Eksploitasi Tubuh?
September 11, 2007
Tentakel kapitalisme bernama iklan.
Wanita, dengan segala keindahannya banyak tereksploitasi di sana.
Menjadi sekedar pemanis atau justru barang dagangan utama?
Banyak sekali iklan berseliweran di mata kita. Ada yang melalui tabung ajaib bernama televisi, ataupun baliho-baliho besar di sepanjang jalanan kota. Mata yang menikmati pun beraneka ragam, dari bapak tua uzur yang bau tanah, bapak berusia kepala empat yang sedang puber kedua, anak remaja beringasan yang bergejolak darah mudanya, ataupun anak bau kencur yang belum bisa lurus pipisnya.
Kita tidak sedang mengomentari iklan body spa maupun iklan salon lulur. Kalau itu sih masih wajar seandainya mengumbar gambar wanita cantik plus keindahannya.
Nah kalau iklan mie rebus? Apakah pantas memajang gambar wanita dan seolah-olah si wanita mengajak menikmati mie bersama-sama. Opo tumon?
Yang pertama sebuah iklan mie dengan menampilkan Titi Kamal. Lalu si pesaing tak mau kalah dengan memajang Luna Maya. Ah, keduanya sama-sama menggoda iman.
Satu lagi tambahan, sebuah provider selular memajang angka tarif di tubuh sebuah cewek dengan balutan kaos tipis sehingga terlihat kontur yang bergelombang. Ah, tidak mengerti tujuannya apakah melihat angka tarif lantas otak menjadi tidak berfungsi normal akibat terhipnotis ‘kontur bergelombang’ tadi? Saya tidak bermaksud sok suci sih, toh saya bisa mendapatkan gambar yang jauh lebih menarik daripada yang sekedar seperti itu *ketawa dulu* tapi….. Ada tapi-nya sodara-sodara.

Ketidak tepatan konteks penggunaan objek iklan yang ngawur ini tentu saja bukan suatu keberulan atau ketidak tahuan. Saya berani memastikan kalau arsitek pembuat iklan tersebut merupakan lulusan akademi periklanan berdasi yang oke punya. Atau konsultan perencana iklan itu berasal dari lembaga riset pemasaran yang handal dan terpercaya. Toh perusahaan mie itu juga perusahaan besar, bukan cuma penjual bakmi kaki-lima. Lantas kenapa masih menggunakan objek iklan yang ngawur macam itu?
Bisa kita tebak, mereka hanya menyesuaikan dengan target bidikan iklan. Masyarakat kita yang masih cenderung melihat bungkus daripada isi. Asal kelihatan menggoda selera, maka itu yang laku. Kalau demikian adanya maka siap-siaplah para wanita tereksploitasi demi kepentingan bisnis. Saya kok yakin sekali bayaran mereka tidak akan lebih dari 10 % omzet perusahaan yang mengeksploitasi ‘tubuh’ mereka. *sigh*




September 11, 2007 at 1:28 am
memang iklan2 kita banyak yg gak cerdas. salah satu ciri iklan yg gak cerdas adalah mencari gampang dgn memajang perempuan dalam sebuah situasi yg bisa dibilang “merendahkan”
September 11, 2007 at 1:30 am
eh pagi2 dapat pertamax
September 11, 2007 at 1:38 am
tanggung… Fernando Belushi aja bisa hattrick, knp saya tdk?
September 11, 2007 at 2:07 am
wah posting nyambi iklan nih…. :p
September 11, 2007 at 2:52 am
kontur yang bergelombang….
lebih detail mungkin…halah2..
tapi biasanya manjur ya iklannya, bukan beli produknya sih tapi “mbak2nya”
itu juga kali ya kenapa ada profesi spg?
