Skripsi = Penggundulan Hutan Indonesia!

Sebagai sebuah kewajiban bagi setiap mahasiswa tingkat akhir, SKRIPSI merupakan benda/hal/sesuatu yang sangat dihindari dinanti-nantikan. Setiap tahapan proses SKRIPSI dikerjakan dengan penuh keluh-kesah dan pisuhan semangat membara.

Demi apa?
Semua itu ditujukan agar bisa nampang di acara wisudaan dengan toga mentereng. Atau setidaknya dengan tujuan agar dapat menambah jumlah abjad gelar akademik dalam deretan namanya, sehingga tidak perlu malu apabila tercantum dikartu undangan pernikahan atau sekedar sebagai penakut tikus rakyat ketika suatu saat berniat untuk maju mencalonkan diri menjadi kepala kampung daerah.

Dalam proses panjang menulis skripsi ini, sesuatu hal yang mungkin juga pernah terpikir dalam benar saudara sekalian. Yaitu betapa berartinya lembar-lembar kertas yang kita serahkan kepada dosen pembimbing SKRIPSI. Bagi yang sudah lolos dari jeratan SKRIPSI, pastilah sangat memahami, bagaimana rasanya mengumpulkan berlembar draft SKRIPSI. Dimana dosen dengan kejam dan sadis menjadi tiba-tiba sulit ditemui, tiba-tiba sibuk? Dan ketika dosen tersebut muncul, dengan seenak wudelnya cermat si dosen itu mencoret-coret kertas draft SKRIPSI, mahasiswa harus menerima, jangan protes.

Coba hitung berapa kali anda harus melakukan perbaikan terhadap tulisan dalam SKRIPSI anda?Berapa lembar kertas yang harus anda habiskan selama proses perbaikan SKRIPSI? Semakin banyak kan, kertas yang akan terbuang percuma akibat proses-proses perbaikan yang terkadang adalah sesuatu yang tidak begitu prinsipil?

Lalu apa hubungannya Skripsi dengan penggundulan Hutan Indonesia?

Liat saja, berapa banyak hutan Indonesia yang terpaksa digunduli akibat kertas-kertas yang terbuang percuma itu? Bukankah lebih baik apabila selama proses pengeditan tugas SKRIPSI sebaiknya menggunakan softcopy saja? Baru nanti, setelah semuanya fix, barulah di print sekalian? Bukankah semua dosen atau semua universitas memiliki fasilitas komputer desktop maupun laptop?
Atau kalau tidak, bebaskan mahasiswa mengumpulkan draft dalam kertas bekas. Bukankah kertas bekas yang salah satu sisinya masih bisa dimanfaatkan? kenapa harus menggunakan kertas bagus yang ujung-ujungnya juga dicoret dengan semena-mena?

Mulai sekarang, marilah kita bersikap dan bertekad untuk menghemat penggunaan kertas dalam kehidupan sehari-hari, agar hutan indonesia tak lagi terpaksa dicukur habis. Mengingat bahwa selama ini industri kertas di Indonesia masih banyak menggunakan kayu-kayu dari hutan alam. Menteri kehutanan RI, pak MS Kaban pernah bilang kalau batas penggunaan hutan alam untuk industri kertas hanya sampai tahun 2009. Setelah itu industri kertas harus menggunakan hutan tanaman industri. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya bila kebutuhan kertas meningkat tajam (antara lain ditambah penggunaan kertas secara sia-sia) dan hutan indonesia mulai menipis?

*kuis di sela postingan*
1. apakah pohon termasuk tumbuh-tumbuhan?
2. apabila jawaban (1) iya, pertanyaan selanjutnya, apakah memiliki nyawa?
*saya cukupkan di sini saja, sepertinya sudah mulai menjurus ke.... *

Jadi….
Mulai sekarang, marilah berhemat menggunakan kertas. Gunakan sesuai kebutuhan.
Mungkin juga bukan hanya SKRIPSI yang menyebabkan pemborosan kertas, masih banyak kegiatan sehari-hari kita yang memboroskan kertas. Mulai dari hal-hal kecil disekitar kita, menggunakan coret-coretan dengan kertas bekas, mengeprint draft apapun di kertas bekas, dan saya rasa masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk berupaya bersama-sama menghemat penggunaan kertas.

