tapi kamu kok selingkuh….

September 9, 2007

pacarku sayangilah aku
seperti ku menyayangimu
pacarku cintailah aku
seperti aku cinta kamu
tapi kamu kok selingkuh…

Jika kita mendengar lirik lagu diatas, apa yang akan kita katakan? Apa yang selanjutnya terbayang di kepala anda? Maka kita serasa (sok) mau muntah seraya akan mengucapkan nada penolakan ataupun antipati. “Ah, enggak deh”, “Ya ampun, ga ada yang laen apa?”, “Jijik gue dengernya”. Dan beragam penolakan lainnya dari derajat pengucapan halus sampai yang paling kasar.
Saya memahami bahwa penolakan massa ini bukan tanpa alasan (dari sudut pandang si penolak). Bisa jadi karena beralasan bahwa kualitas musik serta performa (baca : penampilan) mereka yang (maaf) norak abis dan menjijikkan. Atau beralasan lirik lagu yang mereka rangkai cenderung standar tidak memiliki rima atau terlalu mirip puisi jijay, berulang-ulang dan memuja-muja cinta. Bahkan beberapa pemerhati music tanah air, mengatakan kalau kualitas musik mereka itu hanya berkisar diantara kunci gitar C, G dan F. Ada juga sebuah statemen kontroversi muncul dari seorang pentolan band papan atas tanah air, dibahas di blog resta “si pakar kangen band” :lol: *ampun resta*
Tapi jika kita melihat kenyataan yang terjadi adalah band-band tersebut semakin lama semakin terkenal, konser yang digelar pun tak pernah sepi. Lirik dan irama yang digeber para personil band (yang katanya katrok) tersebut justru banyak dihafal oleh banyak diantara masyarakat kita.
Apakah benar musik mereka itu buruk? Lantas kita memiliki hak untuk mencaci musik dan kualitas band mereka? Saya fikir kok mereka itu masih jauh lebih baik daripada kita ya? Mereka berangkat dari band kampungan lalu melejit ke belantika nasional.
Samakah halnya dengan bentuk penolakan kita terhadap musik dangdut dengan mendiskriminasikan musik tersebut sebagai musik kampungan serta hanya konsumsi orang pinggiran. Padahal tidak demikian halnya ketika di berbagai konser yang menggelar musik dangdut tak jarang penonton selalu membludak, bahkan sebuah televisi swasta menjual komoditas dangdut ini dalam tren pencarian artis instant! Saya jadi ingat dengan kata cakmoki, jangan-jangan kita ini termasuk orang yang berkoar-koar tidak suka musik dangdut, tapi kalau sedang sendirian dikamar serta-merta menyanyikan lagu dangdut dan menari sambil mengurai rambut panjang kita? Apa demikian kalau kita sedang dirumah, suasana sepi, diam-diam memasang headphone lalu memutar mp3 : sudah usai sudah cerita engkau dan aku, ku anggap sebagai bingkisan kalbu…atau : kamu ketahuan… selingkuh lagi…dengan dirinya, teman baikku atau berajeb-ajeb dengan memutar : Jujurlah padaku bila kau tak lagi cinta. Ha? Ha?! HA?!

Bagaimana dengan para fans band ini yang ternyata jumlahnya tidak sedikit itu? Dengan gaya musik yang demikian ini mereka selalu menjadi andalan di berbagai tangga lagu di radio-radio tanah air? Sebenarnya gejala apa ini? Degradasi standar kualitas musik para musisi kita? Atau penurunan selera kita sebagai penikmat musik?

Atau (maaf) sebenarnya kita ini makhluk yang penuh pura-pura?
Iya, Pura-pura benci tapi sebenarnya cinta.

82 Responses to “tapi kamu kok selingkuh….”

  1. cK Says:

    vertamax!!! hohohoho :lol:

  2. Ina Says:

    Pertammaaaxxxx….!

