Revolusi Nggak Pernah Mati di Hari Minggu

[Judul terinspirasi oleh kawan saya.]

Saya pribadi sudah terlalu muak dengan sebuah berita pagi tadi. Di mana sang pemimpi pemimpin negeri ini menyogok makan durian bersama2 dengan para wartawan, mengatakan bahwa tidak akan ada wacana pembubaran IPDN, dan beliaupun mengatakan masyarakat yang meminta IPDN dibubarkan supaya jangan emosional.
Bapak presiden yang terhormat, justru pembubaran IPDN adalah tindakan paling RASIONAL…
Haruskah ada Cliff Muntu jilid ke-2? Haruskan satu nyawa melayang untuk menutup institut itu?

Cukup sudah, kepercayaan saya kepada bapak ; digoncang2kan oleh pernyataan bapak pagi tadi.

Pastilah kepala kita sudah penuh sesak dengan berbagai opini dan fakta yang bersliweran beberapa hari ini. Hati dan otak kita masing-masing saling menimbang atas apa putusan dan sikap yang akan kita ambil.
Masalah IPDN bukan sesuatu yang membosankan bila di bahas terus-menerus. Seharusnya kita (sebagai blogger dalam hal ini) harus bisa memposisikan diri sebagai salah satu komponen bangsa. Sebagai salah satu komponen yang memiliki andil dalam perbaikan kehidupan bangsa yang sudah carut-marut ini.
Kecintaan kita kepada Republik ini tak boleh pudar hanya karena kebobrokan dan kemunduran pikir bangsa kita. Justru sikap pesimis dan enggan untuk bersikap menjadikan bangsa ini semakin jauh tertinggal.
Memang bangsa kita adalah bangsa yang mudah lupa, masalah satu akan tertutupi oleh masalah yang lain. Dan ini berlangsung terus menerus. Ketika kematian Wahyu Hidayat (2003) tentu saja telah melukai kita dan ibu pertiwi. ,Dan segala janji pemerintah untuk melakukan pengawasan dan perbaikan kembali berujung kepada kematian Cliff Muntu (2007). Belum lagi fakta yang terungkap bahwa ternyata praja yang tewas mencapai 37 orang, jumlah yang banyak bukan? Kalau kata Kang Kombor, satu kematian praja saja sudah cukup menjadi alasan untuk pembubaran IPDN.

Kalau ada beberapa diantara blogger sekalian sepakat bahwa gerakan penuntutan pembubaran IPDN ini hanya latah karena mengikuti media (yang tentu saja media akan segera beralih ke berita yang lain karena mungkin lebih menguntungkan secara finansial). Sehingga kemudian, secara semena2 melakukan penyimpulan awal, bahwa koar-koar di blog ini akan terhenti sia-sia tanpa hasil. Dan akan berhenti ketika media massa tak lagi memberitakan. Mohon maaf. Dan tentu saja kita sepakat untuk berbeda pendapat. Akan tetapi, saya pikir justru kebodohan selama ini adalah kita selalu menumpuk2 masalah itu dan membiarkan otak kita malas berpikir.
Masalah pembubaran IPDN ini sangat mendesak. Jangan sampai ada masalah baru yang akan menjadi penutup masalah IPDN ini.
Menurut saya yang awam ini, apabila semua blogger bersatu, menyuarakan pembubaran ini, bukan hal yang mustahil. Sayangnya beberapa diantara kita terlalu takut untuk menyuarakan hati nurani kita. Terlalu merasa nyaman dengan apa yang kita alami sekarang. Merasa nyaman karena yang mati bukan saudara kandung kita. Merasa nyaman karena kita merasa tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Kemana larinya para seleb blogger yang punya banyak massa itu? Apakah mereka bersembunyi dibalik hits statistiknya? Apakah mereka terlalu takut untuk menyuarakan sesuatu yang mengusik hati nurani namun bisa membahayakan popularitas mereka? Ayo!!! saya yakin ketika para blogger (terutama para seleb blog) menyuarakan ini secara kompak, bukan mustahil gerakan ini akan bergema.

