Pendidikan itu, Harus Mahal™
Mei 2, 2007
Sewaktu saya merencanakan tulisan ini, niatnya sih untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Meskipun sekarang sudah masuk tanggal 3, ya tak apa-apa lah saya tetap akan menulis. *halah*
Karena menurut pembenaran saya, memperingati Hari Pendidikan gak akan cukup kalau cuma satu hari. Jangan cuma pas Hari pendidikan Nasional saja kita pura-pura benar-benar memikirkan nasib guru, memikirkan bangunan sekolah yang rusak, memikirkan pendidikan anak bangsa yang ditelantarkan oleh pemerintahnya sendiri.
Dahulu, dahulu sekali, pemahaman saya terhadap pendidikan adalah pendidikan yang murah. Dengan sedikit rupiah kita bisa sekedar masuk ke sebuah sekolah, mengenakan seragam, menikmati pelajaran dari guru, maupun bersosialisasi dengan teman-teman sekolah. Karena menyadari bahwa rakyat miskin indonesia jumlahnya semakin hari semakin banyak, maka menurut saya waktu itu, pendidikan harus murah. Agar semua bisa menikmati.
Lalu kenapa kok sekarang bilang : pendidikan harus mahal?
Karena dengan pendidikan yang mahal, maka semua siswa yang mengikuti pelajaran di sekolah tidak hanya menerima ilmu-ilmu basi dari buku ilmu pengetahuan edisi tahun 70-80an. Coba sekarang dilihat di perpustakaan tempat anda sekolah maupun kuliah, seberapa tua edisi buku-buku yang terpajang di rak penuh debu itu? Sangat mungkin, buku jaman angkatan kang kombor, bu evy ataupun simbok venus masih memakai seragam merah-putih, adalah edisi yang digunakan saat saya (yang masih tergolong usia belasan tahun ini) bersekolah di SD. Itu kalau pendidikan murahan.
Jika pendidikan itu mahal, maka akan banyak anggaran yang akan dapat digunakan untuk membeli peralatan laboratorium yang mutakhir. Sehingga level ilmu pengetahuan rakyat indonesia bisa sejajar dengan bangsa lain di dunia.
Jika pendidikan itu mahal, maka setiap sekolah akan memiliki fasilitas digital dan akses internet yang menunjang pendidikan siswa. Setelah pelajaran sekolah berlalu, siswa bisa mengakses
blog-nya antobilanginformasi paling mutakhir tentang ilmu pengetahuan. Guru pun bisa langsung menunjukkan situs-situs rujukan untuk belajar ilmu pengetahuan yang baru saja di ajarkan.Jika pendidikan itu mahal, maka guru pun dapat menikmati selama mengajar dengan menggunakan laptop dan LCD viewer, sehingga tak perlu guru menghirup debu-debu kapur. Meskipun sebenarnya harga laptop masih lebih murah daripada harga paru-paru.
Jika pendidikan itu mahal, tak perlu lagi ada siswa di daerah yang merasa minder akibat fasilitas sekolah yang pas-pasan, dan gedung yang hampir rubuh.
Jadi mulai sekarang STOP katakan : TUNTUT PENDIDIKAN MURAHAN.
Menurut saya, sekali lagi masih menurut saya, sekolah / pendidikan itu jangan sekolah / pendidikan yang “murahan“. PENDIDIKAN HARUS MAHAL. Agar semua rakyat bisa mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas.
Kalau pendidikan mahal, gimana dong rakyat yang miskin? untuk makan saja sulit, untuk pendidikan murah ala kadarnya saja juga sulit. Apalagi pendidikan mahal?? Ah, usulan ini terlalu mengada-ada.
Memangnya rakyat yang HARUS bayar pendidikan MAHAL itu? Pemerintah dong!
::::::::::: Khusus untuk :::::::::::::
- Pak Urip
- Pak Wahyu
- Mas Ari Deking
- Mas Joko Taroeb
- Dan puluhan guru yang berkesempatan baca blog ini.
Selamat Hari Pendidikan Nasional
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Rujukan di RS. Kombor :
Kang Kombor: Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2007: Pendidikan Mahal Untuk Semua
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: update :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
usul konkret dari bu dokter :
uang milyaran yang dipake buat nggebuki manusia bernyawa di IPDN, sebaiknya dialokasikan untuk membiayai pendidikan seluruh indonesia. setuju?
kalau setuju begitu, mari isi petisi dengan meng-klik banner di bawah ini :





Mei 2, 2007 at 6:47 pm
Pretamax..Pendidikan harus bebas…SD sampe SMA pokoknya semua biar pinter…
Keduax…eh enak aja aku disebut angkatan tua…pendidikan bukan berarti kurang bermutu spt seakrang
Ketigax gimana klo biaya IPDN buat bangun sekolah2 aja
antobilang :wah…komentar sekali langsung hattrickiya bu, rakyat ga boleh keluar duit sedikitpun untuk mendapatkan ilmu.
hehe, bukan bermaksud mengatakan angkatan tua, tapi angkatan uzur… wakakaka *ampuun buuu*
usul ketiga sudah ditindaklanjuti di postingan!
Mei 2, 2007 at 8:01 pm
Keempatx setuju deh bu, IPDN bubar sekolah gratis, negeri bebas KKN, Hayo yang mau ikut klik banernya donk
antobilang :hihihihi..anas sendiri udah klik petisi belum??Mei 2, 2007 at 8:06 pm
KETIGAXXX!!!!
komen dulu baca belakangan… *lagi asik nonton Milan vs. MU*
antobilang : halah, gw prediksi MU kalah deh…Mei 3, 2007 at 12:40 am
Setuju buanget… Pendidikan Itu harus mahal dan bermutu, harus bisa diandalkan. Jangan kacangan. Pendidikan tak bermutu hanya akan menambah kekotoran masyarakat saja.