  3. Ina Says:

    *numpang woro – woro sblm comment*

    SILAHKAN MAMPIR DI RUMAH BARU AKU :

    http://purpleholic.us.to

  4. cK Says:

    ahahahaha kamu ketahuan nto! selingkuh lagi! dengan dirinya! kekekekekk

    *error mode ON*

  5. cK Says:

    eh, Ina kok pindah tempat sih? yang di WP tetep ga?

    *OOT*

  6. Ina Says:

    *ngimpi pertamaxxxx

    Ralat :
    KEDUAAAAXXXXX

    Kangen band…! Kamu kok selingkuh?
    Mereka keren kok,wlpun bukan pengemar berat mereka. Tapi banyak hal yang perlu dipuji dr mereka. Semangatnya untuk maju dan Low profile na mereka.

    two thumbs up…buat kangen band dan Anto pasti na…:D

    ini terhitung HETRIXXXXXXXXX nga?

  7. cK Says:

    yang pasti saya ga suka radja. amit amit. 8)

  8. Ina Says:

    *nyampah aja

  9. deKing Says:

    wakakakakakak…apakah ini ada hubungannya dengan status YM-mu beberapa hari yang lalu? :D

  10. deKing Says:

    Yang pasti saya suka Gigi…
    Vokal Armand keren dan alunan nada gitar Dewa Budjana juga mantapzx
    *OOT gak sich?

  11. deKing Says:

    Sudah lama rasanya tidak melakukan aksi sampah (apalagi di tempat Anto)

    Nto, band yang paling keren tetaplah Out Band dengan personel:
    Vokal: V-27
    Bass: PP the wedhus
    Gitar: V-27 dan And
    Drum: deKing

  12. deKing Says:

    hetriks kah? Ternyata seorang Anto pun gagal menghentikan aksi hetriks seorang deKing :D

  13. cK Says:

    dan postingan ini menjadi tempat samfah… :lol:

  14. mbelgedez Says:

    Pokoknya Rhoma Irama !!!

  15. nieznaniez Says:

    ah, pernah denger lagunya aja ngga. dan ga pengen denger lah.

  16. deKing Says:

    Tapi kalau dipikir2 kok mendingan lagu campur sari-nya Didi Kempot…
    Yang Stasiun Balapan lumayan asyik tuch :mrgreen:

  17. almascatie Says:

    Sebenarnya gejala apa ini? Degradasi standar kualitas musik para musisi kita? Atau penurunan selera kita sebagai penikmat musik?

    aha… dejavu… musik hanya dibuat untuk penggemar bukan untuk kwalitas :P


  18. Weks Kangen Band? No Way…Eikke bisa bisulan nek :lol:
    dibilang degradasi kualitas, iya. dibilang sekedar komersilan doang, iya.
    emang sih lirik yang mudah dicerna belum tentu kualitasnya buruk, dan nilai kualitas musik juga mungkin hanya bisa dinikmati oleh orang yang emang mengerti musik
    ini mungkin lebih ke perang antar ideologi dan komersil
    *dengan mimik serius*

    nah God Bless, Power Metal, Slank, U-Camp, Gigi, atawa Koes Plus, aku yakin gak bakalan ada yang bisa ngelupain nama besar mereka, bandingin aja sendiri ama K****n b***
    btw, ini termasuk kategori nyamfah atau apa ya :roll:
    *kabur* :lol:

  19. Wow Says:

    Hmmm, nyatanya mereka laku…berarti mreka hebat. Btw gw suka ma jujurnya radja. Sama sukanya ma lagunya MCR.. Hehe..

    http://profiles.friendster.com/unggulk

  20. bangaiptop Says:

    Anto yang baik,

    Sekedar berbagi saja nih euy.
    Temen saya, si Roni Mupeng, berkata, bahwa kuping rakyat Indonesia saat ini dijejali sampah. Mulai dari sampah lima tahunan yang berwujud pidato demokrasi pemilihan terhadap penguasa rezim baru, hingga musik Indonesia yang makin tidak bermutu.

