/kelas bawah
Kalo gak salah waktu saya ke malaysia juga byk coretan2 di dinding WC isinya seperti “go to hell indon”, “indon nyampah”,dsb…
Setuju dengan Anda, seenaknya aja tuh orang Malaysia menyebut kita dengan kata “Indon.” Benar-benar kurang ajar. Seharusnya pemerintah melakukan protes keras kepada Malaysia!
Kalau di OZ … mahasiswa indonesia menyebut dirinya sendiri INDO (ga pake N) dan anehnya yang – kebanyakan orang indonesia menganggap Australia merupakan musuh indonesia tetapi secara personal mereka sangat menghormati orang indonesia
====================================================================================
(entah karena 60% ekonomi nya dikuasai asia dan image bahwa orang INDO merupakan kalangan the HAVE sehingga bule bule tersebut menjadi segan terhadap orang indonesia)
====================================================================================
namun hal serupa tidak terjadi di Malingsia mereka memang membenci orang INDO”N” seperti seolah olah manusia kelas rendah, jadi secara politis mari kita membenci Australia yang sok tau dan sok kuasa namun tidak ada salahnya kita membalas perlakuan orang Malingsia terhadap orang indonesia –
================================================================================
gak usah sok suci, ntar pas balik ke indonesia kalo ketemu orang malaysia mau langsung ge GEBUKIN ampe BABAK BELUR !!!
jadi inget majas peyorasi bukan??
semoga ohm sawal bisa membenarkan bila saya salah…
Saya setuju sama ohm anto.
-udah-
eh…ohm anto, saya ikut pasang banner yak…makasih
Panggil aza orang-orang negeri tetangga yang kurang ajar itu dengan sebutan “Malingsi”, apakah kamu orang Malingsy?
Mangkannya! Ayo kita sekarang bikin istilah baru untuk orang Malaysia! Malingsia sudah bagus! Sekarang kita populerkan istilah MALAING bagi orang2 Malaysia!!!
koe orang memang ekstrimis ekstrimis.. godverdomer!!
ada apa ya rame2??
mmm…… maling toh? bukannya udah biasa??
santet aja… repot aja kok gitu hahahahado’a kan biar negara mereka makmur dan sehat selalu, jiwa dan pikirannya
lha kemana post tadi kok ilang sih
wakkakkakakkakakakkaka
Indonesia seleraku…
Bagaimana panggilan kita sama orang eropah “bule” apa bukan penghinaan juga, jadi berkaca dululah.
kalo begitu kita gantian saja sebut preman dengan sebutan malay
numpang ktawa aja
jadi inget bayut
bangga Indonesia
*
*katanya mo mudik masih sempat posting neh…
kalau menurut si malingsia, berarti antobilang jadinya antobil ?
semenjak wak ato kaga kuasa lagi, si malingsia semakin menjadi2. (termasuk nyaplok 2 pulau kita).
apa yg dilakukan para penguasa sekarang ?
mereka lupa kata pepatah : hujan batu dinegeri sendiri…. bla bla bla drpd di negeri orang. (katakan : negeri malingsia).
mereka terus mengirimkan para “BUDAK” utk dihina. karena tahu, ini termasuk sumber devisa “terbesar” non migas.
saya yakin, mereka juga tahu, suatu permasalan yg menyangkut sebuah nama bangsa adalah sebuah harga diri, yg bisa berdampak luas…. (termasuk berdampak kesini, antobil.wp dan para blogger lain yg kegerahan dgn kesombongan negeri tsb).
sayangnya pemerintah kita bersikap spt keong racun. lamban, namun racunnya mematikan warganya yg disiksa dan dihina, demi arti kata devisa. dan membiarkan maling tsb semakin rakus mengambil hak negara kita yg dianggapnya takut.
tanya kenapa ? anda takut ? saya takut ? kalian takut ? antobil takut ?
“JELAS TIDAK” ! dgn dipostingkannya tulisan ini saja sudah menunjukan keberanian dan keperdulian pemiliknya.
Perbandingan :
di amrik. seorang warga saja yg terluka akibat serangan bangsa lain, maka berarti satu negara yg akan membelanya. dan seluruh army akan bersenjata penuh.