“Tidaklah penting menunggu sampai kondisi yang memungkinkan sebuah revolusi terwujud, sebab fokus instruksional dapat mewujudkannya” (Ernesto Che Guevara)

Kalau kemudian ada juga yang mengatakan bahwa kekerasan IPDN hanya potret kecil dari beribu2 kekerasan yang sebenarnya ada dalam kehidupan kita. Anda benar. Namun ketika hal itu dijadikan alasan untuk mendiamkan kasus IPDN ini, Anda salah besar. Justru sekarang, masalah IPDN ini kita jadikan momentum awal untuk berubahnya Indonesia yang lebih baik. Janganlah kita rakus akan menyelesaikan semua kasus dan masalah negeri ini, selesaikan satu-satu.

Lalu apa mungkin suara seorang blogger akan bisa bermanfaat?
Lalau apa mungkin teriakan kita didengar oleh para pengendali negeri ini?

Apa dong, langkah konkret dari teriakan BUBARKAN IPDN?
Setidaknya rasional dibawah ini bisa membuka jalan pikiran ke sana :

  1. Dengan semakin banyak postingan kita menyebut pembubaran IPDN, maka simbah gugel akan serta merta mengendusnya. Dan dengan demikian semua yang kita suarakan akan membuka mata dunia. (menurut seorang blogger, maaf saya lupa, tapi nanti kalau sudah ketemu saya edit)
  2. Sudah saatnya langkah nyata blogger untuk menginisiasi pengajuan Petisi Online! , melalui petisi online ini, kita akan menyatukan pendapat kesetujuan kita terhadap pembubaran IPDN dan tentu saja solusinya. Wong kita ini, insyaAllah manusia yang bersyukur atas karunia akal untuk berfikir. Jadi jangan nuduh kita cuma teriak2 bubar, tanpa ngasih solusi. Kita punya solusi untuk semua.

Nah, sekarang bagaimana teknis pembuatan petisi?
Kita sudah membuat sejumlah pembicaraan dengan beberapa blogger, yang pada intinya kita sepakat untuk mengajukan petisi online ini ke Bapak Presiden SBY. Semoga saja beliau masih mau mendengar suara rakyatnya. Pada intinya, Senin akan dilakukan penyusunan redaksional petisi-online, yang digawangi oleh Kang Kombor, Bu Evy, Simbok Venus, dan Mas Teguh a.k.a Wadehel serta Saya sebagai penggembira. Kami sangat terbuka dengan berbagai masukan dari para blogger akan bagaimana teks/redaksional petisi tersebut.

Adapun gambaran awal tuntutan tersebut;

PETISI – ONLINE
PEMBUBARAN IPDN

  1. Bubarkan IPDN
  2. Selidiki secara tuntas kekerasan di IPDN sejak STPDN berdiri. Seluruh pelaku kekerasan yang belum terungkap harus diajukan ke pengadilan, apabila dari hasil investigasi ditemukan fakta bahwa mereka pernah terlibat dalam kekerasan.
  3. Sembilan praja yang telah diputuskan bersalah atas tewasnya wahyu hidayat harus dipecat dari PNS dan tidak diberi kesempatan untuk melamar kembali serta memenuhi tahanan berdasar putusan pengadilan.

Kira2 begitu, ada yang mau menambahkan?

Catatan : Ini hanya berlaku untuk yang setuju saja dengan Pembubaran IPDN, bagi yang tidak setuju silahkan buat forum serupa, atau kalau mau mengkritik saya silahkan ke Halaman INBOX saya. Monggo.

Silahkan bagi yang berkomentar
untuk mengajukan usul tentang konten petisi tersebut
.

Ingat gunakan bahasa yang sopan dan rasional. Saya tahu mungkin anda ada yang emosi, saya pun begitu, hati saya sangat marah, setiap saya menulis kata “I-P-D-N” darah saya langsung terkumpul di kepala, tuts keyboard saya tekan keras2 sampai jari2 saya sakit. Tapi jangan hancurkan gerakan mulia ini dengan kata2 kasar dan emosional. Mari santun dalam petisi ini tanpa kehilangan semangat untuk memperbaiki bangsa ini.

Emang bisa apa blogger di denger ama pemerintah? Kalau petisi kita ditolak mentah2 sama pemerintah? Tujuan kita gak berhasil dong?
Bukan begitu kawan ! Mari kita lakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang, tanpa terpaku pada hasil yang akan di capai, yang penting proses yang kita jalani.

