Pasca Petisi

Sebelumnya, ijinkan saya menyampaikan Terima Kasih kepada seluruh teman-teman semua yang telah berpartisipasi dalam Petisi Online Anak Bangsa : Pembubaran IPDN.

Atas partisipasi teman2 yang telah sign ke petisi tersebut atau mensosialisasikan di berbagai mailing list dan forum-forum yang teman2 ikutin, maupun sosisalisasi kepada saudara, sanak family, handai taulan, teman kantor, teman kampus, dan lain-lain.

Perlu ditekankan sebelumnya bahwa ini gerakan bersama,
bukan cuma saya saja kok. hihihi. saya hanya tumbal. hahahaha
emang lo takut ya dikejar2 anak2 IPDN? Engga, siapa bilang? hihihi.
Gw kan belon nikah, belon ngerasain surga dunia, kalo udah si gw ga bakalan mau ambil resiko, mendingan menikmati surga dunia, hahaha.

Sampai saat tulisan ini dibuat, jumlah signature dari teman2 sudah mencapai 1224. Pertambahan jumlah sign petisi sangat drastis pada hari pertama peluncuran petisi, efek pemberitaan di detikinet (special thanks to Arya & Ningrum). Saya akui detik sangat membantu cepatnya informasi tersebut sampai diberbagai kalangan. Namun ada sebab lain yang lebih kuat, yaitu dorongan dari hati nurani untuk ikut berkontribusi secara aktif dalam penyelesaian berbagai masalah negeri.

Dari beberapa forum yang saya amati, wacana petisi ini mendapat tanggapan beragam, ada yang menyambut baik sekaligus pula terdapat tanggapan sinis. Yang berpendapat positif terhadap petisi ini, mengharapkan akan ada perbaikan terhadap penyelesaian masalah IPDN meskipun hanya masukan berupa petisi (online) dari masyarakat. Namun ada juga yang berkomentar tak sedap dengan menyampaikan bahwa semua yang dilakukan ini adalah tindakan sia-sia belaka.

Tentu saja semua bebas untuk berpendapat. Wacana petisi pembubaran ini bukanlah sebuah tindakan emosional. Karena perlu diketahui bersama bahwa setiap orang yang menyetujui petisi (sign di petisi-online) pastilah sudah melakukan proses berfikir yang cukup lama, menelaah berbagai macam kenyataan yang terjadi di IPDN.

Lalu ada yang bertanya mencibir :
Masalah bangsa ini kan banyak, kekerasan gak cuma IPDN saja, lalu kenapa IPDN yang di obok2? Dan juga perlu diingat masalah bangsa ini banyak sekali, mulai dari Lapindo, Penggusuran, Kekerasan anak jalanan, Korupsi, dll.

Boleh, saudara yang mengatakan hal demikian sangat benar. Benar sekali. Namun ingatkah saudara akan cerita Elang dan Semut yang diceritakan mas Herman Saksono?

Bahwa Elang yang di angkasa terbang ke sana sini, mengamati dan memetakan masalah. Tetapi, karena masalah yang dipetakan banyak sekali, elang malah bingung bagaimana memperbaiki semua masalah yang saling terkait tadi. Selama ini kita, elang, selalu berusaha mencari ujung masalah. Padahal masalah kita itu ujungnya banyak sekali.

Mungkin, sekarang kita harus menjadi semut, berpijak di bumi dan berusaha membangun. Hasilnya tentu saja tidak besar, tetapi setidaknya kita sudah menyumbang sesuatu.

Jadi intinya : ketika mengidentifikasi masalah kita harus jadi elang. Melihat segala sesuatu secara sistemik, menyeluruh. Tetapi ketika akan memperbaiki masalah kita harus mendarat, memijak bumi dan memperbaiki satu masalah demi masalah secara terkoordinir. Menjadi semut.

(kata2 dimutilasi seperlunya, untuk versi lengkap segera meluncur ke [sini])

Semoga kita bisa mengambil inti dari kenapa petisi ini kita luncurkan sebagai bentuk kepedulian kita, dan wujud sumbangsih kita untuk negeri ini. Mengenai hasil, biarkan pemerintah kita yang menentukan, toh kita sudah menyalurkan pendapat kita.