(bisa dilihat dari perlindungan2 yg diberikan setiap Kedubes atau Konsul2-nya).
di indon(+esia). seorang warga terluka, dihina, bahkan sampai mati. apa yg dilakukan pemerintah atau negara yg seharusnya melindungi ? (bisa dilihat dari perwakilan negara kita di kedubes/konsulatnya).
anda takut? saya takut? anto takut? kalian takut?
Sudah saatnya negara kita menunjukan Wibawa yg sebenarnya.
kayaknya, pemerintah dan kita sendiri juga punya andil terhadap sebutan itu deh. Jadi memang kita harus instropeksi.
TApi (TA-nya sengaja besar
) Indon itu memang keterlaluan deh, karena tidak memenuhi kaidah-kaidah penunjukan.
Malaysia–> Malaysian
Indonesia–> Indonesian dong harusnya
kalau memang malaysia main kotor kayak gitu, rugi deh kebakaran kalimantan dipadamkan
harusnya biarin aja asapnya bikin orang malaysia muntah semua
kalo gitu, sayah panggil, si iteemm..!!!!
Setujuuuuuu…….
ah, lagi-lagi label dan syakwasangka … kenapa kita ndak pernah belajar?
@SEMUANYA
TAMBAHAN TUH … ISTRI DIPLOMAT INDONESIA DI MALAYSIA DI TANGKAP “RELA” CUIH MALAYSIA = MAHLUK RENDAH DERAJATNYA RENDAH …
Sependapat nTo .. karena kita ga bisa melarang mereka untuk memanggil bangsa ini dengan sebutan tsb. Seperti halnya Anto ga bisa melarang kawula blogger memanggilmu raja
bayutbanner .. heheheAku panggil dia Malesa
Indonesia Malesa ini masalah regional sejak jaman rekiplik
panggil aku indon
Sebisa kita aja untuk mengharagai orang lain.
Perkara mereka nggak menghargai kita itu urusan mmereka
saya kok bacanya jadi “jgn panggil aku bayut”, apa sudah mulai rabun baca ya?
*serius*
Kasusnya sama dgn panggilan “Cina” ya…
Siap perang ama Malaysia?
Mana berani Indonesia… Wong pemimpinnya ngurusinnya perut masing-masing koq. Gak usah tersinggung kalo direndahin ma negara laen… karena Indonesia kalo diibaratkan sebuah tubuh.. badannya manusia tapi kepalanya Anjing…
_________________________________________________________________________________
Jangan pilih presiden yang sudah mendeklarasikan dirinya saat ini. Karena jelas bukan pemimpin bernurani.
Dalam sejarah, ada diceritakan bahwa beberapa tahun menjelang kemerdekaan Indonesia, dua proklamator kita sempat berdebat panjang, mengenai bagaimana memerdekakan Indonesia. Bung Karno berpendapat kita perlu mempersiapkan rakyat yg revolusioner, bersemangat tinggi, pemberani, sedangkan bung Hatta berpandangan lain, beliau berpendapat bahwa rakyat Indonesia yg sudah hampir 3,5 abad terjajah, perlu dicerahkan , dicerdaskan sehingga mereka bisa memerdekakan bangsanya.
Sejarah berkata, akhirnya pola bung Karno lah yg terpakai, dan memang terbukti benar pendapatnya, rakyat Indonesia yg berani dan bersemangat tinggi, bisa memperjuangkan kemerdekaan tersebut.
Setelah beberapa tahun merdeka, kedua proklamator kita tersebut, bersilang pendapat juga tentang bagaimana mengelola negara, dan berbagai perbedaan pendapat lain nya.
Demi kebaikan bersama dan kesantunan jiwa, bung Hatta memilih untuk mundur dari pemerintahan dan tetap menjaga hubungan secara pribadi dg bung Karno.
Ide awal Bung Hatta tentang perlunya bangsa Indonesia tercerahkan, tercerdaskan yang belum terlaksana juga semenjak sebelum merdeka, akhirnya setelah merdeka pun, terus terlupakan oleh para pemimpin bangsa kemudian.
Dan memang terbukti kemudian walau telah puluhan tahun merdeka, sampai saat ini negara Indonesia, masih dirundung banyak masalah, kita belum tercerahkan.
Sementara Malaysia setelah merdeka lebih mencerahkan dan mencerdaskan bangsanya…dengan mengundang guru-guru dari Indonesia untuk mengajar di sekolah dan universitas di Malaysia….hasilnya bisa dilihat sekarang..