Omong-omong, berapa kali saya nulis kata “SKRIPSI” di entry ini?

51 Tanggapan ke “Skripsi = Penggundulan Hutan Indonesia!”


  1. 1 Death Berry Ille-Bellisima Juni 23, 2007 pukul 9:19 am

    Omong-omong, berapa kali saya nulis kata “SKRIPSI” di entry ini?

    Saya tidak punya waktu untuk menghitung hal beginian. :mrgreeen:

    Setuju, bakar semua skripsi ! Kalau perlu buku sekalian, biarkan kita menulis di daun lontar lagi..!

    *Dibakar*

  2. 2 manusiaanonim Juni 23, 2007 pukul 9:32 am

    proses pencoretan adalah pembelajaran kok
    tapi dengan menjadi sok sibuk seorang dosen telah membuang beberapa bulan waktu yang berharga dari seorang mahasiswa. halah kok jadi dibahas.
    saya disleksia di bagian ’s’ ituh

    benar! sayangi hutan!
    ganti koran menjadi situs berita onlen! wkwkw
    tapi… nanti mbungkus tempe pake apa dong kl gak ada kertas koran?

  3. 3 Master Li Juni 23, 2007 pukul 10:52 am

    Hehehee… Yang negbuang kertas bukan kita secara langsung kok. Tapi dosan yang dibayar oleh mahasiswa :P

    *kabur*

  4. 4 deking Juni 23, 2007 pukul 10:55 am

    Itu kuis di sela postingan-nya kok kayak angket hehehe…
    jangan2 itu instrumen yg digunakan untuk mengumpulkan data skripsi ya :D

  5. 5 klikharry Juni 23, 2007 pukul 11:52 am

    kata skripsi diulang sebanyak 16 kali termasuk judul,h..he..

  6. 6 antobilang Juni 23, 2007 pukul 12:17 pm

    Death Berry Ille-Bellisima
    hahaha…gimana kalo dipahat di batu aja sekalian?

    manusiaanonim
    hihihi saya ndak bermaksud mengungkap cerita anda di postingan ini lho..wakakkaa…
    [quote]
    ganti koran menjadi situs berita onlen! wkwkw
    [/quote]
    iya, anda boleh sign kontrak sekali lagi..wakkaka…kabooor

    Master Li
    *kejar*
    duh yang lagi berbunga2…makan2 dong!

    deking
    lho bukannya sudah jelas kalau pohon itu bukan makhluk bernyawa?
    anda jangan mempertuhankan akal ya!
    ;)

    klikharry
    hahaha…aku gak ngecek sih, percaya aja ama harry

  7. 7 calonorangtenarsedunia Juni 23, 2007 pukul 12:35 pm

    Mulai sekarang, marilah kita bersikap dan bertekad untuk menghemat penggunaan kertas dalam kehidupan sehari-hari, agar hutan indonesia tak lagi terpaksa dicukur habis.

    dengan cara menghapuskan skripsi barangkali? :lol:

  8. 8 anas Juni 23, 2007 pukul 12:52 pm

    LAPOR !!
    Enam belas kata “SKRIPSI” telah ditemukan dalam posting +komen pada artikel ini. Tujuh belas ditambah punyaku.
    LAPORAN SESAI !!

