Gun, Tabah ya!
September 23, 2007
Sender : Gun Lee +6285252XXXXX
Received 23/09/2007
Om Anto… Maaf ya, aku mungkin tuk sementara waktu ga blogging dulu. Aku di Kalimantan sekarang.. Ayahku meninggal dunia. Salam buat blogger lainnya..
Mari menundukkan kepala, berdoa sejenak.
“Apapun yang fana di dunia ini akan menghadapi kematian…..
(Kalimat yang ditulis Shan In, 23 Juli lalu)
Sebuah berita duka datang siang ini, ayah dari salah satu teman blogger , Shan In Lee (coretan gunawan) telah meninggal dunia. Saya belum tau pasti kapan waktu ayah Shan In Lee/Gunawan meninggal (Updated : Meninggal pukul 12 malam, Gun baru diberi kabar tadi jam 6 pagi) tapi baru saja berkirim pesan singkat mengabarkan sedang berada di Kalimantan.
Tanggal 5 Juni lalu, Shan In Lee/Gunawan merayakan ulang tahun sang ayah di Blognya. Dia begitu mencintai dan mengidolakan ayahnya.
Entah isyarat atau apa, petikan tulisan Shan In Lee/Gunawan 5 Juni lalu :
Tahukah engkau, anakku? Semenjak hari di mana kita dilahirkan, kematian telah menanti, terus berjalan hingga akhirnya menjemput kita. Jangan sesalkan kematian. Sesalkanlah segala kesalahan yang diperbuat selama hidup. Jangan pula sekali-kali menyesali hidup, karena hidup adalah anugerah Sang Khalik yang terbesar.
Semoga ayah Shan In Lee/Gunawan diberikan tempat terindah di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Gun, tetep semangat ya!
Kami bersamamu.




September 23, 2007 at 7:19 am
Tabah ya Bang Gun _ _’
September 23, 2007 at 7:26 am
Innalillahi Wainalillahi Rajiun Semoga Surga menantimu bapak yg baik, engaku telah berhasil mendidik anak yg shaleh yg sangat mencintai ortunya…. Dan Allah SWT telah menganugerahi jalan yg lurus berkah islam kepadamu bapak yg agung…
September 23, 2007 at 7:28 am
Semoga arwahnya di terima disisi-NYa, dan jalannya dilapangkan disana
September 23, 2007 at 7:29 am
gun, ……… turut berduka ya..
September 23, 2007 at 7:42 am
Turut berduka.
Semoga almarhum diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
September 23, 2007 at 7:53 am
turut berduka cita
tabah yaa
September 23, 2007 at 7:54 am
Duh..Gun, gun. Mengapa dia tidak bilang…?
Tabah, Bro.
September 23, 2007 at 8:22 am
Turut berduka cita…
September 23, 2007 at 8:25 am
aku speechless waktu dikasih tau tadi pagi *orang pertama yang [s]kebetulan[/s] dikasih tau*…. turut berduka cita ya Gun….. kalo nangis bisa bikin lega, nangis aja….
September 23, 2007 at 8:28 am
gun-chan…
kamu gpp?
tabah ya gun…
mungkin aku ga bisa berbuat banyak, tapi kalo ada apa2 kamu bisa hubungin aku kok…
yang sabar ya….
take care lil bro…
September 23, 2007 at 8:33 am
He?!?
Turut berbela sungkawa… Semoga Gun dan keluarga diberikan ketabahan dan arwah Bapaknya diterima di sisi-Nya…
September 23, 2007 at 9:05 am
ikut berduka citaaa…
September 23, 2007 at 9:23 am
Gun, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Kamu bisa tabah dan ikhlas menerima kehendak-Nya. Semoga alam ibadah beliau diterima dan segala dosanya diampuni oleh Allah SWT. Amin.
September 23, 2007 at 9:35 am
Terus terang kalo soal kematian ini saya suka bingung mengambil sikap. Tapi sebagai manusia biasa saya ucapkan semoga Gun bisa merelakan, agar tidak memberati langkah Beliau.
September 23, 2007 at 9:41 am
Turut berduka cita untuk shan in
September 23, 2007 at 9:45 am
saya menyatakan turut berduka cita buat shan-in
September 23, 2007 at 9:52 am
makasi infonya Mas Anto,td Siw uda teLp.Gun.
kehilangan memang berat,dan lebih berat lg mengikhlaskan semua.
smg Allah memberikan yg terbaik u/ Ayah Gun.
amien.
September 23, 2007 at 10:54 am
Gak tau mau komen apa…
Turut berduka-cita, pastinya….