Masyarakat berpenghasilan tinggi harus membayar lebih mahal sedang yang tidak mampu dan terbukti tidak mampu, orang tuanya tidak mampu (tapi menghabiskan berbungkus-bungkus rokok seharinya) tidak boleh dibebaskan dari biaya pendidikan.
Yang miskin harus dibiayai negara. Pajak harus digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Negara kita nggak kayak-kayak banget, jadi rakyat juga harus membayar, tapi yang miskin tapi pintar harus mendapatkan hak yang sama.
Jangan mengeluh beli buku, sambil minum kopi di starbuck, atau nongkrong di Mall. Ini nggak logis.
Anggaran 20% kalau banyak dikorup dan aturan hanya untuk meningkatkan jumlah korupsi, ya tetap saja pendidikan kita bejat.
antobilang :nah itu pak agor, maksudnya pendidikan jangan cuma asal transfer materi aja, harus ada penanaman nilai2 luhur. juga mengasah kemampuan peserta didik yang mumpuni, dan mampu bersaing.masalah pajak harus donk, asal jangan di sunat2 untuk biaya2 operasional. biarkan pajak untuk rakyat.
Mei 3, 2007 at 1:55 am
Kalo dipikir-pikir seharusnya negara ini kaya ya, buat bayarin pendidikan segitu doang masih sisa banyak lah.. cuman ya itu, karena dicolongi melulu duitnya, negaranya jadi melarat.
Berarti, sebelum pendidikan dibikin mahal, penegakan hukum itu juga harus mahal, ya tak?
antobilang :penegakan hukum itu juga harus mahal? iya tuh, betul juga! kira2 konkritnya seperti apa nih, bos? buatin postingan dong..ntar trekbek ksini deh *ngarep*Mei 3, 2007 at 2:36 am
[...] dua mei tiap tahun tlah di tahbiskan tuk jadi hari pendidikan. Membaca apresiasi teman di sini, disini dan disini, terpercik sebuah proses permenungan. Ya permenungan di HARDIK yang bersifat Nasional. [...]
Mei 3, 2007 at 3:05 am
Setuju…setuju… *sambil ngangguk2*
Ayo bikin petisi tuntut PENDIDIKAN HARUS MAHAL!
Serius lho…
antobilang :petisi tuntut PENDIDIKAN HARUS MAHAL!?? mantap itu! tapi petisi pembubaran IPDN diselesaikan dulu, atau elpalimbani membuatkan “postingan pendahuluan” terlebih dahulu?Mei 3, 2007 at 3:48 am
Saya
stubuhhhsetujuuu ..!!!Jadi inget negara tetangga yang pendidikan dan kesehatan di gratisin buat rakyatnya..
heu~kapan ya endonesa bisa kek gitu..
kapan kapann..
antobilang :kalau orientasi menjadi aparat pemerintahan bukan untuk tujuan uang, tapi untuk melayani masyarakat, mungkin saja chie..ah, betul kamu, kapan-kapan…eit tapi tetep kudu optimis. hati2 milih pemimpinmu tahun 2009! jangan ketipu muka ganteng doang.
Mei 3, 2007 at 4:01 am
pendidikan memang mahal, tetapi jauh lebih mahal harga yang harus dibayar bila memiliki rakyat yang tidak berpendidikan…
antobilang :yup, mantap nih quotes-nya pak dokter…. makasih pak, semoga yang mengelola negeri ini bisa mikir gitu.Mei 3, 2007 at 4:05 am
betul, pendidkan harus “berbiaya mahal”
karena fasilitas emang mahal2….
tapi sepertinya, pendidikan mahal masih di alam hayal
karena korupsi sdh jadi teman binal
antobilang :karena yang bertanggung jawab mikirin pendidikan negeri ini sedang sibuk, mengkhayal2 yang binal2. *apa sih*Mei 3, 2007 at 4:39 am
di FK Unsri angkatan Ma SPPnya 240rebu/semester,, kasian yang subsidi,,
jadi angkatan terusnya dinaikin jadi 1 juta gitu,, pada marah semuanya,, tapi bahan praktikum, tempat koas, dosen-prof kan mau dibayar,,
halah,,,
antobilang :kalau emas di irian itu digunakan untuk membiayai pendidikan, saya rasa Ma dan teman2 ga perlu sampai marah2 karena harus membayar kuliah.Mei 3, 2007 at 4:55 am
weleh sibuk trekbek lupa komen
OOT lagi
to itu banner yang petisi taruh di luar wp aja to
biar ngak link ke blogmu, soalnya sering ngak muncul euy
antobilang :hihihi…lupa komen tapi komennya kok OOT, eh engga ding, wong komentarnya diwakili postingan kok. selamat hari pendidikan nasional pak!Mei 3, 2007 at 5:42 am
pendidikan itu mahal… sekarang ini ngga semua orang bisa menikmatinya … jadi kalo kita dpt kesempatan emas itu, gunakan sebaik mungkin…
contohnya : lulus kuliah tepat waktu …. hehehe
antobilang :hehe..malah mbahas lulus2 nih…alhamdulillah saya masihdikasi kesempatan untuk belum lulus, sehingga bisa memanjakan idealisme saya barang sejenak, sebelum nanti harus mempertaruhkan idealime saya mati… *halah*Mei 3, 2007 at 6:02 am
Setuju To, pendidikan mesti ditanggung negara, jangan cuma studi banding anggota DPR aja.
Aku pribadi merasakan, betapa pendidikan yang terjangkau bisa merubah nasib seseorang. Gak mungkin aku seperti kondisiku sekarang, kalo aku nggak sempat merasakan pendidikan yang masih terjangkau.