“Kalaupun Kita tidak bisa Merubah Dunia, Setidaknya Berbuat Sesuatu Untuk Evolusi Jiwa Sendiri”

75 Tanggapan ke “Revolusi Nggak Pernah Mati di Hari Minggu”


  1. 1 grandiosa12 April 15, 2007 pukul 8:28 pm

    PERTAMAAAAAAAAAXXXXXX!!!!!!!!!!! bagi duren dong.. ngiler nih

  2. 2 With my Smile April 15, 2007 pukul 8:46 pm

    Wah iya kok pak Preside ga ajak2 ya makan duren?
    tambahan
    -10 praja yang ikut mengeroyok Clif, harus di usut tuntas
    - Seluruh praja yang meninggal harus di daftar dan diusut tuntas siapa yg ikut menganiaya (masak cuman yg menganiaya Cliff dan Wwahyu doang, yg lain selamat… ga adil dong)
    - Penganjur penyuntik formalin harus di usut tuntas
    - Rektor, Dosen dan seluruh staf harus di usut tuntas
    - Praja yang masih ada harus di beri sarana untuk melanjutkan study dan rehabilitasi

    Segitu dulu yg kepikir…

  3. 3 venus April 16, 2007 pukul 12:12 am

    setuju!!! pokoknya yang judulnya ‘BUBARKAN IPDN”, saya setubuh!!!!

  4. 4 wadehel April 16, 2007 pukul 12:29 am

    Weittts, ini nih, formalin inih!!!

    Setuju. Bubarkan. Atau… kalau mau lanjut, suruh mbayar sendiri, jangan dibayari pake uang rakyat lagi. Liat di FS mereka, cewe-cewe cantik kok pada ga nyadar kalo itu sekolah gratis.

    Ga usah lagi deh dikasih fasilitas jaminan jadi PNS, ikut tes seperti yang lain. Liat aja yang udah pada jadi PNS, setelah pendidikan, eh, PEMBINAAN sekeras dan sedisiplin itu, perhatikan bagaimana sikap mereka terhadap KKN? Apa bedanya sama orang yang masuknya nyogok? Udah dibayarin, masih juga kek gitu. Gawattt.

  5. 5 mbahatemo April 16, 2007 pukul 12:30 am

    lahh??? sampeyan kok cuman jadi penggembira?
    saya penonton ajah…

    *pinjem kodak sama tetangga buat ngabadikan pembacaan petisi*

  6. 6 za April 16, 2007 pukul 1:11 am

    ikutan stuju….. Slama menegakkan keadilan mah hayuuuuu’ ^_^

  7. 7 Luthfi April 16, 2007 pukul 1:33 am

    Ya ya ya … spt yg kubilangin kmrn, Bapak Presiden kita adalah Presiden masa depan, karena selalu menggunakan Future tense … Akan saya ………….

    *sigh*

  8. 8 joesatch April 16, 2007 pukul 2:11 am

    *saya setia menunggui dapur umum*

  9. 9 kangguru April 16, 2007 pukul 2:22 am

    biar komennya dianggap santun

    IPDN==bubarkan
    IPDN := IPDN++
    Do
    write(IPDN)
    until
    Bubar

  10. 10 cya April 16, 2007 pukul 4:11 am

    cya *newbieblog* ikuttt
    hapuskan bibit budaya kekerasan di IPDN..
    pendidikan seharusnya mendidik, bukannya membunuh.

  11. 11 cK April 16, 2007 pukul 4:42 am

    saya ndak kebagian durennya, jadi saya memutuskan ikut dalam gerakan PEMBUBARAN IPDN *siapin cheerleader untuk memberi semangat anto dkk*

  12. 12 pitik April 16, 2007 pukul 5:01 am

    kok cuma pembubaran dan penuntutan???mana solusi setelah itu???

  13. 13 Sugeng Rianto April 16, 2007 pukul 5:14 am

    lihat komen diatas koq saya jadi geli ya, pembubaran dan penuntutan itu sendiri adalah solusi utk menghentikan kekerasan dan kebrutalan di lingkungan pendidikan mas!. Apa mas pitik mau jika kelak dipimpin oleh preman2? Jangan lagi ada premanisme di lingkungan birokrasi deh, di negeri yang terkenal paling buruk birokrasinya di asia tenggara!!!.

    sekali lagi Bubar™kan IPDN sekarang juga. Selamatkan nyawa anak bangsa, selamatkan uang rakyat 150 milyar pertahun.