Kemudian ada hal lebih besar yang masih sering diperdebatkan, akan bagaimana langkah berikutnya setelah pembubaran?
Sekali lagi kami tekankan di sini, bahwa petisi ini bukanlah petisi dolanan, yang hanya menuntut bubar dan selesai.

Pastikan seluruh blogger dan seluruh masyarakat yang menandatangani petisi tersebut akan terus mengawal proses perbaikan di IPDN. Kita tidak hanya berhenti sampai di sini. Kenapa kita begitu peduli akan apa yang terjadi di IPDN? Jawabnya sederhana menurut saya, sekolah itu akan mencetak pemimpin2 kita. Tentunya kitapun tak rela apabila mereka harus menggadaikan nyawa demi sesuatu yang tidak berarti (baca : kekerasan).

Menurut analisa saya, apabila petisi ini benar2 bisa menjadi wacana nasional, maka bukan tidak mungkin seluruh rakyat Indonesia akan menyadari akan adanya praktek2 kekerasan yang selama ini “tersembunyi” di sekitar kita. Dan bukan menjadi hal yang mustahil, pelan-pelan, step by step perubahan bangsa menuju Indonesia yang lebih baik bukan lagi mimpi.

Lalu bagaimana semua itu bisa terwujud?
Satukan tekad, rapatkan barisan, sebarkan petisi ini kepada seluruh teman2 lebih banyak lagi.

46 Tanggapan ke “Pasca Petisi”


  1. 1 desti April 19, 2007 pukul 10:03 am

    aha pertamax! Oye! :)
    Akhirnya… :)

    aha...pertamax kok di sini..hehe...

  2. 2 venus April 19, 2007 pukul 10:05 am

    1257 !! aku udah ke cah andong, minta tolong si zam. laporan selesai !

    salah mbok, sudah 1645 lho!!! hehehe..sip, laporan diterima, kembali ke pohon tempat

  3. 3 desti April 19, 2007 pukul 10:08 am

    Yup! Benar mas.
    Lagipula, sepayah-payahnya usaha adalah mendoakan dalam hati. Tapi, selagi masih bisa berusaha maka harus terus berusaha.

    sip, semoga banyak yang berfikir seperti anda

  4. 4 cK April 19, 2007 pukul 10:54 am

    EMPATAX!!!
    Pokoknya™ gue udh ngisi dapet urutan ke-31

    hayah...poko2nya mulu

  5. 5 p4ndu_454kura April 19, 2007 pukul 11:05 am

    Udah berapa orang yg sign?

    waktu saya jawab komen mas pandu sudah 1645, semoga cepat nambah lagi ya mas..

  6. 6 Aufa April 19, 2007 pukul 12:58 pm

    Tidak kan ada yang sia-sia. Kiri jalan terus!

    ada traffic jam, hajar!!! hahahaha

  7. 7 peyek April 19, 2007 pukul 1:27 pm

    ya pengawalan pasca petisi memang perlu mas, collect segala data yang menjadi para pengambil kebijakan itu mengambil keputusan

    siap laksanakan pak peyek!

  8. 8 Luthfi April 19, 2007 pukul 3:24 pm

    Menurut analisa saya, apabila petisi ini benar2 bisa menjadi wacana nasional, maka bukan tidak mungkin seluruh rakyat Indonesia akan menyadari akan adanya praktek2 kekerasan yang selama ini “tersembunyi” di sekitar kita. Dan bukan menjadi hal yang mustahil, pelan-pelan, step by step perubahan bangsa menuju Indonesia yang lebih baik bukan lagi mimpi.

    wah, bocoran buat masuk ke dashboard :-)
    coba diganti pake tag a bbr :-)

    bisa gak? hihihihi

  9. 9 grandiosa12 April 19, 2007 pukul 3:59 pm

    pasca petisi, sibuk lagi dengan kesibukan thesis… *doakan saya teman².. hidup semakin berat euy*

    ah thesis...lagi..lagi...

  10. 10 Arie April 19, 2007 pukul 9:08 pm

    Lanjuttttttt!

    siiippp....berangkat!!!