Mungkin, kalo waktu aku lulus SMA, SPP UGM dan biaya hidup di Yogya setinggi sekarang, aku masih di Pringsewu, jadi kuli bangunan… Lha wong dulu kuliah mesti direwangi puasa senin-kamis…
Nah, sekarang kita sadar pendidikan itu mahal. Maka sayang kan kalo uang SPP dibayarkan terus dan kita nggak lulus-lulus, seperti @jurig di atas bilang…
antobilang :betul bos, karena pendidikan memang harus mahal. biar semua bisa memiliki kesempatan untuk masa depan lebih baik.alhamdulillah saya membayar SPP dengan niatan membantu UGm agar dapat menyediakan fasilitas lebih baik untuk mahasiswa2-nya. *alesan*
****lempar molotov ke mas n0vri ama teh jUrig****
Mei 3, 2007 at 6:45 am
SIIPPP!!! KUALITAS NOMER WAHID
antobilang :siip deh…hihihi…mirip nama mantan presiden…Mei 3, 2007 at 6:47 am
mo mahal kek mo murah kek, yang penting pendidikan yang bermutu.
mo yang mbayar pemerintah kek, mo mbayar sendiri kek. yang penting semua orang sadar betapa penting pendidikan.
mo gurunya digaji besar kek, mo digaji kecil kek, yang penting guru tau apa tugasnya.
mo pinter kek, mo goblok kek, yang penting sebagai orang yang lagi menuntut ilmu kita harus semangat dan jujur.
mo uan kek, mo uas kek, mo midterm kek, pokoknya kalo lg ujian gak boleh nyontek (kecuali kepepet, hehehehehe)
btw. met hari pendidikan, dan seperti kata Ki Hajar Dewantara (yang tanggal lahirnya dijadikan hari pendidikan) Jer Basuki Mawa Bea : Jika ingin pinter harus mau mbayar, gak ada yang gratis men di dunia ini.
antobilang :kan bagus lagi dibiayai pemerintah melalui pajak yang rakyat bayarkan untuk menghasilkan pendidikan bermutu? gampang kan? hihihihihi *ngomong emang gampang nTo, selama tikus2 pemakan uang yang ada di birokrasi kita berkembang biak, cuma bisa jadi angan2*Mei 3, 2007 at 7:09 am
pendidikan harus mencerdaskan … seragam? mungkin sebaiknya tidak
antobilang :betul bos, percuma kalau berseragam tapi tidak cerdas…selamat hari pendidikan!
Mei 3, 2007 at 7:30 am
Sekolah mahal juga gara – gara IPDN (Sempat bingung apa hubungannya IPDN dengan Hardiknas, akhirnya mengerti juga)
antobilang :makanya ayo bubarin™ yok…biar uangnya bisa digunakan untuk membangun sekolah2 di daerah yang roboh2 itu.Mei 3, 2007 at 7:34 am
bingung mau komen apa..(lagi ga konsen).. yang jelas saya selalu belajar tentang bagaimana mendidik dengan baik
antobilang :bingung, tapi tetep komen…hihihihi…semoga semua elemen pendidikan bisa memperbaiki diri masing2 untuk pendidikan yang lebih baik.
Mei 3, 2007 at 7:39 am
dijaman sekarang ini kalo gw liat udah banyak banget hal-hal atau doktrin-doktrin yang udah ga relevan lagi sama dunia sekarang, contoh : sekolah yang tinggi biar banyak duit atau menabung pangkal kaya dan masih banyak lagi…
Kalo gw liat lagi pendidikan itu harus mengikuti jaman.
kalo konteks mahal? itu kondisional karna banyak juga yang mahal tapi ya gitu doang sama aja sama yang murah.
mungkin kalo gw ya to’ gw lebih suka kalo yang harus dituntut maju itu adalah sdm nya atau kitanya. Kalo masalah pendidikan mahal ga juga, tapi sdm yang mahal !!
pendidikan itu bagus untuk ilmu dan wawasan tapi tidak selalu bagus dalam urusan rekening di bank, yang perlu kita lakuin adl pintar menangkap peluang dan memanfaatkan dengan baik.
coba di indonesia kaya di amrik atau di eropa, orang yang pendidikan tinggi atau peneliti di bayar sangat mahal, pasti aku sudah daftar S3 Artificial intelegence
(loh kok aku jadi tuwa gini yah?)……..kabur!!!!
antobilang :bos, saya ga bermaksud mengeneralisir bahwa pendidikan mahal itu adalah kunci untuk pendidikan bermutu. maksud saya sih mengkritisi anggaran pendidikan yang ala kadarnya.kabur kemana bos?
Mei 3, 2007 at 7:52 am
[...] Pendidikan itu Mahal lho. Selama pemerintah belum mau membayar biaya tersebut, kita akan terus dibelit dilema tidak [...]
Mei 3, 2007 at 7:59 am
kembalikan 20 % anggaran keuangan negara untuk pendidikan !!!!!
antobilang :iya arul, ini saya kembalikan *pletakkk*perlu diawasi agar nanti 20% itu jangan dipotong2 lagi!
Mei 3, 2007 at 8:37 am
Hmmm .. emang Pemerintah dapat duit dari mana Nto? Minjam utang dari luar negeri? Trus yang bayar utang nanti siapa? .. siaya ya? .. Kalo bukan rakyat .. siapa ya?
antobilang :jangan minjem pak, sama aja menyimpan bom waktu.usir itu pengeruk emas di freeport, olah sendiri. saya yakin akan sangat cukup untuk membiayai pendidikan di indonesia.