    Pertanyaan saya yang pertama adalah, “benarkah itu sampah?”. Sebab ada beberapa kategori untuk mencitrakan sampah. Antara lain adalah, sudah tidak dapat digunakan lagi. Selain itu, kategori lain adalah, lebih banyak mudharat daripada manfaat.
    Ketika saya bertanya begitu, Roni Mupeng tidak mampu menjawab. Sebab, apabila memang sampah, maka kuping rakyat Indonesia tentu saja menolaknya.

    Tapi masalahnya, siapa yang bisa menolak dominasi penguasa media. Secara bersama-sama kita mengetahui, bahwa bisnis musik adalah bisnis besar media (pernah dengar KORN dengan lagu Y’All Want A Single yang menceritakan bisnis gila industri musik?). Selain itu, memang kecenderungan trend saat ini, memang mungkin suka yang jenis ‘sampah’, mau diapain lagi?

    Kalau mau melawan, yaa dengan cara membuat tandingan. Minimal dengan menulis postingan seperti ini. Sebab diam, membohongi diri sendiri, adalah pengkhianatan.

    Mengenai manusia suka pura-pura. Saya pikir, banyak orang yang suka pura-pura. Pura-pura ganteng atau cantik. Pura-pura kaya. Pura-pura terkenal. Pura-pura jagowan. Pura-pura bersih. Pura-pura terhormat. Pura-pura disiplin.
    Tapi begitu ada kesempatan… menebar sampah dimana-mana.

    Ahhh, luar biasa memang manusia. Terutama manusia Indonesia. Selalu saja membuat saya terpana.

    (*dari pemuda pura-pura jadul yang lagi pura-pura nge-blog dan pura-pura lupa bahwa standarisasi blog seleb Indonesia dilihat dari kuantitas komen yang masuk*)

  21. aRuL Says:

    tapikan katanya musik bahasa universal…
    mungkin saja menjadi bahasa kalbu mereka dalam menyampaikan perasaannya lewat musik..
    jadi orang2 yang suka lagunya pengen seperti yang ada di liriknya…
    benar ngak..
    *berarti banyak dong yang teraniaya sama selingkuh dan banyak juga yang suka selingkuh.. wah negara apa nih… :p *

  22. qnewt Says:

    kenapa memang musiknya. oke oke aja tuh. sreg malah di hati. klik gitu. pop suka, rock suka (dalemannya juga!). campursari juga. ah tapi aku ga ketahuan kalau selinkuh lagi… hahahaha engga! bcanda! salam kenal.

  23. dewo Says:

    Download lagunya dimana?

  24. ayahshiva Says:

    emang itu lagu nya siapa seeh kok aku lum pernah denger

  25. baliazura Says:

    “Pura-pura benci tapi sebenarnya cinta.” koq mirip dgn lyricnya yang suka pake kaca mata hitam?? dum..da da da da dum….
    mungkin penikmat music mau yang gampang dicerna dan ga ribet(mikir sembako naik aja udah pusing..)trus lyricnya yang lagi trend tentang perselingkuhan seperti matta band juga mengusung tema yang sama.

    #dewo bisa di cek di http://untuk-telinga.blogspot.com sapa tau ada.

  26. erander Says:

    @ bang aip

    “.. Tapi begitu ada kesempatan .. menebar sampah dimana-mana.”

    Dalem banget komentarnya.

    Saya ingat ketika pihak label yang mempublish rekaman Kangen Band ditanya soal mengapa label berani untuk mengedarkan lagu2 Kangen Band. Dan dijawab bahwa, selera itu kan bermacam2. Sama halnya dengan musik2 indie atau alternatif. Mereka punya segmen pasar sendiri2.

    Ketika Kangen Band ternyata mampu menembus penjualan diatas 200 ribu keping, baru mereka menyadari bahwa segmen bawah ternyata potensial buat digarap juga. Jadi .. kalau pendapat saya .. dalam industri musik, selalu ada segmen2nya. Jadi biarlah begitu adanya.