  14. 14 chielicious April 16, 2007 pukul 5:17 am

    Klo menurut gw SBY itu ga bener2 ‘melihat’ apa yang sedang dan dulu terjadi di ipdn maupun di tempat lain, para praja nya koq bisa2nya bangga ama almamater mereka.. pada buta semua ..

    Kenapa pemerintah susah banget ngebubarin ipdn? karena itu kan lahan pemerintah buat cari duid juga ..if u know what i mean -___-

    ah gw dah muak ama kasus kek bgini, udah banyak yang meninggal masi di pertahanin? gw ga nerti cara berpikirnya orang2 pemerintah itu gimana trmasuk SBY ??

  15. 15 shige April 16, 2007 pukul 5:21 am

    semoga pak SBY juga suka nge-Blog dan liat tulisan tulisan diatas … ^^

  16. 16 chielicious April 16, 2007 pukul 5:25 am

    ah pak SBY kan sibuk makan duren ..mana mungkin sempat baca blog di internet yang bejibun ini..

    Btw caranya ikutan petisi nya gimana ?

  17. 17 bank al April 16, 2007 pukul 5:33 am

    IPDN dibubarkan itu khan sudah menjadi sebuah solusi.
    Solusi apa lagi yg diharapkan ?

  18. 18 Roy April 16, 2007 pukul 5:42 am

    ipdn dibiarkan berdiri haram hukumnya

  19. 19 yati April 16, 2007 pukul 5:57 am

    1. Bubarkan IPDN
    2. Usut tuntas segala bentuk kekerasan di STPDN/IPDN, tegakkan hukum tanpa basa basi
    3. Stop anggaran khusus dan ikatan dinas bagi siswa IPDN. Siswa yang masih tersisa saat ini diberi kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri di daerah asal masing-masing
    4. Hapuskan segala bentuk kekerasan dan manipulasi dalam dunia pendidikan di Indonesia
    DUKUNG PENDIDIKAN TANPA KEKERASAN DAN INTIMIDASI !!!

  20. 20 Fourtynine April 16, 2007 pukul 5:59 am

    save dulu, bawa pulang ntar balik lagi.

  21. 21 manusiasuper April 16, 2007 pukul 6:25 am

    contact gw buat bikin rancangan petisi lebih lengkap, A.S.A.P.

  22. 22 meiy April 16, 2007 pukul 6:30 am

    saya setuju dengan pembubaran ipdn, ga guna, ga mutu cuma ngabisin duit, masa orang mau kerja di pemerintahan mesti dibiayain dulu, berjuang dong dapetin beasiswa

    usut tuntas pelaku kejahatan sejak doeloe, pecat yg sudah enak2an kerja di pemerintahan…
    anak2 yg udah terlanjur skul di situ mungkin msh bisa diselamatkan moralnya yg terinfeksi virus ipdn
    tampung di perguruan tinggi lain yg sudah terbukti mendidik dengan baik
    masih ada ko sekolah bagus di negeri ini

  23. 23 Kang Kombor April 16, 2007 pukul 6:36 am

    Bubarkan IPDN.

    Sik ya… draf dari saya sedang dalam proses. Tadi sampai kantor jam 11 siang terus nguplek-uplek kerjaan kantor dulu.

  24. 24 orido April 16, 2007 pukul 6:41 am

    bubarkan IPDN, serahkan pemerintahan pada lulusan dari sekolah tanpa kekerasan…
    *kekerasan colek2 dikit sih okeh.. ;-) *

  25. 25 pitik April 16, 2007 pukul 6:42 am

    @sugeng rianto: waduh mas sugeng..saya ini orang bodoh..makanya bertanya setelah dibubarkan, lalu apa??

  26. 26 ברתולומאוס April 16, 2007 pukul 6:57 am

    kalau colak-colek dikira naksir lagi….

    Kalau itu petisi udah keluar saya mau ikut yang penting IPDN bubar !!

    Setelah bubar lalu pulang…hehe….

  27. 27 awaloeddin devie April 16, 2007 pukul 7:10 am

    kenapa ndak indonesia aja yang dibubarin sekalian? Indonesia malah lebih berhasil membunuh orang dibanding IPDN?

  28. 28 gessh April 16, 2007 pukul 8:02 am

    Bubarkan!

    *saya tunggu kabar selanjutnya…..