  9. 9 9racehime Juni 23, 2007 pukul 1:55 pm

    eh, bukan cuma penggunaan kertas aja donkk..tissue juga termasuk kan??
    malah yg paling gampang terbuang dgn enaknya tuh…~
    btw, slam kenal…!
    terlempar dr mbak takodok…hehe

  10. 10 imcw Juni 23, 2007 pukul 3:09 pm

    huehehehehe…bagaimana kalo skripsi berbentuk softcopy aja…jadi serahin 1 biji flash disk ke dosennya…rata rata khan semua dosen punya laptop…:)

  11. 11 cK Juni 23, 2007 pukul 3:23 pm

    tumben nulis soal skripsi? stress nto?? atau sudah kelar SKRIPSInya???

    ngomong2 soal kertas bekas coret2 skripsi, saya pakai buat bungkus pentilainers wakakakaka :lol:

  12. 12 ekowanz Juni 23, 2007 pukul 4:46 pm

    dimanfaatkan lagi aj sisa kertasnya…..
    kalo saya jadi bungkus kacang aj :p

  13. 13 rendra Juni 23, 2007 pukul 4:57 pm

    Jadi sadar, di kantor biasanya suka hambur-hambur pake kertas.
    Jadi sadar juga, sudah dua tahun saya belum minta ttd dosen pembimbing untuk jilid-an Tugas Akhir saya. Sudah dua tahun sudah ijazah belum bisa diambil :(

  14. 14 cakmoki Juni 23, 2007 pukul 5:09 pm

    ntar ntar …
    pertama: setuju dengan skripsi atau sejenisnya gak perlu kertas, pakai CD-R juga bisa, kan cuman 1.500 perak. Masalahnya mungkin masih ada dosen yg gak biasa pakai kompi, tapi bisa dipaksa dengan paksaan dari dikti kali.

    kedua: untuk menghemat atau melestarikan hutan tidak harus menghilangkan kertas, … toh kertas bisa pakai budidaya bambu, turi dll … malah memicu penghijauan lho

    ketiga: (ini penting) :P
    berhubung ada yg nyebut-nyebut tissue, sy minta mas anto menjelaskan kegunakan tissue selengkap-lengkapnya *ssst, ingat kripik tissue kan?*

  15. 16 Amd Juni 24, 2007 pukul 1:19 am

    huehehehehe…bagaimana kalo skripsi berbentuk softcopy aja…jadi serahin 1 biji flash disk ke dosennya…rata rata khan semua dosen punya laptop…:)

    Well…. Ternyata masih belum bisa se-sederhana itu ya?

    Woi, kuisnya nyerempet ke mana tuh?

  16. 17 manusiasuper Juni 24, 2007 pukul 1:24 am

    Untung dosen saya mantabs, dia minta di copy lewat flash disk saja segala skripsi dan bahan-bahan yang saya punya, revisinya juga langsung via notebook..

    Itu pun, tetap habis hampir 7 pack (kumpulan kertas itu ‘pack’ istilahnya ya?) kertas @ isi 100 lembar untuk print out juga…

  17. 18 kai Juni 24, 2007 pukul 2:02 am

    yah… mo gimana lagi…. abis emang dosen mau gitu sih…..
    tapi kalo saya sih lebih memilih mendaur-ulangkan kerta syg telah di pakai untuk skripsi itu…. lumayan sekilo 750 perak :p
    *ga balik modal….*

  18. 19 venus Juni 24, 2007 pukul 2:59 am

    wah, iya juga ya? halah opo sih????

  19. 20 destiutami Juni 24, 2007 pukul 4:17 am

    Weeiyah! Mas Anto sdh gak fobi lg nyebut kata skr**** ya? Sdh kelarkah? Senangnya…

    Talking about kertas terbuang, jd inget tumpukan fotokopian catatan di meja. Benar2 generasi fotokopi!

    @9racehime

    terlempar dr mbak takodok…hehe

    Ssst! Saya gak hobi lempar2 org, hobinya lempar kodok sembunyi tgn :mrgreen:

  20. 21 uthie Juni 24, 2007 pukul 7:04 am

    klo aku bukan SKRIPSI, tapi TA *ga penting*
    slam knal! :D

  21. 22 zam Juni 24, 2007 pukul 7:29 am

    *masih shocok karena banyaknya coretan dosen di skripsiku*

    kawan, agustus sepertinya akan berlalu..