    Coba aja musik yang katanya berkelas seperti Mozart .. diperdengarkan kepada kalangan bawah. Pasti mereka ga ngeh. Atau Jazz – saya suka jenis lagu ini – yang ga semua kalangan bisa mudeng. Jadi .. biarlah seperti burung2 berkicau.

    Ada yang merdu .. ada yang cuma cip cip cuip .. tapi telah memberi warna pagi hari menyambut sang mentari.

  27. arya Says:

    solidaritas sesama lampung?

  28. Paijo Says:

    Dari pada SELINGKUH, lebih enak BOJO LORO to ya, lebih asyik dan lebih nyampleng.

  29. julfan Says:

    Yang saya suka lagu yang ada manfaatnya dan menghibur.

  30. dobelden Says:

    saya suka denger lagu mereka…

    tapi saya tetep fav ndangdut (kecuali inul cs pengandal goyang kampungan), campur sari… didi kempot pokok e maknyus, lagu minang dan doel sumbang…. :D.

  31. annots Says:

    daripada “cintaku bertepuk sebelah tangan…”, mending selingkuh *loh……?!?*

  32. Heureuy™ Says:

    selera musik tiap orang kan beda-beda … ada yg suka beneran, ada juga yg suka karena ikut-ikutan … :lol:

    kalo ga suka musiknya ya jangan didengerin … hehehehe … *kaya yg tertulis di tempatnya debe*

  33. Heureuy™ Says:

    gila … langsung ganti theme :?

  34. MasIndra Says:

    Kangen band? hehehe… Kok saya malah melihatnya lucu…fenomena grassroot…

  35. arya Says:

    saya tdk suka ndengerin lagu2 kangen band/radja. matta? wah itu favorit di ruang kerja saya… gyahahahaha
    bukannya menghina dan sok pakar, tapi dengan musikalitas spt itu, saya pikir mrk tdk akan bertahan lama di dunia musik indonesia. mrk bakal jadi one hit wonder.
    untuk bertahan, perlu evolusi musikalitas. baik dari segi progresi chord (lihat progresi chord beatles yg rumit, tp tetep enak didengar), lirik (berjayalah KLa Project dgn lirik yang mantap) dan kemampuan serta kemauan untuk menjelajah wilayah2 baru dalam bermusik (lihat Bon Jovi yang mengekplorasi country)
    tapi, apapun, saya salut dgn etos kerja Kangen Band. mrk-lah bintang musik Indonesia saat ini.
    hidup kangen band!!!

  36. Ina Says:

    @ cK
    Dah…yg di WP dah di pindahin semua,chik ke rumah baru. Jd dah nga disana lagi. :mrgreen:

    SELAMETAN RUMAH BARU :

    http://purpleholic.us.to.

    *numpang woro -woro lagi.

  37. Ina Says:

    nto…kok avatarku nga muncul lagi???? why?

    *bener2 nyampah di tempat na anto :mrgreen:

  38. Ina Says:

    Lha itu baru muncul….:mrgreen:

    *kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

  39. apick Says:

    OO anto ketahuan pacaran lagi…dengan ..sopo yo..aku ra weruh > dari Matta band
    biar ada band baru …baiar ada …grop baru biar ada musik baru …Campur Sari tetap pilihanku…Rhoma Irama tetap dbes…Inul dan konconya..maap gak doyan aku.
    eh kalo ada yang komen di tempat ku kayak gini apa bener to? wong aku baru blajar kok di intimidasi..gimana Indonesia mau maju

    2 Responses to “LATIHAN DULU TERUS”

    1. Muhammad Nuh Says:
    September 7th, 2007 at 8:17 pm edit

    Jangan belajar bikin komentar !!! Ngaco !!!! Ntar dimarahin Roy Suryo tahu rasa lo!


