Indonesia, Ada Apa Dengan Mu?
Maret 7, 2007
Harga paling mahal di negeri ini : rasa aman dan tenang!
Baru kemarin kita sama2 menyaksikan bencana alam mengguncang bumi minang, dengan kekuatan 5.8 SR. Kini, pagi ini, di bumi mataram kembali terjadi sebuah kecelakaan pesawat Garuda kode penerbangan GA 200.

Rupanya cukup banyak muatan yang dibawa pesawat tersebut, tak kurang dari 140 orang ikut dalam rombongan. 133 diantaranya penumpang bisnis+ekonomi serta 7 orang kru termasuk pramugari2 jelita.
Begitu cepat berita terekam oleh detik.com, saya pun segera meluncur ke lokasi. Dan ternyata masyarakat sudah menyemut disana, semua masyarakat tertegun.
Meskipun terdengar celetukan yang ringan,
Sekarang giliran orang2 kaya yang menikmati penerbangan maut.
atau, karena mendengar kabar bahwa akan ada sebuah acara diskusi di Yogyakarta yang melibatkan Menlu Australia, Alexander Downer yang kemungkinan besar ikut dalam rombongan pesawat naas itu, saya sempat berfikir :
Masa sih, untuk membunuh seorang Downer harus melibatkan manusia2 lain yang dosanya belum tentu sebesar Downer. *halah*
Kalau sudah begini, rasanya tak ada lagi jaminan pesawat semahal apapun dapat menjamin keselamatan kita.
Saya jadi teringat kata orang bijak :
Money can buy bed, but not sleep
Money can buy clock, but not time
Money can buy blood, but not life
boleh saya tambahi :
Money also can buy expensive ticket, but not life?




Maret 7, 2007 at 3:46 am
Musibah lagi..
SBY rakyatnya dah berkurang berapa banyak ya selama dia menjabat jadi presiden …
heheh
Maret 7, 2007 at 4:20 am
solusinya……… mari kita kembali gunakan alat transportasi tradisional yang aman. kuda dan pedati hehehehe. gak ding.
BTW. melalui blog ini saya juga ingin menyampaikan duka cita sedalam dalamnya untuk para korban esawat itu. tak usahlah kita terlalu mencari siapa yang salah, kita yang salah. dan yang pasti, mati merupakan takdir dari Yang Menguasai Waktu. kita hanya bisa mendoakan semoga mereka mendapat hidayah-Nya
Maret 7, 2007 at 4:27 am
sedih ya? bencana gak pernah berhenti
Maret 7, 2007 at 5:11 am
ngelus dada
Maret 7, 2007 at 8:04 am
Indonesia sedang dilanda penyakit yang bernama “Azab”. Butuh berapa tumbal lagi yach?! becanda loh!Serius nehSebagai saudara setanah air, tentunya saya ikut merasakan duka yang mendalam atas bencana2 yang menghantam negeri initanpa henti-hentinya. Semoga saja Pemerintah dapat membenahi dept. transportasiyang terkesan konyol, yang membuat pengguna jasa angkutan dipaksa memilih utk. bunuh diri dgn jasa transportasi yg minim keselamatannya, hingga tidak lagi meminta korban2 yang lainnya di kemudian hari.Maret 7, 2007 at 8:38 am
my deep condolances ..
dien syamsuddin – muhammadiyah selamat ya?
kemarin ada laporan pesawat yg dr bangkok ke jakarta, sdh mengudara 30 menit balik ke bangkok lagi gara2 generatornya rusak.
nha, yang sekarang.. ada laporan kebakaran mesin sebelum pesawat mendarat.
Apakah mungkin serangan dengan roket pencari panas (heat seeking missile) yang diluncurkan dari peluncur bahu (shoulder carried), karena salah satu penumpangnya pejabat kementrian Luar Negeri Australia/staf kedutaan Australia?
Roket tsb kmd menghantam mesin pesawat saat mo mendarat, seperti pesawat kargo di Bagdad dan menyebabkan mesin terbakar.
wele… klo beneran.. makin terpuruk aja niy nama indonesia.. ckk.. ckk.. kacaw.. kacaw..