Daripada meributkan manuvernya Malaysia, lebih baik kita sekarang mencerahkan dan mencerdaskan generasi dan keluarga kita. Jangan mudah terpancing dengan exclusivisme kelompok…
Mari bersatu dan bersinergi dalam semua bidang untuk membangun Indonesia yang lebih beradab dan berilmu pengetahuan..
salam
reza
Kalu tdk mau dihina orang, perbaiki diri, majukan indonesia, kalu negara kuat dan makmur orang tdk akan menghina kita. ya untuk sekarang apa boleh buat, kita makan aja susah, korupsi merajalela. Dan solusinya mari kita berdoa agar kedepannya bangsa Indonesia dapat maju dan menguasai dunia. jadi jangankan malaysia, amerikapun akan tunduk dan menghormati Indonesia.
Kalo manggil Indo boleh ga mas??
Nggak mau dipanggil Indon? Panggil pulang babu dan buruh kasar dari Malingsia. Kita sendiri kok yang membuat mereka melecehkan orang Indonesia. Zaman penjajahan Belanda nggak ada perempuan kita yang jadi babu di Malingsia. Nggak ada lelaki kita yang jadi buruh kasar di Malingsia. Setelah merdeka saja baru kita kirim.
Merdeka tanpa arti.
siiiiiiiiiiiipp..
setuju sama nomor 53.
Hayo, revenge, kita jajah Malingsia. Kita kuasai semua bidang IT mereka…
*halah di Indo banyakan lbh suka jd tki drpd jd orang pinter
*
kalo anak gaul jaman sekarang kalo malas bilangnya ya malay…
heheheh…
tau bahasa darimana tuh….
kalau kata orang sunda bilang sih MALES SIA….
HUWAKAKAKAKA….
Bangladesh… dijadikan Bangla… mengapa mereka tidak memberontak?
kerana itu tiada istilah, NAK JADI BANGLA? ketika memarahi si anak… hehehe… cuma, NAK JADI MCM INDON? kerana bangsanya bodoh… hanya tau ngomong-ngomong aje… berapa banyak yang cuma bagi cakap-cakap kosong… negaranya makin lama, makin teruk. orang ke angkasa, dia duduk merempat…
masalahnya, rakyat malaysia malas mahu menyebut panjang2… INDONESIA… penat lol… bukan dapat apa2… indon… kejab aje sebut… IN DO NE SI A (kan ada lima rima)… IN DON ( 2 aje)… ini bermakna jika sebut INDONESIA, maka ia bersamaan kita menyebut hampir 3 kali perkataan INDON.
dari engkau menjadi KAU dan kini menjadi Ko aje…
hmm bukan hanya di Negeri Jiran saja. di Negeri Merlion pun sama saja.
yang penting kita sebagai bangsa Indonesia mampu memperlihatkan bahwa orang-orang kita memang berkualitas. sehingga boleh jadi ntar kayak ‘bule’.
tuh, bule-bule pada sehat-sehat, pintar-pintar dan kaya-kaya.
cuma masalahnya, kapan kita bisa jadi bangsa yang hebat ya?
pertahankan Indonesia ku
contoh Bung Karno pak Presiden,
pemerintah jangan cuman omong doang
gayang malingsia…..!!!
MERDEKA INDONESIA KU
yupz!!!!!!
maling sia kayaknya memang cocok abizzz buat mereka hue–hue–hue– indonesia jangan mau kalah ma mereka yang bisanya cuma mengolok2!!!! walaupun 1 rumpun tapi mereka lebih kejam dari seorang saudara!!!! dasar!!! soir om aq emosi jew =p
Malingsia musti inget yang dulu-dulu. Rakyatnya jadi pinter, siapa yang ngajarin ? Gua tau tahun 60 an guru-guru dari Indonesia dikirim ke Malingsia, jadi kalian bisa baca tulis. Mahasiswa2 nya dikirim untuk kuliah di Indonesia, jadi pulangnya udah pada pinter2. Ahli Ekonomi Indonesia dipinjam juga jadi ekonominya maju. Bahkan pembangunan fisiknya pun, siapa yang ngerjain kalau bukan tenaga dari Indonesia ?