  40. Itu, yang atas, Kangen Band ?

    *Ketawa*

    ——-
    Walapun mereka tetap melempari Kangen Band dengan tomat, tetapi mereka juga telah jauh – jauh hari memuja Kerispatih…

    Apa bedanya ? :evil:

  41. venus Says:

    kerenan audioslave :p

  42. 'K, Says:

    jgn2 pokalis kangen ben temen homok™nya anto

  43. 'K, Says:

    atau anggota Indonesian Bayut Bloggerhood??

  44. Wahyunansyah Says:

    kira kira laku dijual dipasaran, kenapa tidak..
    yang penting menhasilkan. uang..
    ada juga lagu2 yang berkwalitas, musik juga bagus namun di pasaran menghasilkan rupiah yang sedikit..
    ehh ..dibajak lagi….

    mereka tinggal pilih aja..


  45. itulah sebabnya kita perlu islamisasi terhadap budaya pacaran

  46. hendra_ku Says:

    aku gk pernah denger lagunya yg selingkuh itu, itu band namanya Kangen yah, aneh, ntar bisa² ada Rindu Band
    klo aku seh mendingan lagu dangdut, enak, apalagi dangdut koplo yg di VCD², kekekeke,,,,

  47. k* tutur Says:

    kok, kamu SLINK n ANGKUH
    ha..ha.. oot mode on*

  48. harriansyah Says:

    kynya pernah denger..

  49. Takodok! Says:

    Lirik dan irama yang digeber para personil band (yang katanya katrok) tersebut justru banyak dihafal oleh banyak diantara masyarakat kita.

    Tiap naik bus kota lagunya itu terus gimana gak hapal, ngkong?
    Namanya juga hiburan, terhibur krn senang dengar lagunya atau terhibur karena tertawa dengar lagunya :mrgreen:

  50. danalingga Says:

    Yah, samalah kek sinetron yang penggemarnya bejibun. :D


  51. Dikarenakan banyak komentar berupah sampah, maka si empuya blog ini mengundang saya utk. bersih-bersih. Mohon pakai masker masing2. Terimakasih :lol:


  52. ehem…kata mas Farid…
    ‘ini menyangkut idealisme’

    gitu…

    gara2 SMSku mengandung 10 hurup ini, sama dia dihapus… :cry:

    kalo menurut Komting ku, lagu ini sangat pas buat orang orang yang gak mau mikir lagi…
    hhh…bisa disimpulkan dong? :(

  53. undercover Says:

    *Terpana dengan komennya bang Erander*
    Bang Erander fungki juga euy… kekeke.

    Saya fikir jg, sama lah dengan ngeblog. Apa c parameter blog itu bermutu apa ngga? Dari banyaknya komen yang diunduh? Ya berarti kangen band bermutulah. He he…

    Kejelian produser ma band nya aja yang bisa mengoptimalkan pangsa pasar. Kepentingan. Lagian wajar lah jika kita yang udah karatan gini merasa jijay. Emang bukan kita kok target pasar mereka. Jadi enjoy aja, kita kan ngga bisa maksain selera ABG kayak selera kita.

    Tapi lepas dari semua itu, yang pasti blog mas Anto jelas bermutu meski mo diukur pakai parameter apapun jg. He he..
    Thanks.

  54. almascatie Says:

    woiiii sahurrr…. sahur sambil mendengdankan lagu LALUNA aja deh
    sahur………..sahur………..sahur………..sahur………..sahur………..
    *nyampah mode on* :lol:

  55. 'K, Says:

    @almas
    jgn nyampah disini
    hus,,hus

  56. alex Says:

    @ almas

    Hloh? Di sana sudah mulai puasa tho? :shock:

    *lirik2 kalender*

    Eh, jadi OOT begini. Oke, bek tu de topik.
    Begini deh, kalo menurutku pribadi ya… sebusuk apapun musiknya, gayanya, atau pun apalah… toh pilihan ada di tangan kita untuk mematikan tipi atau radio atau setidaknya nutup telinga kalo mendengar musik-musik yang kita kategorikan ‘nggak pantes’™ itu.