  29. 29 d_sall April 16, 2007 pukul 8:10 am

    REVOLUSI NGGAK PERNAH DATANG DI HARI MINGGU kaliiiiiii……..sampeyan wong FMN pa?
    ya wes lah ra penting.
    bubarkan IPDN..dengarkan hati nurani..
    bersama kita bisa—>kata pak SBY waktu kampanye…
    hanya tinggal kenangan.
    BUBARKAN IPDN!!!!

    :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
    antobilang :
    oh..salah ya judul saya? ah ngga papa deh, syukur deh kalo ngga sama dengan yang umum diketahui orang, nanti bisa saya patenkan…wakakakak.
    waduh, FMN apa dulu nih? saya taunya FMN itu Flavin Mono Nukleatida (bentuk aktif riboflavin yang dibentuk oleh reaksi fosforilasi riboflavin yang tergantung pada ATP), hehehe….
    saya orang biasa kok, ini murni gerakan moral, yang masih punya hati nurani aja yang silahkan ikutan, kalau yang udah ga mau pake otaknya untuk mikir ya biarkan diam saja.
    pokoknya bubarkan IPDN, usut kasus2nya sampai tuntas..tas..tas….

  30. 30 erander April 16, 2007 pukul 8:17 am

    Numpang tanya, kalo sudah dibubarkan .. trus, yang sedang kuliah disana gimana nasibnya? Saya dengar ada sekitar 4.000 praja yang masih kuliah disana. Saya lebih cenderung dicarikan solusinya – apakah itu dipertahankan atau dibubarkan ga masalah. Yang penting .. proporsional. Apakah kita harus selalu mengulang2 sejarah?

  31. 31 cakmoki April 16, 2007 pukul 8:25 am

    Nambah boleh mas ?
    Ada salah satu tawaran solusi pada item Tindak Lanjut. Kalo berkenan, tolong diedit bahasanya, agar santun.

    Petisi, ikut tanda tangan sebagai suporter sambil makan kacang :D

  32. 32 Dee April 16, 2007 pukul 9:09 am

    KEKERASAN NO! KEKENYALAN YES! BUBARKAN!

  33. 33 Death Berry April 16, 2007 pukul 9:19 am

    Nto, gedung IPDN yang dibubarkan dijadikan apa….?

    Saya pikir lebih baik dijadikan sekolah untuk Rakyat Miskin, ‘kan dana sekolah IPDN dihasilkan dari Pajak.

  34. 34 p4ndu_454kura April 16, 2007 pukul 9:23 am

    Yah, IPDN lagi. Rasanya telinga ini udah bosan denger nama itu. Bukankah kemarin udah saya ratakan dengan tanah pakai spell terkuat Dawn Rune? Kok masih berdiri ya?
    *sambil geleng2 kepala karena heran*

  35. 35 Suluh April 16, 2007 pukul 9:39 am

    Weh ….
    Bikin mengkerut nich kepala…
    Met berwacana…

  36. 36 asep1974 April 16, 2007 pukul 10:01 am

    Kekerasan di kampus2 dilakukan konon untuk membangun kekompakan dan komunalisme. Benarkah? Kalaupun iya, semua itu untuk apa? Untuk merenggut masa depan anak2 bangsa? Baca cerita saya sekira dua atau tiga tahun lalu di http://asep1974.wordpress.com. Salam kenal

  37. 37 ..:X W O M A N:.. April 16, 2007 pukul 10:01 am

    Walah… telat banget nih! Kerjaan numpuk!
    Busyet… udah bejibun korban belon dibubarin juga? Jadi, kapan dibubarinnya?
    Buat pak SBY : kalau nunggu sampe bapak ga doyan duren keburu nambah lagi korban pak!
    ( + ) Anggaran khusus IPDN dialokasikan buat mahasiswa yang tidak berniat menjadi penjilat!

  38. 38 Fourtynine April 16, 2007 pukul 11:48 am

    4. biar adil, berikan kesempatan pada junior untuk menghajar senior. setelah itu. Bubarken!!!!!

  39. 39 telmark April 16, 2007 pukul 12:38 pm

    setuju komen no. 38.
    sayangnya pres kita sby, bukan kalla-nya. (ini `ga ada hubungannya ama politik apalagi kampanye !). kalau kala yg RI1, pasti dibabat tuh ipdn.
    bubarkan ipdn ! (bukan basa basi….).