  11. 11 kangguru April 20, 2007 pukul 1:32 am

    lapor pasca petisi ngak sempet kepikiran wong lagi bingung mikirin adik-adikmu siap-siap ujian hari selasa hehehhe

    laporan diterima, hehehe...

  12. 12 anung April 20, 2007 pukul 1:45 am

    pasca petisi:
    hatiku gumbira…hueuhehue

    ah, pasti tak jauh dari urusan akhwat wanita

  13. 13 layudhi April 20, 2007 pukul 2:50 am

    Hehehe, gak sempat login
    “Elang dan Semut”, menurut saya perumpamaan itulah yg sangat cocok dengan kondisi sekarang ini.
    Ayooo, maju terus

    saya nyontek dari blognya mas herman, benar2 pas juga menurut saya

  14. 14 Herman Saksono April 20, 2007 pukul 2:51 am

    Mari kita kawal pemberantasan kekerasan di indonesah.

    siap laksanakan bos! thanks dah mampir ya..

  15. 15 abahapis April 20, 2007 pukul 3:55 am

    Semoga petisi ini ditanggapi dengan serius oleh pembuat kebijakan di negeri ini.

    semoga saja begitu om

  16. 16 bayuleo April 20, 2007 pukul 5:02 am

    habis gelap terbit lah terang

    hihihi.. betul om, Door Duisternis tot Licht

  17. 17 rusle April 20, 2007 pukul 5:28 am

    mudah2an petisi ini bisa di denger pak Ryas Rasyid….

    pak SBY juga...

  18. 18 Death Berry April 20, 2007 pukul 7:20 am

    “tersembunyi”

    Nto, salah nih linknya… :lol:

    Saya hanya berharap petisi ini diberi wanti – wanti oleh presiden.

    semoga saja begitu...btw makasih dah diingatkan masalah link itu, hihihi

  19. 19 Bang As April 20, 2007 pukul 9:20 am

    Setelah petisi, lalu apa? bisakah mengubah dunia?

    lalu apa? saudara menjanjikan untuk menulis di blog saudara? tiap hari saya tengok, kok ga ada?
    apa yang mau dirubah kalau begitu?

  20. 20 ario dipoyono April 20, 2007 pukul 11:06 am

    Saya TIDAK SETUJU adanya petisi online, yang saya inginkan BUBARKAN LANGSUNG IPDN

    asal jangan pokoknya2 melulu aja... ;)

  21. 21 telmark April 20, 2007 pukul 11:22 am

    1426…. lumayan nto…

    mantap bro!!

  22. 22 Death Berry April 20, 2007 pukul 11:35 am

    Saya TIDAK SETUJU adanya petisi online, yang saya inginkan BUBARKAN LANGSUNG IPDN

    Bung, kalau dibolehkan negara, saya bisa ‘meramaikan’ situasi disana dengan sepucuk Glock atau AK-47, sehingga para praja dan rektornya keluar dari lapangan IPDN. Lalu saya memasang tanda ‘IPDAN SUDAH BUBAR’. Mudah.

    Mudah. Sekali lagi mudah.

    Tapi jadi sulit kalau permasalahannya lain. Tidak diperbolehkan negara.

    hihihi...bagus juga ada bumihangus gitu...nanti ada kisah heroik, "jatinagor lautan api"

  23. 23 p4ndu_454kura April 20, 2007 pukul 11:59 am

    @ Death Berry
    Yah, kalo cuma b’gitu caranya sih gampang. Suruh aja mereka keluar terus sewa bom nuklir Iran, arahkan ke IPDN, dan BUUUMMM!!! Hancur deh IPDN :twisted:

    iya kalo pas ke jatinagor, kalau2 meleset ke surabaya, hayo?? ;)

  24. 25 Biho April 20, 2007 pukul 12:41 pm

    :(

    kok sedih om biho, knp?

  25. 27 Kang Kombor April 20, 2007 pukul 5:24 pm

    Maju terus pantang mundur.

    ayo kang!

  26. 28 Evy April 21, 2007 pukul 3:53 am

    go anto go !! formalin menunggu hehehe

    haduh, kok formalin yang menungguku?