    Itu jauh lebih efisien daripada buang waktu buat ngehujat… ;)

  57. almascatie Says:

    @alex
    sayah tadi dibangungkan sahur sama anto di halaman sayah makanya sayah bangunin dia juga hihihihhiih :lol:
    uhmmm dalam bermusik yah.. sayah jadi ingat obrolan warkop tadi sore nih..
    pandangan beberapa ‘tokoh’ musik ambon yg sebenernya berbicara tentang perhelatan musik tapi merembetnya ke si Wilson juara II indonesian Idol itu.. yang membuat sayah terhenyak adalah pendapat mereka tentang “wilson”, menurut mereka kualitas suara wilson sangat jauh sekali dibawah rata2 murid mereka yg menjadi penyanyi, “suara Wilson tidak bisa dipaksakan lagi untuk naek setingkat ataupun turun dalam nada2 rendah maupun tinggi”…
    ummhhhh tidak penting sih tapi saya jadi berpikir bagaimana dengan kwalitas suara wilson – jika itu benar – maka apakah kwalitas penyanyi indonesia hanya segitu??
    yg jika menurut ‘mereka’ yg ngomong si wilson itu sudah standart tapi di Indo bisa mencapai juara trus gimana yg laen :) :mrgreen:

    ps. oh iya.. yg ngobrol adalah dedengkot, guru musik dan beberapa penyanyi lokal yg dah dikenal dari dulu di sini
    *sayah mah cuman numpang kuping doang disitu* :mrgreen:

  58. imcw Says:

    music sangat universal…music tidak mengenal batas teritorial…music tidak mengenal sara…music tidak mengenal status sosial, politik, kebudayaan dan pertahanan keamanan…asal music tersebut bisa masuk ke kuping (alias tidak budeg) dan enak dinikmati, ya nikmati saja…

  59. alex Says:

    @ imcw
    Sepakat.
    Seni itu adalah sesuatu yang abstrak dan tidak memiliki garis batas yang jelas ;)


  60. Ane sendiri ya nggak bangetlah sama lirik-lirik nggak jelas kayak begitu. Tapi ya ngapain misuh-misuh, mp3-nya nggak ada, tetangga nggak pernah mutar itu lagu, dan di tempat umum juga nggak pernah terdengar— jadi kufing ane tetap selamat. Ngapain sewot? :lol:

  61. Wow Says:

    Doddhy I Lop Yu……! Andika olso….! Tapi kamu kok selingkuh….? Hikss………

    btw, add me anyone

    http://profiles.friendster.com/unggulk

  62. Wow Says:

    Doddhy I Lop Yu……! Andika olso….! Tapi kamu kok selingkuh….? Hikss………

    btw, add me anyone

    http://profiles.friendster.com/unggulk


  63. @Kopral Geddoe

    Kopral Geddoe on Sep 11th, 2007 said:
    Ane sendiri ya nggak bangetlah sama lirik-lirik nggak jelas kayak begitu. Tapi ya ngapain misuh-misuh, mp3-nya nggak ada, tetangga nggak pernah mutar itu lagu, dan di tempat umum juga nggak pernah terdengar— jadi kufing ane tetap selamat. Ngapain sewot? :lol:

    Huhuhu, ente sih enak, zauh di seberang fulau, yang didenger suma suara Siti
    nah ane, wah…tiaf hari ampe ufil menumfuk :mrgreen:


  64. [...] dengan nikmatnya. Selain itu, kita juga dituntut untuk sabar dalam menghadapi cobaan, jujur, dan tidak berprasangka buruk. Tapi disitulah letak tantangannya. Dan disaat kita berhasil melewatinya dengan sukses, maka semua [...]

  65. G_AUL Says:

    Bagus tuh lagunya biar kalo nyindir gampang tinggal di nyanyiin ja!pasti yang selingkuh merasa!!!!ha…ha…ha..!