Mei 3, 2007 at 8:38 am
Erratum : Baru utang = Bayar utang .. sorry nto
antobilang :sudah dibenarkan bos…ndak papa2…hihihiMei 3, 2007 at 8:43 am
Hhhhhmmmmm,sumpe….gw salut ma smuaX,,,Q pikir banyak banget yg kykX nglupain masalah yg satu ini “pendidikan Mahal”…
manusia indonesia khan lagi fokus2X nuntut pendidikan yg lebih murah,,,Coz perut aja lom kpenuhin,,,aduuhhhh…ko murah se???Pendidikan itu adalah satu hal yg jadi perioritas untuk hidup….(upz trllu Ekstrim Yach),,,jd mesti di prepare sebaik mungkin dari hal yang terkecil ampe yang the biggest thingX n itu tentuX ga murah khan????
kykX manusia jaman sekarang semakin pinter di bego in ma pimpinan2 negara ini,,,,tapi di satu sisi pimpinan makin bego jg sec…contohX mereka sendiri yg bwt masalah n mereka jg yg pusing2 n sok sibuk bwt selsein masalah itu,,,,
da ah,lo ditrusin ga bakal selse,,,Qta sbg Generasi muda(prasaan se masih muda,hehehe)harus melakukan langkah tegas untuk diri Qta sendiri dan untuk negara ini n salah satu caraX adalah “belajar n tuntutlah ilmu ampe ke negeri cina sana” aduuuuuhhhh,,,basiiiii….ga nyambung Pula,,,Piz.
antobilang :saya setuju dengan komentar saudara ritz (kok ngga ada alamat blog-nya?). saya cuma mencoba untuk menyuarakan apa yang ada di hati saja, apa ini akan menyelesaikan masalah, saya tidak bisa menjamin. paling tidak saya bisa memerdekakan jiwa saya sendiri.*halah, pletakk*
Mei 3, 2007 at 8:45 am
Selamat hari pendidikan nasional…
kemaren bukannya upacara malah nonton spider-man 3, hoho…perdana lo…
haduh haduh…
antobilang :lho memangnya di ITB masih ada upacara2 an? aku pengen upacara lagi nih kayak masih jaman sekolah dulu, huhuhu.Mei 3, 2007 at 9:12 am
mencari ilmu itu wajib, masa yg wajib dipandang sebelah mata?
met hari pendidikan nasional
antobilang :betul bos, wajib! bagi si penuntut ilmu.kalo dalam hal ini negarapun wajib memberikan kesempatan pendidikan berkualitas mahal kepada rakyatnya
Mei 3, 2007 at 9:25 am
Ngga perlu ngomong gitu juga mang dah mahal dari dulu mas…. apalagi universitas negri, beuh mahal banget malah….
antobilang :iya bos, masalahnya kan cuma ‘mahal’ bayarnya doang, tapi hasilnya? harus dibuat mahal juga…Mei 3, 2007 at 9:35 am
Wah, keduluan Anto, padahal mau nulis dengan judul yang sama, hanya saja masih di konsep.
antobilang :waduh, jangan dikira saya bisa baca pikiran kamu ya…hahahafarid tulis ulang aja, aku yakin tulisan farid lebih oke. ayo tulis ya, trekbek kesini, hahaha
Mei 3, 2007 at 10:05 am
pendidikan mahal gak ada hubungannya sm pendidikan yg berkualitas. soal kualitas, gaji guru dll itu kan urusan pemerintah, bukan urusan kita. lhooo…ra mutu maneh kan komenku??? kandhani koook…hahahaha…
slamat hari pendidikan nasional. merdekahhh!!!
antobilang :yah..simbok nih, maksudnya anto itu, pendidikan jangan cuma ala kadarnya gitu…harus dianggarkan lebih besar dari yang sekarang, dan itupun jangan sampai disunat2 lagi…Mei 3, 2007 at 10:29 am
Pendidikan mesti tanggung jawab pemerintah. Di negara kapitalis juga tetep jadi tanggung jawab pemerintah. Uangnya dari mana? Mudah, PAJAK yang kita bayar! Itu untuk pendidikan murah, bukan untuk dikorupsi! Gak usah repot ngurusin royalti dan kekayaan alam. Pajak aja! Kalo yang bilang pendidikan boleh mahal, bullshit!
Kita udah bayar pajak yang gedenya luar biasa. Lihat slip gaji kita, berapa pajak yang kita bayar. Aku lihat, 25% pendapatanku dipotong untuk pajak. Itu juga artinya gak gratis men…
Btw, yang setuju pendidikan mahal, jangan-jangan gak bayar pajak. Punya NPWP gak Mas? Saya punya lho… cek aja ke KPP Jakarta Setiabudi II, baru 2 bulan lalu saya setor SPT PPh 21…
antobilang :berarti harus disadarkan dulu warga masyarakat untuk membayar pajak ya bos? aku setuju, itu kan nanti bisa diibaratkan subsidi silang. tapi bos, semakin banyak orang pinter yang mengetahui seluk-beluk pajak, konon kabarnya pajak pun bisa dimanipulasi? maksudnya keluar dari kantong kanan, masuk lagi ke kantong kiri?hayo sapa yang gak punya NPWP, kalo saya mau pajak apaan ya?
Mei 3, 2007 at 10:29 am
Dudul… komen pakai Opera Mini gagal teruuussss…
To, untuk bikin trackback caranya klik create link di postingan itu, To. Di post footer ada tulisan Buat taut ke tulisan ini. Klik di sono.
Maaf, beda kompleks beda peraturan.
)
antobilang :eh ada warga kampung™ sebelah…wakakakka….kok masih ngga bisa ya kang bikin trekbeknya…duh…gimana caranya, itu punya wak guru bisa keliatan di kang kombor.
Mei 3, 2007 at 11:40 am
ternyata gw blm komen di sini
*buang sampah*
huh, hr ini internet di fakultas mati, terpaksa ngungsi ke perpus pusat
antobilang :*tangkep sampahnya* *lempar lagi ke lutpi*hihihi..itu artinya lutpi suruh cepet2 kerjain itu penelitiannya… huehue..