Dari dulu Malingsia itu licik, di pertandingan2 olah raga pun berapa kali Indonesia kamu rugikan. Kayanya diperlukan pimpinan yang kaya Bung Karno : Ganyang Malingsia alias Malaysia . . . . . . .
aduh maz..maz,tante,om…..
untuk masalah penyebutan negara tecinta ini …ya terserah mereka la… kita semua jgn terpancing oleh masalah ini…yang pasti saya sebagai anak indonesia berbangga akan kekayaan bahasa,seni,karya,yang berlimpah ruah ruah ruah…..maklum lah mungkin Malingsia iri tuchhhhh iri tanda tak ada…..hidu indonesia…indonesia oke….
Indonesia tanah airku, kan kubela sampai akhir hayat.
jangan pernah merendahkan Indoensia, kau akan berhadapan denganku.
dasar “maling sia”. ;;;;;;;;;;;;;;kalo mau perang, perang aja sekalian;;;;;;
daSar maLing sia…
Tau ga Lo maLIngsia apa…??
pencuri…..maling…rampok… tukang ngabadog….copet…..jambret. …
huuuuUUUUUuuuUUUU….
gA tAO MALU bagEd Lo….
memAng sih IndoneSia TercinTa guE nI KAYA BUDAYA nya…
Tapi…
Jangan se enAknya getoH dong…
bEnTar Lagi BUNGA CITRA LEsTARI di MALING Lagi ku siA…
huuuuuuuuUUUUuuuu…..
maLing……MaLing………………
Just memfw asli dari orang Malesa
What do you think ?
Kalau mau diskusi dengan beliau silahkan klik sini :
http://rovicky.wordpress.com/2007/10/17/mencari-jatidiri-2/#comment-12586
rdp
============================
Sdr Rovicky,
Saya tidak tahu kalau penggunaan kata Malesa itu untuk mempermudahkan
sebutan. Tentu saja kami boleh terima kalau itu tujuannya.
Dan saya juga tidak tahu kalau perkataan Indon itu memberikan rasa
tidak senang kpd warga anda.
Sebenarnya tujuannya juga adalah sama iaitu untuk memudahkan sebutan.
Di Mlaysia juga ada istilah Mat Indon & Minah Indon. Saya tidak tahu
kalau istilah ini juga menimbulkan rasa tidak senang. Rasanya perlu
saya jelaskan untuk menghilangkan rasa salah faham (kalau ada).
Mat Indon bermaksud lelaki Indonesia & Minah Indon bermaksud wanita
Indonesia. Tujuan penggunaan istilah ini hanya satu – meringkaskan
sebutan. Jadinya kepada warga indonesia yg pernah dipanggil dengan
istilah ini, jangan tersinggung. Ia bukan bertujuan untuk menjatuhkan
martabat anda.
Sama juga seperti kami yang memanggil Mamat & Minah kpd lelaki &
wanita yang tidak dikenali.
Berkaitan dengan illegal worker saya bersetuju kalau penyelesaian
dilakukan oleh kedua2 pihak. Memang benar banyak empoyer dari malaysia
yg menggunakan illegal worker. Dan ramai juga empoyer ini yang sudah
didakwa/dihukum oleh kerajaan malaysia.
Tapi masalah masih saja wujud kerana kegiatan orang tengah/agent (di
sini dipanggil tekong) di kedua2 negara. Oleh itu adalah menjadi
kewajipan Malysia dan Indonesia untuk menangani masalah ini bersama.
Komentar oleh Ahmad Albab — 28 Oktober 2007
yah salah kita sendiri…
jadi bangsa kok maunya bermental pembantu
sekolahpun asal dapat ijazah
kerjapun asal tidak nganggur.
Iya Tuch Skalian ja dibuat MALING aLias MaLaYsia AnJ**g…
Kan KeRen Tu SeSuaI DGn “AkHLaKnYa”…
KaTanyA “TruELy ASiA”…
“TrUeLy AsiA” Ko’ NyuRi…????????
DasAr MaLinG sIa miSkiN
MasA’ bUaT ProMosiiN PariWisaTanYa PaKe mOdeL InDonEsiA
UUUUUh CPD…
KnP G dipaKe Tu
SITI NURHALIZA ALiaS PrebUt sWamI OrG…
Oya PasTi KaRenA diA rEbuT sWami oRg,
Kan tAkuT KaLo iMej oRg maLaysiaL dItuDuh SbG pRebut SwamI oRG..