Maret 7, 2007 at 8:46 am
dimana kita bisa menemukan rasa aman?
Maret 7, 2007 at 8:49 am
tapi garuda masih jarang lho kecelakaannya..
mendinglah daripada yg lain..
klo gak bisa beli tiket garuda gak usah sirik deh..hehehe
Maret 7, 2007 at 9:44 am
seumur hidup, baru naik pesawat sekali…
*jongkok balikin badan, menulis-nulis tanah..*
Maret 7, 2007 at 10:12 am
Pertama:
)
Saya ingin menyampaikan turut berbela sungkawa atas musibah tersebut.
Kedua:
Saya sangat tertarik dengan kata-kata bijak yang dikutip Bapak Anto
Ketiga:
Untung saya sedang tidak dalam pesawat Garuda GA 200 yang naas itu (emang bisa beli tiketnya?
Keempat:
Ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga ada banyak alasan dan kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan (termasuk analisis Jeng Kumala)
Kelima:
Sudah ya…
Maret 7, 2007 at 10:15 am
Semoga Allah memberikan tempat yang layak untuk para korban pesawat itu.
Maret 7, 2007 at 12:22 pm
Garuda Indonesia,,
padamu sempat kutitipkan nyawaku
sementara asa untuk yg lain padam,,
menghilang,,
melengkung,,
tapi ternyata apa??
kau memang tak menghilangkan asaku,,
ataupun melengkungkannya sampai tak terpakai,,
tidak,,
kau memak tak lakukan itu,,
tapi kau
MEMBAKARNYA,,
*gw knapa sih?sampah amat,,btw, turut berbelasungkawa,,*
Maret 8, 2007 at 5:08 am
dhuh Gusti Allah nyuwun ngapura….
aku takut, jangan2 bencana yg ga habis2 ini emang azab, orang jawa bilang ini jaman “kalabendu”, jamannya kita memanen buah dosa-dosa yang kita tanam bersama….
setiap ada musibah n bencana, di atas kesedihan para korban, banyak orang teriak-teriak “girang” [dalam tanda petik!] kerna dapat kesempatan nyalahin orang lain, dapat kesempatan ngeluarin sumpah serapah, dapat kesempatan pamer ke-”pintar”-annya… mmm…. ke-NATO-annya
n kalo beruntung dapat publikasi juga….
jangan2 bencana n musibah yg susul-menyusul itu sebagian terjadi karena ulah KITA yang “kegirangan” setiap ada bencana. spt kata ebiet: “mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa…”
astaghfirullah,
istighfar yuk, istighfar….
brenti nyalahin orang lain yuk, belajar berpikir n bersikap positif aja yuk….
mending berbuat sesuatu yang riil, baik n berguna tuk diri kita sendiri, keluarga kita, lingkungan kita masing2…
Maret 8, 2007 at 9:24 am
semoga para keluarga korban diberi ketabahan dan keihklasan dalam bencana ini,
Maret 8, 2007 at 9:36 am
semoga pada dimaapin deh orang2 yang meninggal, jangan salahin tuhan
Maret 8, 2007 at 4:10 pm
Pertama “Ikut Berduka Cita yang mendalam atas korban kecelakaan ini”
Kedua “Kita cari sapa yang salah terus dibenahi, jangan bodohi rakyat dengan bualan intelektual berbau pembodohan masal” – halah opo to yo…
money also can take our soul
Maret 8, 2007 at 7:00 pm
anu…
jadi curiga, adakah pemimpin bangsa kita yg ikut pesugihan?
Maret 8, 2007 at 7:46 pm
@Joesatch:
Emang pemimpin bangsa masih butuh pesugihan?
Beruntung banget ya dukun yang jadi makelar pesugihan si pemimpin bangsa, jangan2 tuch dukun dibayar dengan jabatan ya?