    *kembali lagi ke pohon dengan ekspresi sedih*

  22. 23 9racehime Juni 24, 2007 pukul 7:45 am

    mas antoo..spertinya penderitaan skripsi mu masih hrs berlanjut scara byk yg menanti konprensi pers ttg postingan mu inih…
    saya cuma bs blg..gutlak!
    *halah blg aja cm mo numpang NYEPAM!*
    :D

  23. 24 arul Juni 24, 2007 pukul 8:01 am

    makanya sering2 konsultasi, kalo konsultasi juga harus tuntas.. jadi yg diedit jelas…
    *yang masih menunggu suasana itu…*

  24. 25 Master Li Juni 24, 2007 pukul 9:22 am

    Master Li
    *kejar*
    duh yang lagi berbunga2…makan2 dong!

    Walah… 8O

    Aduh om… Saya mengakui telah menggunduli hutan Indonesia karena menulis berlembar-lembar surat dan puisi… :lol:

  25. 26 the23wind Juni 24, 2007 pukul 9:48 am

    setuuujuuuu!!!! walau blom nyusun skripsi, Rie udah menderita banget denger kakak kelas yang lagi pada stress nyusun skripsi…hweeekk…kacian kan hutan di kalimantan! upss, di kampung tempet tinggal tetanggaan ma pabrik kertas boww…

  26. 27 Neo Forty-Nine Juni 24, 2007 pukul 10:19 am

    Anu, aku juga bikin yang mirip ginian di sini

  27. 29 phoenixblood Juni 24, 2007 pukul 10:34 am

    Saya sangat setuju sekali dengan pernyataan lugas anda. Walau agak ambigu :) , tapi memang hutan kita perlu diselamatkan dari tangan-tangan jahil pengeruk uang dan darah masyarakat.

    Kalau tidak bisa??

    Bakar saja semua hutan, seperti kata komenters pertama

  28. 31 jejakpena Juni 24, 2007 pukul 12:27 pm

    Hufff… dilema nyusun skripsi ya…
    Eh Mas Anto, blognya ini coba sesekali dibuka sama dosennya, dibaca omelan suka duka nya Mas Anto yang lagi nulis misalnya,
    siapa tahu beliaunya berubah pikiran :P

  29. 32 antobilang Juni 24, 2007 pukul 1:25 pm

    calonorangtenarsedunia
    skripsi kok diapus… :-?
    *eh bagus juga sih*

    anas
    wehehehe…itung lagi yang bener…
    :P

    9racehime
    iya yah, tissue juga yah?
    :-?
    yah pokoknya semua perilaku yang turut serta menggunduli hutan harus diberantas.
    salam kenal juga…

    imcw
    lha itu pak, bukankah lebih baik pakai softcopy?
    :P
    kita kasih link donlodnya, si dosen tinggal donlod :lol:

    cK
    wohohoho…
    ntar lecet mbak!
    :P
    *chika parah*

    ekowanz
    heh? bungkus kacang?
    :P
    boleh jugak!

    rendra
    hihihihihi…bukan maksud saya menyungging lho….
    :P
    btw sama2 berdoa agar semua kewajiban kita masing2 bisa ditunaikan dengan segera ya…

    cakmoki
    pertama : sip, ituh maksud sayah.
    kedua: saran yang oke.
    ketiga: keripik tissu? wakakakaka… no commnet deh. takut ada yang tersindir.

    roffi
    hidup kang roffi!
    *spammer* :P

    Amd
    hihihihii…baru anda yang memperhatikan isi kuesioner ituh…

    manusiasuper
    waw, anda sudah selangkah lebih maju.
    coba saja semua mahasiswa dan dosen berpikiran seperti anda.
    sayabanga pernah mengenal anda.
    *muntah abis boong*

    kai
    hihihihihi…. daur ulangnya langsung berwujud duit ya bang?
    :P

    venus
    iya yah, opo sih?
    *makasih sedekah komen-nya*

    destiutami
    generasi fotokopi? itung2 ikut andil dalam meningkatkan kesejahteraan tukang fotokopi :P

    uthie
    wakakaka…perlu saya tambahin kata2 “TA” di belakang kata SKRIPSI?
    heh, salam kenal jugak!

    zam
    wah…maap kalau menyungging kamu.
    biar dosenmu baca ini zam!
    tak apa agustus berlalu, asal jangan “semangat hidup” yang berlalu kawan!