DaSaRRRRRRRRR MaLaY PeNgEcUtttttttttttt………………
SkaLi maLinG tEtEp maLing……………………
haduh… sudah sudah.. jangan ribut.. jadi horor gini.. kan serem tauukk..
@De2q
Pernah denger ngga pepatah yang bilang ‘perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan’ Bukannya bela malaysia, tapi apa salahnya kalo kita juga nggak nunjukin pribadi yang mau ribut terus. Sabar dulu, peace, calm, serenity *ditimpuk iPod*
indon??
biasa aja kaleee, kalian terlalu sensitif
terlalu lembek
mental kerupuk
dasar indon….
pada ngomomingin apa ini?
cukup satu kata: Serang….!!!!
wei..mak cik tukang sapu kat opis akuni pun org indon
org gaji umah aku indon
tak marah pun aku kata indon
malah diorg sendiri sebut indon
pelik tul….
actually,org2 tua dimalaysia selalu tgok org indon kat malaysia
kebanyakan kerja teruk & susah
so diorg takutkan anak2 jgn jadi macam org indon
maksudnya belajar rajin2 biar senang
kalau tidak susah macam org indon’
sambil tunjuk TKI buat bangunan..
warga2 indon di malaysia pun selalu cerita
mengenai kesusahan mencari rezeki di indonesia
so..org dengar pun trus declare indon negara mundur
coz ngak punya kerjaan..so
tak bolehla salahkan kami..
kerana banyak keburukan cerita dibawa TKI anda disini
malah seluruh warga malaysia simpati
syukur adanya malaysia..
sesungguhnya..kami warga paling prihatin terhadap indonesia
kepada para TKI yang kerja di Malingsia,
Seandainya kalian kembali ke tanah air, Indonesia. Jangan lah kaliah berbicara dengan logat Malingsia, mana sikap cinta tanah air kalian? masih ingat dengan SUMPAH PEMUDA ?
Kepada Para TKI di Malingsia,
Dimana sikap cinta tanah air kalian, hanya karena Ringgit, kalian hijrah tinggalkan anak/istri/suami/dan keluarga kalian. Bagi para TKW yang sudah punya keluarga di Indonesia, ingat fitrah manusia, suami kalian banyak yang akhirnya berselingkuh, berzinah dengan pelacur, anak kalian pun banyak yang akhirnya terlantar. Pulanglah ke tanah air.
Seandainya nanti sudah kembali ke Tanah Air, kembalikan logat bahasa kalian, jangan ikut2tan berlogat melayu, pakai pikiran kalian….masak orang Jawa/Sunda/Ambon/Bugis berbahasa melayu. Ingat dengan SUMPAH PEMUDA donk !!!! Berbahsa Satu, Bahasa Indonesia….!!!! Kalian sudah di Tanah Air.
Wahai anak bangsa, apa bagusnya Malingsia ???
Mereka kirim teroris (Dr.Azhari dan Nurdi M. Top) untuk menghancurkan pariwisata kita, agar para wisatawan mmilih Malingsia sebagai tujuan wisata alternatif, lihat kenyataan yang ada…..(Thailand dan Filipina juga salah satu korban mereka)
Kembalilah ke Tanah Air, mari kita bangun bangsa kita…..
woi indonesianus..lu orang senang
suruh indon2 tu balik..lagi la seksa bodoh
indon tu mundur..nak bagi anak bini makan pasir boleh la
bodoh tul la indon2 ni..
gw setuju pemerintah kita jg salah. ngurus negara g bener.tapi manusia ttp d perlakukan manusia! kalo lo mang peduli orang2 indon[esia] yg kerja d sana, krn lo tahu mereka susah. bubarin tuh amo-RELA! biar g kelihatan lo manis d bibir doank. melihat lo ttp setia manggil orang indonesia dg indon, semoga lo seneng gw panggil malingsia. lebih sebagai identitas lo sebagai negara maling asia!
Mereka panggil kita INDON
Kita panggil mereka MALON (MALing bloON)
Adil khan, gitu aja kok cepot eehh repot!