Tunggu saja, mungkin periode selanjutnya akan ada departemen baru… DEPARTEMEN PERDUKUNAN NASIONAL
Maret 8, 2007 at 7:47 pm
Halah…lali isih nganggo jeneng sing tak nggo nang blogé wadehel
@Joesatch:
Emang pemimpin bangsa masih butuh pesugihan?
Beruntung banget ya dukun yang jadi makelar pesugihan si pemimpin bangsa, jangan2 tuch dukun dibayar dengan jabatan ya?
Tunggu saja, mungkin periode selanjutnya akan ada departemen baru… DEPARTEMEN PERDUKUNAN NASIONAL
Maret 9, 2007 at 8:51 am
Ibu Pertiwi berduka.
kini ibu sedang duka, menangis dan berdo’a
Maret 9, 2007 at 1:34 pm
#cakmoki
kini ibu sedang lara, menangis dan berdoa…
begitu, cak….
#anto
anto kmana sih???!!!!!!!!!
Maret 10, 2007 at 4:15 pm
[...] pesawat garuda yg kemarin. Halah, tak pikir2 sudah ditulis oleh kawan2 blogger lainnya seperti di sini dan di situ. Walau ditulispun, Toh bencana dan musibah di ranah pertiwi ini tetap berlanjut ga ada [...]
Maret 11, 2007 at 5:40 am
Ada yg bilang, kalo Presiden kita kali ini, SBY, tuh kurang bersahabat dengan Alam… ?!
jadinya Alam murka dan memberikan banyak bencana. `ga tau dehh…..
Salam kenal all.
Maret 11, 2007 at 3:39 pm
“setiap ada musibah n bencana, di atas kesedihan para korban, banyak orang teriak-teriak “girang” [dalam tanda petik!] kerna dapat kesempatan nyalahin orang lain, dapat kesempatan ngeluarin sumpah serapah, dapat kesempatan pamer ke-”pintar”-annya”
).
Mbak Titah, betul panjenengan ini. Malah ada yang bilang itu hukuman Allah atau Tuhan untuk manusia Indonesia (hukuman untuk apa?
Tetapi kalau menurut saya musibah pesawat, kapal laut, kereta api dan – jangan lupa! – bis umum antar kota itu ada yang bertanggung jawab!
Pesawat: bagaimana keadaan teknis pesawat yang masih dioperasikan saat ini? Apakah layak terbang? Bagaimana kontrolnya? Bagaimana mutu pilotnya?
Kapal laut: sama juga pertanyaannya tentang layak melautnya, kontrolnya dsb. Tambah bagaimana jumlah penumpangnya?
Kereta api: bagaimana keadaan relnya? Kapan terakhir dikontrol? Kapan terakhir diperbaiki? Ke mana larinya dana untuk ini? Siapa yang “makan”?
Bis: untuk yang pernah naik bis antar kota pasti tahu bagaimana “ngoboi”nya sopir-sopir bis tersebut yang sering tidak memperdulikan keselamatan penumpangnya dan pemakai jalan lain demi untuk mengejar setoran. Siapa yang salah di sini? Pengusaha yang menanti setoran berlebihan dan sopir yang “cuma” terpaksa? Bagaimana kontrolnya?
Jawaban: semua bisa diatur.
Memang dengan kontrol sistem yang berfungsi tetap bencana dalam lalu-lintas (udara, air, ril dan jalan darat) tidak akan hilang, tapi setidaknya kemungkinannya diperkecil, kan?
Kapan bisa begitu?
Maret 11, 2007 at 4:50 pm
Kata SBY semua bisa diselesaikan secara adat
Maret 12, 2007 at 8:41 pm
Iya, sedih euy.
Tapi sudah lah. Capek saya sedih terus.
Mau nggak mau, harus berbuat. Kalau diam adalah pengkhianatan.
Minimal, nggak buang sampah sembarangan.
Minimal, menjaga mata hati tetap terbuka dengan saling menasihati.
Minimal, menjaga sistem pengawasan rakyat terhadap pemerintahan, melalui menulis lewat blog.
Minimal… minimal… ahhh… nampaknya saya jadi minimalis di blognya Anto ini.