September 23, 2007 at 11:05 am
waduh, lagi?…kehilangan?
turut berdukacita untuk Gun…
September 23, 2007 at 1:18 pm
Innalillahi Wainalillahi Rajiun
turut berduka atas berpulangnya ayah dari Shan in Lee, semoga diterima disisi-Nya
September 23, 2007 at 1:49 pm
Innalillahi Wainailaihi Rajiun
Turut berduka cita untuk Gunawan Rudy
Semoga amal beliau diterima di sisi Tuhan dan semoga keluarga senantiasa diberi ketabahan
September 23, 2007 at 2:04 pm
Innalillahi Wa’inalillahi rojiun.
Turut berbelasungkawa, semoga segala amalnya diterima disisi-Nya dan diberikan tempat yang sebaik-baiknya disana. Semoga keluarga yang ditinggalkan (termasuk Gunawan) diberikan ketabahan.
Amin.
September 23, 2007 at 3:34 pm
Innalillahi wainnailahi rajjiun
tabah ya gun.. moga-moga arwahnya diterima disisinya aminnn
September 23, 2007 at 4:52 pm
Innalillahi Wainalillahi Rajiun
shan-in…tabah ya…
September 24, 2007 at 12:47 am
Innalillahi Wainnalillahi Raaji’un
Gun, semoga kamu n keluarga diberi ketabahan. Dan semoga Bapak di terima di tempat terbaik disisi-Nya, amien.
September 24, 2007 at 3:10 am
Walaupun saya gak kenal
*pernah sekali sih ke blog Mas Gun*
saya tetap mengucapkan bela sungkawa dan cuma bisa berdoa
semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan meridhai Ayah beliau
Amiin
September 24, 2007 at 3:32 am
I’m sorry to hear that
Sudah saya PM Gun-nya. Moga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah ya…
September 24, 2007 at 4:07 am
turut berduka cita..
September 24, 2007 at 4:37 am
Innalillahi wa`innailaihi raji`un
turut berduka cita
September 24, 2007 at 8:46 am
Saya baru mendengar kabar ini. Saya yang hanya makhluk kecil ini cuma bisa berharap yang terbaik untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkannya.
September 24, 2007 at 9:53 am
turut berduka cita…
September 24, 2007 at 10:13 am
teruskan kerja bapakmu ya Gun
aku ikut sedih……
September 24, 2007 at 2:01 pm
Turut berduka cita, semoga Almarhum diterima di sisi NYA.
buat yang ditinggalkan semoga tabah dalam menjalani hidup.
September 24, 2007 at 2:09 pm
Innalilahi wa innalilahi rojiun…
May he rest in peace…
Turut berduka cita atas kehilangan seorang ayah yang sangat digemari…
September 24, 2007 at 2:30 pm
yeah…. tabah ya bang gun…. turut berduka cita..
September 24, 2007 at 2:31 pm
cuma bisa nge-doa’in moga arwahnya di terima di sisi-NYA
September 25, 2007 at 12:48 am
[...] PS: rozenesia adalah Shan-in Lee. Terima kasih. [...]
September 25, 2007 at 1:58 am
aku turut berduka…..Gun kamu tabah dan sabar ya…
September 25, 2007 at 7:12 am
ada kehidupan, ada kematian….
yang mati akan kembali ke haribaan Allah SWT, yang hidup harus tetap sabar untuk melanjutkan hidup dan berjuang, lalu selanjutnya giliran kita pun akan datang. Pada saatnya nanti, kita pun akan mati.
turut berduka.
September 25, 2007 at 8:48 am
Terima kasih semua…
Ah, kini aku lelaki tertua dalam keluarga, padahal baru juga masuk kuliah… Whew…
Ya sudahlah…
September 26, 2007 at 4:10 am
yah..aku ketinggalan.,aku juga mau turut berduka….
lelaki tertua dalam keluarga? dari seorang anak, sekarang merangkap jadi kepala keluarga.
moga-moga aja jadi pemimpin yang bijaksana.
September 28, 2007 at 2:38 am
@sheiren_chan : amen…
@rozenesia…berkabung bukan berarti bebas utang….
*ditendang*
September 29, 2007 at 7:57 am
Semoga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran… dan mendiang ayah gunawan mendapatkan balasan atas amal baik…
Mari kita juga mengingat bahwa suatu saat kita juga akan mati.
September 29, 2007 at 10:10 pm
[...] Setelah mengetahui bahwa ada seorang teman saya yang baru saja kehilangan orang yang paling dihormatinya, saya [...]
Januari 19, 2008 at 11:34 pm
[...] rozenesia adalah Shan-in Lee. Terima kasih. This entry was written by Goenawan Lee and posted on September 25, 2007 at 12:46 am and filed [...]
Januari 19, 2008 at 11:54 pm
[...] Oktober pun tiba. Sepuluh hari setelah papa berpulang, ruhku kembali ke buku ini. Aku hanya ingin menegaskan bahwa apa yang kutulis di sini hanyalah [...]