Menjaga Nyala, Jangan Padam

Setelah sekian hari rilis petisi online menuntut pembubaran IPDN yang pada hari pertama cukup signifikan perolehan signatures-nya. Namun memasuki hari2 ketiga sampai hari ini penambahan suara tidak cukup banyak.

Setelah berdiskusi dengan beberapa teman, kemudian dapat disimpulkan secara semena2 bahwa perolehan hasil yang kurang memuaskan banyak ini lebih disebabkan minimnya penyebaran informasi ke 200 Juta penduduk Indonesia yang tersebar dari ujung pulau Sumatera hingga pulau Irian. Meskipun menurut detikinet pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007 ini akan mencapai 5.000.000,- pengguna, namun untuk memperoleh suara petisi 5.000 rasanya cukup berat. Bukan bermaksud untuk tidak menghargai suara 1500 orang yang telah menandatangani petisi, namun saya hanya mencoba untuk berandai2 jika berita tentang petisi ini tersebar lebih luas, maka akan sangat besar kemungkinan perolehan suara yang lebih tinggi. Yang jelas, berapapun jumlah penandatangan petisi ini, kami akan tetap mengirimkan hasil petisi ke Presiden SBY maupun tim investigasi IPDN.

Beberapa hal yang saya, secara pribadi, amati dalam episode petisi ini, adalah betapa proses interaksi yang terjalin di dunia maya ini mampu melakukan sebuah aksi nyata. Aksi nyata sebagai bentuk kepedulian akan perbaikan negeri. Meskipun cibiran ataupun kritik pedas datang “terlambat, setelah petisi ini dirilis, baru membicarakan masalah redaksional. Ah, memang kami akui sebagai penyusun redaksional petisi tersebut telah melakukan pelemparan opini ke publik mengenai wacana petisi. Sampai dua kali postingan saya ditambah beberapa postingan teman2 yang lain. Artinya, petisi ini pun bukan disusun secara tergesa2 kalau tak mau dikatakan gegabah.

Semangat yang dibangun ketika kita menyetujui petisi pembubaran IPDN tentu saja sangat beragam, namun dapat ditarik sebuah simpul besar bahwa kita menginginkan pendidikan yang bebas dari tindak kekerasan maupun intimidasi. Artinya setiap warga negara berhak untuk mendapatkan perlindungan atas nyawanya dari berbagai tindakan yang mengatasnamakan pendidikan atau semacamnya. Bisa jadi motivasi kita adalah rasa prihatin atas pola pendidikan pamong (yang notabene akan dicetak menjadi “pemimpin” kita) dilakukan dengan sistem yang sama sekali tak lazim di mata orang umum. Tidak lazim, dalam artian tidak sama dengan kaidah2 kehidupan manusia normal umumnya yang menghargai nyawa orang lain sebagai bentuk penghargaan terhadap sang Pencipta.

Melalui postingan ini saya secara pribadi dan seluruh jajaran direksi perusahaan saya meminta kepada seluruh teman2 yang masih peduli, untuk :

  1. Menyebarkan kepada teman2 kita lebih luas lagi, karena saya yakin, apabila diberikan penjelasan akan adanya petisi ini maka bisa dipastikan beberapa di antara mereka akan turut serta. Penyebaran informasi bisa dengan cara teman2 masing.
  2. Mengirim testimonial (bagi yang memiliki account Friendster) dengan isi kode html banner ataupun kode link, mengingat kolom testimonial di FS adalah html- allowed. Saya sudah mencobanya ke beberapa list teman saya di FS, meskipun belum semua.
  3. Membuat Surat Pembaca ke koran lokal/nasional di kota tempat saudara tinggal, atau tidak menutup kemungkinan untuk memuatnya di koran kampus, atau bulletin kampung. Monggo, silahkan bagi yang berminat untuk menyebarkan lebih luas lagi.
  4. Saya yakin banyak cara lain yang bisa kita lakukan untuk menyebarkan informasi ini. Ada yang mau menambahkan? (tulis di komentar bagi yang memiliki ide. Nanti saya tambahkan di sini dan jangan khawatir, saya pasti sebutkan sumbernya, hahaha)

Demikian isi postingan saya yang saya buat sambil terkantuk2. Semoga masih bisa dipahami sebagai bahasa manusia normal. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata maupun ada kata yang kurang berkenan.

intinya sih, sebelum saya tidur, saya mau berdoa :

“Semoga semangat kita untuk menjadi blogger yang peduli akan nasib bangsa (meskipun baru bisa melakukan aksi kecil) tidak akan padam. Selalu mengawal proses perbaikan negeri, pemberantasan korupsi, pemberantasan kekerasan dan intimidasi pendidikan, serta perlindungan hak2 rakyat.”