    9racehime
    iya nih, saya kan sedang teraniaya oleh pertanyaan mereka-mereka tentang skripsi..sehingga doa saya pasti akan sangat makbul, mengingat bahwa doa orang teraniaya itu akan mudah dikabulkan…katanya sih…

    arul
    hihihihi…makasih sarannya.
    selamat menunggu.

    Master Li
    gimana kalo gini, setiap kau menulis satu lembar surat diimbangi dengan menanam sebatang pohon? biar cintamu untuk michelle akan abadi seperti pohon-pohon itu…

    the23wind
    sip, jadi gimana ini?
    mari kita hapus skripsi?
    wakakaka

    Neo Forty-Nine
    wah, nanti saya trekbek deh bos.

    phoenixblood
    iya, ambigu ya?
    baru tau?
    :P
    gimana kalo oknum2 penjarah hutan dibakar juga sekalian?

    jejakpena
    hiya…..
    nanti malah disuruh ngulang gimana?
    gara2 mengumpat2 beliau di blog?

  30. 33 Fany Juni 24, 2007 pukul 2:50 pm

    jadi,
    sudah selesai skripsinya? :D

  31. 34 cK Juni 24, 2007 pukul 3:04 pm

    lecet apa??? mbok ya mikir jangan yang aneh-aneh. wong saya bilang kertasnya buat bungkus kok. kamu aneh nto. :lol:

  32. 35 alex Juni 24, 2007 pukul 7:55 pm

    huehueheuhue….

    postingan ini terasa men-JLEBB-JLEEB di hati :D

    *ignore kata2 skripsi*

  33. 36 aLe Juni 24, 2007 pukul 10:26 pm

    Skripsi? kayaknya pernah denger deh :P

  34. 37 Evy Juni 25, 2007 pukul 12:07 am

    yg lebih jahat lagi yg nggundulin dan di selundupin ke negri lain, ada ulin di cina…sedang di kalimantan udah habis…coba bayangin…

  35. 38 Master Li Juni 25, 2007 pukul 1:51 am

    Master Li
    gimana kalo gini, setiap kau menulis satu lembar surat diimbangi dengan menanam sebatang pohon? biar cintamu untuk michelle akan abadi seperti pohon-pohon itu…

    Satu lembar satu pohon.. 8O
    Kalo om yang beliin benih boleh deh.. :lol:

    (eh, di sini Kalimantan ya? yang katanya paru-paru dunia gitu… wakakaka…)

  36. 39 ndarualqaz Juni 25, 2007 pukul 7:39 am

    say no tu UNAS…….
    say no to SKRIPSI…….
    say no to KORUPSI…….

    ??? [...emang ada hubungannya...] ???

  37. 40 raihanaazzahra Juni 26, 2007 pukul 7:36 am

    Untungnya saya boleh mengumpulkan revisian draft SKRIPSI pake kertas bekas. Dosen saya baik ya??? He he he……..
    Say no to SKRIPSI……… ga deh! Sadar atau ga banayk pelajaran yang diperoleh dari SKRIPSI. Ga cuma isinya aja………………

  38. 41 Joerig Juni 27, 2007 pukul 4:25 am

    postingan ini dihasilkan karena kesal sama skripsi yg ga selesai-selesai ya ? …..

    *kabuuuuurrrrr*

  39. 42 mR. Black Juni 28, 2007 pukul 6:24 am

    Wah, enak dunk kalo ide ini diwujudkan !
    Quiz gak ada …
    UTS gak ada …
    UAS gak ada …
    Skripsi gak ada …
    Kan ngabisin kertas juga tuh!
    lha, terus nilainya darimana???
    Gelarnya darimana??? :-)

  40. 43 chiw imudz Juni 28, 2007 pukul 6:30 am

    Hmm…ada usul Bang…
    Biar gak susah2 mikir, ngabisin duit n kertas…gimana kalo bikin sekripsi, isinya postingan2 di blog, n dikasi judul yang guedhe pol – polan…
    =PENGARUH BLOGGING TERHADAP SEKRIPSI ANTO=

    gimana…gimana…?usul saya keren kan?
    :) )