September 11, 2007 at 3:29 am
mungkin maksutnya tarif segitu itu tidak flat
alias bergelombang, mas
*kaget liat eksploitasi gambar beware of…*
September 11, 2007 at 3:53 am
berarti target market dari XL cowok ya? soalnya khan iklannya pake model cewek…
September 11, 2007 at 3:56 am
hmm, tau deh knapa anto nulis ini. dia kesal soalnya yg dieksploitasi cuma wanita. Coba klo laki2, pasti dia akan seneng n ga komen apa2
September 11, 2007 at 4:25 am
Salah satu postingan nyambut puasa ya, ngkong?
September 11, 2007 at 6:44 am
Nyari begituan kok di iklan. Banyak kok sumber yang lebih mumpuni…
September 11, 2007 at 6:51 am
Aduh…..Mungkin banyak orang belum punya akses internet, sehingga memanjakan mata lewat TV…?
September 11, 2007 at 7:19 am
hwehehe iklan sekarang mah slain ngejual produk, ngejual tampang juga huhuhu
anyway mohon maaf ya anto klo slama ini saya ada salah
September 11, 2007 at 7:20 am
Atau kamu lebih memilih iklan dengan bintang iklan pria Nto? kekekekekek
BTW saya paling suka iklan salah satu merk rokok. Walau rokok sering dikatakan merusak kesehatan tapi ternyata iklan2nya malahan tidak merusak moral karena iklan2nya cerdas2 dan mengandung pesan moral.
Ah… tanya kenapa…
September 11, 2007 at 7:21 am
Atau kamu lebih memilih iklan dengan bintang iklan pria Nto? kekekekekek
BTW saya paling suka iklan salah satu merk rokok. Walau rokok sering dikatakan merusak kesehatan tapi ternyata iklan2nya malahan tidak merusak moral karena iklan2nya cerdas2 dan mengandung pesan moral.
Ah… tanya kenapa…
September 11, 2007 at 7:23 am
astagfirullah nto…. sadar ntooo.. tadi malam barusan sahur pagi2 dah kaw pelototin lekukan2 itu ckkckckkckckkckkckckckk
*kaburrrrr*
September 11, 2007 at 7:29 am
Saya juga berpikir begitu, pakdhe…
September 11, 2007 at 7:54 am
iklan rokok kan memang dibatasi regulasi: tdk boleh menampilkan kemasan rokok dan orang yang sedang merokok. apalagi yg mengajak orang merokok.
larangan2 itu emang bikin iklan2 rokok jadi kreatif. mereka gak mengejar jumlah orang yg mengkonsumsi produk mereka, tapi menancapkan branding. sekarang siapa bisa membantah kuatnya branding rokok ini
September 11, 2007 at 8:18 am
jadi inget iklan pizza h*t, tukang pizza-nya si nova eliza pake baju aduhai. bikin orang ngiler kepengen
yang nganterpizzanya.September 11, 2007 at 8:40 am
kalo kira-kira modelnya si anto, masih bisa lakuga’ ya?
* gak pake kabur. sini kalo berani. hehehehehe*
September 11, 2007 at 9:37 am
Dan kalo wanitanya sendiri jawab begini, “Oh.. ini semua sudah tuntutan profesi. Saya mesti profesional donk….”
Mo jawab apa kita, Nto?
Eh… skrinsut iklannya lumayan juga tuh…
**lirik2 gambar iklan sambil teguk aer ludah, mumpung belom puasa
September 11, 2007 at 10:01 am
Cup B… Sempurna.
September 11, 2007 at 10:08 am
@ geddoe
…
*catet selera tuan kopral*
September 11, 2007 at 10:18 am
…
Saya ulangi, Cup B adalah yang paling ideal.
Silakan sebarkan sebagai hadits yang shohih™ merupakan sabda saya.
September 11, 2007 at 10:39 am
ah saya make im3 ko
gak pake xl
September 11, 2007 at 11:06 am
Cup B.
Emang iya?
September 11, 2007 at 11:46 am
Tapi kamu suka kaaan.?
September 11, 2007 at 12:27 pm
mbok saya dikenalken sama bintang iklannya XL itu, ntok..
September 11, 2007 at 12:44 pm
Hiks..hiks…
telat…!
Lho…dapat foto saya darimana ,nto?
*kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
September 11, 2007 at 12:45 pm
itu kalo iklan ?? kalo banner gimana ?? wkakkaa
September 11, 2007 at 12:46 pm
Pasang Banner IBB.
Yg buat malah blm pasang gimana sie.
*tendang anto pake kaki ade
September 11, 2007 at 12:48 pm
asem fotoku kehalang kamerane
September 11, 2007 at 12:50 pm
*baca komen #21*
difo!!! mesyum™ kamyu™
September 11, 2007 at 12:55 pm
wakz… makanya ceweknya pake jilbab aja supaya ngak dieksploitasi…
September 11, 2007 at 1:02 pm
Gimana kalo bintang iklannya XL itu ternyata bayut? masih ada yang kesemsem ngak yah???
*
hahahahaha
*ngelirik orang-orang yang koment lagi ngiler…
September 11, 2007 at 1:03 pm
Oh yah… mas anto, kayaknya sampeyan juga eksploitasi wanita, nampilin skrinsyutnya di blog anda….
gimana kalo ditutup aja yang kira2 menjadi perhatian….
September 11, 2007 at 1:06 pm
ternyata hetrikz… sekalian quadtrikz yah mas… !!!
*
*maaf nyampah…
September 11, 2007 at 8:40 pm
ga niat nyampah.. cuman mohon maaf aja
met puasa ya….
*bertapa satu bulan*
September 12, 2007 at 12:54 am
yaps,…. emang iklan banyak yg salah kaprah… gimana iklan mie abc selera pedas?? itu jualan mie apa jualan “cewek” ?? *heran*
dan ntu yg ada di foto adalah tarif ntu cewek adalah 1 rupiah perdetik, jadi 60 rupiah permenit jadi 3600 rupiah perjam, dengan gaya bebas …wah murah sekali… *ngacir*
ayo para wanita katanya anda2 menggalakkan emansipasi wanita dan gak terima wanita menjadi objek..
tp di kampus terkenal pun ada PSW = Pusat Study Wanita
jd objek juga tentunya
September 12, 2007 at 1:56 am
*balik lagi
Met puasa yach,nto. jgn ampe bolong. (kl bolong di tambal aja)
September 12, 2007 at 1:58 am
lhah, ini kan mutual. pengiklan senang, model iklannya seneng, penontonnya juga seneng. everybody wins. jadi APA MASALAHMU SEBETULNYA?? :p
September 12, 2007 at 3:27 am
weleh……….
mas anto ini pejuang wanita yappp?
gambarnya yahud gitu gimana konsumen nggak nolak? tul gak?
bukan cuman iklan provider atawa rokok doanks……
lha kalo iklan sabun mandi gmn?
apa nggak nambahi konak tuh?
*ngekek*
*tutup mata jari kebuka*
September 12, 2007 at 3:57 am
wah, terakhir nih untuk melihat. besok kan puasa. menjaga pandangan.
selamat ramadhan ya.
September 12, 2007 at 3:59 am
jadi inget sesuatu. dulu aku pernah nanya “ma, knp sih iklan2 produk kbanyakan masang perempuan?” ibuku jawab gini “ya soalnya perempuan itu indah”
September 12, 2007 at 7:25 am
wah, liat iklannya jadi berpikir macam2…
(mikir beli kartu perdananya ato nggak maksudnya….he he he)
September 12, 2007 at 7:55 am
la… iya kok gak ada yang masang primus ato aktor gitu.. kok mesti cewek seksi
September 12, 2007 at 9:12 am
syiik……. asyiiiiiiiik………
jadi pengen ngejilatin……cK … cK… cK
September 12, 2007 at 1:57 pm
apa masih kurang yang aku lihat tiap hari dengan ukuran yang lebih besar dan liur ampe abis?