  40. 40 anthonysteven April 16, 2007 pukul 1:35 pm

    Tambahan petisi:

    4. ALIHKAN PARA PRAJA KE UNIVERSITAS / INSTITUT NEGERI SETEMPAT SETELAH SEBELUMNYA DILAKUKAN PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS SECARA TERPADU

    5. JADIKAN PEMBUBARAN IPDN SEBAGAI MOMEN BESAR PENGHENTIAN KEKERASAN DAN PEMBODOHAN DALAM KAMPUS

  41. 41 Aufa April 16, 2007 pukul 2:40 pm

    “..pemimpin negeri ini mengatakan bahwa tidak akan ada wacana pembubaran IPDN, dan beliaupun mengatakan masyarakat yang meminta IPDN dibubarkan supaya jangan emosional”

    Duuuh, mereka para pimimpin itu masih saja tidak menghargai nyawa manusia!
    Hanya keledai dungu yang jatuh 2 kali pada lubang yg sama, apalagi kalo 37 kali??

  42. 42 peyek April 16, 2007 pukul 3:44 pm

    tambahan, Menghimbau kepada seluruh Warga Negara Indonesia untuk tidak mengirim/menyarankan putera-puterinya untuk masuk IPDN, termasuk para guru, dihimbau untuk tidak menyarankan lulusannya masuk ke IPDN, singkatnya boikot IPDN sa’anak pitung turun

    wah mas delete komen yang atas, soale buru-buru karena masih geregeten pengen nyakot!

  43. 43 anung April 16, 2007 pukul 8:15 pm

    eh udah liat republik BBM belom…pak Inu jadi bintang tamu lhooowww

  44. 44 anung April 16, 2007 pukul 8:18 pm

    usul..gimana kalo praja2 nya dijadiin tentara berani mati…
    kan jagoan banget gitu

  45. 45 Biho April 17, 2007 pukul 12:37 am

    Nto… mana nih udah jadi belum ? gw udah gak sabar mo tandatangan.

  46. 46 kian April 17, 2007 pukul 2:03 am

    IPDN dibubarin….hiks…(*ini sedih karena mereka kok bandel)
    kalo masih kekeh pengen berdiri..siap siaplah..
    hei..hei..IPDN disana pake duit siapa hei!!!…

    wong kami nda ikhlas IPDN ada..kok masih kekeh…

    bayar pake duit sendiri aza..jangan minta pada kami…(kami aza masih susah cari duit tuk makan)…

    hati..hati…kami yg nda ikhlas IPDN masih berdiri..mungkin hanya diam..tapi doa kami..bisa jadi lebih dasyat dari semuanya…

    4000 praja yg masih disana ya..kuliah dit4 lain kek, pesantren kek, masih banyak tempat lain yg insyaalah lebih bagus..bukannya dengan begitu 4000 org tersebut telah terselamatkan..harusnya 4000 org itu ga harus takut jika berada diluar..toh mereka kan “putra putri terbaik” kan?

  47. 47 arya April 17, 2007 pukul 3:51 am

    revolusi berhenti di hari minggu, itu kata2nya emil salim.
    soal petisi, saya mendukung 1000 persen…

  48. 48 ndahmaldiniwati April 17, 2007 pukul 6:19 am

    ka’nya pk SBY mbaca blogg gw yg waktu gw tulis, berita kematian cliff masih baru, makanya ga’ ada usulan pembubaran (douhhh GR banget seh!). tapi ngliat perkembangan kasusnya makin melebar, gw setuju dengan daftar petisi ini (dan semoga pelaku penusukan sepupu gw ikut diadili).

    ayo blogger, qt bersatu!!!!!!!!!!!

  49. 49 islam feminis April 17, 2007 pukul 8:46 am

    Kalau hari besar gimana?…

  50. 50 MasIndra April 17, 2007 pukul 1:34 pm

    Hmmm…semoga saja langkah ini benar. Seperti semboyan pegadaian ” mengatasi masalah tanpa masalah ” hehehe…

  51. 51 calonorangtenarsedunia April 17, 2007 pukul 1:56 pm

    revolusi ga terjadi karena banyak rakyat kecil yg ikut,tapi karena adanya elit (org yg berkemampuan di atas masyarakat umum) yg menggerakkan rakyat yg banyak itu,,

    situ jd elit biar daku yg jadi rakyat,,
    siap angkat senjata buat ikut vote!!!

  52. 52 Harajuku Girl April 18, 2007 pukul 6:13 am

    dukung lg deh pokoknya gw dmn2, klo demi pembubaran IPDN.