Mei 3, 2007 at 11:57 am
Sangat setuju dengan poin.
antobilang :yup, semoga ‘mereka’ tahu kalau harga mahal yang harus membiayai sekolah rakyat itu uangnya rakyat juga.Mei 3, 2007 at 12:21 pm
Btulll… makanya itu saya ga ikut memperingati
Sepakatttt, selain berkualitas, kualitas yang sesuai harga juga membuat kita lebih menghargai, itu akan bikin kita berusaha lulus dengan cepat dan serius. Kalo murahan dan murah, mau lulus juga males, bisa-bisa malah lupa kalo masih kuliah
Bangettt!!! Dan sepertinya bukan cuma IPDN, tapi barusan liat di berita tipi, ada kasus kekerasan juga di AKPOL, sama-sama ditutupi pake konspirasi. Kita ga butuh lulusan akpol yang cuma bisa pungli dari supir truk kan? Kita juga ga butuh lulusan akpol yang miskin lahir batin dan rajin nilang cuma buat buat kredit kawasaki ninja. Uang yang buwat akpol masukin ke pendidikan aja sekalian
)
*mohon maap buat polisi atau sodaranya polisi kalo ikut mbaca, yg terakhir ini cuma becanda, silahkan googling sendiri beritanya, atau minta ke arsip tipi*
Eh.. jadi numpang ngeblog deh.
antobilang :iya nih, malah ngeblog, wakakak…itu si alesan gw telat buat postingan ini Hel…kalo lu jangan2 karena lupa? hihihi
btw, sapa ya yang lupa kalo masih kuliah dan harus segera lulus?
kayaknya lebih banyak lagi uang negara yang ga tepat sasaran.
btw, terungkapnya kasus kekerasan di AKPOL aku yakin karena ‘mata’ masyarakat udah terbuka akan adanya kekerasan2 tersistem di lembaga2 pendidikan ya Hel…
Mei 3, 2007 at 1:05 pm
Gaji guru jadinya dinaikkan donk??
Wah!! Kalo begitu aku cari istri yang guru saja deh. Liburnya banyak, bisa ambil kredit, punya Askes, gaji udah baikan… ihehheiheihei
*ketawa iblis*
Setuju 1000%. Dari taon ke taon pendidikan Indonesia makin terpuruk saja kayaknya. Yang ada cuma kebijakan-kebijakan konyol. UAN lah… yang sok-sok’an niru pendidikan ala Malaysia *cemburu kayaknya, ya?* padahal tingkat pendidikan di bahwa Vietnam!
Kadang2 aku lihatnya, itu yang ngatur2 pendidikan Indonesia bego atau keras kepala? Mereka bisa nge-judge banyak hal. Misalnya, komunisme busuklah, kehidupan Barat itu merusak lah… Tapi gak pernah sadar kalo pendidikan sendiri masih di bawah Vietnam yang belum belasan tahun merdeka. Masih jauh di bawah Singapur yang cuma pulau kecil (kalo di peta macam ukuran toilet saja besarnya, di banding rumah bernama Endonesa ini…)
*huffhh…. jadi ngomel deh…*
Mei 3, 2007 at 1:09 pm
Pendidikan harus MERATA.
Masih banyak anak negeri ini yang tinggal di pedalaman sono yang belum tahu apa itu pendidikan. Saya tidak terlalu mempersoalkan MAHAL atau MURAH-nya suatu pendidikan. Tapi kalau angka buta huruf masih tinggi dan akses mendapatkan pendidikan masih rendah, pendidikan kita masih payah-yah-yah….
kayaknya point ini gak nyambung ya ?
Mei 3, 2007 at 1:31 pm
Hidup mas Anto! He…tapi pemerintah kayaknya “belum siap” deh nanggung yg mahal2. Buktinya, kampus saya aja katanya mau di-mahal-in.
Ah, nyalahin pemerintah lagi deh…
Mei 3, 2007 at 2:39 pm
hik..hik..jadi terharu nich.
Anto benar2 peduli dengan pendidikan di Indonesia. Setelah kemarin Anto menyatakan kegerahannya akan kekerasan dalam pendidikan, sekarang giliran menyuarakan tentang kualitas pendidikan.
Omong2 apakah salah satu cara menaikkan kualitas pendidikan adalah dengan menaikkan gaji dan kesejahteraan guru?
Mei 3, 2007 at 3:15 pm
Ada Lho…yang murah tapi insya4JJ1 gak murahan…
COba berkunjung ke ITS…
*narsisnya kambuh*
Mei 3, 2007 at 3:23 pm
mas, sudah menjadi kesepakatan, jika negara pengen maju ya pendidikan harus gratis alias semua harus mendapat pendidikan, jangan dipersulit akses ke bidang yang satu ini
Mei 3, 2007 at 3:44 pm
Jeritan mayday, jeritan Indonesia yg masuk buku record dunia.
Kita lihat sejenak sedikit lirik lagu karya Iwan Fals ini :
Lestarikan hutan cuma celoteh belaka. Lestarikan hutan mengapa tdk dari dulu, saatnya…
Jelas kami kecewa, menatap rimba yg dulu perkasa kini tinggal cerita, pengantar lelah si buyung.
S…
Mei 3, 2007 at 11:50 pm
Peduli Pendidikan, selesaikan Skripsi Secepatnya!
Mei 4, 2007 at 12:09 am
Setuju…. Bukan pendidikan murah tapi PENDIDIKAN GRATIS yang mahal. Saya termasuk seorang yang tidak mampu kuliah, hatta di PTN. Dan saya yakin banyak anak-anak Indonesia yang tidak beruntung meneruskan pendidikannya karena tak mampu membiayai kuliah.
Mei 4, 2007 at 1:39 am
Weleh, masalahnya bukan pendidikan saja, tapi moral juga! Soalnya:
- Biar pinter, tapi moral bejat, jadi tukang tipu
- Biar lulusan SD, posisi rendah, cuman tukang cap di kantor KTP, tapi kalau jujur dan bekerja keras, bukankah lebih baik daripada si koruptor?
- Dibiayain pemerintah jadi pinter, kerja di perusahaan asing terus untuk memperkaya sendiri aje, tapi bayar pajak kagak, apa gunanya?
seperti si (sindarumaleslogin) bilang:
Mei 4, 2007 at 1:49 am
coba hidup .. gak perlu uang … apakah mimpi jg harus di beli?
pemerintah harus segera merealisasikan 20% apbn utk alokasi pendidikan.
pendidikan utk semua, bukan hanya utk org kaya.
dulu semasa kuliah di dekat bonbin satu semester bayar 225 rb rp aja kelimpungan … apalg skrg … weleh ..weleh … selangit … mimpi yg tak terbeli.