  41. 44 antobilang Juni 28, 2007 pukul 3:39 pm

    # Fany : belum mbak..*sembunyiin muka*
    # cK : ow..buat bungkus? kirain buat pantilinersnya…
    #alex : maap lex kalo menyungging…
    # aLe : pernah denger? sama dong!
    # Evy : iya bu, coba bayangkan dunia tanpa hutan?
    # Master Li : wakakaka..jadinya mau gak nih?
    # ndarualqaz : dihubung2kan saja ;)
    # raihanaazzahra : wah hebat tuh, tulis dong pengalamannya…
    # Joerig : begitulah kira-kira…puwas???
    # mR. Black : yaiks..emang kesimpulannya gitu yah? :-?
    # chiw imudz : usul diTOLAK!! usul yang anarkhis….

  42. 45 La An Juli 12, 2007 pukul 11:26 am

    jauh amat ngeliatnya.
    ada faktor yg lebih ekstrim yg menyebabkan hutan indonesia gundul. pembalakan liar. itu aja dulu yg dipikirin. klo kita membeli mebel bermerek luar negeri, saya yakin kayunya dr hasil pembalakan liar di indonesia. lagian kayu2 yg di pake buat bikin kertas itu kayu jenis khusus, biar kualitas kertasnya bagus dan di tanam di hutan produksi. klo pembalakan liar… itu kacau namanya. satu hal lagi kertas lebih baek dr pada plastik. kertas dibuang sembarangan masih bisa membusuk, klo plastik di buang sembarangan ya 3 keturunan kita akan melihat sampah itu :?

    skripsi, manfaatnya banyak bangat. klo di bandingkan jaman senior kita di tahun 80an ampe 90an yg masih ada sistem ga naek tingkat, kita skrg dah sangat gampang. revisi, trus kita di salahin itu wajar. namanya jg ita dalam proses pembelajaran. yakin bangat ga ada guru yg ga pingin muridnya pintar. nyoret, ngebentak itu adalah pembelajaran mental menjadi lebih baek. klo merasa benar, kenapa ga berani debat.

  43. 46 antobilang Juli 12, 2007 pukul 11:27 am

    # La An
    terima kasih. tapi hendaknya postingan ini dibaca dengan urat yang santai.
    :P

  44. 47 almascatie Juli 14, 2007 pukul 7:41 pm

    mas.. udah berapa skripsi dari bab atu ampe lima yang dibuang?
    bisa buat rakit ga ya kalo dikumpulin? hehhe
    weks tanya terus.. tapi kalo ga ada corat-coret dosen, skripsi jadi ga ada seninya kale.. ya akherna kaya bikin PR aja… nulis, tunggu nilai..

  45. 48 Fareez Juli 23, 2007 pukul 4:05 am

    kalo di t4 saya sekarang skripsi bisa diserahkan dalam bentuk soft copy, yang pasti yang mo diserahin ke perpus ya harus berbentuk jilidan doong

    trus kalo laporan praktikum malah boleh pake kertas bekas……
    dan sangat dianjurkan…

    karena saya kuliah di

    FAKULTAS KEHUTANAN UGM….:P

  46. 49 La An Juli 24, 2007 pukul 8:55 am

    hihihihihihihihi…..

  47. 50 cha Desember 15, 2007 pukul 3:30 pm

    ehm… kamu lucu ya,, sindiran di postingmu pas banget,, jadi pengen ketawa pas baca,,
    Menurutmu pemanasan global itu ulah sepenuhnya manusia gak? hehehe…


  1. 1 Rileks, Mom! « Mahasiswa Dalam Tempurung Lacak balik pada Desember 2, 2007 pukul 4:12 pm

Tinggalkan Balasan




Tweet tweet

Laskar Jelata

DMC-FZ50

Anak-anak kali Code.

Pedicab Silhouette

Magnificient Sunset

Code

Together we stand

More Photos