  53. 53 Di2K April 19, 2007 pukul 4:24 am

    Pendidikan dengan kekerasan hanya layak buat binatang
    BUBARKAN IPDN !!!!!

  54. 54 putut semburat April 20, 2007 pukul 3:28 am

    hanya ingin sedikit berbagi kepada kawan-kawan semua. kiranya bermanfaat, kalaupun enggak juga bukan suatu hal yang mengecewakan.
    “pernahkah kita berpikir ulang tentang kearifan. seonggok kata yang seringkali terlindas oleh panasnya persaiongan mempertahankan hidup. mampukah kita kembali menghadirkan kata itu berikut bersama maknanya dalam satu gerbong filosofi hidup?
    sebagai manusia, tentunya saya juga marah, jengkel dll ketika mengetahui berita mengenai IPDN (Institut Petarung yang Dibiayai Negara) atau STPDN (Sasana Tinju dan Petarung yang Dibiayai Negara). namun saya juga mulai bertanya kepada diri sendiri, melakukan pembicaraan diri. ada kesalahan pada sistem yang berlaku di STPDN, namun benarkah solusi yang tepat mengenai masalah ini adalah dengan meniadakan lembaga pendidikan tersebut atau dengan kata lain membubarkannya. sebagaimana tiada bukti empiris yang mampu berbicara bahwa dengan hukuman mati akan mengurangi terjadinya pembunuhan atau berkurangnya cap seorang pembunuh. STPDN tetap ada, namun sistem yang berlaku sekarang lah yang seharusnya ditiadakan untuk selanjutnya dibangun sistem yang baru.
    demikian pandangan saya.
    salam

  55. 55 Bang As April 21, 2007 pukul 1:38 pm

    SBY gak mungkin bubarin IPDN, namanya juga pemimpin peragu. Beda donk sama Gus Dur. Hidup Gus Dur!

  56. 56 madsyair April 23, 2007 pukul 4:38 am

    ndak komen dulu mas anto, mau cari dulu nurani. :D

  57. 57 ndarualqaz April 24, 2007 pukul 5:44 am

    bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar – bubar

    (saya pengidap phobia terhadap kata ipdn, tiap baca ato denger kata ipdn bawaannya mau teriak bubar mulu)

  58. 58 biasa-biasa saja April 25, 2007 pukul 2:05 am

    gpp mencetak lulusan IPDN sebanyak2nya, itu berarti prospek untuk menjual tiket neraka bagi para alumni yg tentunya sdh 100% menghayati dan mengamalkan ajaran yg dia peroleh. ga jauh2 dehh…tetangga saya bapak-ibunya pejabat (alumni IPDN) tapi anak2nya kagak ada yg beres (sex bebas, berandalan dll) mungkin karma. Ato mungkin kebetulan aja…ato memang betul2 karma…meneketeh…

  59. 59 jatinagorians April 26, 2007 pukul 7:33 am

    numpang promosi yah sodara-sodara..
    saya teh punya bisnisan yeuh..
    sok atuh dibaca, siapa tau butuh…

    terima cuci (otak) kiloan
    buka (beroperasi) 24-7-365
    ditangani oleh pembantu (pejabat) berpengalaman

    menggunakan mesin cuci (penggilas) terbaik & terbesar (se-endonesya)
    detergen dengan bahan aktif (formalin) membantu menjaga (fisik) pakaian tetap utuh & cepat menghilangkan (bukti) kotoran
    noda-noda (darah) hilang tanpa bekas, karena diproses (disikat) dengan teliti (‘cermat’) setiap saat
    bolong/sobek akan kembali utuh (dengan ’sedikit’ bekas jahitan)
    masih tetap bisa digunakan (dinas) walaupun terkena noda setelah dicuci
    proses cepat (menuju liang lahat)
    bisa ditunggu (di ruang tunggu rumah sakit)
    bisa dijemput (ambulan, keranda, panser??) selama masih di wilayah indonesia
    bisa diantar ke berbagai kota (surat dokter, surat kematian)
    cucian dijamin lembut, bersih (sudah dimandikan), wangi bermacam2 (karangan) bunga maupun aroma (pandan, kamper) pilihan lainnya

    harga cuci per kilo dijamin murah (subsidi rakyat)

    anda tidak puas, beritahu kami (nanti ‘harus’ puas)
    anda puas beritahu teman anda (se-alam jagat)

    berminat? hubungi 022-799IPDN
    cobalah! cobalah!!