*lirik geddoe dengan cup B dan alex dengan liur menetes*
neng, kalo 1 jam tarif-nya berapa ya
*melototin sang bintang*
September 12, 2007 at 2:11 pm
karena yang hal itu memiliki nilai jual yang tinggi
September 12, 2007 at 3:04 pm
namanya juga iklan…sesuatu yang langsung masuk trash can atau diblock ama adblock…artinya, tidak ada suatu keharusan untuk menikmati…
September 12, 2007 at 3:31 pm
semoga tuh bintang iklanya tobat di bulan romadhon, lha wong Miyabi saja insyaf koq dalam rangka bulan romadhon..ihiks.. coba deh liat postingnya mas paidjo di sini http://paydjo.net/2007/09/04/miyabi-insaf.html lucu deh..
September 12, 2007 at 3:54 pm
ironis memang,,
September 12, 2007 at 6:44 pm
padahal saya pemakai XL sejak pertama kali kenal ponsel
iklannya banyak yang nggak bagus…
September 12, 2007 at 7:44 pm
@ tian
…
aduin ah..
*siap-siap hubungi sanak-kerabat di nias*
September 13, 2007 at 6:50 am
padahal ceweknya pake kaos ketat ukura S yah, kok bisa XL..*geleng geleng sapi
September 13, 2007 at 6:56 am
*ngakak sampai sakratul maut*
September 15, 2007 at 9:42 am
Iklan tubuh wanita seperti ini bisa mengurangi pahala puasa di Bulan Ramadhan. Memang sekarang, ada kebanggaan mempertontonkan aurat di kalangan wanita.
September 17, 2007 at 9:20 am
siyal.. saya liat nya kok pas udah puasa. . .. . jadi ngga bisa koment jorok deh
September 17, 2007 at 9:40 am
Sekali lagi, cup B rules!
September 17, 2007 at 12:33 pm
Dilarang Complaint !!!
(komen OOT…)
September 18, 2007 at 3:36 pm
@ Kopral Geddoe: A… B… A… Ah, nebak
ukuran bragolongan darah ach.September 22, 2007 at 3:39 am
Itu memang iklan keren yang pernah aku liat di Indo
September 27, 2007 at 11:11 pm
Opo Sampeyan naksir, ora kesampaian mas…
He.. hee
Puasa euy..
Ya… semoga cepat sadar
September 29, 2007 at 9:18 am
hohoohohho..
keren……….
isi blog na mnggambarkan yng ngeblogging pinter(sdikit muji)
hoohohoho…..tpi om anti jd mala kaya’ pemerhati iklan…^_^
September 29, 2007 at 9:21 am
ups….sala nulis,jd om anti…d ralat deh…om anto
September 29, 2007 at 11:20 am
makanya pake IM3…
bintang iklannya kan g meng-eksploitasi wanita
tp malah mengeksploitasi Ivan Gunawan
November 12, 2007 at 10:40 am
[...] Eksplorasi? Kadang-kadang bisa sampai tahap eksploitasi, [...]
November 18, 2007 at 3:18 pm
gambar iklannya luna dan kamal kok ga ditampilin, bung anto. hehehe…
omong2 yang ngeklik postingan ini karena judulnya berarti sesuai dengan profil para pencinta iklan mak syur ya? *halah*
yah, gimana lagi. kan katanya ada hubungan antara ‘seksualitas’ dengan ‘komoditas’. namanya juga manungso, bisa dimanipulasi lewat iklan tak bermutu.
Desember 16, 2007 at 9:46 pm
[...] selular di negeri ini masih terus berlanjut. Setelah XL yang meluncurkan tarif super murah Rp 1/detik melalui XL Bebas-nya, kini Telkomsel ikut terjun ke arena perang tarif itu dengan memperkenalkan [...]
September 3, 2008 at 6:32 pm
wewewewewewewewewewewewewewewewewwewewewewewewewewewewewewewewewewewewewew
November 30, 2008 at 6:04 pm
Inget iklan paling lucu? Rexona versi cheerleader pria. Hahaha, gue ngakak nglihat iklan itu.
Desember 22, 2008 at 1:04 pm
[...] Eksplorasi? Kadang-kadang bisa sampai tahap eksploitasi, [...]