Mei 4, 2007 at 2:54 am
pendidikan ga harus mahal…
yang penting kualitas hasilnya (output-nya)
percuma bayar SEGEPOK kalo keluarannya nanti UNQUALIFIED
mending bayar SEIPIT tapi hasilnya QUALIFIED
walopun untuk menciptakan QUALIFIED PERSON juga butuh biaya yang “barangkali” tidak sedikit *apa c yg ga bth duit?*
sepertinya yg kudu dibangun semangat buat belajar
masih banyak yang TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI apa artinya pendidikan
so, buat “mereka” LULUS SMP AJA CUKUP
btw, *menurut berita tadi malem di SCTV*
anggaran pemerintah untuk pendidikan akan dinaikkan
semoga tdk terjadi cut-out selama prosesnya
n gaji guru bisa naik juga (Amien….)
supaya guru2 juga TERMOTIVASI untuk meningkatkan KUALITAS anak didiknya…
*sepertinya komen saya tidak nyambung?*
Mei 4, 2007 at 2:56 am
tapi apa iya…
setelah dibuat jadi mahal
tidak diambilkesempatan oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab??
Bukankah tiap manusai berhak mendapatkan pendidikan??
saya tidak yakin,
pendidikan mahal yang antobilang usulkan nantinya malah akan mengurangi pemerataan pendidikan di negeri ini..
apapun itu..
SELAMAT BERJUANG LEBIH KERAS LAGI PARA GURU!!!
Mei 4, 2007 at 3:35 am
Setuju kalau pendidikan harus “mahal” dalam arti ilmunya yang mahal. Jadi kita harus menghargai orang2 yang sudah susah payah mencari ilmu, dengan penghargaan yang sesuai maka kualitas pendidikan juga harus bagus.
Mei 4, 2007 at 4:45 am
iya… udah coba jadi asisten, dosen, mentor, guru, trainer, deeste. dari anak2 ampe bangkotans, mikirnya jadi rugi sendiri bagi2 ilmu canggih. Hixs! buat kawan2 praktisi, jangan jadi dosen kalo ngga kepepet.!!! gaji kecil euy! (-_-).
Mei 4, 2007 at 5:30 am
Mahal itu bukan berarti mahal bayarannya, tapi mahal kualitas dan kuantitas bukan?
*siul siul*
Mei 4, 2007 at 7:10 am
wadau, komentku kok ilang, waaaah, si memet peliharaan si anto ini emang kurang ajar, padahal komentku bebas link….
Mei 4, 2007 at 8:56 am
Pendidikan itu kan kunci kemajuan Bangsa, ya gak boleh murahan kayak di salah satu “institusi pemerintahan” yang terkenal akhir-akhir ini. hehehe…..
Mei 4, 2007 at 8:59 am
emang harus mahal tapi yang bayar pemerintah (kan rakyat udah dibebanin berbagai macam pajak dan tarif yang mahal juga) kayak maen bola kaleeee: harus fair play. nambahin: beras juga harus mahal tapi yang bayar pemerintah, karena pemerintah yang ngutang ke bank dunia dan teman²nya itu udah membebanin rakyat juga…. aduh telunjuk ku kejepit tuts keyboard hik hik
Mei 4, 2007 at 1:01 pm
mari jadikan pendidikan itu sebagai bentuk pembebasan!
Mei 4, 2007 at 1:49 pm
pendidikan murahan aja pemerintah gag mau mbayari
apalagi pendidikan mahal itu
lagian kalo pendidikan bagus, rakyat pinter-pinter, pemerintah rugi dong ^^
Mei 4, 2007 at 2:04 pm
“mengkhayal2 yang binal2. *apa sih*
ya karena Penidikan mahal itu masih di alam hayal, sebab cita2 memahalkan pendidikan bagi pemerintah masih blum kesampaian juga… yang binal karena korupsi itu sudah jadi binal karena susah diurus, licin, kaya gosokan.
btw… mas anto alamat bannermu (srciptnya) mana dong minta yang semua blogger basodara itu* tq…
Mei 4, 2007 at 2:34 pm
Numpang nimbrung nih Mas…
Kalo semua didanai pemerintah, bukankah nanti membuat rakyat jadi pemalas Mas?
Saya jadi inget ketika dulu, saya mendapat dana dari Diknas, dalam rangka membayar BP3 (mungkin beda daerah beda istilah), kalau tidak slah 60ribu untuk 3 bulan. Beberapa teman dan saya sendiri, ngabisin duit untuk yg lain-lain. Maen PS, main VideoGame, dll. Intinya, kita makin ga semangat belajar . :p
Mungkin yang benar begini, orang kaya disedot duitnya banyak2.. Saya ehm ehm.. yang miskin
, dikasih kemudahan DENGAN SYARAT harus punya karya besar yang berpengaruh pada hajat hidup orang banyak. Nah, dengan cara begini, semua senang..
Itu cuma saran saya loo…
Mei 5, 2007 at 2:49 am
[...] Telanjang [...]
Mei 5, 2007 at 4:11 am
kalo pendidikan mahal apa ga km yg kerepotan?
makanya nunggu km lulus dulu aja baru pendidikan dimahalin..