Maret 14, 2007 at 10:18 am
tuh to… kalo mbaca tulisanmu yang satu ini…
bisa-bisa paranoid saya dengan namanya pemerintah kambuh lagi nih…
Maret 15, 2007 at 5:20 am
#chie
saya pernah baca sebuah berita dari reuters, disana ada list bencana di RI sejak 2004 plus jumlah korban2nya…kapan2 saya posting.
#ndarualqaz
stuju, pakai andong/delman ga bakalan macet, soalnya kalo tiba2 traffic jam, keretanya di lepas, pakai kuda aja..kan asik tuh kayak jaman satria madangkara!
#venus
iya mbok, sedih sekali….selain bencana ga henti2, korupsi juga ga henti2…
#kangguru
iya pak guru, ngelus dada
+jenggot#Sugeng Rianto
seperti saran ndarualqaz, kembali ke selera masa lalu.
kalo usulku, transportasi pakai : teleport
telekomunikasi : telepati…
hahaha…
#kumala
weh, keren analisanya..mungkin bgt ya kalo ada terios eh teroris?
#xwoman
susah, harganya mahal banget sekarang…
#anung
ga ada yg mending,nung,,,
#manusiasuper
sama dwonk!
*toss dulu…*
#deKing
Pertama:
Iyakang, semoga para korban mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.
Kedua:
Boleh, asal tidak tertarik sama saya, toh saya ini masih normal gitu loh.
Ketiga:
Besok kalo pulang dari belanda naik sepeda kumbangmu aja, kang! ^_^
Keempat:
Betul, banyak jalan menuju roma, banyak pula jalan yang dipakai oleh para birokrat untuk berkelit dengan buruknya sistem transportasi di negeri ini
Kelima:
Lho kok sudah? itu pada teriak2 : we want more!we want more!*apa sih*
#helgeduelbek
Mari berdoa pak guru, bapak yang mimpin ya…
# calonorangtenarsedunia
*gw knapa sih?sampah amat,,btw, turut berbelasungkawa,,*
*tanya ken..napa*
#Titah
ga cukup cuma introspeksi aja kan? memang negeri ini tipenya reaktif, kalo ada masalah baru grubyak-grubyuk, tunggu bbrp saat kemudian,,,lupa deh…
#jokotaroeb
tapi tiap bulan ada terus e mas joko, kalo dulu pas jamannya mas joko ngintip bidadari, ada kejadian2 kayak gini ngga? cerita2 dong…
#Umar Faridz
biarin ntar Tuhan yang ngehukum pemerintah aja ya om?bukan rakyatnya mulu…
salah apa sih rakyat ini?oia lupa..salah ya, karena udah milih pemerintah yang salah…
#peyek
enaknya gimana ini cak?perlu kudeta?
hahaha
#joesatch
mungkin banget joe…
kan buat kampanye butuh dana besar…
#deKing (Si Anak Muda
TidakBerjidat Hitam)kan itu banyak para dukun2 yang jadi politisi…hahaha…
#cakmoki
kenapa tiap ada bencana, selalu aja ada lagu yang pas.
#calonorangtenarsedunia
ini anto, ga kemana2 kok, hahaha
#telmark
salam kenal juga…
yang jelas bukan cuma SBY aja, banyak oknum2 lain yang tidak bersahabat dengan alam, liat aja hutan2 yang semakin gundul…
oh…seandainya oh…seandainya..
#tukangkomentar
iya om, mungkin dengan kejadian garuda, maskapai yang lain bakalan bilang gini “liat tuh, ga cuma gue aja kan…”
hahaha
#deKing
adat?
termasuk dengan ruwat2an itu?
aneh…
#arifkurniawan
hahaha…om arif ini bisaaaa aja…
#klikharry
wadoh, jangan ngomong gitu donk.
nanti saya dituduh melakukan perbuatan makar!
*apa sih*
Mei 3, 2007 at 4:32 am
[...] dia lah yg banyak memberikan tips & trick tentang cara survive di blogosphere…[artikel pertama yg kubaca [...]