  27. 29 manusiasuper April 21, 2007 pukul 4:10 am

    Udah ada yang nyebar petisi di Frienster belon?
    Kayanya perlu tuh…

    sudah beberapa om, om super sendiri udah belum?

  28. 30 gessh April 21, 2007 pukul 7:14 am

    Bang As on Apr 20th, 2007 said:

    Setelah petisi, lalu apa? bisakah mengubah dunia?

    =>Insya Allah…mudah2an bisa…jgn pesimis dong. melangkahlah meski cuma sejengkal :)

    sejengkal langkah ini akan jadi lompatan besar kok

  29. 31 Agam April 21, 2007 pukul 8:23 am

    @ 29 : iya bener, masyarakat Indonesia lebih kenal Friendster ketimbang Blog :(

    ayo, sebarkan lewat FS

  30. 32 Sugeng Rianto April 21, 2007 pukul 9:15 am

    Friendster?! Huakakkk…saat ini saya dan teman2 lagi ijin cuti ngeblog karena sedang gerilya di Billboardnya FS :lol: .

    (***masih Izin cuti ngeblog***)

    ya ya ya...asal jangan gerilya cari foto cewek2 cakep di FS, hati2 ketipu

  31. 33 Fourtynine April 21, 2007 pukul 10:43 am

    Udah Nak, Bapa sudah ikut tanda tangan petisi, apa bapa harus tanda tangan sekali lagi?????

    tanda tangan surat nikah belum tuh? ;)

  32. 34 klikharry April 21, 2007 pukul 12:41 pm

    ha…ha…
    to…ati-ati kamu to
    ntar susah dapat kerjaan lho…
    namamu udah diblack list tuh ama alumni IPDN
    he..he…

    hahahaha...saya gak cari kerjaan kok. buat sendiri lah..

  33. 35 wadehel April 21, 2007 pukul 1:49 pm

    Sama kompas malah dijadiin duwit ya :-?

    ya ya ya... parah euy

  34. 36 imcw April 21, 2007 pukul 2:49 pm

    kalo saya sih pesimis karena pemerintah kita yang buta dan tuli…jangankan petisi online, mahasiswa yang mogok makan sampai ampir mati pun mereka nggak peduli…

    mata hati dan mata kepala nya udah buta

  35. 37 cakmoki April 21, 2007 pukul 7:34 pm

    Maju terussss. Hasil urusan belakang :D

    hihihi....cakmoki yang ngurusin yah?

  36. 38 klikharry April 22, 2007 pukul 5:43 am

    to…kami dukung dari belakang aja ya..ha..ha..

    kalo dari depan aja gimana? variasi atuh...

  37. 39 -tikabanget- April 23, 2007 pukul 2:03 am

    let’s wish the best.. :)
    let’s do the best.. :)

    thanks, wah....makasih udah mampir kesini, si mas-nya juga dateng tuh

  38. 40 pedhet April 23, 2007 pukul 4:34 am

    numpang absen kang :P

    hahahaha....kamu telat!!! ayo lari keliling kelas
    *contoh kekerasan dalam pendidikan kah? :-? *

  39. 41 ndarualqaz April 23, 2007 pukul 6:38 am

    bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar

    pokoknya anto dibubarin…. weleh, keliru, ipdn yang dibubarin

    gimana cara bubarin anto ya?

  40. 42 kangguru April 23, 2007 pukul 1:27 pm

    OOT
    kombor dot com pan di suspend jadi pindah ke http://arif.widarto.net

    OOT diterima, silahkan sebarkan lebih luas lagi

  41. 43 bimoseptyop Juli 4, 2007 pukul 2:39 pm

    sory pake url kirain biar kedetect google ternyata salah


  1. 1 Untuk Ibu (Masih soal IPDN) « All That I Can’t Leave Behind Lacak balik pada April 20, 2007 pukul 2:22 pm
  2. 2 Aku dibajak, Aku pusing « Korban Pembajakan Lacak balik pada April 23, 2007 pukul 2:36 pm
  3. 3 » Untuk Ibu (Masih soal IPDN) « Amd-My 1983 Lacak balik pada Juli 20, 2007 pukul 12:20 pm

Tinggalkan Balasan