Mei 5, 2007 at 6:35 am
Pendidikan sekarang udah mahal ko
Mei 5, 2007 at 7:01 am
setuju…
pendidikan memang harus mahal… tetapi tetap saja yang membayar kemahalan itu adalah harus pemerintah…
nah, kenapa sekarang pendidikan mahal dan yang bayar adalah rakyat…
karena…
APBN kita nggak memenuhi syarat di UUD 45, dimana disitu disebutkan anggaran pendidikan harusnya adalah 20% tetapi pada kenyataannya, sampai saat ini belum sampai ke angka 20%, jadinya… pendidikan menjadi mahal dan yang menanggung adalah rakyat…
di samping itu anggaran pendidikan indonesia banyak diserap untuk pendidikan kedinasan macam IPDN yang kita semua tau… nggak menjamin menghasilkan orang yang “bermartabat”, jadinya… subsidi untuk rakyat jadinya berkurang… jadilah pendidikan mahal…
Mei 5, 2007 at 12:26 pm
DARI KOMENTAR DIATAS YANG SEABREK-abrek saya bisa menyimpulkan
5X20
Capee Deh
Mei 6, 2007 at 1:18 am
[***tengok atas, lho aku belum kasih komentar toh?!***]
Pendidikan harus mahal?! ealah…sekarang juga dah mahal je, usul buat pemerintah neh, gimana kalau masyarakat yang tidak mampu bayar sekolahnya pakai hasil tanaman/ladang saja. kalau perlu pakai daun apa aja yang penting bisa mengenyam pendidikan yang layak. Lho koq bisa gitu?!
Lha iyalah…khan pendidikan bagi masyarakat dah dijamin oleh UUD 45. Gimana pak menteri
duitanDikbud?! setuju ya…he..he..he….Mei 6, 2007 at 6:27 am
[...] oleh Fourtynine di/pada Mei 6th, 2007 Sial, sial sial. Keduluan sama Antosalafybilang dan Pramur (yang ga disebut tolong jangan tersinggung). Niatnya, saya memang mau menulis tentang [...]
Mei 7, 2007 at 10:20 am
wajib belajar tinggalah hanya wajib belajar….
buat yg sengsara sih tetep aja susah.
Mei 7, 2007 at 11:50 am
*tengok2 ke beberapa postingan anto*
Lho, aku jarang kesini yah?
Waduh, pendidikan sekarang aja udah mahal kenapa malah disuruh lebih mahal lagi?? Bisa-bisa nanti banyak warga Indonesia yang jadi nggak bisa berkenalan dengan bangku sekolah.
Harusnya di
HARPITNASHARDIKNAS kemarin kita buat puisi untuk guru. Yah… minimal kita menghargai kerja keras mereka lah…Tradisi malas emang sulit diubah.
Mei 7, 2007 at 3:54 pm
Kok nge-linknya ke wadeleh sih kirain wadehel aku kesasar euii.
Mei 7, 2007 at 4:11 pm
kang blognya disini kok tulisannya jadi kecil-kecil banget ya ? ada apakah ?
Mei 7, 2007 at 6:24 pm
ENAM LIMAX!!
To, jangan blogging mulu, urus skripsi sana
*lagi pilek tapi tetep komen*
Mei 9, 2007 at 12:56 pm
“Dan puluhan guru yang berkesempatan baca blog ini”
cak Anto, masak dosen gak diberi selamat juga sih…. Padahal tanggal 2 mei kemaren saya ikut upacara lho ya. Untuk memperingati hari lahir Ki hajar Dewantoro
Btw, pendidikan memang butuh biaya, bahkan bisa jadi mahal, tapi yang menanggungnya bukanlah rakyat, tapi pemerintah. karena pendidikan ialah investasi bagi negara ini di masa depan.
Mei 9, 2007 at 2:03 pm
#66: Setuju. Kuba aja yang katanya lebih miskin dari RI bisa. Masak RI ga bisa?
Jawab: Bisa sih, tapi nanti yag dikorupsi apaan dong? Kapur?
Mei 10, 2007 at 8:17 am
Indonesia itu udah miskin, eh.. penduduknya kebanyakan.. jadinya pemerintahnya mawut…
Masalah di kampusku lucu.. pemerintah gak ngasih duit yg cukup ke kampus, tapi pihak kampus dilarang utk menerapkan pungutan di luar SPP.. aneh kan? lha maunya piye?
Suatu saat kampus kami membangun gedung Dekanat dengan uang sumbangan dari orang2 tua mahasiswa.. eh, malah pemerintah mempertanyakan legalitas duit utk mbangunnya itu.. akhirnya diaudit trus jadi masalah.
Padahal kampus ku tuh belum jadi BHMN, harusnya pemerintah ngasih support yg lebih. Tapi kenyataannya bbrp universitas yg udah BHMN justru mendapat porsi subsidi yg lebih besar
Mei 11, 2007 at 6:02 pm
Pendidikan itu, Harus Mahal :
Apa Pendidikan di Kita belom Mahal..? Apa di dunia Pendidikan Kita Fasilitas Blom Lengkap? Apa Fasilitas Pengajar Guru Belom Memadai….? Apakah Siswa dan Anak Didik Kita Belom Pintar…?!
- Pendidikan Kita Sudah Mahal – Buktinya Banyak Anak Yang tidak bersekolah Karena tidak kuat Membayar Uang Sekolah…
- Fasilitas Sekolah Sudah Lengkap, Bahkan Ruang Belajar dan WC Jadi Satu Ruangan!
- Fasilitas Guru Sudah sangat Memadai Bahkan Sangat Canggih, Guru Mengajar Kelas 1 – 3 hanya dengan Peralatan Yang Canggih dan Hebat ( 1 buku untuk 3 Kelas)
- Siswanyapun Sangat Pitar – Pintar Bolos – Pintar Bohong – Pintar Berantem dan Pintar Membuat Film Porno… (Kabuuuuuurrrrrrrrr…. breeeeeeeeeet….)