  60. 60 dian Mei 24, 2007 pukul 1:43 am

    panase rek’
    emang bikin emosional.
    Kayanya institusi pendidikan di bangsa ini belom deket sama yang namanya ‘mencerdaskan’. Dari jaman kuda gigit burger juga kan ga masuk logika kalo ada ‘tojos-tojosan’ di dunia pendidikan. Jangan kan begitu, proses pendidikan yang baik itu bahkan tidak boleh menya;ahkan jawaban siswa yang mungkin dianggap nyeleneh. Karena yangnamananyabelajar, itu kan proses dari unknown menjadi well known dan implemented. Bukan begitu sodara-sodara setanah air???
    Apapun bentuknya, IPDN, opspek, pokonya segala bentuk otoriterisme dan seniorisme di institusi pendidikan kudu diilangin.

  61. 61 Unggulux Juni 13, 2007 pukul 10:56 am

    It reminds me about “Hitler Youth”.. lagian kalo mo bikin tim investigasi ya jangan “orang dalam” dong!!!

    Jelas2 gw dari awal tau Ryaas ga bakal mo bubarin itu IPDN. Lah wong dia mantan rektor IIP yang lebur dengan STPDN jadi IPDN ?? Dia orang2 ilmu pemerintahan, orang akademisi pemerintah ya ndak bakal mau kalo dibubarkan! Jangan dari Depdagri! Jangan dari kampus IIP!

    Kalo mau ya tim independen lah.. KOMNAS HAM misalnya. atau gengnya cak Munir !

  62. 62 Andreasssssss Juli 15, 2007 pukul 1:14 am

    Siapapun yang memutuskan IPDN tidak dibubarkan ,dialah yang bertanggung jawab didunia dan akherat kalau terjadi “filem” lagi di IPDN.
    Siapapun yang memutuskan IPDN tidak dibubarkan ,dialah yang bertanggung jawab didunia dan akherat kalau terjadi “filem” lagi di IPDN.
    Siapapun yang memutuskan IPDN tidak dibubarkan ,dialah yang bertanggung jawab didunia dan akherat kalau terjadi “filem” lagi di IPDN.
    Siapapun yang memutuskan IPDN tidak dibubarkan ,dialah yang bertanggung jawab didunia dan akherat kalau terjadi “filem” lagi di IPDN.


  1. 1 Mari berteori, konspirasi besar dibalik IPDN « w a d e h e l Lacak balik pada April 16, 2007 pukul 1:11 am
  2. 2 Apa Bedanya WWE dan IPDN « Catatan Harian Soe Genk Gie Lacak balik pada April 16, 2007 pukul 6:34 am
  3. 3 Bukan basa-basi. « Telmark. Lacak balik pada April 16, 2007 pukul 1:38 pm
  4. 4 lagi, korban kekerasan dari IPDN « Malu Aku Malu Pada Semut Merah Lacak balik pada April 16, 2007 pukul 1:56 pm
  5. 5 Cerita dari aCha » Bubarin atau format ulang? Lacak balik pada April 16, 2007 pukul 4:46 pm
  6. 6 Ternyata IPDN Tidak Perlu Dibubarkan!!!! « manusia biasa Lacak balik pada April 16, 2007 pukul 10:39 pm
  7. 7 Petisi Online untuk Pembubaran STPDN/IPDN « sora-kun.weblog() Lacak balik pada April 17, 2007 pukul 10:06 am
  8. 8 Bubarkan IPDN!!! « My Little Homeland Lacak balik pada April 17, 2007 pukul 1:26 pm
  9. 9 Bukan basa-basi. « Telmark. Lacak balik pada April 17, 2007 pukul 2:09 pm
  10. 10 Satu Suara Demi Nusa,, « JalanMenujuKetenaran Lacak balik pada April 17, 2007 pukul 3:45 pm
  11. 11 IPDN (lagi) ... « Jurig Cantik Lacak balik pada April 20, 2007 pukul 3:03 am
  12. 12 Mengapa Saya Menyetujui Petisi Itu -- dan Beberapa Jawaban « sora-kun.weblog() Lacak balik pada April 20, 2007 pukul 11:12 am
  13. 13 Déjà vu… (IPDN lagi) « O-Mai-Gat! Lacak balik pada Juli 23, 2007 pukul 6:40 pm

Tinggalkan Balasan