  66. alle Says:

    satu kampung gak nto grup ben itu? :D

  67. funkshit Says:

    OOT
    saya jadi bingung, di depantadi tulisannya 69 comments
    tapi diliat cuman ada 68 …..

    btw, saya tetep lebih suka ketahuan nya uut daripada kangen, saya lebih suka mirasantika roma irama daripada raja, . .. . . .

  68. salamatahari Says:

    sret..sret..sret…(sambil terus menyapu)
    duh..banyak juga sampahnya ya…
    *cape deh*

  69. Ranny_cute Says:

    lagu ne tuw ngena bgtzzz…
    gue kesindir gitu dech..
    stlah gue denger lagu ne gue br sadar kl lagu ne gue bgtzzz…

    gue slgkuh gt ma shbt’na cowokQuw..
    eh,trnyta bner kl gue tuw g pnting bwt cowok gue…dy bilang ma gue kl gue tuw cuma cinta sesaatnya doank!!!
    yawdahhh…gue terusin aja selingkuhnya…

    ]
    makasih bgt dh bwt lagu ne yaw..

    EH,GUE MW SAY HAY NEE….

    huy…huy…
    met puasa y guys…

    jangan batal puasa lhowww!!!!!!!!!!!!!!!

    tha…tha…

  70. SharaZ Imoet Says:

    Hui…
    ThanKs BgT BuwaAt LaguNa MaTa Band…..
    Laguna Asyikkk…
    Agak LhutHu buange….
    Ya Gmana GitHu, Tapi Aku Suka…

    BuaT KanGenn…
    LaguNya Melow Buanget…

  71. miemiew Says:

    saya sedang mengetik komen ini di warnet..dan tiba2 di speaker ada lagu “Wo’o kamu ketauan..pacaran lagi…dengan dirinya…teman baikku…” Saya sedang berpuasa, jadi saya tidak mau berkata kotor dulu… jujur saya benar2 muak…

  72. sarah Says:

    sirik banget c…………

  73. arya Says:

    haks haks haks blognya anto diserbu abegeh™

  74. brokencode Says:

    :lol: abis aku. nyindirrrrrrrrrrrrrrrrrr. … anjerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr


  75. Tapi…Anto kok selingkuuuuh….

  76. crue vitros Says:

    buat kangen band moga-moga aja tambah sukses selalu yah . kami dari anak-anak bontang kangen berat ama kalian smuanya.ngomong-ngomong nih ada yang nitip salam.dari yuli,narti,naomi,friska,diana,nisha,andre,veri,lius,yunus,joni,lukas,alvius,david,matias,herman.maafyah namanya sangat banyak tapi emang di sengaja lagi.

  77. d_vie Says:

    kL mnUrUt aQ siCh lagU sLingkuH toW liRiknYa tErLaLu ju2R, BLak2an gtU dcH …
    KuRanG puItIs ,,
    Jd tRkeSan nGebOseniN ..
    LagunYa tRLaLu sdErhAna jD boRinG dNgernYa ..
    Tp fiNally ,,.tU kN ciRi kHas kaNgenbAnd..
    So ,, pRtaHanIn tU yaCh ..!!
    bEraNI beDA dUnkZZ …
    tUnjUkkaN ekSpresImu ..!!
    Te2p SdErhaNa n Apa Adanya yAcH ..
    Te2p rEnDah hAtI bIarPuN uDh TrKeNaL ..,,
    KeY ..!!!

  78. Aditya Ivan Says:

    Kangen Band itu mewakili masyarakat kelas bawah, kaum marjinal, kaum bawahan, orang daerah yang selalu direndahkan, dihinakan, dan dicacimaki oleh orang kelas menengah ke atas, tapi biar saja mereka dicacimaki, dihinadinakan, dianggap makhluk rendahan buruk muka dan lain sebagainya tapi masyarakat yang menentukan bukan segelintiri orang saja : Contoh: Iwan Fals

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s