Mei 16, 2007 at 2:03 am
back to school again..mas, aku urung ngalnjutke kuliahku goro2 podho mahal kabeh..ono sing murahan tapi berkulaitas gak yaa?? Klo ada saya mbok ikut daftar…
Mei 20, 2007 at 4:26 pm
Kemana realisasi APBN 20% untuk pendidikan yak? ada yang bisa jawab? hanya 11% dari APBN untuk pendidikan! mbok minimal guru-guru honorer diangkat jadi PNS, pak! biar mereka punya kepastian hidup. betuull? (gaya kiwil)
Mei 23, 2007 at 10:52 am
itu juga yang pernah dibahas dosen ekologi kami pada semester lalu. seharusnya tuntutan yang ada bukan “pendidikan murah”, nanti resultnya ya “pendidikan murahAN”. siapa bilang kalo tuntutan itu nggak diwujudkan? diwujudkan kok
alat2 di lab terbatas, makenya gantian / barengan. praktikum jadi ga optimal.
pendidikan harus mahal. harusnya tuntutannya lebih ke tuntutan untuk menaikkan porsi untuk pendidikan dalam anggaran negara
pemerintah udah melanggar undang2 tuh, kan di UUD katanya anggaran untuk pendidikan itu harusnya minimal 20% ^_^ kalau melanggar undang2 … hmm, harusnya diapain ya?
Mei 24, 2007 at 8:04 am
Weleh….ikut nimbrung bolehlah…walau telat?
GA SETUJU PENDIDIKAN MAHAL, PENDIDIKAN HARUS MURAH, KESEHATAN JUGA HARUS MURAH. Emang yang berduit aja yang bisa berpendidikan tinggi?
ya…bisa saja mahal. tapi yang bayar mahal yang banyak duit aja. yang ga ada duit harus diberi kemudahan mengakses pendidikan yang sama dong.
Pendidikan murah bukan murahan bisa terwujud kalau:
- Ga ada lagi korupsi (KKN)…Nah anggaran yang gede yang dikorupsi itulah jatahnya pendidikan.
- Babat korupsi
– hancurkan korupsi. korupsi ini nih the real enemy
_soal akses internet…mungkin seharusnya bisa jadi murah, kalau Indosat tidak dijual…
- Kalau yang kaya mau berbagi dan menyumbangkan rezekinya untuk membantu pendidikan murah.
- kalau pegewai pemerintah kerjanya ga cuman korupsi waktu dan isi absen doang. yang maksimal dong kerjanya. jadi semua urusan lancare.
- yang harus dimahalin itu, papak penghasilannya konglomerat. trus pajak barang-barang mewah. trus pajak bangunan mewah. ya…..begitulah…
Mei 24, 2007 at 10:41 am
Setuju. Pendidikan harus mahal, tapi biayanya harus affordable dan adil. Kalau orang kayaraya bayar mahal, orang tidak mampu bayar gratis.
Mei 31, 2007 at 11:54 am
Masih tetap bermimpi, bersekolah di negeri kita ini digratisin. Hehe… Saya juga heran, kenapa pemerintah gak mau investasi yak? Investasi banyak orang2 pinter, jika sekolah gratis kan banyak orang negeri ini pinter2, SDM yang pinter2 bukankah investasi juga yang kelak akan membangun negeri ini.
Juni 9, 2007 at 6:40 am
ada referensi untuk anda yang pinter ( dan niat kuliah dengan bener tentunya) tapi ga ada biaya alias anda termasuk kategory tidak mampu (disertai sk RT & RW) silahkan hubungi STIE-TN kampus beasiswa kampus wirausaha, di jl Budi 21 Dewi Sartika cawang, jakarta timur. telp 80883639.Biaya kuliahnya mahal, tp free buat anda (warga ga mampu) n ada internet 24 hours, Bila anda bukan kategori ini, anda bisa sebarkan ke fihak yang membutuhkan.
Agustus 2, 2007 at 2:58 pm
PENDIDIKAN YANG MEMBEBASKAN…!!!
Pendidikan yang kita butuhkan saat ini adalah pendidikan yang “membebaskan”. bukan konvensional dimana terus menerus kita dicekoki oleh dogma-dogma yang turun temurun dicekoki kepada murid sebagai objek pendidikan. Pendidikan bisa menjadi murah dan berkualitas jika tidak ada korupsi, dan ada suatu keseriusan dari pemerintah untuk membangun negeri ini melaui pendidikan sebagai investasi masa depan. dan tentu saja kembali harus “membebaskan”!! agar suatu system koruptif yang kadung mengurat-akar di Indonesia dapat dohancurkan secara perlahan-lahan..
atau jangan-jangan selama ini kita tahu bahwa 1+1 sama dengan 2, tapi kita tidak tahu kenapa 1+1 bisa menjadi 2….
Agustus 8, 2007 at 9:07 am
Numpang trekbek mas
Agustus 14, 2007 at 7:22 am
@HUDA > Kata siapa BHMN mendapat subsidi lebih besar ?? Jelas2 namanya BHMN itu menuntut pihak universitas biar mandiri lagi, termasuk masalah keuangan artinya kg disubsidi lagi. Liat aja kampus ku tiap tahun pasti naikin bayaran, dan naiknya jg ga kira2.
Boleh check ke toko tentangga.. hehehhe
September 3, 2007 at 2:53 pm
banyak see yang bilang pendidikan kudu murah….tapi buat gw sama aj mau mahal atau murah,lah wong gurunya itu aj !!!!!!!gedung sekolahnya itu aj,,,,,,,,,dosennya juga sama ….bukan gitu???????
yah yang penting kita kudu pinter-pinter coz buat zaman sekarang ini pinter aj gk cukup,bukan gitu???????/
ya dah MELEEEEEEEEEEEEEEEEEEM.
Desember 6, 2007 at 10:34 am
[...] oleh Neo Forty-Nine di/pada Mei 6, 2007 Sial, sial sial. Keduluan sama Antosalafybilang dan Pramur (yang ga disebut tolong jangan tersinggung). Niatnya, saya memang mau menulis tentang [...]
Agustus 24, 2010 at 7:54 pm
Pendidikan tidak harus mahal…. namun harus berkualitas dan memenuhi tuntutan dunia kerja dan dunia industri (karena industri bisa memajukan bangsa)…. Siasati caranya… Peace