*berangkat tidur*

24 Tanggapan ke “Menjaga Nyala, Jangan Padam”


  1. 1 kangguru April 23, 2007 pukul 11:49 pm

    pertamax :-P

    hayah...pertamax kok di blog gurem... ;)

  2. 2 venus April 24, 2007 pukul 1:19 am

    tetep semangat, bil..eh nto…:D

    iya nus, eh mbok... :D

  3. 4 ndarualqaz April 24, 2007 pukul 1:46 am

    empatax

    sepaaaaammmmmm!!!!! :lol:

  4. 5 ndarualqaz April 24, 2007 pukul 1:50 am

    kelimax
    sudah puwas? ;)

    huahahahahahahahahahahaha

    ehm…ehm…. sekarang serius….

    kemaren pas saya mbuka fs saya (yang udah puluhan bulan gak saya buka) saya juga dsape testi yang isinya alamat url petisi bubar ipdn… trus saya mikir, ngisi lagi gak ya, kan email saya buat wp sama buat fs beda, dan saya juga dianggap orang yang berbeda antara saya di wp sama di fs…. tapi setelah tak pikir2 saya gak ngisi lagi, takut dianggap korupsi, hihihi

    isi testi di forward aja ke list temen2 mas ndaru, biar lebih banyak lagi

  5. 6 wadehel April 24, 2007 pukul 4:00 am

    “Jadi blogger yang peduli dengan indonesia….” hmmm…. ide ini perlu dibuzz ke seluruh blogosphere :-?

    hel buat posting pendahuluan, nanti anto buat bannernya ;)

  6. 7 balibul April 24, 2007 pukul 5:38 am

    AKU JUGA PEDULI KOK ga kamu AJAH !!!

    iya..iya...hihihi...

  7. 8 Biho April 24, 2007 pukul 6:51 am

    merdeka!!!

    **sambil nonton perang di Blog sebelah**

    lapor matt, ada spam ganteng...

  8. 9 bank al April 24, 2007 pukul 7:02 am

    Peduli dengan Indonesia ? hmm… berat juga ya?

    kalo bareng2, yakin ga berat deh...

  9. 10 Evy April 24, 2007 pukul 7:51 am

    Ayooo maju terus tobillll, keknya orang bosen ya bill sampe pada trauma ke blog ku isinya IPDN melulu hehehe

    ya majunya bareng2 ya...

  10. 11 calonorangtenarsedunia April 24, 2007 pukul 11:58 am

    semangaaaatttt!!!!!

    semangaaaatttt!!!!! (kopi paste komen aja)

  11. 12 Shan-in Lee April 24, 2007 pukul 2:02 pm

    Shan-in sudah memberi info kepada teman sekolah Shan-in, yang walaupun bukan blogger, tapi inet-user juga.

    Yah, baru ada 4 orang yang sudah mengisi. (menurut pengakuan mereka)

    _ _ ;;

    sip, bagus! terus kalau 4 teman shan-in tadi masing2 menyebarkan ke 4 orang, jadinya akan ada 16 orang.
    terus kalau masing-masing dari 16 orang menyebarkan ke 4 orang lagi...
    terus...terus...

  12. 13 49 (Ga Log In) April 24, 2007 pukul 2:32 pm

    Go Go!!!!!! Teruskan perjuangan!!!!!!
    carikan saya pacar!!!!!

    go! go! teruskan cari pacar perjuangan

  13. 14 grandiosa12 April 24, 2007 pukul 3:44 pm

    ‘menjaga nyala, jangan padam’ – mirip babi ngepet atuh.. huaakkakaka.. bercanda anto..

    tenang saya dukung terus gerakannya.. mungkin perlu mengadakan seminar pembubaran IPDN? saya siap jadi panitia seksi foto2 lah..

    saya seksi konsumsi kang, keynote speakernya simbok venus

  14. 15 grandiosa12 April 24, 2007 pukul 3:49 pm

    @biho

    Perangnya makin seru kang, saya mantau terus komen di blog2 yang berkaitan.. ada ego2 yang sudah terluka.. kayaknya berbuntut panjang..

    oke, pantau terus, tapi jangan pindah kesini ya

  15. 16 cK April 24, 2007 pukul 4:58 pm

    telaattt…
    temen gue banyak yang ga setuju IPDN dibubarin. payaah…

    hihihi...elo kurang canggih buat ngerayu mereka

  16. 17 d_sall April 25, 2007 pukul 12:57 am

    mari bubarkan IPDN,,,untuk indonesia,,,untuk anak cucu kita,,,

    mari mari...

  17. 18 manusiasuper April 25, 2007 pukul 2:02 am

    Huff… Huff ….

    *niup bara biar tetep nyala*

    kok malah ditiup? mati tauk! ;)

  18. 19 Death Berry April 25, 2007 pukul 9:53 am

    Saya bisa memakai banner itu di foto FS saya. Tapi harus ada persetujuan dulu… :mrgreen:

    setuju lah, makasih ya..

  19. 20 arya April 27, 2007 pukul 2:35 pm

    teruskan perjuangan di blogosfer angkringan!

  20. 21 telmark Juni 23, 2007 pukul 9:21 am

    selagi kali anda menghilang, saya akan menyuruh si Lassy menggigit leher anda 2 x.
    ruuammaa benerrr sih ??? :)
    (welcome back).


  1. 1 Ngetop Karena Bajakan (lugunya wak somad) « Korban Pembajakan Lacak balik pada April 24, 2007 pukul 3:12 pm
  2. 2 beenden Sie das Schweigen…hören Sie die Gewalt auf « Jurig Cantik Lacak balik pada April 26, 2007 pukul 7:17 am
  3. 3 Petisi, Oprah, Cross-Culture, and wadever « f e r t o b Lacak balik pada April 26, 2007 pukul 11:40 am

Tinggalkan Balasan