Do you agree with karma?
its Indonesian’s karma,why?
remember riot on Mei 98?Bomb on Bali, twice?Bomb on Australian embassy?you guys hate western people but you like their style, their music, soccer game, you said “American jerk” but u proud of using Motorola, playing X-box 360, using skate board, play basketball, using LINUX and Microsoft in your computer, eating burgers and fries and wear Jeans. Hey, jeans came from US! Indonesia only know SARUNG! Soccer is made by western people!
you called Malaysia as Maling but the higher piracy rate is on Indonesia, look whose talking know?
just send the TKW home… I’m half Indonesia but not too proud to be Indonesian.. sorry guys!
I don’t like Malaysia too.. so its fair right?
Maling shouldn’t call Maling to other Maling… you’re all the same..
soccer first made by Chinese, dohh. Anyway, footbal was made by american… if thats what you mean, dude.
Btw, I’m proud to say that I use SE, not motorola
*halah*
Dude, not every Indonesian hates US. So, at least can you say ’some of you’? This is just a small favor. You wont like it when I say “you malaysian freaks are taking over our stuffs, losers!”, no?
Dont call us indon..Its Disgrace to a country….
saya sebagai seorang akademisi yang berdomisili di daerah kepulauan Riau, tepatnya di Tanjungpinang, daerah asal bahasa indonesia yang secara sah berdasar sejarah berasal dari bahasa melayu Riau_johor.. telah menelaah asal kata itu..rupanya kata “INDON” itu plesetan dari Kata (maaf cakap ya) TUNDUN (dengan dialek Melayu menjadi Tundon) artinya sama dengan vagina dalam bahasa kasarnya…jadi ini sama aja mencaci.!!!!!.
kata Tundun itu merupakan sebutan untuk alat kelamin wanita dalam bahasa Tradsional melayu Riau…hal ini saya dapati dari seorang rekan yang sedang menyelesaikan S3nya di University Teknologi Malaysia, setelah kami bertukar pikiran mengenai Dialek-dialek dan tata bahasa antara Indonesia dan Malaysia….
emang bner2 keterlaluan..ayo sebarin ni semua…
sebenarnya kita juga salah ngejek mrk malingsia,dan sbenernya kita jg bisa ngejek mereka.berani aj sma mrk (klo d mlgsia) tp lebih ganas lagi dong klo mrk di negara kita
gw cuma maw bilang:
BAKAR MALAYSIA!
BAKAR MALAYSIA!
BAKAR MALAYSIA!
Bener harus nya di berkaca donk kaya negaranya bukan kriminal aja pencuri
biarin aja lah, toh nga merugikan kita koq.. gitu aja koq repot… lama2 juga bosan sendiri mereka, atau lama2 kita juga terbiasa..
Wahai semua warga Indonesia, JANGAN EMOSI DIPANGGIL INDON. Kenapa?
karena jika kita emosi berarti menunjukkan bahwa kata “indon” itu jelek. Indon hanyalah sebuah nickname, banyak negara lain yang dipanggil berbeda oleh malaysia.
bahkan kita pun sering menyebut suatu negara dengan versi kita sendiri, contoh: Belanda (the Netherland), Jepang (Japan), Inggris (United Kingdom), etc.
jadi,jo marah ya….
peace!!!
Apa bukan perasaan situ aja ?
Kan ndak beda sama kita bilang Amrik, Amerika. Padahal United States of America.
Ato Arab Saudi, situ pasti nyebutnya Arab doank. Ya kan ???
Ato lagi, Timor Leste. Itu nama aslinya lebih panjang lagi.
Sayah pikir alasan kepraktisan saja.
Orang Malay jg banyak nyang maling di Indon. Tapi maling nyang lebih Elegant, Elite, and Techy (walah !!!).
Yang saya ingat, salah satunya adalah mereka mampu membobol beberapa ATM bank, beberapa taun lalu, dengan modal semacam Card Reader plus Laptop….
Juga jangan lupa, mereka maling kayu negri kita diperbatasan Kalimantan Sarawak, tiap hari mereka menjarah senilai skitar 7 Milyar, dan aman-aman sajah….
Terus, sekarang dengan Elegant nya duit hasil maling itu dicuci lewat jualan bengsin Petronas, Temasek Holding di Bank dan Communication Provider, Proton, dan penipuan lewat modus MLM…
Kita gak apa-apa dipanggil INDON, kita juga bisa panggil MALINGSIA atau MALASYA. Okey?
Jadi, benar kata Bapak Presiden SOEKARNO mari kita “GANYANG MALAYSIA…..!!!”
Indonesia itu berarti kepulauan india toh? Jadi dipanggil indonesia jg sudah merupakan suatu pelecehan. Dipanggil indo juga ngga benar, kecuali kalau memang blasteran eropa. Lagi kenapa juga orang yg ngga tau susahnya orang kalau lagi perang nyuruh2 orang buat perang. Kalau mau bunuh diri ya jangan ajak2 orang.
KEPADA SEMUA SITOLO DI INDONESIA.
KAMU MARAH DIPANGGIL INDON,MENGAPA RAMAI TKI CARI MAKAN DI MALAYSIA,BAWA PULANG SEMUANYA DAN HANTAR BERKERJA DI TIMOR LESTE DAN PAPUA,MUNGKIN PADA PARA FIKIRAN ORANG INDON ,FIKIR MEREKA BAGUS,DI MALAYSIA YANG RAMAI JADI PENYAMUN DAN PERAMPOK SEMUA BURUH INDON,YANG JADI PELACUR JUGA WANITA INDON,DIBAYAR 1 RINGGIT SUDAH BISA PRIA MALAYSIA UNTUK MENYETUBUHI ORANG INDON,PUKINYA HANGAT BETUL,AKU SUKA PANTAT WANITA INDON,BABU KU BERASAL DARI JAKARTA,SEMINGGU SEKALI AKU BUAT SEXS DENGAN DIA ,DIA TAK MARAH MALAH SUKA SEKALI,KATANYA PRIA INDON SEMUA LEMBIK,KONTOL PRIA MALAYSIA MEMANG JADI TAGIHAN BANYAK TKI WANITA INDON.PADA SISWI INDON YANG NAK MERASAIN KONTOL KU DIPERSILAKAN……..BABUKU NAMANYA SULASTRI,BISA AKU TIDURI KETIKA ISTERIKU UZUR DAN KERJA OUT STATION,DIA PANDAI MENJILATI KONTOLKU,DAN AKU SENANG MENJILATI PEPEKNYA,HARUM,MUAAHHHHHH.
komen di atas saya ini (ANAK JAWA MALAYSIA)
ditulis sama apa ya? manusia apa bukan?
Hai Anto, saya Ikram penulis artikel di “Indon(esia!)” di Berkala ITB itu.
Sayang sekali saya terlambat mengetahui kalau artikel itu diperbincangkan disini (sudah hampir setahun yang lalu ya).
Kalau tahu lebih cepat, mungkin kita sempat berdiskusi..
Btw, website Berkala ITB memang tidak menampung komentar soalnya menurut sang admin, sering banyak spam.
dasar orang-orang malay…
ngakunya serumpun tapi kelakuannya lebih keji dari nippon…
nyang dia bisa
export teroris, bajak hak cipta,mencuri hasil alam negara laen, nggak demokratis etc..ect
hidoep indon…
jangan pernah malu dikatai I N D O N
oh tambahan pula nih…
ntuk org2 malingSIA, jangan pernah membawa-bawa agama deh sebagai tameng lu semua untuk menghancurkan kami anak2 negara indonesia..brengsek lu semua…tae..anjing hmmm apa lagi ya……ooo lupa fack1000X
ntuk org indon jgn lagi percaya ama tuh keparat2 nyang mengatasnakan agama,rupun ato apalah ketika telah kalah
mau bukti kalo orang MALINGSIA otaknya di PANTAT!!!
liat KOMENT yg ngaku (ANAK JAWA)MALAYSIA.
( untuk menyebut ID nya saja masih HARUS MALING ( ngaku2 anak jawa).
stuju dgn badMay17
percuma aj nyuruh mrka untuk berhenti ngucapin INDON
toh kita bs nyebut mrka dgn panggilan lain
ex: ALAY
entah mengapa aku lebih seneng liat stlye INDON dari pada si ALAY
SAYA TUTUP YA KOLOM KOMENTAR,
kalau mau MAKI-MAKI silahkan tulis di kertas lalu masukkan dalam botol dan buang ke laut. Biar anak cucu kita (yang menemukan) akan tau, bahwa kita hobi menghujat dan saling maki.